
Kembali ke acara di stadion GBK.
Acara sudah sampai pada puncaknya dan saat ini Jani sekali lagi berdiri di tengah panggung untuk menutup Acara dengan pengumuman penting darinya.
Penutupan Acara di awali dengan sebuah video yang menayangkan banyak pasien anak-anak mengucapkan terima kasih ke pada Mr.Gold karena telah menyumbangkan mesin Virtual Realty Medic Plus kepada rumah sakit spesialis kanker khusus anak-anak.
Dengan senyum tulus dari anak-anak yang sudah tidak memiliki rambut akibat pengobatan mereka. Menonton video tersebut, hampir semua penonton ingin menangis dan setelah video berakhir, Jani yang mengenakan topeng emasnya muncul di tengah panggung dengan lampu sorot yang menyinari dirinya.
Jani mulai berkata "Banyak orang yang mengatakan bahwa sumbangan mesin virtual ke anak-anak pengidap kanker hanyalah strategi ku untuk menarik perhatian masyarakat kepada perusahaan baru yang aku miliki, tapi apakah kami perlu melakukan hal itu? Hehe.... tentu saja tidak!. Faktanya apa yang kami jual saat ini sudah cukup membuat dunia melirik perusahaanku. Oleh karena itulah, sumbangan ku adalah murni dari lubuk hatiku dan di masa depan aku akan tetap melakukan yang sama kepada mereka semua!"
Tepuk tangan penonton bergema mengapresiasi perkataan Jani dan setelah semuanya menjadi lebih tenang, Jani melanjutkan.
"jadi, inilah saatnya aku mengumumkan total mesin virtual yang akan dijual pada kesempatan kali ini!. Berkat kerja keras karyawan Arcadia Teknologi, total mesin yang siap di jual adalah 10.000 untuk versi V-1 dan 8.000 untuk versi Medic Plus yang tentu saja telah di kurangi 2.000 untuk di sumbangkan ke beberapa rumah sakit dan panti asuhan untuk di gunakan oleh anak-anak!"
"pembelian masih sama seperti penjualan pertama yaitu melalui Web resmi perusahaanku dan aku akan memberikan pengumuman penting untuk kalian semua. Menyambut peluncuran server utama game Arcadia Land, perusahaan Arcadia dengan ini menyatakan selama satu bulan, pengaktifan game Arcadia Land akan di buka gratis untuk setiap pengguna mesin virtual!!"
Pengumuman ini sontak membuat para penonton terkejut dan dilanjutkan dengan sorak-sorai gembira. Saat suasana masih memanas, Jani mulai berkata sekali lagi "baiklah tidak perlu menunggu terlalu lama lagi! Mari menghitung mundur bersamaku untuk membuka penjualan kedua dan pengaktifan delapan Tower Virtual Realty di pulau bali dan delapan daerah lainnya!"
"mulai hitung mundur dari angka 10...9...8...7...6...5...4...3...2....1.... PENJUALAN KEDUA DI BUKA!!"
Dengan aba-aba dari Jani, penjualan kedua dari mesin Virtual Realty telah di mulai dan bersamaan dengannya, 8 Tower baru telah berhasil di aktifkan. Di layar besar angka mesin yang siap di jual terus menurun dengan kecepatan yang sama saat penjualan pertama.
Tidak butuh waktu lama mesin virtual pun sudah habis terjual dan Jani yang masih di atas panggung berkata "wow! Terjual habis seperti kue panas!. Baiklah, sebelumnya aku berterima kasih kepada semua elemen masyarakat yang telah mendukungku dan perusahaanku. Oleh karena itu, mulai dari sekarang kalian semua akan melihat bahwa mesin virtual ini hanyalah produk awal dari Arcadia Teknologi!! Selamat malam semuanya dan sampai berjumpa di peluncuran produk kami yang lainnya."
Dan dengan ini acara penjualan kedua dan peluncuran server utama telah berhasil di laksanakan dengan sukses.
....
Sementara itu, di salah satu kantor pemerintahan China.
Seorang staf berteriak "Direktur! Kami kehilangan kontak Dengan seluruh anggota tim yang bertugas melakukan sabotase di acara besar milik Mr.Gold!!"
