KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Persiapan pertempuran


__ADS_3

Sambil memeriksa peta, Jani mendengarkan laporan Ratu Agatha "Dua hari yang lalu, tepatnya di hari kepergian-mu dari Ibu kota. Pasukan Rohden melancarkan serangan skala besar kepada kota Malesah, biasanya serangan dengan Skala itu dapat dengan mudah di tahan oleh kakak-mu dan ksatria Elit-nya, tapi ada sesuatu yang hal membuat pasukan pertahanan kakak-mu di buat tidak berdaya dan bahkan setengah ksatria-nya harus gugur dalam penyerangan kali ini."


"apa itu, Ibu?"


"aku juga kurang mengerti, tapi menurut pengalamannya Marcus. Serangan itu di awali dengan lemparan botol kaca yang menghasilkan sebuah asap dan tidak lama kemudian, semua sihir pasukan tidak bisa di keluarkan sama sekali."


"dan karena pasukan Marcus hampir semuanya di isi dengan K.O.M(Kinght Of Magican). Mereka kali ini tidak berdaya melawan para pasukan Rohden yang terdiri dari orang biasa dan para tentara bayaran yang ahli dalam penggunaan Senjata Aura."


Senjata Aura adalah teknik Universal yang biasa di gunakan oleh para tentara bayaran yang tidak memiliki bakat menjadi seorang Penyihir Unsur atau seorang K.O.M yang populer di seluruh benua Arca. Meskipun di kembangkan oleh mereka yang tidak berbakat, tetapi belakangan ini teknik ini telah berkembang di kalangan tentara bayaran hingga mampu bersaing dengan para penyihir atau para K.O.M


itu adalah berita bagus bagi siapa pun di dunia ini dan dengan berkembangnya teknik ini di harapkan kesenjangan sosial antara mereka yang berbakat dengan yang tidak sedikit membaik. Tetapi sayangnya harapan selalu tidak sesuai dengan kenyataan dan ini di sebabkan oleh beberapa negara yang memanfaatkan teknik ini untuk memperkuat kekuatan militer mereka dan salah satunya adalah kekaisaran Rohden.


Ratu Iris pun melanjutkan "dari pemeriksaan tenaga medis, asap itu adalah semacam gas beracun yang menyebabkan nadi Mana di tubuh korban akan tersumbat untuk sementara waktu. Jangka waktu dari efek racun tersebut bermacam-macam tergantung dari kekuatan korban tersebut. Contohnya seperti Marcus yang seorang K.O.M unsur Darah di tingkat 5 menengah, efek racun pada tubuhnya hanya bertahan selama 12 jam dan setelahnya racun tersebut akan menghilang seketika."


Mendengar laporan tersebut, Jani menghela napasnya dan berkata "untungnya efeknya tidak sama dengan yang kita temukan di rumah Dom."


"ya, aku juga sangat bersyukur, tapi ini juga sangat mempengaruhi pertempuran ke depannya! Kalau kita tidak mengatasi masalah ini, maka sudah di pastikan kita akan kalah!" jawab Agatha yang mengetahui tentang ramuan berbahaya yang mereka temukan di rumah Dom sebelumnya.


"tenang Ibu, aku sudah memprediksi penggunaan racun sejak kita menemukannya dulu dan meminta beberapa penjahit untuk membuatkan topeng pelindung yang mampu menangkal segala racun berbentuk Gas." Jawab Jani yang mengeluarkan contoh dari topeng gas yang dia buat di ibu kota sebelumnya.


Karena Ratu Iris dan Ratu Agatha sudah pernah menggunakan yang sejenisnya, maka mereka percaya dengan kualitasnya. Setelah itu, Ratu Agatha bertanya "berapa yang kamu bawa?"


"tidak banyak hanya 200 buah. Meskipun aku sudah merekrut banyak penjahit, tapi mereka semua masih dalam tahap mempelajari teknik pembuatannya terlebih dahulu.Jadi, sampai saat ini hanya mampu tersedia 200 buah saja." Jawab Jani yang mengeluarkan beberapa kotak berisi topeng Gas.


"ini masih jauh dari kata cukup untu merebut kembali kota Malesah." Kata Ratu Agatha yang menggelengkan kepalanya. Tetapi langsung di bantah oleh Ratu Iris yang berkata "tidak, Agatha. Ini cukup! Strateginya sudah ada dalam pikiran-ku."


Sesaat kemudian Marcus kembali ke dalam kemah dengan debu di seluruh badannya akibat tendangan Ibunya yang membuatnya terbang keluar perkemahan sementara ini, Matanya langsung bertemu dengan tatapan Ratu Iris dan Saat Ratu Iris melihat Marcus, Dia langsung berkata kepadanya dengan penuh semangat "kebetulan kau kembali, Marcus. Kemari-lah! Aku ingin membicarakan strategi yang mampu merebut kembali kota Malesah dengan-mu."


