KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Pidato


__ADS_3

Saat Silent Army sedang melakukan tugas mereka, Jani saat ini sedang berlutut di ruang tahta dengan menghadap ke ayahnya yang duduk di singgasana nya. Semua anggota keluarga kerajaan juga hadir di sini kecuali kakak pertamanya, Julius Van Lester yang saat ini di tugaskan ayahnya mengirim surat ke kerajaan suci lebih tepatnya Ibu kota mereka, katredal pusat.


Upacara di pimpin oleh Uskup Agung yang melantukan doa kepada Dewi cahaya, Kiana dan setelah doa selesai Uskup Agung mengajukan sebuah sumpah yang harus di bacakan setiap pengangkatan putra mahkota atau seorang Raja.


"Alex Van Lester! Apa kau bersedia bersumpah atas nama Dewi Kiana untuk menjadi Putra Mahkota dari kerajaan Westeria?!"


"Tidak! Aku tidak akan bersumpah hanya kepada Dewi Kiana!" jawab Jani yang masih dalam posisi berlutut.


"apa maksud mu mengatakan hal itu!" tanya Uskup Agung dalam ekspresi wajah masamnya.


Jani melanjutkan "Tapi aku akan bersumpah kepada sembilan Dewa-Dewi agar merestui diriku untuk menjadi Putra Mahkota yang akan meneruskan Kerajaan di masa depan nanti!"


Suara Jani cukup kencang untuk di dengar semua orang yang ada di ruangan ini.


Uskup Agung yang juga mendengarnya mulai berkata dengan penuh amarah "INI PENGHINAAN!! Berani sekali kau seorang pangeran menyamakan dewi suci kami dengan para dewa palsu itu!!"


Saat Jani ingin membalas, tiba-tiba sistem memberikan pemberitahuan.


[PERINGATAN!! Sembilan energi unsur sangat besar telah terdeteksi dan menghantam seluruh kerajaan Westeria!


Sembilan energi telah terkonfirmasikan berasal dari sembilan Dewa-Dewi penjaga benua Arca dan kini energi tersebut telah berubah menjadi berkah dan mulai memberkati tanah kerajaan Westeria.


-Dewi Cahaya Kiana, telah memberikan berkah pada panen tahun ini menjadi berlipat ganda.


-Dewa Api Barra, telah memberikan berkah pada setiap penyihir api untuk memudahkan mereka meningkatkan sihir unsur api mereka.


-Dewi Air Malisa, memberkati setiap sungai dan lautan di kawasan kerajaan dengan ikan yang berlimpah.


-Dewi angin Freyja, memberkati setiap lembah dan pegunungan di kawasan kerajaan dengan hembusan angin yang menyejukkan dan memberkati pohon dunia agar kembali subur.


-Dewa petir Merak, telah mengendalikan hujan di kawasan kerajaan agar tidak mengalami bencana banjir.


-Dewi bumi Marika, telah memberkati tanah kerajaan dengan sumber bijih langka yang melimpah.


-Dewa Hewan Buas Skaratu, telah memerintahkan setiap hewan buas agar tidak menyerang manusia secara sepihak di kawasan kerajaan.


-Fragment Dewa Kegelapan Yotus, memberkati ras demon di kawasan kerajaan dengan sisa kekuatannya.


-Fragment Dewi ruang Alice, memberkati setiap penyihir unsur ruang dengan pengetahuannya.]


Karena hanya Jani yang melihat pemberitahuan sistem, maka dia hanya tersenyum saja tanpa mengetahui bahwa seluruh warga ibu kota yang saat ini menunggu di halaman istana telah melihat keajaiban sembilan cahaya berbeda menerangi istana sesaat lalu seketika menghilang. Meskipun hanya sebentar, tapi itu sudah cukup membuat warga takjub dan penasaran dengan apa yang terjadi di dalam istana.


Saat semua orang bertanya-tanya, tiba-tiba seorang yang terlihat seperti penyihir berkata "itu berkah dari para dewi-dewi!"


"hei jangan asal bicara! Bagaimana mungkin cahaya sekejab itu adalah berkah para dewa?"


"aku tidak tahu dengan dirimu, tapi aku bersumpah sebagai penyihir unsur api!  bahwa cahaya merah itu datang dari Dewa Api!"


Tidak jauh dari penyihir api tersebut, seorang juga berteriak "aku juga bisa merasakannya cahaya hijau itu berasal dari Dewi Angin!!"


Banyak dari mereka yang juga merasakannya dan entah di awali dari siapa, para warga yang memiliki unsur sihir mulai bermeditasi di tempat mengharapkan cahaya tersebut dapat membantu mereka menerobos kemacetan yang mereka alami.


….

__ADS_1


Semetara itu di suatu alam yanng berbeda.


