KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
pertemuan pasukan bayangan


__ADS_3

Alasan Jani meminta hak penuh pengendalian bayangan adalah karena dia sudah terbiasa menggunakan pasukan semacam di bumi dan dia juga menganggap bahwa mereka adalah pasukan paling bisa diandalkan.


Raja Roman memang tidak sering menggunakan pasukan bayangan, tapi dia mengetahui dari semua Ordo ksatria yang dia miliki, pasukan bayangan adalah pasukan paling sulit di kendalikan karena mayoritas anggotanya tidak bersumpah setia kepada dirinya.


Mendengar permintaan anaknya, Raja Roman seperti terbebas sebagian beban kerjanya, tapi dia berpura-pura menggerutkan keningnya sambil bertanya "untuk apa kau meminta hal seperti itu?"


"yah, aku juga belum tahu, tapi mereka akan sangat berguna bagiku di masa depan saat aku menjadi putra mahkota."


Mendapat jawaban yang ambigu, Raja sedikit kecewa tapi dia tetap memberikan hak tersebut yang berupa sebuah token hitam berbentuk tengkorak. Jani segera menyimpan token tersebut lalu berdiri sambil berkata "terima kasih ayah! Aku mohon pamit untuk berlatih!"


"Alex, tunggu sebentar!"


"ada apa ayah?"


"Aku ingin meminta masukanmu tentang gereja."


"masukan seperti apa yang ayah inginkan?"


"menurutmu apa sebaiknya kita menjadikan agama cahaya suci sebagai agama utama kita?"


Jani termenung sejenak, lalu dengan tenang berkata "menurutku tidak. Karena itu akan bertentangan dengan keinginan kakek tentang membangun sebuah negara yang penuh dengan kebebasan."


"lalu apa kamu rela memberikan kuil 9 dewa-dewi kepada mereka?"


Mendengar pertanyaan tersebut, Jani sudah menebak bahwa ayahnya di beri dua pilihan sulit yaitu memberikan kuil 9 dewa-dewi atau menjadikan agama gereja cahaya suci sebagai agama utama kerajaan.


Jani tidak menjawab pertanyaan tersebut, tapi malah berbalik memberi pertanyaan berbeda kepada sang Raja. "lalu ayah, apa kita akan menyerah dengan sekelompok uskup gadungan itu?"


"tentu saja aku tidak ingin! Tapi pengaruh mereka sangatlah kuat dan bisa saja itu akan menjadi akhir bagi kerajaan ini."


"itu kalau kita diam saja, tapi jika kita bergerak selangkah lebih cepat dari mereka, maka kita akan tahu siapa yang akan tersenyum di bagian akhir!"


"apa kau memiliki rencana?"


"tentu saja! Biar aku jelaskan. Saat ini mereka berencana untuk mempermalukan diriku di saat aku memberikan pidatoku lusa nanti. Dengan menyusupkan beberapa orang bayaran mereka dan menyebarkan beberapa rumor tidak berdasar untuk membuat rakyat tidak mempercayaiku."


"oh! Aku baru tahu hal itu! Lalu bagaimana kau mencegah hal itu?"


"tenang saja Ayah! Aku sudah menjalankan rencana untuk menangani hal itu. Yang harus kita perhatikan sekarang adalah cara membalas rencana mereka dan ini yang harus kita perhatikan."


Jani mulai mrenjelaskan beberapa hal penting kepada sang Raja "Pertama, kita tahu bahwa uskup agung perwakilan kerajaan kita itu adalah orang yang sangat korup, kan?"

__ADS_1


"itu benar, Pak tua itu bahkan mematok tarif 1 perak bagi mereka yang ingin memasuki gereja cahaya suci."


"itu saja sudah satu bukti kuat bagi kita untuk mengusirnya dari kerajaan ini, tapi yang jadi masalahnya adalah jarak kerajaan kita dari kerajaan suci sangatlah jauh di tambah banyaknya mata-mata uskup tersebut yang mengawasi pergerakan kita seperti ini!"


Tiba-tiba Jani melempat sebuah pisau yang biasa di gunakan untuk mengupas buah ke arah dinding yang bersebelahan dengan jendela. Dengan menggunkan sihir darah, pisau itu sangatlah cepat bahkan tembok tidak bisa menghalangi dan pisau itu terus terbang menembus tembok.


*GAAKKKHH!!*


Tidak lama kemudian, terdengar sebuah teriakkan singkat sebelum suaranya kembali menghilang. Sang Raja tidak perlu melihatnya dan hanyat berkata "singkirkan sampah itu dan gali informasi yang berguna darinya, bagaimana pun caranya!"