Tentu saja Marcus mulai bersemangat dan dia dengan senang hati mendekati Ratu Iris. Jani juga penasaran dengan strategi tersebut, tetapi Ratu malah berkata "untuk sekarang kamu boleh beristirahat di kemah-mu sendiri, Alex. Masalah kota Malesah harus di selesai oleh kakak-mu yang bertanggung jawab menjaganya dan jika dia mendapat bantuan darimu, maka kamu dan kakak-mu akan menerima hukuman sesuai hukuman kerajaan yang berlaku."


"baiklah, aku pergi dulu. Kak Marcus! Semangat!" kata Jani yang memberi dukungan kepada Marcus.


"oke!"


….


Saat Jani kembali, dia tidak beristirahat dan malah memilih untuk memeriksa fitur GPS sistem lalu menandai beberapa lokasi penting di sebuah peta fisik yang baru. Banyak tanda-tanda aneh yang bermunculan di fitur GPS dan salah satunya adalah sebuah tanda dengan bentuk sebuah peti dengan logo tanda tanya di atasnya.

__ADS_1


Saat Jani bertanya kepada Zein tentang maksud dari tanda ini. Zein malah menyuruhnya untuk menekan tanda itu dan penjelasanya akan keluar dengan sendirinya.


Dari penjelasan yang Jani dapatkan, tanda tersebut melambangkan sebuah potongan teka-teki dari sebuah harta karun benda Sihir atau tumpukan harta karun lainnya yang di simpan di zaman dulu.


Meskipun Jani sangat penasaran untuk menyelidiki teka-teki tersebut, tetapi dia mengurungkan niatnya karena dia memenangkan pertempuran yang akan segera di laksanakan dan di pimpin oleh dirinya sendiri. Jani kembali meneliti peta yang baru dia tandai sambil membuat strategi pertempuran nantinya.


Saat dia sedang serius meneliti peta, tiba-tiba ada seseorang yang menutup matanya sambil berkata "tebak siapa ini?"


"seorang wanita tercantik yang di ciptakan khusus untuk-ku!"


"hehe...selamat kamu benar sekali! Sebagai hadiahnya akan aku berikan satu ciuman!" jawab Lisa yang memeluk leher Jani lalu mencium pipinya.


Jani sebenarnya ingin menarik Lisa lalu mencium bibirnya, tetapi karena sebelumnya dia sudah mengetahui sifatnya yang pemalu. Jani menahan niatnya lalu sebagai gantinya dia bertanya "bagaimana? Apa kamu sudah terbiasa dengan 'Wind Killer'?"


Lisa sebenarnya sudah di kirim terlebih dahulu bersama dengan Ratu Iris dan Ratu Agatha untuk membiasakan dirinya dalam menggunakan senapan terbarunya. Dia juga sempat membantu mempertahankan kota Malesah, tetapi karena dia adalah tunangan dari Putra mahkota, maka dia harus di evakuasi terlebih dahulu bersama dengan para keluarga kerajaan lainnya. Setelah keluar dari kota Malesah, Lisa sudah mulai berlatih untuk membiasakan dirinya menggunakan senapannya hingga kedatangan Jani dua hari berikutnya.


 Lisa menjawab dengan wajah sedikit murung "aku rasa sudah bisa menggunakannya, tapi sebelumnya kamu mengatakan bahwa tingkat akurasi tertingginya adalah 2000 Meter, kan?"


"ya, itu memang di buat khusus sebagai senapan jarak jauh pertama. Jadi, apa ada masalah dengan alat bidik-nya?"


"hmm... aku tidak percaya itu salahmu. Mungkin ada masalah dengan senjata ini. Ayo kita coba sekali lagi dan kali ini aku akan berada di samping-mu untuk menilainya."


Mendengar saran tunangannya, Lisa kembali bersemangat dan langsung menyeret Jani sambil berkata "baiklah! Kalau begitu, ayo cepat kita pergi!"


...


Di temat area terbuka, Jani mempersiapkan beberapa target tembak untuk di gunakan dalam latihan tembak Lisa. Menggunakan teropong miliknya, Jani melihat ke arah depan sambil berkata kepada Lisa "baiklah, kamu sudah bisa mulai!"


"oke!" Lisa bersiap untuk menembak.


*Dor!* suara dari senapan Lisa sangat halus dan ini adalah salah satu yang menjadi daya tarik utama dari Wind Killer. Tidak lama setelah Lisa menembak, Jani berkata "Hit! Head Critical!!"


Lisa yang masih dalam kondisi membidik berkata "itu masih dalam jarak 100 Meter, Sayang. Ayo kita lanjutkan!"


