KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Four Djancok


__ADS_3

Markas Bawah tanah, ruang santai.


Di sana sudah berkumpul Jani, Jali, Jaka dan David. Saat Jani menyelesaikan penjelasannya, Jali berkata "Jadi intinya kita perlu menyusup ke lab rahasia tersebut untuk mencari mayat?"


"yah begitulah, tapi bukan Cuma itu saja, kemungkinan di sana juga ada beberapa anak berkekuatan khusus yang di kumpulkan untuk melakukan uji coba penelitian." Kata Jani kepada Jali dan setelah itu, dia berkata Jaka "Jak, elu bisa tunjukkan lokasi labnya sekarang."


"baiklah." Jawab Jaka dengan singkat lalu mengaktifkan layar yang terpasang di ruangan santai.


Setelah layar aktif, dia melanjutkan "lab rahasia mereka berada Jakarta utara dan mereka menutupinya di belakang apotek yang membuat warga sekitar tidak curiga dengan kegiatan mereka. Aku juga sudah memeriksa seluruh ruangan lab mereka dan memang mereka menyimpan banyak mayat di salah satu ruangannya, tapi dari semua ruangan aku tidak menemukan anak-anak yang mereka sekap di dalamnya."


"hmm, sayang sekali. Baiklah kita lakukan malam ini!" kata Jani secara mendadak yang membuat Jali terkejut.


"bukannya ini terlalu mendadak? lima hari lagi perusahaanmu akan mengadakan peluncuran server utama kan?"


"benar, tapi aku juga tidak bisa membiarkan anakku terus menangis. Jadi, lebih baik dia menerima kenyataannya dari pada harus berharap tentang keselamatan sepupuku itu.`"


"baiklah, jadi berapa orang yang kita kerahkan?"


"tidak perlu mengirim anak buah, Jal! Cukup aku yang menyusup ke sana."


"oh! Apa kau mencoba menikmati ini sendirian? Aku hanya perlu melapor kepada Ayu, bahwa kekasihnya melakukan sesuatu yang berbahaya!"


"baiklah! Kau dan aku, Kita akan menyusup ke sana! Sementara Jaka dan David yang menjadi 'mata' kita!"


"itu baru adil!" kata Jali yang bersemangat.


"aku akan mengawasi agar kalian tidak melakukan hal bodoh!" kata Jaka dengan senyumnya.


"aku akan mengurus sistem keamanan mereka." Kata David dengan santai.


"baiklah, kita akan memulai misi ini satu jam dari sekarang!"


...


Satu Jam kemudian, di suatu apotek Jakarta utara.


Tempat itu saat ini sedang bersiap untuk tutup, tapi tiba-tiba datang dua orang misterius membawa tas yang sangat besar dan memasuki apotek. Saat pegawai melihat kedua orang itu, dia langsung berkata "Mohon maaf pak! Toko kami sudah tutup, silahkan kembali besok sa...!!"


*SYUUTT*


Sebelum pegawai itu menyelesaikan perkataannya, orang misterius itu menembakinya dan seketika pegawai itu pingsan. Setelah membuat pegawai itu pingsan, dua orang misterius itu melepaskan topi mereka, jaket dan menaruh tas besar yang mereka bawa.


Dua orang itu tidak lain adalah Jani dan Jali, yang akan memulai misi penyusupan mereka. Saat Jani selesai melepaskan topinya dia berkata "obat apa yang kau isi di dalam peluru pistol ini sampai membuat dia langsung pingsan begitu?"


"obat bius biasa, tapi efeknya khusus untuk menjatuhkan gajah Afrika." Jawab Jali yang selesai melepaskan jaketnya.


"baiklah, kita lewatkan pengenalan produkmu itu dan bersiap memasuki lab rahasia mereka!" Kata Jani yang memulai membuka tas besar yang dia bawa dan di ikuti oleh Jali.


Saat mereka selesai bersiap, mereka memasuki gudang obat yang di dalamnya juga ada sebuah tangga menuju bawah tanah. Jani menatap tangga yang menuju ke bawah lalu melihat ke arah Jali yang kebetulan juga sedang melihat ke arah Jani lalu berkata " Hei, Jal! Kenapa kau menatapku begitu? Apa ada yang aku lupakan?"


Jali yang baru tersadar, langsung menjawab "aku hanya mengingat tentang masalah lalu saat hanya kita berdua yang melakukan penyerangan terhadap bandar narkoba kelas kakap."


