
Saat mereka sampai di depan kuil, Jani dan para adiknya tidak mampu untuk terkejut saat melihat kemegahan kuil sembilan dewa dan dewi pencipta. Kuil ini mungkin lebih besar dari kuil mana pun di seluruh Benua Arca.
Saat Jani mencapai pintu, dia sekali lagi terkejut karena pintu ini memiliki tinggi hingga sepuluh meter dan Jani secara spontan bertanya "Wow! Untuk apa Afloso membangun pintu sebesar ini?"
Veronica menjawab "kalau tidak salah, aku pernah mendengar Ras Raksasa mempunyai tinggi sembilan atau delapan meter, tapi aku pikir itu hanyalah mitos."
"Raksasa ya? Aku penasaran dimana mereka bersembunyi sampai sekarang, hingga keberadaan mereka hampir menghilang dari Benua ini."
Jani memasukkan kunci yang dia dapat sebelumnya lalu pintu secara otomatis terbuka dengan suara berderit yang sangat keras. Saat Jani masuk dengan para adiknya, mereka mulai terpesona dengan interiornya yang benar-benar megah.
Dengan sembilan patung yang masih berdiri kokoh dan setiap penyihir yang memasuki kuil ini pasti bisa merasakan bahwa kepadatan Mana di dalam kuil sangat stabil antara semua unsur sihir yang ada.
Melihat kemegahan ini, Veronica langsung berkata "Wow! Pantas saja kuil ini menjadi rebutan di masa lalu! dengan kepadatan Mana yang sangat stabil ini, tempat ini bisa menjadi berkumpulnya para penyihir yang memiliki lebih dari satu jenis unsur sihir. Bahkan katedral cahaya utama tidak mungkin memiliki kepadatan Mana se-kental ini."
Saat Veronica masih mengagumi interior dari kuil ini, dia tiba-tiba memiliki sebuah ide lalu segera berkata kepada Jani "kak! Aku ingin bermeditasi sebentar di sini, bolehkah?"
"tentu saja boleh! Sekarang kuil ini telah menjadi milikku, jadi kau bebas bermeditasi kapan pun kau mau."
"baiklah, kalau begitu aku pergi bermeditasi dulu." Veronica segera bermeditasi lalu Jani bisa merasakan bahwa Mana unsur Air dan Angin sedang di hisap oleh Veronica dengan sangat kuat.
Jani melirik kedua adiknya yang tersisa yaitu Shiro dan Kuro lalu berkata kepada mereka berdua "apa kalian ingin melakukan meditasi juga?"
""hmm!"" jawab keduanya dengan wajah yang penuh dengan semangat.
"kalau begitu lakukanlah! Aku akan berkeliling melihat-lihat seluruh kuil ini."
Mereka berdua segera bermeditasi tidak jauh dari Veronica.
Jani pergi dari aula utama agar tidak menggangu mereka bertiga dalam meditasi mereka dan berkeliling kuil mencari sesuatu yang bisa menjelaskan awal dari zaman kekacauan yang di sebutkan Afloso sebelumnya. Jani membuka pintu satu persatu dan masih belum menemukan apa pun selain sebuah kamar sederhana yang di persiapkan untuk para pendeta yang rencananya akan di pekerjakan Afloso sebelumnya.
Ketika dia sampai pada ujung lorong, Jani membuka kamar terakhir dan terkejut melihat isi dari kamar tersebut. Kamar itu memiliki satu rak buku besar yang penuh dengan buku dan dengan meja menulis yang berada di samping tempat tidur.
Di meja belajar itu ada sesuatu yang yang mencolok dari pada yang lain yaitu sebuah tengkorak manusia. Tengkorak ini masih mengenakan pakaian yang dia gunakan saat dia masih hidup di masa lalu. dan saat Jani mendekati tengkorak tersebut dia melirik sebuah catatan yang sedang di kerjakan olehnya dan akhirnya dia menyadari bahwa identitas dari tengkorak ini adalah Afloso itu sendiri.
Takut meruntuhkan kerangka tubuh milik Afloso, Jani tidak berani menyentuh apa pun dan keluar dari ruangan itu untuk melihat ruangan lainnya.
