KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Duel paling heboh


__ADS_3

“hah, aku baru tahu ada peraturan seperti itu?”


“iya, kudengar ini adalah peraturan baru agar para pengusaha tidak bisa lari dari pembayaran pajak.”


“kalau begitu, kamu kembali ke kantor terlebih dahulu. setelah aku selesai dengan sekolahku, kita akan pergi bersama ke sana.”


“baiklah, aku akan menunggumu di kantor, bye sayang.”


“bye.”


Setelah Jani selesai dengan urusannya, dia berkata kepada jendral “maaf tadi aku harus mengangkat panggilan penting-,”


Tapi sebelum Jani menyelesaikan perkataannya dia berhenti setelah melihat senyuman aneh yang di pasang jendral, dia mencoba bertanya “jendral, kenapa kau memasang senyum aneh seperti itu?”


“oh bukan apa-apa. Katakanlah nak, apa identitasmu yang lain adalah 'Mr.Gold?”


“benar apa ada masalah dengan itu?”


“tidak ada, Jika kau adalah Mr.Gold maka alasanmu tidak bisa menerima tawaranku adalah karena kau akan terlalu sibuk mengurus perusahaan barumu, benar?”


“sebenarnya aku ingin menerima tawaranmu tapi jika harus menjadi tentara aku tidak bisa karena aku punya impian yang harus aku capai. Siapa sih yang tidak mau menjadi murid dari mantan tentara legendaris yang di juluki 'HARIMAU ASIA TENGGARA' yang menghabisi kelompok ******* berjumlah 200 orang sendirian?”


“hahaha, kau terlalu memujiku, nak. Tapi aku bisa mengajarimu bela diri tanpa harus kau masuk tentara dengan satu syarat.”


“Apa itu?”


“kau harus menjadi CEO dari perusahaan negara di bawah pengaruh TNI.”


“jika aku menolak?”


“tidak ada pilihan lain selain menangkapmu atau menjadi seorang tentara.”


Jani menundukkan kepalanya dan berpikir jalan keluar dari masalah ini. Setelah berpikir sejenak dia akhir memutuskan sebuah ide gila dan berkata “jendral, bagaimana kalau kita selesaikan dengan cara seorang pria.”


“bagaimana itu?”


“kau dan aku akan melakukan duel dan siapa yang terjatuh ke tanah duluan, dia yang akan menang. Jika aku menang kau tetap akan mengajariku tanpa harus ada persyaratan apa pun. Tapi jika aku yang kalah aku akan menggunakan nama asliku untuk memimpin perusahaan yang kau sebutkan itu, bagaimana?”


“hahaha, kau cukup berani bocah!!. Apa kau pikir bisa menang dariku karena aku sudah tua!?”


“aku tidak pernah menyebutkan itu. Tapi aku cukup percaya diri dengan insting dan refleksku yang cukup cepat dari kebanyakan orang.”


“baiklah, aku akan menerima tantangan mu. Sudah lama aku tidak menerima tantangan seperti ini.”


Jendral dan Jani keluar dari ruangan kepala sekolah dan melihat kepala sekolah yang berdiri di samping ruangan bersama beberapa guru dan satpam sekolah. Melihat mereka semua memasang wajah cemas, jendral berkata kepada kepala sekolah “pak kepala sekolah, maafkan ajudanku yang tidak sengaja tergelincir dan jatuh menghantam meja sehingga membuat meja di ruangan anda hancur. Mengenai biaya kerusakan kau bisa memintanya kepada nak Jani ini.”


Kepala sekolah melihat sebentar ke dalam ruangan dan melihat ajudan jendral masih pingsan dengan wajahnya menghadap ke lantai lalu berkata dalam hatinya 'itu tidak mungkin tergelincir kan? Jika itu tergelincir tidak mungkin mejaku akan hancur karena itu terbuat dari kayu jati yang sangat kokoh, kan?’


Setelah berkata di dalam hatinya, pak kepala sekolah langsung menjawab “itu tidak perlu, jendral. Lagi pula meja itu sudah seharusnya di ganti sejenak lama.”


“oh begitu, kalau begitu bisakah kalian membantuku membawa dia ke dalam mobilku?”


“tentu saja bisa, jendral.” Jawab kepala sekolah dan langsung menyuruh satpam dan beberapa guru tersebut untuk membawa si ajudan ke mobil jendral. Setelah melihat mereka pergi, kepala sekolah melihat ke arah Jani dan berkata “jani, karena kau sudah selesai berbicara dengan jendral, kau bisa kembali ke kelasmu.”


