KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Apa yang di cari Kekaisaran Rohden?


__ADS_3

Kota perbatasan timur laut adalah sebuah kota kecil yang terletak di kaki gunung Sumeria. Dahulu kota ini adalah kota pertambangan yang sangat kaya, tetapi setelah banyaknya masalah yang datang dan di akhiri dengan jatuh meteor Chaosnidium di jalur penghubung kota membuat kota pertambangan ini perlahan di tinggalkan warganya dan berakhir menjadi seperti kota mati.


Sayangnya itu bukan akhir dari penderitaan kota ini. beberapa minggu setelah meteor jatuh, para monster jenis kera mulai turun gunung dan  mulai melindungi meteor tersebut sehingga kota yang tadinya masih bisa di lewati, sekarang benar-benar terisolasi dan mereka yang masih bertahan di kota perlahan menyesali keputusan mereka untuk tetap tinggal di kota ini.


...


Di sebuah bukit tinggi dekat dengan kota perbatasan, Jani menggunakan teleskopnya dan mengamati kota kecil tersebut. Meskipun tidak banyak kerusakan yang terlihat dari gerbang desa, tetapi Jani mengetahui bahwa tempat itu memang sedang di kuasai oleh pasukan Kekaisaran Rohden.


Dari samping Jani, Lisa bertanya "berapa banyak pasukan mereka?"


"kurang dari 50 orang yang di jadikan penjaga. Seperti dugaan-ku, mereka mencari sesuatu yang lain di tempat ini."


"lalu bagaimana dengan bala bantuan mereka di daerah timur?"


"sepertinya mereka sudah tahu pergerakan kita di daerah Timur laut ini, tapi karena kita berhasil menyingkirkan semua tikus mereka, kita tidak perlu takut lagi tentang pergerakan kita yang akan bocor keluar."


"sangat di sayangkan dari 20 perwakilan keluarga bangsawan yang ikut dengan kita, 15 dari mereka adalah para penghianat."


"baiklah, jangan pikirkan tentang mereka. Kita kembali sekarang!"


"oke!" dan setelah itu mereka berdua kembali ke tenda yang kini terletak tidak jauh dari kota perbatasan timur laut.


...


Di dalam tenda sudah ada lima bangsawan berserta Ratu Agatha yang membahas masalah tentang apa yang di cari Kekaisaran Rohden di kota perbatasan ini. Ratu Agatha berpendapat tentang adanya tambang kristal Mana murni yang mungkin menjadi incaran Kekaisaran Rohden dan lima bangsawan tanpa ragu setuju dengan pendapat Ratu Agatha.


Jani jelas tahu betul, Setelah pembersihan bangsawan yang memiliki niat pemberontakan, lima bangsawan ini pasti tidak akan berani menentang Ratu Agatha dan pada akhirnya rapat ini tidak di gunakan untuk mencari solusi terbaik melainkan menyampaikan pemikiran Ratu Agatha saja.


Ratu Agatha yang melihat Jani masuk, bertanya "bagaimana kondisi kota perbatasan ?"


"aku tidak memasuki kota, tapi aku sekilas hanya melihat beberapa penjaga dari Kekaisaran Rohden."


"apa kamu tidak melihat warga kota tersebut?"


"karena hanya tersisa sedikit orang, aku percaya mereka yang tersisa memilih mengurung diri sampai pasukan Kekaisaran Rohden pergi dari kota perbatasan tersebut"


"aku juga berharap begitu. Baiklah! Alex kemari dan berikan pendapatmu tentang rencana-ku ini!?"


Jani perlahan mendekat ke meja strategi dan mulai mendengarkan rencana Ratu Agatha. Rencana Ratu Agatha bisa di bilang sangat sederhana dan bisa di simpulkan menjadi tiga tahap yaitu: Menyerang, Menangkap, dan Mencari informasi.

__ADS_1


Setelah mendengar rencana tersebut, Jani langsung menolak dengan berkata "Ibu, Rencana ini terlalu beresiko!"


"mengapa berisiko? Bukankah ini akan membuat mereka terkejut dengan serangan kita yang tiba-tiba ini?"


"serangan kejutan tidak selalu menjadi rencana terbaik, Bu. Di saat kita melakukan serangan kejutan, mungkin saja pasukan Kekaisaran Rohden segera menghilangkan informasi penting yang sangat kita inginkan atau mereka bisa membunuh para warga yang di tawan di sana."


Setelah mendengar tentang risikonya, Ratu Agatha mulai ragu dengan rencananya dan kemudian dia bertanya kembali kepada Jani "kalau begitu Alex, apa kau punya rencana?"


"tentu! Silahkan dengarkan dengan baik. Hal pertama yang paling penting untuk kita perhatikan dalam perang adalah informasi. seperti jumlah pasukan, jenis pasukannya, tempat pertempurannya dan masih banyak lagi, tapi ada satu hal yang tidak kalah penting yaitu tujuan.


"sebelumnya aku sudah menjelaskan kepada Ibu bahwa monster Raja Kera Batu selama ini bersembunyi di dalam tambang kristal murni dan baru keluar dari sana ketika ada sebuah batu jatuh dari langit, kan?"