Dari Earphone yang mereka kenakan, Jaka berkata "ya! Aku juga mengingatnya, saat suaraku hampir habis karena terus mengingatkan kalian untuk tidak melakukan hal bodoh yang mengancam nyawa kalian berdua!"


Jani mulai mengenakan topeng iblis merahnya yang baru dan kemudian berkata "haha, itu memang kenangan yang berkesan bagi kita bertiga! Lalu sudah saatnya melakukan kembali hal-hal yang dulu kita lakukan. Jali, Jaka dan David! Mari kita tunjukkan kengerian dari tim baru kita yaitu, Four Djancok! Kepada seluruh rakyat Indonesia!!"

__ADS_1


" " " " LET'S SHOW BEGIN" " " " Jawab mereka berempat yang menjadi awal mula misi ini berlangsung.


...


"lab ini memiliki dua lantai dengan keamanan yang cukup ketat! Jadi, kalian berdua harus dengarkan arahanku, mengerti!?"


" "oke!" " kata Jani dan Jali yang menuruni tangga. Lalu ketika mereka sampai di ujung tangga, Jali berkata "hati-hati! Dua orang bersiap membuka pintu!"


"jan, bagi dua oke!?" kata Jali yang berdiri di sisi kanan pintu.


"baiklah!" jawab Jani yang sudah bersiap dengan goloknya di sisi kiri pintu. Saat pintu terbuka dan dua penjaga yang baru melangkah beberapa langkah tidak menyadari ada orang di sisi kiri dan kanan pintu tersebut.


Ketika pintu tertutup secara perlahan, Jani dan Jali langsung menghabisi mereka dengan cara mereka masing-masing.


Jani membunuhnya dengan menebas lehernya menggunakan goloknya sementara Jali membunuh dengan menembak tepat di kening penjaga tersebut. Setelah membunuh dua penjaga tersebut, Jani dan Jali memasuki Lab.


Lantai pertama adalah tempat para peneliti dan penjaga beristirahat. Di sini juga tempat kemungkinan mereka menghubungi pendana penelitian ini. Saat Jani dan Jali memasuki tempat ini, Jaka bertanya lewat Earphone yang mereka pakai "apa yang kita lakukan terhadap mereka semua?"


"bunuh mereka! Agar kita tidak meninggalkan hal merepotkan saat kita mengambil mayat sepupuku!"


"baiklah, aku yang akan mengurus ruangan ini!" kata Jali yang kemudian memasuki ruangan yang berisi para peneliti yang beristirahat di sana. Jani juga memasuki ruangan yang satunya lagi.


Saat Jani memasuki ruangan ini, dia mendengar obrolan antara para penjaga yang salah satunya sedang terluka di bagian pahanya.


"AHH!!... MR.GOLD BRENGSEK ITU!! AWAS SAJA SAAT AKU SUDAH SEMBUH, AKAN AKU BUNUH DIA DENGAN TANGANKU SENDIRI!!"


"tenanglah kawan, aku yang akan membalaskan dendammu besok!"


"hehe...kau benar, aku tidak sabar melihat ekspresinya saat dia sedang sibuk dengan acara besarnya, kita akan membunuh seluruh kerabatnya!"


Saat mereka sedang asyik mengobrol, Jani sudah berdiri di belakang mereka dan langsung berkomentar "sayangnya hal itu tidak akan terjadi, BODOH!!"


Mereka berdua langsung di tebas kepalanya oleh Jani. Setelah membunuh mereka berdua, jani menghabisi semua orang yang sedang tertidur dan kemudian keluar dari ruangan itu.


Saat jani keluar dari ruangan itu, dia melihat Jali sedang menunggunya di lift yang menuju lantai bawah tanah selanjutnya. "apa sudah selesai, aku sudah bosan menunggu."


"sombong amat!" kata Jani yang berjalan menuju lift lalu dia menambahkan " kalau begitu kita lanjutkan dengan sedikit brutal!".


"hoho!! Ini adalah bagian yang paling aku tunggu-tunggu!!" jawab Jali yang menaruh pistolnya dan berganti ke senapan mesin tipe M-60 yang menjadi salah satu koleksi terbaiknya.


Jani tidak mau kalah dengan Jali karena dia juga membawa senapan mesin tipe FN MAG lalu mereka berdua memasuki lift dan menuju lantai berikutnya.


...


Di lantai berikutnya.


Salah satu ruangan di laboratorium sedang mengadakan panggilan video dengan kepala dokter. Orang yang ada di dalam video berkata kepada kepala dokter yang di panggil Profesor.


