
Di dalam akademi
Jani saat ini sedang berkeliling sendirian. Awalnya dia bersama ratu Agatha, tapi banyaknya orang yang memperhatikan mereka membuat Jani untuk pergi ke tempat pelatihan sendirian.
Saat Jani sampai di tempat pelatihan, dia melihat hanya beberapa orang yang masih melatih tubuh mereka. Mungkin karena ini hari penerimaan siswa baru banyak murid lama memilih beristirahat dari pada berlatih.
Jani tidak memedulikan beberapa orang yang mengikutinya sejak memasuki akademi, dia terus berjalan dan mengaktifkan sebuah alat magis yang dia ingin gunakan untuk melatih tubuhnya dengan cepat.
Nama alat magis itu adalah gravity pressure controller. Alat ini berguna untuk membantu penggunanya dalam melatih tubuh mereka di bawah tekanan gravitasi yang kuat.
Jani menanggalkan baju bagian atasnya dan mengatur alat ini ke level satu yang memiliki tekanan sama dengan 50 kilo untuk melakukan pemanasan.
Setelah pemanasan, Jani langsung menaikkan tekanannya ke level lima yang bahkan dia mulai kesulitan untuk berjalan.
Beberapa siswa yang mengikutinya mulai menampakkan diri mereka dengan senyum jahat mereka.
"haha, apa istimewanya dia sampai guru topeng putih mengajaknya berkeliling akademi."
"betul, dia bahkan berbisik di telinganya!!"
"tidak peduli sehebat apa pun dia, kita harus menghukumnya dengan semua yang kita miliki!!"
""tepat!!"" di ikuti dengan persetujuan dua temannya, mereka mulai melantunkan mantra terbaik mereka untuk menyerang dari jarak jauh, tapi ketika mereka sibuk membaca mantra tiga orang menghalangi pandangan mereka.
Salah satu dari mereka berkata "Oi minggir kalian!! Apa kalian ingin mati terkena sihirku!?"
"hei, pelankan suaramu apa kau tidak mengenal mereka?" tegur temannya yang berada di sebelah kirinya.
"benar, kalau tidak salah mereka adalah tiga Ceberus bersaudara yang terkenal itu!!" jawab temanya yang lain.
Kelompok itu mulai berhenti membaca mantra mereka dan mulai bergidik ketakutan. Orang yang tadinya berkata sombong mulai berjalan ke depan dan untuk berbicara dengan tiga bersaudara tersebut "para senior, tolong maafkan aku atas ke perkataanku sebelumnya."
"kau begitu ketakutan berati kau sudah tahu siapa kita kan?"
"ya, aku mengetahuinya."
"kalau begitu ENYAH DARI SINI!!" teriak salah satu bersaudara yang membuat tiga murid junior kabur secepat mungkin yang mereka bisa.
Setelah mengusir para pengganggu, tiga bersaudara mendekati tempat latihan Jani untuk menunggunya selesai latihan.
Salah satu tiga bersaudara bertanya kepada kakaknya "kak Rey, apa kita tidak harus menghentikan bos kita dari latihannya? Aku bahkan tidak sanggup menahan level tiga apa lagi level lima."
__ADS_1
"Rex, kau harus ingat bos kita itu adalah orang yang sangat spesial, benar kan Rei." Jawab dari salah satu tiga bersaudara yang tertua bernama Rey.
"itu benar." Jawaban singkat dari salah satu tiga bersaudara yang menjadi tertua kedua bernama Rei.
"baiklah, maafkan aku karena meragukan bos kita, kak Rey, kak Rei."
Setelah perbincangan singkat mereka, tiga bersaudara tersebut terus menunggu dengan sabar.
Jani tidak mengetahui tentang kejadian yang barusan terjadi dan terus melakukan latihannya. Setelah setengah jam berlatih untuk membiasakan dirinya di dalam tekanan level lima, Jani mematikan alat tersebut dan langsung terbaring lemas di tempat dia berdiri sebelumnya.
Jani yang sudah mulai merasakan rasa sakit dari latihannya mencoba menggunakan sihir cahaya tingkat 1 yaitu soft cure untuk menyembuhkan beberapa serat otot yang membengkak, tapi saat dia mencoba mengaktifkan sihirnya tiba-tiba ada tiga orang yang mendekatinya.
Mereka bertiga langsung berlutut di depan Jani dan berkata """SELAMAT ATAS KESEMBUHANMU, BOS!!"""