“tidak, aku masih ada urusan dengan jendral Karto Kencana ini. Jika aku tidak menyelesaikannya sekarang, mungkin akan semakin merepotkan di masa depan.”


Sebelum kepala sekolah menjawab bantahan Jani, Jendral menyela dan berkata “itu benar, kau tidak perlu memikirkannya. Karena aku akan sedikit memberinya pelajaran sopan santun.”

__ADS_1


“apa yang sebenarnya ingin kalian berdua lakukan?”


“nanti kau pasti akan tahu.” Jawab jendral sambil berjalan ke arah lapangan sekolah. Dia pun melirik ke arah Jani dan berkata “nak!, kau tidak masalahkan dengan melakukannya di depan teman-temanmu, kan?”


“jani berkata dalam hatinya 'jadi, dia ingin mempermalukanku?’ dan langsung menjawab sambil berjalan ke arah lapangan sekolah “tentu saja, aku tidak keberatan dengan itu.”


Beberapa siswa sebenarnya sudah berkumpul di dekat ruang kepala sekolah karena suara benturan yang di hasilkan oleh Jani. Tapi mereka tidak berani mendekat karena banyak guru yang sudah berkumpul dan melarang mereka untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Awalnya mereka berpikir Jani sedang di beri pelajaran oleh dua tentara yang datang ke sekolah karena kejadian di mall, tapi saat mereka melihat Jani dan seorang tentara keluar dari ruangan kepala sekolah di tambah lagi salah satu tentara di angkut keluar oleh guru. mereka semakin terkejut karena mereka berpikir Jani yang sedang di hajar ternyata malah sebaliknya.


Di kantin sekolah


Jali dan Devi yang baru saja selesai makan di kejutkan oleh teriakan salah satu siswa yang baru datang dari lapangan sekolah.


“WOI!! WOI!! BURUAN KE LAPANGAN!! JANI MAU DUEL SAMA JENDRAL BINTANG 2!!”


“wah gila si Jani berani banget ngajak duel seorang jendral. Kalau gua mah sudah-“ kata seorang siswa


“sudah apa hah!? Kemarin lu liat tentara pada ngumpul aja langsung muter balik.” Sela temannya


“haha kalau itu mah lain cerita, tapi yang jelas ini pasti bakal seru.”


“jelaslah. kalau begitu langsung kita cari tempat yang bagus buat bikin 'INSTANSTORY'.”


Mereka pun langsung pergi kelapangan. Jali dan Devi pun juga lari kelapangan melihat duel yang akan segera di adakan. Saat mereka sampai di lapangan, tempat itu sudah di penuhi oleh siswa dari berbagai kelas.


...


Kembali ke sisi jani


Jani yang melihat lapangan sudah di penuhi oleh siswa berkata dalam hatinya 'ini bahkan lebih heboh dari pada kejadian di mall saat itu.’


“tidak hanya menunggu seseorang untuk menjadi wasitnya.”


“siapa yang kau tunggu?”


“seorang teman, nah tuh orangnya. Jali kemari sebentar.”


Jali yang baru saja menerobos kerumunan untuk mencapai tempat paling depan langsung dipanggil oleh Jani yang berdiri di tengah lapangan.


Jali yang dipanggil langsung ketengah lapangan, di minta oleh Jani untuk menjadi wasit dalam duel ini. Setelah di beritahu oleh Jani tentang peraturan duel ini, dia langsung berteriak kepada para murid yang berkumpul “PARA SISWA DAN SISWI SMKN 1 JAKARTA. AKU, JALI AKAN MEJADI WASIT DALAM DUEL KALI INI!!”


Seketika kerumunan siswa yang tadinya berisik langsung hening seolah ingin mendengarkan apa yang ingin di sampaikan jali.


Jali melanjutkan “sebelum aku memulai duel ini aku akan menjelaskan sedikit peraturan duel ini. Peraturannya adalah siapa pun yang pertama kali jatuh ke tanah dia yang kalah dan dilarang menyerang bagian yang vital seperti bagian kepala belakang dan alat kelamin. Apa kalian


mengerti?”


““aku mengerti.”” Jawab Jani dan jendral secara bersamaan.


“kalau begitu, BERSEDIA...MULAI!!!.”


Saat jali sudah menyingkir ke samping, jani langsung memutar tubuhnya dan menggunakan kakinya untuk menyerang jendral dari samping.


Jendral yang mengetahui niat Jani mencoba menahannya dengan lengan, tapi dia tidak menyangka bahwa serangan pertama Jani sangat kuat sehingga membuat jendral hampir kehilangan keseimbangan tubuhnya.