"apa!! Bagaimana ini bisa terjadi!? Mereka semua adalah tim paling elite yang negara kita miliki!!. Cobalah menghubungi mereka atau lakukan pencarian pesan darurat yang di tinggal oleh mereka!"
"baik, Direktur!"
Semua staf terus berusaha memanggil tim tersebut, tapi tidak ada yang menjawab sampai satu saluran menjawab dengan suara yang kelelahan.
"Ke...kepada....HQ....ini peringatan darurat! Mr. Gold....dia....adalah seorang Esper!! Aku memiliki permintaan terakhir, Jika kalian bertemu dengan anakku, tolong katakan kepadanya aku mati karena kecelakaan dan bukan karena di bunuh!!"
"dengan siapa aku berbicara?" tanya direktur.
"aku sersan Wie Shan! Tolong jangan sampai anakku larut dalam balas dendam!" dan setelah itu, terdengar suara seorang wanita "hmm, aku terkejut masih ada yang hidup!?" kemudian transmisi berakhir secara sepihak.
Semua staf terdiam beberapa saat karena terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar dan Direktur adalah orang yang pertama berbicara.
"apa ada yang mengenal sersan Wie Shan?"
"saya, direktur! Dia adalah orang yang pandai melarikan diri dari kematian, tapi mendengar transmisi terakhirnya saya yakin dia gagal melarikan diri dan sudah mati bersama dengan anggota tim sabotase lainnya."
__ADS_1
"kalau begitu beritahu kepada keluarganya bahwa dia telah mati dan turuti apa yang dia inginkan sebelumnya!" jawab Direktur kepada anak buahnya yang mengenal sersan Wie Shan tersebut. Setelah itu, dia melanjutkan "ngomong-ngomong kirimkan informasi ini kepada Departemen Esper dan limpahkan masalah ini kepada mereka."
"baik, Direktur."
....
Sementara itu, di sebuah ruangan VIP stadion GBK.
Jani berserta teman terdekatnya dan juga para kepala Departemen berkumpul mengadakan pesta perayaan suksesnya acara Malam hari ini. Total pendapatan malam ini sekitar 440 milyar dan itu belum termasuk biaya pengiriman dan pemasangan masing-masing mesin Virtual.
Saat semua orang sedang menikmati pesta, Jani berkata kepada semua orang "sebenarnya aku ingin kalian benar-benar menikmati pesta ini, Tapi aku harus memberitahu kalian tentang hal ini. Mulai besok seluruh kepala Departemen akan di uji kesetiaan kalian kepada perusahaan dan juga kepadaku. Kenapa aku mengatakan hal ini seolah aku tidak mempercayai kalian? Karena aku yakin para kolongmerat serakah itu tidak akan tinggal diam melihat aku menguasai pasar bisnis dunia virtual sendirian dan salah satu rencana mereka adalah menghancurkan fondasi perusahaan yaitu adalah kalian, para kepala departemenku!"
"tenang saja, Bos! Kami semua telah berjanji untuk setia kepada perusahaan seumur hidup kami!" kata Arman yang di ikuti dengan anggukkan kepala Departemen yang lain.
"aku menghargai janji kalian, tapi jujur! Itu adalah sebuah janji kosong yang tidak bisa membuktikan kesetiaan kalian." Jawab Jani dengan menggelengkan kepalanya dan saat Arman ingin berkata sesuatu, Jani langsung menambahkan "bahkan jika kalian ingin membuat janji di atas hitam dan putih, aku akan menolaknya karena itu pasti akan merenggut kebebasan kalian dan itu sudah di luar dari prinsipku."
Arman tidak bisa berkata apa-apa sama halnya dengan kepala departemen lainnya. Melihat seluruh kepala departemennya terdiam, Jani melanjutkan "oleh karena itu, aku hanya bisa berharap kalian tidak akan menghianatiku dan apa yang bisa kujanjikan kepada kalian, supaya kalian tetap setia kepada perusahaanku? Uang? Wanita super model? Atau mungkin sebuah jaringan koneksi yang membantu kalian membuka perusahaan kalian sendiri?"