"sesuai keinginanmu yang mulia!" Seorang Butler muncul dan setelahnya dia pergi menjalankan tugas yang di berikan kepadanya.



"aku bahkan tidak bisa merasakan kedatangannya, apa dia menggunakan sihir unsur ruang?" tanya Jani yang terkejut dengan sosok Butler yang tiba-tiba saja muncul di ruangan ini.


"itu benar, dia adalah salah satu murid ibumu yang ada di kerajaan ini." Jawab sang Raja yang memeberitahunya tentang Butler tersebut.


"baiklah, kita lanjutkan yang tadi kita bahas. Untuk mengatasi hal tersebut, kita bisa menggunakan lingkaran teleportasi untuk menuju wilayah kakak pertama yang menjadi perbatasan antara kerajaan kita dengan kerajaan cahaya suci dan tentu saja kakak pertamalah yang harus menjadi pembawa pesannya."


"kenapa harus kakak pertama mu yang menjadi pembawa pesannya? Bukannya itu akan menjadi lebih baik kalau kau yang melakukannya?"


"dari mana kau mengetahui hal tersebut!?" tanya sang Raja yang sedikit terkejut.


"tentu saja, aku menebaknya sendiri! Dari cara dia yang kurang nafsu makan atau ketika dia sering melamun saat kita semua berbicara bersama setelah makan malam. Biasanya ada dua hal yang membuat pria dewasa pusing, satu karena keuangannya dan satunya lagi karena asmaranya. Kota yang di pimpin kakak pertama adalah salah satu kota yang paling damai dengan ekonomi yang stabil. Jadi, kalau bukan karena Asmara, apa lagi yang membuat kakak pertama yang di kenal murah senyum menjadi murung dan sering melamun?"


Mendengar Jawaban Jani, Sang Raja akhirnya menghela napasnya sambil berkata di dalam hatinya 'sepertinya aku memang harus membiarkan Alex menyelesaikan masalah ini sebagai salah satu latihannya menjadi Raja di masa depan.'


Setelah berkata seperti itu, Raja akhirnya berdiri sambil berkata kepada Jani "Baiklah, aku sudah memutuskan! Alex Van Lester! Aku sebagai raja dengan ini memberimu tugas pertamamu sebagai calon Putra mahkota yaitu; Membenahi masalah beragama agar sesuai dengan impian Kakekmu untuk menciptakan sebuah negara yang bebas! Apa kau menerima tugas ini!?"


Tentu saja Jani ingin menolaknya karena menurutnya itu adalah masalah yang sangat rumit dan ketika Jani ingin menjawabnya. Sang Raja segera menambahkan "tentu saja, untuk tanda Jasamu menyelesaikan sebuah permasalah ini. Aku akan menjanjikan bahwa jika kamu berhasil, kamu boleh mengambil salah satu harta dari gudang harta karun istana, Bagaimana? masih ingin menolaknya?"


Jani terdiam karena memasuki gudang harta karun istana itu adalah salah satu yang dia inginkan. Lalu dia akhirnya menyadari bahwa dia terlalu banyak berbicara tentang kemampuannya membaca ekspresi seseorang yang dia lakukan terhadap kakak tertuanya yaitu Julius.


Karena sudah pada sampai titik ini, Jani berlutut satu kaki dan menjawabnya "aku menerima tugas ini, Ayah. Tapi kali ini akan ada beberpa keluarga bangsawan yang harus di singkirkan demi kerajaan ini, apa ayah masih ingin aku melanjutkan rencana ini?"


"lanjutkan, selama ini aku sudah terlalu bersikap lunak terhadap mereka karena alasan balas budi dengan apa yang leluhur mereka lakukan terhadap kerajaan ini. Kini saatnya keluarga Lester menunjukkan taringnya yang dulu terkenal akan ketajamannya terhadap siapa pun!"


Setelah mengatakan hal tersebut, Raja pergi dari ruang makan dan di ikuti Jani yang pergi ke kamarnya untuk kembali memasuki ruang pelatihan dimensional milik sistem.


Di dalam ruangan dimensional

__ADS_1


Jani masih memperdalami pengendalian Mana-nya, dan sesekali melakukan beberapa Mantra sihir tingkat tinggi hingga menghabiskan Mana-nya. Setelah melakukan itu semua, Jani mengakhiri pelatihannya dengan melakuakn meditasi untuk unsur sihir ruang dan tanpa di sadari olehnya ruangan dimensional mulai bergetar hebat seolah akan hancur kapan saja, tapi tidak lama itu kembali stabil dengan Jani yang sudah merasakan bahwa dia telah menembus tingkat ke-2 awal sekaligus.