Jani tidak terkejut dengan apa yang mereka lakukan dan menjawab "angkat kepala kalian Rey, Rei, Rex. Terima kasih karena kalian masih setia kepadaku dan juga berhentilah bersikap seperti itu, seolah-olah kalian baru berkenalan denganku."
"hahaha, maaf bos kami hanya ingin mencoba bersikap seperti seorang kesatria." Jawab saudara tertua Rey yang sudah berhenti berlutut dan duduk berdekatan dengan Jani. Dua bersaudara lainnya juga ikut duduk dan mulai berbicara dengan Jani.
Setelah selesai dengan reuni kecil mereka, Jani mengikuti mereka untuk melihat upacara kelulusan yang diadakan hari ini. Kebetulan para murid yang dulunya seangkatan dengan Jani akan lulus tahun ini dan tentu saja tiga saudara kembar juga lulus tahun ini.
Saat Jani memasuki aula upacara, para guru yang sebelumnya mengenali Jani sebagai pangeran ketiga menuntunnya ke bangku paling depan yang dikhususkan untuk para tamu penting. Setelah Jani duduk, tiba-tiba suara Zein terdengar yang memberitahunya bahwa ada misi baru.
Penjelasan: Para murid tahun ini akan ada yang lulus dan beberapa dari mereka yang tidak memiliki dukungan akan mencari tempat untuk membangun karier mereka sendiri.
Tujuan misi: rekrut murid yang lulus tahun ini: 0/10. Dan juga rekrut orang yang bukan murid yang lulus tahun ini:0/10.
Hadiah misi: uang sebesar 5 triliun.
Hukuman kegagalan misi: kehilangan aset gedung pusat Arcadia Teknologi.
Catatan: sebuah masalah besar dapat diselesaikan dengan mudah jika bekerja sama.]
Jani hanya tersenyum melihat sebuah misi baru telah muncul. Saat Jani sedang memikirkan kandidat untuk dia rekrut, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk punggungnya, Jani melihat ke orang di sampingnya yang ternyata adalah guru topeng putih alias ratu Agatha.
Setelah Jani melihat ke arahnya, ratu Agatha mulai bertanya "bagaimana dengan alat magisnya, pangeran ketiga?
"itu luar biasa! Mungkin besok aku akan datang ke akademi lagi."
"itu pun kalau kau bisa keluar dari istana besok."
"apa maksudmu, guru topeng putih?"
__ADS_1
"tunggu saja besok. Kau pasti akan tahu."
Jani bingung apa yang di sembunyikan oleh ratu Agatha, tapi dia langsung membuang pemikiran itu setelah pembawa acara mengumumkan kepala sekolah akademi ini akan memberikan pidato pembukaan.
Setelah pengumuman itu seluruh tamu yang hadir mulai berdiri dan bertepuk tangan menyambut sesosok pria tua yang berjalan keluar dari belakang panggung. Setelah kepala sekolah mencapai podium dan mengangkat tangannya, seluruh tamu mulai berhenti bertepuk tangan dan kembali duduk.
Setelah hening beberapa saat, kepala sekolah memulai pidatonya "selamat siang semuanya, saya Stain Rosswell mengucapkan terima kasih untuk para tamu undangan yang telah hadir dan juga untuk tamu yang tidak terduga dari keluarga kerajaan yaitu pangeran Alex."
Seketika seluruh orang dari para tamu, guru dan juga murid terkejut dengan apa yang mereka dengar dan mereka mulai berbicara satu sama lain. Melihat kejadian ini kepala sekolah hanya mengangkat tangan dan menjentikkan jarinya lalu sebuah angin kencang tiba-tiba berembus dari arah belakang kepala sekolah.
Saat angin itu berhenti, seluruh orang sudah berhenti berbicara satu sama lain dan mulai kembali memperhatikan pidato kepala sekolah. Setelah itu, kepala sekolah mulai melanjutkan "untuk para guru aku ucapkan terima kasih atas kerja keras kalian dalam tiga tahun ini untuk mengajarkan para murid untuk siap menghadapi tantangan dalam benua ini."
"Mungkin saat mereka berhasil menghadapi tantangan benua ini dan menjadi terkenal beberapa dari mereka akan lupa dengan sekolah ini, tapi kalian tahu bahwa mereka adalah hasil dari kerja keras kalian dalam tiga tahun yang akan selalu di ingat sampai kapan pun!!"