Banyak ruangan yang Jani lihat dan salah satunya adalah perpustakaan besar yang ada di bawah tanah dan juga sebuah gudang harta yang tersembunyi di aula utama. Di dalam gudang harta, ada berbagai harta yang bisa di kenali oleh Jani seperti; beberapa inti monster tingkat S, Gulungan sihir kuno, dan juga ada puluhan kendi yang berisi batu kristal sihir yang memiliki Mana murni di dalamnya.
Jani tidak pikir panjang dan langsung memasukkan semuanya ke dalam gelang dimensional miliknya lalu kembali ke aula utama untuk melihat para adiknya yang sedang bermeditasi.
Saat dia kembali, Jani melihat mereka masih bermeditasi lalu sambil menunggu mereka, Jani mengeluarkan jarahannya hasil mengalahkan monster di jalan buntu labirin sebelumnya. Yang pertama dia keluarkan adalah sebuah bola hijau dan satu ikat anak panah yang memiliki desain cukup rumit.
Benda berikutnya adalah satu busur yang mungkin memang pasangan dari anak panah yang sebelumnya Jani dapatkan lalu berikutnya ada satu botol ramuan, tombak, perisai, armor, dan beberapa gulungan sihir.
Jani mulai berkata kepada Zein "oke Zein! Tolong periksa semuanya!"
__ADS_1
"Master, apa kau menganggap ku sebagai alat penilai barang?" tanya Zein dengan nada kecewa.
"mungkin, lagi pula itu salah satu fungsi mu kan?"
"itu memang benar sih…. Sudahlah! aku akan segera menilai semua barang ini lalu pergi tidur!"
"memangnya pemandu sistem memerlukan tidur?"
Zein tidak menjawabnya dan segera menilai semua barang dan yang pertama di nilai adalah satu ikat anak panah berserta dengan busurnya.
[Nama senjata: Bow of Elder High Elf (busur yang di gunakan Radheas, sang Sage agung ras Elf yang pernah berkunjung ke kuil ini dan menitipkannya kepada Afloso).
Status yang di berikan: Kekuatan+300, memperkuat serangan sihir unsur Angin sebesar 50%
peringkat: Epik
Efek Khusus: Masih tersegel (di khususkan bagi ras Elf atau mencoba memasuki kesadaran dari senjata).
Nama senjata: Arrow of World tree (12X) (terbuat dari batang pohon suci ras Elf yaitu World tree, Mystgan dan di ukir oleh pengerajin kurcaci terhebat pada masanya).
Status yang diberikan: kekuatan+1000
Peringkat : legendaris
Efek khusus: panah dapat menembus monster sihir apa pun (tidak termasuk langsung membunuhnya)
Saat melihat informasi dari Busur dan anak panah, Jani merenung sedikit dan berkata "kalau tidak salah, aku pernah membaca di sebuah buku yang menceritakan tentang aliansi pertama ras Elf dan kurcaci dalam menghadapi pasukan pemuja fanatik dari dewa kegelapan, Yotus."
Dalam buku tersebut di ceritakan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk menciptakan sebuah panah super kuat yang akan di gunakan oleh Sage agung ras Elf, Radheas untuk menghadapi pasukan pemuja fanatik dari gereja kegelapan. dalam pertempurannya melawan pemuja fanatik tersebut, Radheas berhasil membunuh delapan uskup agung gereja kegelapan dan itu menyebabkan gereja kegelapan kehilangan kendali dan akhirnya kalah dari perang tersebut.
Dalam buku tersebut tidak menceritakan keberadaan dari busur dan anak panah ini, tapi mereka menulis bahwa senjata itu terlalu kuat dan akhirnya di sembunyikan di suatu tempat di benua ini.
Setelah mengingat asal muasal senjata ini, Jani dengan senang hati memasukan senjata itu ke penyimpanan sistem lalu berkata dengan dirinya sendiri "yah, anggap saja, hari ini aku sedang sangat beruntung."
Saat jani ingin membaca informasi dari benda lainnya, tiba-tiba Mana yang di dalam aula kuil utama bergetar seolah-olah ada yang merusak keseimbangan mana ini. Saat Jani melihat dari mana datangnya Mana, dia tersenyum penuh arti sebelum akhirnya wajahnya kembali tenang dan mulai berdiri lalu berjalan mendekati para adiknya.
Ketika Jani mendekati mereka, Veronica adalah yang pertama membuka matanya lalu berdiri dan berkata kepada Jani "ah! Ini sangat melegakan! Akhirnya aku bisa menstabilkan unsur air dan angin secara bersamaan!"