Jani merasa senang dengan pencapainya dan dia pun mencoba melakukan sebuah sihir tingkat ke-2 dari unsur sihir Ruang. Sihir ini di sebut, 'Space' yang mampu menciptakan sebuah kubah berdiameter 3 meter dan di dalam kubah tersebut penyihir mampu mengendalikan Gravitasinya sesuka hati mereka.


Sebenarnya Sihir di unsur ruang sangatlah sedikit tapi sangat menakutkan karena sihir mereka dapat berkembang mengikuti penyihir itu sendiri. Contohnya seperti sihir Space ini, Jika baru pertama kali di gunakan di tingkat kedua maka kubah yang terbentuk hanya berukuran 3 meter saja, tetapi jika sang penyihir sudah mencapai tingkat 10 maka mungkin saja sihir Space mampu menutupi seluruh benua Arca.



Setelah Jani selesai berlatih dia keluar dari ruang latihan lalu melihat hari sudah tengah malam dan sebenarnya Jani ingin langsung tidur, tapi itu batal di lakukan karena kedatangan tamu yang tidak terduga.


Tamu tersebut adalah Zero, pemimpin Pasukan Bayangan dan di pagi hari sempat membuat Jani kesal, tapi saat Jani melihatnya lagi kali ini perasaannya telah kembali normal dan dia kemudian bertanya "Paman Zero, ada keperluan apa di tengah malam seperti ini?"


"Pangeran, aku berniat mengembalikan buku ini!" Zero mengeluarkan buku yang Jani berikan di pagi sebelumnya lalu meletakannya di depan Jani.


Pada awalnya Jani cukup terkejut, tapi dia memang sudah menebaknya dan dia juga tahu alasannya. Jani dengan tenang bertanya "apa kau tidak ingin mewarisi warisan leluhurmu?"


"aku sudah berdiskusi dengan tujuh saudaraku dan kami memutuskan untuk membuka lembaran baru dan melupankan klan bayangan yang telah hancur di masa lalu. dari dulu seharusnya kami melayani keluarga Lester dengan sepenuh hati, tapi karena keegoisan ku sebagai pemimpinlah yang telah memaksa seluruh saudaraku untuk tidak menaruh sumpah kepada sang Raja hingga hari ini."


"lalu apa kau akan bersumpah kepada ayahku?"


"tidak, Aku telah memutuskan untuk bersumpah kepada seseorang yang akan membawa kerajaan ini munuju kejayaannya dan itu adalah anda yang mulia pangeran ke-tiga, Alex Van Lester!"


"Kalau begitu bagaimana kalau kita melakukan sebuah upacara untuk membuktikan kesetiaanmu malam ini?"


"upacara apa itu pangeran?"


"nanti akan aku jelaskan, sekarang kumpulkan seluruh pasukan bayangan di markas kalian sekarang!"


….


Hari telah berganti dan sekarang telah memasuki waktu di pagi buta untuk menunggu semua pasukan bayangan berkumpul. Total ada 56 anggota pasukan bayangan berkumpul dengan 8 orang pemimpin yang berdiri di barisan paling depan menghadap kepada Jani.


Melihat semuanya telah berkumpul, Jani berkata kepada semua orang "selamat pagi semuanya. Alasanku memanggil kalian adalah untuk memberitahu kalian bahwa sekarang Ordo pasukan bayangan telah sepenuhnya di bawah kendaliku karena token pasukan ini sekarang ada padaku!"


Saat Jani menunjukkan token tengkorak hitam tersebut, semua orang segera memberi hormat kepada Jani. Setelah semuanya memberi hormat, Jani melanjutkan "dan sebagai penanggung jawab yang baru aku memutuskan untuk membubarkan pasukan bayangan ini"


Saat Jani berkata seperti itu, Dia meremas token tersebut sekuat mungkin hingga akhirnya token tengkorak hitam tersebut hancur berkeping-keping.


Semua orang terkejut dan bingung kenapa sang pangeran malah menghancurkan token tersebut. Seorang pemimpin berkode nama Five berteriak "KENAPA KAU MENGHANCURKAN SIMBOL IKATAN KITA SEMUA, PANGERAN!?"


"FIVE! JAGA BICARAMU!!" Teriak balasan dari Zero yang memancarkan aura membunuhnya sehingga pemimpin yang di kenal Five terdiam tanpa kata.  

__ADS_1


__ADS_2