Setelah kepala sekolah selesai dengan pidatonya acara kelulusan di mulai. Murid yang lulus tahun ini berjumlah 119 orang yang terbagi lima kelas biasa dan satu kelas berbakat yang dulu pernah menjadi kelasnya Jani.
Saat upacara kelulusan untuk kelas biasa sudah berakhir dan saat pembawa acara mulai membacakan nama kelas berbakat tiba-tiba kepala sekolah menyelanya dan berkata "maaf semuanya, untuk kelulusan kelas berbakat saya mengundang mantan murid kelas berbakat yaitu pangeran ketiga untuk naik ke atas panggung dan memberikan beberapa kata kepada kita semua."
Awalnya Jani ingin menolaknya, tapi setelah berpikir bahwa ini akan menjadi kesempatannya untuk mengiklankan perekrutannya dia langsung berdiri dan berjalan menaiki panggung.
Jani berjabat tangan dengan kepala sekolah dan pembawa acara kemudian dia berdiri di depan podium dan memulai pidatonya " selamat siang semuanya, mungkin beberapa dari kalian terkejut dengan kemunculanku yang tiba-tiba di sini, tapi kebetulan aku bukan Cuma ingin memberikan pidato saja melainkan untuk memberitahu kalian bahwa aku ingin melakukan perekrutan."
Setelah mendengar perkataan Jani, para tamu mulai berbisik di antara mereka lagi. Jani juga mulai melanjutkan pidatonya "sebelum aku melakukan hal itu, aku mengucapkan selamat kepada teman-temanku yang lulus dari akademi tahun ini. Karena mereka adalah kelas berbakat mungkin mereka sudah menentukan pilihan ke mana mereka harus pergi, tapi aku harus mengingatkan kalian untuk tidak menjadi sombong dengan bakat yang kalian miliki karena benua Arca ini tidak kekurangan orang berbakat melainkan kekurangan orang yang bisa mengasah bakat mereka secara maksimal."
"oleh karena itu jika kalian tidak tahu cara mengasah bakat kalian secara maksimal, maka kalian belum bisa di anggap berbakat. Apa kalian tahu kenapa banyak keturunan bangsawan menjadi sangat lemah dan hanya bisa mengandalkan orang kuat yang mereka sewa untuk melindungi diri mereka sendiri?"
Semua orang terdiam dengan pertanyaan Jani. "itu karena mereka tidak pernah melatih bakat mereka secara maksimal. Kebanyakan dari keluarga bangsawan pasti akan melatih anak mereka untuk masuk ke dunia politik tanpa peduli anak itu suka atau tidak. Misalnya jika anak itu memiliki bakat sihir unsur api, apakah orang tua mereka mau mengirim anaknya ke pulau api untuk melatih bakatnya? Jawabannya tentu saja TIDAK! Karena mereka berpikir itu membuang waktu atau mungkin anak itu sendiri yang takut pergi ke sana. ITULAH YANG DISEBUT MENYIA-NYIAKAN BAKAT!!."
"aku tekankan sekali kepada semua orang yang ada di sini, KERAJAAN WESTERIA TIDAK MEMBUTUHKAN ORANG BERBAKAT!!!, TAPI KITA MEMBUHTUKAN ORANG YANG MENGASAH BAKATNYA SECARA MAKSIMAL!!. Bagaimana caranya? kalian bisa datang besok ke istana untuk mengikuti perekrutan yang akan di lakukan di istana untuk mengetahuinya. Tentu saja ini juga berlaku untuk semua murid yang belum memiliki tujuan mereka. Itu saja dari saya, terima kasih."
Seketika banyak orang yang berada di belakang berdiri dan mulai bertepuk tangan sambil berteriak secara bersamaan.
Salah satu orang berteriak "KAU HEBAT PANGERAN KETIGA!!"
"BETUL!! MARAHIN KELAS YANG SOMBONG ITU." Lainnya berteriak
Berbeda dengan pidato kepala sekolah yang di sambut dengan tepuk tangan kehormatan oleh semua orang. Pidato Jani di sambut meriah oleh para murid dari kelas biasa yang sering di hina oleh para anak bangsawan dari kelas berbakat.
Kepala sekolah hanya tersenyum melihat pangeran ketiga dari belakang dan berkata dalam hatinya 'anak ini sangat mirip dengan ayahnya dulu.'
Setelah itu, kepala sekolah berjalan ke depan dan mengangkat tangannya untuk menenangkan para murid dan acara kelulusan pun kembali berlanjut.
__ADS_1