"selamat untukmu!" ucap Jani kepada Veronica.
"terima kasih kak!
Tidak lama kemudian, si kembar juga akhirnya membuka matanya dan Kuro adalah orang pertama yang langsung berteriak "aku naik tingkat!!" lalu belum puas berteriak, dia melihat ke arah Jani dan segera berkata "kak! Lihat! Aku akhirnya menjadi penyihir tingkat 3!!"
"bagus, tapi apa kamu sudah menstabilkan Mananya?"
__ADS_1
"sudah! Aku mempelajarinya dari kakak Veronica."
saat dia selesai dengan Kuro, dia berjalan menuju Shiro dan kemudian berkata "Shiro, bagaimana dengan kamu?"
"umh! Aku berhasil menembus tingkat 4, kak!" jawabnya dengan penuh semangat.
Dari samping Kuro berkata "eh! Gak mungkin! Aku awalnya sudah sangat senang bisa menyusul mu tadi, tapi kenapa kau malah kembali menyusul ku!?"
"maafkan aku, kak! Aku hanya mengikuti apa yang di ajarkan kak Veronica untuk menyerap semua Mana cahaya yang ada di sekitarku!"
" aku juga melakukan hal yang sama, tapi kenapa aku masih tertinggal?"
"itu karena kau pengguna unsur kegelapan, Kuro! Unsur kegelapan sekarang adalah hal yang tabu di seluruh benua. Oleh karena itulah Mana unsur kegelapan menjadi sangat berkurang dan hanya bisa di temukan di reruntuhan gereja mereka." Jawab Jani yang menjelaskannya kepada Kuro.
….
Setelah mereka selesai dengan urusan yang ada di dalam Kuil, Jani memutuskan untuk kembali ke istana dan melaporkan kepada ayahnya apa yang terjadi kali ini.
Saat mereka baru saja keluar dari kuil, Jani menyadari bahwa tempat ini sudah di kelilingi oleh banyaknya kelompok tentara bayaran dengan tatapan mereka yang penuh dengan keserakahan akan harta karun.
Mencoba bersikap polos, Jani bertanya kepada mereka semua "tuan-tuan sekalian, apa yang sedang kalian lakukan di depan kuil ini?"
"jangan pura-pura bersikap polos, Bocah! Kami tahu kamu mengantongi harta karun dari dalam kuil kan!?"
"kalau itu benar, kenapa?"
"hehe! Tentu saja kau harus menyerahkannya pada kami, Bocah! Atau kau mungkin akan menjadi pakan peliharaan kami yang satu ini!"
*ROOOAARRR!!!*
Auman dari seekor harimau putih bergema di depan kuil dan itu membuat Shiro merinding ke takutan karena mengingatkannya tentang masa lalunya saat masih di kandang budak.
Melihat Shiro yang ketakutan membuat Jani sedikit kesal lalu dia berniat ingin memberi pelajaran kepada para bajingan ini, tapi itu di hentikan oleh Veronica.
"kak! Tenanglah. Sebentar lagi mereka pasti akan melarikan diri dari sini dengan sangat cepat !"
"Apa maksudmu?"
Veronica tidak menjawabnya, tapi malah berkata kepada para tentara bayaran yanng ada di depan mereka.
"aku akan memberikan kalian dua pilihan. Satu, kalian pergi dari sini atau dua, kalian akan mati di sini!"
Suasana hening sesaat lalu kemudian dilanjukan dengan gelak tawa para tentara bayaran "Hahaha!! Nona, kau pasti lahir dari keturunan pentas drama daerah kumuh. Karena kau sangat pandai sekali membuat dirimu terlihat bodoh untuk menghibur kami!"
Melihat adiknya masih di remehkan, Jani mulai berjalan maju dan bersiap untuk menghajar mereka semua sambil berkata kepada adiknya "Lihat, Veronica! Mereka itu hanya sekelompok bajingan yang butuh di berikan pelajaran etika sedikit."
__ADS_1
Ketika Jani akan sampai di anak tangga terakhir, tiba-tiba aura dingin menyerang seluruh halaman depan kuil dan merubah taman tersebut menjadi padang Es dengan membekukan semuanya yang ada di taman termasuk kelompok tentara bayaran tersebut.