Ratu Agatha terdiam beberapa saat dan seolah telah mengingatnya, dia menjawab "AH!!! Aku baru ingat! Sialan! Jadi selama ini monster yang kita takutkan akan menyebabkan bencana telah di atasi !?"


"itu benar kita telah menyelesaikannya. Jadi, Ibu tidak perlu khawatir akan tambang  kristal murni lagi karena itu sudah lama menghilang."


"hmm, baiklah. Kalau begitu mari kita fokus merebut kembali kota dan mencari tahu niat mereka datang ke sini! Alex, apa kau punya saran?"


"biar ak...!!"


Sebelum Jani menyelesaikan perkataannya, pinggangnya telah di cubit dengan sangat keras oleh Lisa yang membuatnya mengerang kesakitan.


"Ratu Agatha, aku bersedia memimpin pasukan Silent Army untuk menyusup ke kota dan mencari tahu niat mereka yang sebenarnya!"


"apa kamu bisa melakukannya Lisa?"


"biarkan pengalaman yang melatihku, yang mulia!!"


Mendengar tekad bulat Lisa, Ratu Agatha akhirnya berkata "baiklah, aku akan mengizinkanmu, tapi tetap terus berkomunikasi dengan kami! Jika kami kehilangan kontak komunikasi denganmu lebih dari 5 menit, maka Jani berserta pasukan K.O.M akan menerobos masuk untuk mencarimu, bagaimana apa kamu setuju?"


"aku menyetujui pengaturan anda, yang mulia!" Jawab Lisa sambil berlutut menunjukan rasa hormatnya kepada Ratu Agatha.


...


Setelah mendapatkan izin dari Ratu Agatha, Lisa mulai menyusun strategi bersama dengan beberapa orang dari Silent Army yang bersiaga di dekat Jani dan siap menjalankan perintahnya.


Sementara Lisa menyusun rencana, Jani sedang berdiri di dekat bukit seorang diri dengan sebuah TAB yang dia gunakan untuk mengendalikan sebuah Drone.


Dengan menggunakan Drone, Jani mulai menghafal denah kota perbatasan untuk rencana Jangka panjangnya yaitu mengubah kota perbatasan menjadi pangkalan militer pertamanya.

__ADS_1


Saat Jani merasakan kehadiran anggota Silent Army, dia dengan tenang mengatur Drone-nya untuk kembali sambil berkata "ada apa?"


"Nona Lisa meminta Anda untuk memberikan pendapat dalam strategi penyusupan, Yang Mulia!"


"aku akan segera ke sana." Jawab Jani sambil memasukkan Drone miliknya ke penyimpanan dimensional milik sistem.


...


Saat Jani kembali, dia segera mendengarkan rencana Lisa lalu dia juga memberikan beberapa solusi yang lebih baik untuk keselamatan mereka semua yang ikut dalam penyusupan ini.


Setelah sepakat dengan rencana mereka, Jani berkata kepada lima orang anggota Silent Army "baiklah, kalau begitu kalian segera bersiap dan tunggu di lokasi titik mulainya."


"Di mengerti, Yang Mulia!"


Setelah kelima orang itu pergi, Jani meminta senjata Wind Killer milik Lisa dan melakukan beberapa penyesuaian sambil berkata "meskipun senjata ini bisa menggunakan Mana-mu sebagai pelurunya, tetapi ada baiknya kamu mengurangi penggunaan Mana saat berada di dalam kota."


"iya, aku mengerti itu, tapi bagaimana dengan suara keras akibat ledakan pelurunya?"


"tenang saja! Aku akan mengurusnya!" saat Jani selesai mengatakan hal itu, dia juga sudah selesai memasang alat peredam suara pada senapan lalu melanjutkan "oke! Sekarang sudah siap!"


Setelah Lisa memeriksa senjatanya, dia berkata "rasanya lebih berat dua kali lipat dari yang biasanya, tapi ini sepadan karena aku tidak perlu menggunakan Mana sama sekali!"


"bagus, kamu mengerti itu. Lisa ingat coba jelaskan sekali lagi rencana apa yang akan kamu lakukan?"


"ini adalah rencana penyusupan dan mencari informasi penting yang ada di sana. Sebelum mendapat informasi yang kita inginkan, tetap tenang dan jangan terbawa emosi apa yang terjadi!. Bagaimana? apa ada yang aku lewatkan?"


Jani mencium keningnya dan menjawab "ada satu, tetap hidup apa pun yang terjadi. Apa kau mengerti, Sayang?"


"hmm!" Lisa hanya menganggukkans kepalanya dan memberi kecupan ringan di bibir Jani lalu berkata "Sayang! Tolong perhatikan aku di sana dengan seksama, oke!?"


"hmm! Itu pasti!"


Setelah momen romantis sesaat itu, Jani  dan Lisa segera fokus dengan misi mereka saat ini yaitu, penyusupan kota perbatasan.


 


   


 

__ADS_1


__ADS_2