Ada sepuluh kursi tahta yang ditata melingkar dengan masing-masing energi yang berbeda di setiap kursinya. Meskipun ada sepuluh kursi, tapi hanya tujuh kursi yang di tempati saat ini dan tiga lainnya tetap kosong, tpi masih memiliki keberadaan yang samar dari pemilik tahta tersebut.


Salah seorang yang menduduki tahta berkata "hei apa tidak apa kita memberikan berkah lagi?"


"aku juga berpikiran sama, sebelumnya kita sudah memberinya berkah, tapi sayangnya anak itu mengalami kerusakan jiwa akibat salah seorang penganut Kiana menjadi serakah dan melakukan sabotase upacara tersebut tiga tahun lalu."


"yah, untuk itulah saat ini kita berkumpul dan sekali lagi memberikannya berkah, tapi kali ini kita memberkati kerajaannya. Ide ku brilian kan?!"


"ya…ya…ya. Tapi apa ini tidak apa-apa memberikan berkat hanya untuk kerajaan ini?"


"tidak apa-apa untuk sekali-sekali! Lagi pula kita sudah lama tidak mendapat doa secara bersamaan."


"Kau benar."


"aku juga setuju."


"baiklah, kalau begitu kita kembali dulu dan dengan tenang menunggu kembalinya sang Kaisar!"


Setelah itu, setiap sosok tersebut berpencar lalu tidak lama kemudian sesosok orang baru muncul dan kemudian berkata "aduh! Aku telat lagi! Tapi aku juga tidak mau kalah! Akan aku berikan waktu lebih lama bagi kalian untuk hidup!" sosok itu mengangkat tangannya ke arah tengah lingkaran kursi lalu setelahnya dia menghilang.


….


Kembali ke sisi Jani.


Uskup Agung yang masih marah dengan sumpah Jani ingin meluapkan amarahnya sekali lagi, tapi itu di hentikan oleh sang Raja.


Raja berdiri dari tahtanya lalu mengambil sebuah pedang kerajaan bewarna merah dan menuruni tangga lalu berdiri di hadapan Jani yang sedang berlutut. Setelah itu, dia kemudian menepuk kedua pundak dan kepala Jani menggunakan pedang yang sebelumnya di bawa oleh sang Raja sambil berkata.


"Putra ketiga ku, Alex Van Lester! Hari ini aku menunjuk mu sebagai Putra Mahkota yang nanti akan menjadi penerus kerajaan ini. Apakah kau bersedia menerima tanggung jawab ini?"


"Dengan segala hormat, Aku menerima tanggung jawab ini, yang mulia!"


"kalau begitu dengan ini aku nyatakan! Alex Van Lester sebagai Putra Mahkota!"


Dengan pernyataan Raja seluruh tamu undangan yang hadir mulai bertepuk tangan dengan meriah. Setelah suara tepuk tangan mereda, Hertez berkata "baiklah, para tamu sekalian. Silahkan ikuti ksatria untuk mencapai tempat yang sudah di siapkan oleh pihak kerajaan."


Para ksatria pun mulai membimbing para tamu menuju tempat tersebut. Setelah para tamu pergi, Ratu ketiga segera memeluk Jani sambil "Selamat Sayang! Sekarang kamu telah menjadi Putra Mahkota!!"


"terima kasih Mama! Tapi bukannya  mama sempat menolak aku jadi putra mahkota karena belum lama bangun dari koma ku?"


"selama itu baik untukmu, mama akan terus mendukungmu!"


'apa-apaan perubahan sikapnya yang cepat itu!' kata Jani di dalam hatinya. Setelah itu Jani kembali bertanya "Tapi Ma, apa permasalahan di Ellividen sudah selesai? Sehingga mama bisa pulang sekarang?"


"yang tersisa hanyalah masalah internal mereka dan mama pikir bantuan mama sudah tidak di perlukan lagi."


Jani terus berbicara dengan Ibunya mengenai pengalamannya di negeri Ras Elf sampai sang Raja memotong pembicaraan mereka.


"baiklah sudah cukup untuk reuni kalian berdua! Banyak warga yang masih menunggu pidato dari putra mahkota baru mereka."


"oke, aku akan segera bersiap!" Jani pergi meninggalkan ruang tahta sambil bergandengan tangan dengan kekasihnya, Lisa.

__ADS_1


Saat Jani meninggalkan ruangan, sang Raja berkata kepada semua orang yang tersisa di ruangan tersebut "apa kalian  semua merasakan energi besar sebelumnya ?"


"aku juga merasakannya dan ini perasaan yang sama seperti tiga tahun yang lalu." jawab Ratu ketiga Alice yang tersenyum penuh arti.