Jani yang melihat hal itu, langsung meninju wajah jendral agar dia semakin kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Jendral yang mendapatkan serangan bertubi-tubi mencoba menahannya dan menangkap tangan Jani. Saat dia berhasil memegang tangannya di bagian persendiannya, dia menekannya sedikit dengan teknik bela dirinya untuk menggeser persendian dengan mudah.

__ADS_1


Jani tidak merasakan rasa sakit saat persendiannya di geser, tapi saat dia mencoba menggerakkan lengannya, dia merasakan sakit yang hebat. Dia menahan rasa sakitnya dan mencoba lepas dari sang jendral.


Jani yang lengannya sudah tidak bisa di gerakkan menggunakan kakinya dan menendang dada jendral lalu menggunakan satu tangannya untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Setelah lepas dari jendral, Jani sedikit menjauh untuk melihat lengannya yang sudah tidak bisa di gerakan.


Jendral yang melihat Jani menjauh berkata “kenapa? Apa ini pertama kalinya kau merasakan persendianmu digeser?”


“yah, ini memang pertama kalinya aku merasakan gerakan lilitan Anaconda yang di rumorkan itu.”


“haha. Kau bahkan mengetahui namanya.”


“aku hanya mengenali musuhku, itu saja. Baiklah sudah saatnya aku mengakhiri duel ini.”


Jani mengambil kuda-kuda dan berkata dengan sangat pelan “sihir darah tingkat pertama: *B*lood acceleration.”


setelah berkata seperti itu, Jani langsung melesat ke arah jendral dan berhenti tepat di depan jendral.


Dengan momentum kecepatan seperti itu, Jani langsung mencengkeram kerah bajunya dan mendorongnya jatuh ke bawah.


BAMMM!!!


Akibat serangan Jani debu di sekitar mereka terangkat dan menutupi hasil dari serangan tersebut. Setelah debu hilang seluruh orang melihat dan bersorak kemenangan karena punggung jendral telah menyentuh tanah yang berarti kemenangan untuk Jani.


jali yang telah memegang sebuah megafon berteriak “TOLONG TENANG SEMUNUANYA!! Aku akan mengumumkan hasil dari duel ini.” Setelah semua siswa tenang, jali melanjutkan “DENGAN TERJATUHNYA JENDRAL KARTO KENCANA, PEMENANG DARI DUEL INI ADALAH JANI!!!.”


Jendral yang masih terkejut dengan serangan Jani bertanya kepada Jani “bocah, bagaimana kau bisa meningkatkan kecepatanmu seperti itu?”


“itu rahasia, tapi mungkin akan kuberitahu saat kau menjadi guruku, sesuai perjanjian, iya kan?”


Jawab Jani sambil mengulurkan tangannya untuk membantu jendral untuk berdiri.


Jendral menerima tangan Jani dan berdiri sambil berkata “baiklah, aku mengakui kekalahanku. Sesuai perjanjian aku tidak akan meminta syarat apa pun dan untuk latihan kabari aku jika kau memiliki waktu senggang.”


Jani memberi hormat jendral dan berkata “siap, guru.”


Para siswa yang melihat Jani memberi hormat kepada jendral berpikir bahwa permasalahan tentang Jani menghajar 20 tentara telah selesai dan berakhir damai.


Setelah mengobrol sebentar dengan kepala sekolah, jendral pergi dari sekolah. Kepala sekolah pun menyuruh Jani untuk pulang lebih awal untuk merawat tangannya.


Setelah itu, Jani diam-diam menyembuhkan lengannya dengan sihir cahaya tingkat 1:sembuh dan kemudian dia pergi ke parkiran untuk mengambil sepeda motornya lalu pulang ke rumahnya.


Setelah dia sampai di rumah di bertemu dengan ibunya, Kartika bingung melihat anaknya pulang lebih awal bertanya “loh Jan, kok sudah pulang?”


“aku minta izin sama sekolah.” Jawab Jani sambil mengganti pakaiannya


“izin? Memang mau ngapain pake izin segala?”


“masalah usaha yang mau aku buat.”


“emang kamu mau bikin usaha apaan sih?”


Jani yang telah berganti baju dengan setelan kantornya menghadap ibunya dan berkata “ada deh, masih aku rahasiakan.”


Setelah itu Jani mencium tangan ibunya dan berkata “aku pergi dulu yaa, maa.”


“iya, hati-hati di jalan nak.”


“iya mah.”

__ADS_1


Jani langsung masuk ke mobilnya dan mengenakan topeng emasnya dan menyuruh pak Karyo “pak, kita ke kantor.”


“siap, bos.”


__ADS_2