"Profesor, apa kau masih belum menemukan nomor lima?"


"kami sudah menemukannya, tuan! Tapi nomor lima sepertinya telah di adopsi oleh seorang pengusaha bernama Mr.Gold!"


"Begitu ya.... kalau begitu aku akan segera mengirimkan beberapa anggota TRIAD untuk menyelesaikan masalah ini. Apa kau bisa merebutnya kembali?"


"tentu, tuan! Dengan bantuan dari anda, aku pastikan kami bisa membawa nomor lima kembali ke dalam kandang!"

__ADS_1


"baiklah... aku serahkan masalah ini kepadamu dan untuk mayat nomor sembilan, kalian harus pastikan bahwa kalian bisa menemukan rahasia di balik kekuatannya! "


"aku mengerti, tuan!"


"kalau begitu sampai jumpa besok" setelah orang itu berkata seperti itu, panggilan telepon di matikan dan profesor yang menjadi lawan bicaranya berkata kepada peneliti lainnya "baiklah semua! Malam ini kita harus bisa menemukan rahasia di balik kekuatan subyek nomor sembilan!"


"siap! Profesor!!" kata para peneliti lainnya yang mulai bersiap melakukan operasi pembedahan kepada mayat milik Seno Brawijaya. Ketika mereka ingin melakukan operasi, tiba-tiba lift terbuka lalu suara peluru yang di muntahkan mulai menggema di seluruh laboratorium.


....


Kembali kepada Jani dan Jali di dalam Lift


Saat berada di dalam lift, Jani mendapat kabar dari David yang memberitahunya bahwa mengenai pegawai yang pingsan sudah diketahui oleh warga sekitar dan mereka sedang memanggil polisi untuk datang ke tempat ini.


Mengetahui hal itu, Jani berkata kepada Jali "Jal, kita ubah ke rencana cadangan."


"rencana cadangan apaan? Saat rapat sebelumnya lu kagak ngomong apa-apa tentang rencana cadangan."


"begitu ya? Kalau begitu biar aku jelaskan.


Pertama, kita bunuh semua peneliti yang ada lalu kau urus mengumpulkan data penelitian mereka. Sementara aku akan membawa mayat sepupuku, bagaimana aku kau sudah paham?"


"baiklah, aku mengerti." saat Jali selesai menjawab, pintu lift terbuka dan Jani berkata sambil bersiap menembak "kalau begitu, LET'S SHOW BEGIN!!"


Mereka berdua pun mulai membantai semua orang yang berada di laboratorium dengan cepat lalu ketika merasa sudah semua orang mati, Jani dan Jali segera membagi tugas mereka masing-masing.


Saat Jani sampai di ruang operasi, dia melihat bahwa tubuh Seno sedang bersiap di bedah. Melihat hal ini Jani berkata dalam hatinya 'untung masih tepat waktu'.


Setelah melepaskan ikatannya, jani dari dalam tasnya mengeluarkan kantong mayat lalu dengan cepat memasukkannya dan ketika dia sedang bersiap untuk pergi, terdengar sebuah suara dari belakangnya.


"uurrgghh... siapa kau berani memasuki laboratorium dan membunuh kami semua?"


"aku bukan siapa-siapa dan hanya seorang yang kebetulan lewat."


"lalu untuk apa kau membawa mayat berharga kami?"


"untuk apa lagi? Tentu saja untuk dikuburkan dengan layak. Apa kau adalah kepala laboratorium tempat ini?"


"Betul." Jawab Profesor yang dalam keadaan sekarat.


"kalau begitu, semoga kau tenang di alam sana."


*DOOORR!!* Dan kemudian Jani mengakhiri hidupnya dengan menembak kepalanya.


Saat dia selesai mengemasi mayat Seno Brawijaya dan membawanya di punggungnya, Jani segera keluar dari ruang operasi dan kemudian bertemu dengan Jali.


"Apa kau sudah selesai?" kata Jani kepada sahabatnya.


"Sudah, semua ada di koper ini dan menurutku kemungkinan di masa depan kita akan menghadapi kelompok TRIAD."


"oh! Kalau begitu ini akan semakin menarik. Benarkan Black Masker!?"


"haha!!" Jali tertawa di balik topengnya lalu menjawab pertanyaan Jani "tentu saja, Iblis merah! Aku sudah tidak sabar menghadapi mereka!!"


Dan mereka pun meninggalkan laboratorium rahasia itu sebelum polisi datang ke tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2