"jangan senang dulu Alice! Aku merasakan bahwa kekuatan itu tersebar ke seluruh kerajaan, Jadi para dewa-dewi telah memberkati tanah kerajaan ini dan bukan memberkati Alex!"


"aku setuju dengan pendapat Iris, tapi sepertinya kekuatan itu secara tidak langsung mempengaruhi warga yang berkumpul di halaman istana." Kata Agatha yang melihat ke halaman istana melalui jendela dan menyadari banyak warga yang telah melakukan trobosan pada tingkatan unsur sihir mereka.


Raja juga melirik ke jendela dan kemudian tertawa bangga "haha! Seperti yang dari anakku! Bahkan para dewa-dewi pun telah memberkati anakku!"


Setelah berkata seperti itu, anggota keluarga kerajaan pergi menuju balkon istana tempat pidato Jani di adakan.



Sementara itu di sisi Jani.


Masih berada di sebuah koridor istana dekat dengan tempat pidatonya. Jani di bantu dengan Lisa sedang merapihkan pakaiannya.


"apa aku sudah terlihat tampan?" tanya Jani yang ingin menggoda Lisa.


"kamu sudah terlihat tampan! Jadi, berhenti menggodaku!"


"baiklah, kalau begitu mari kita pergi bersama!" kata Jani yang memegang tangan Lisa dengan erat.


Saat Jani memasuki balkon istana, Lisa dengan cepat melepaskan tangannya dan berkata "pergilah! Aku akan menunggu di sini!"


Karena sudah terlanjur berada di balkon, Jani dengan pasrah menuruti permintaan Lisa dan dia berjalan menuju unjung balkon dan akhirnya terlihat oleh para warga yang kebanyakan telah selesai menerobos.


Melihat Putra Mahkota yang baru telah tiba, para warga segera bersorak.


"Hidup Putra Mahkota!!"


"Panjang umur Pangeran Alex!!"


Sorakan demi sorak terus di kumandangkan oleh seluruh warga. Jani yang bingung dengan situasi tersebut segera tersadar dan mengangkat tangannya untuk menenangkan warga ibu kota.


Walaupun butuh waktu cukup lama, tapi warga akhirnya di buat tenang dan jani segera memulai pidatonya.


"terima kasih atas sambutan meriah kalian, aku sangat bersyukur bahwa para dewa-dewi telah menurunkan berkahnya hari ini! Tapi aku yakin, berkah itu tidak di turunkan untukku! Melainkan untuk SELURUH TANAH KERAJAAN INI!!"


Sorakan sekali terdengar saat Jani menaikkan suaranya dan setelah mereda Jani melanjutkan "Tapi, apakah pemberian dari dewa-dewi ini akan membuat kerajaan kita makmur? Jawabannya TIDAK!! Selama masih ada perbudakan, selama masih ada diskriminasi dalam bentuk apapun, Korupsi, pedangan yang memainkan harga dan masih banyak lagi! Kita tidak akan bisa memakmurkan bangsa ini sampai kapan pun.


"jika kita mau memakmurkan bangsa ini, kita perlu sebuah perubahan! Sebuah REFORMASI! Tapi reformasi tidak bisa di lakukan oleh aku seorang, maka dari itu aku perlu bantuan kalian semua! Para bangsawan besar juga butuh bantuan kalian juga! Seluruh kerajaan memerlukan bantuan kalian juga!. Mulai hari ini, reformasi akan di mulai dan itu akan di awali dari gereja kita!"


Banyak orang bingung dengan pernyataan Jani, tapi ada juga yang mulai mendidih marah di tempat para tamu undangan berada.


"apa masalah yang ada di gereja? BANYAK! Tapi biar aku bertanya kepada kalian, apakah dengan satu koin perak para pendeta bisa menjamin bahwa doa kalian bisa tersampaikan kepada Dewi cahaya?. Biar aku ingatkan kalian, satu koin perak memang tidak berarti apa-apa bagi kalangan menengah ke atas, tapi itu berarti sangat banyak bagi mereka yang berada di bawah! Bahkan sebagian dari mereka bisa makan dengan kenyang untuk satu bulan hanya dengan satu koin perak, apakah mereka tidak berhak meminta doa kepada sang Dewi cahaya?"


"itu satu dari sekian banyak masalah yang ada di ibu kota kecil kita ini. Bisakah aku mengatasi ini sendirian? TIDAK! Bisakah aku membuat semua orang merasa kenyang? Sekali lagi aku katakan TIDAK!! Untuk itulah aku meminta bantuan dari bangsawan besar hingga warga ku yang lainnya, aku meminta bantuan kalian semua! Untuk masa depan kerajaan ini, Untuk REFORMASI KITA HARI INI DAN ITU DI NAMAKAN 'REFORMASI KESATUAN'!!"


 


  

__ADS_1


__ADS_2