"baiklah!" jawab Jani yang masih dalam menggunakan teropongnya.


Dalam jarak 1000 Meter ke bawah, Lisa masih bisa tepat sasaran dengan sekali tembakan. Tetapi saat jaraknya mulai meningkat 1000 Meter ke atas, Lisa harus beberapa kali meleset. Hingga pada saat jarak sasaran melewati 1500 meter, Lisa tidak mampu mengenai target sasaran sama sekali.

__ADS_1


Setelah melihat semua hal itu, Jani berkata "baiklah kita berhenti dulu! Saat ini aku akan mulai memeriksa sen...." Jani tidak menyelesaikan perkataannya karena saat ini dia terkejut melihat Lisa yang kelelahan.


Jani yang panik segera meminta bantuan untuk membawa Lisa ke tenda pemulihan dan di sana Lisa akhirnya menjelaskan alasan kenapa dia bisa sampai kelelahan. Jani mendengarkan semuanya lalu setelah iyu, dia menyimpulkan dengan berkata "Jadi, alat bidik senjata kamu patah saat pelarian dua hari yang lalu hingga tidak bisa di sambungkan lagi ke senapannya?"


"iya."


"dan setelah itu, kamu berlatih menggunakan Rune untuk memperkuat pengelihatan-mu hingga pingsan karena kehabisan Mana?"


Lisa yang melihat wajah tunangannya mengkerut, berusaha menenangkannya "Sayang, aku minta maaf, oke?"


Jani hanya menghela napasnya lalu berkata "baiklah, aku sudah tidak marah, tapi berjanjilah bahwa kamu tidak boleh memaksakan diri-mu seperti ini lagi, mengerti?"


"oke! Aku mengerti!"


"kalau begitu bagaimana kalau aku memberikan-mu alat bidik yang baru dan mengajarkan-mu bagaimana cara menggunakannya?"


Setelah itu Jani segera mengeluarkan alat bidik teleskop yang mampu memperbesar jarak 12 kali lipat dan kemudian memasangkannya kepada senapan Lisa. Sama seperti Jani, Lisa adalah seorang yang mampu mempelajari sesuatu dengan cukup cepat dan itu terbukti dari pelatihan singkatnya bersama Jani, dia mampu mengenai target dalam jarak 2 Km lebih tanpa meleset sedikit pun.


Puas melihat Lisa yang mampu menggunakan senapannya dengan baik, Jani meninggalkan Lisa untuk kembali berlatih sementara dia mengumpulkan para bangsawan yang berada di kelompoknya untuk menyusun strategi bersama dan memeriksa persiapan mereka.


...


Di tenda besar Jani berkumpul dengan para bangsawan dan ada satu hal yang mengejutkannya yaitu semua bangsawan sudah hadir dan tidak ada dari mereka yang datang terlambat.


Saking terkejutnya, Jani dengan sengaja berkata "aku tidak menyangkan kalian semua bisa hadir di sini tepat waktu. Padahal di saat aku mengundang kalian ke ibu kota untuk penobatan-ku, tidak ada satu pun dari kalian yang datang dengan alasan kalian yang bermacam-macam."


Salah bangsawan tua berkata "haha... jangan terlalu di ambil hati, Yang mulia! Kita hanya masih percaya bahwa putra mahkota saat ini tidak akan bertahan lama seperti dua pendahulunya. Jadi, banyak di antara kami yang berpikir bahwa kedatangan kami ke ibu kota adalah hal yang sia-sia."


"baiklah, aku juga tidak bisa marah terhadap kalian dan ini juga hal yang kurang penting untuk di bahas saat ini. Baiklah, mari kita mulai pembahasan strategi kita!"


Seperti yang di rencanakan sebelumnya, pasukan kerajaan di bagi menjadi dua bagian dan akan menyerang di dua tempat berbeda yaitu perbatasan Timur dan perbatasan Timur Laut.


Karena kekalahan Marcus dalam mempertahan kota dua hari yang lalu, dua ratu Raja berganti posisi satu sama lain untuk memenangkan pertempuran kali ini.


Di sisi Marcus yang sebelumnya akan di bantu ibunya, Ratu Agatha. Kini berganti dengan Ratu Iris yang mampu menangkis serangan asap beracun musuh dengan sihir Es miliknya.  


Lalu di sisi Jani sekarang ada Ratu Agatha yang memiliki kekuatan tempur yang sangat besar dengan mengandalkan Sihir unsur Darahnya. Pertempuran ini baru saja akan di mulai pada besok harinya, tetapi tidak ada aturan yang menyatakan bahwa pertempuran harus di lakukan saat adanya matahari di langit dan itulah yang ingin di manfaatkan oleh Jani.     

__ADS_1


__ADS_2