Jani tertawa sedikit lalu melanjutkan "aku tidak akan menjanjikan itu semua! Yang bisa kujanjikan adalah hari-hari yang penuh dengan tantangan dalam bersaing bisnis dengan perusahaan raksasa seperti Google, Tencent, dan masih banyak lagi yang berada luar sana. Tentu saja! Jika kita bisa menghadapi mereka semua, maka aku jamin perusahaanku akan menjadi salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh di seluruh dunia dan kalian akan menjadi salah satu orang yang akan di kenal sebagai orang yang membuat perusahaanku ini berjaya di masa depan."
Semua orang masih terdiam dan melihat hal itu, Jani menghela nafasnya lalu berkata "yah... karena suasananya tidak memungkinkan kita untuk melanjutkan pesta, kalian pulanglah dulu dan berikan jawaban itu besok di rapat."
Saat Jani hendak pergi dari ruangan itu, Bima yang dari tadi terdiam tiba-tiba berkata "tunggu, Bos! Saya ingin bertanya sesuatu kepadamu ?"
Tertarik dengan Bima, Jani berbalik dan kembali bertanya "apa yang ingin kau tanyakan?"
"apa di masa depan salah produkmu, ada yang berhubungan dengan ilmu kedokteran?"
"untuk adikku. Aku masuk ke perusahaan berbasis teknologi semata-mata untuk mencari teknologi pembuatan tangan buatan untuk dipasangkan ke adikku yang kehilangan tangannya akibat kecerobohanku. Oleh karena itu, selama beberapa tahun ini aku telah banyak berpindah perusahaan untuk mencapai tujuanku sampai saat aku di perusahaan ini, aku sangat berharap banyak kepadamu, Bos!"
mendengar cerita Bima, Jani jadi teringat tentang kegagalannya dalam menjalankan misinya saat berada di benua Arca.
Saat mengingatnya, tiba-tiba Zein berkata di dalam kepala Jani "itulah sebabnya misi harus di jalankan dengan benar tanpa harus melenceng karena keinginan pribadi."
"baiklah, bos Zein! Aku mengaku bersalah karena tidak memilih satu bangsawan untuk menjadi salah satu ketua Divisi kerajaan saat itu. Jadi, apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan rancangan tangan buatan itu?"
"Ada misi yang bisa kau jalankan nanti. Jadi bersabarlah sampai saat itu tiba lalu jalankan misinya dengan benar!"
Jani hanya bisa tersenyum mendengar Omelan Zein dan dia pun mulai menjawab " jangan khawatir, Bima. Teknologi itu akan segera ada di perusahaan kita!. Ngomong-ngomong bisakah aku bertemu dengan adikmu besok? Aku penasaran dengannya?"
"tentu! Aku akan coba membawanya ke perusahaan!"
"Baiklah, apa ada yang lain yang bertanya?"
Arman mengangkat tangannya, tapi sebelum Arman bertanya, Jani sudah menjawabnya. "Produk tidak akan ada yang akan membuat orang menjadi super hero!" Arman langsung menurunkan tangannya dengan lemas.
Jani pun kembali bertanya "ada lagi yang ingin bertanya?" semuanya tetap hening seperti sebelumnya dan Jani segera melanjutkan "kalau tidak, kita lanjutkan besok!"
Jani pergi meninggalkan pesta untuk kembali ke rumahnya dan bersiap melakukan perpindahan dunia.
__ADS_1
....
Di dalam Mobil milik Jani.
Ayu yang duduk di sebelah Jani sambil mengelus kepala Alicia yang sudah tertidur bertanya kepada Jani dengan nada khawatir.
"Sayang, bukannya itu terlalu bagi mereka?"
Jani tahu yang di maksud Ayu adalah para kepala Departemen perusahaannya dan sambil melihat ke arah jalanan, Jani menjawabnya "Lebih cepat, lebih baik, Sayang. Jika mereka masih belum menyadari seberapa besar saingan bisnis kita, maka cepat atau lambat mereka akan pergi meninggalkanku karena takut menjadi sasaran empuk bagi saingan bisnis perusahaan kita."
"tapi mengatakan kau tidak akan memberikan uang dan wanita super model, apa kamu tidak khawatir setengah dari mereka akan pergi?"
"Di situlah rencanaku yang sebenarnya!"
"apa maksudmu?.... Oh! Jadi kamu menguji mereka semua?"
"yap! Dan aku tidak sabar melihat siapa yang akan menyerah di titik paling awal ini!"
....
Sesampainya di rumah, Jani langsung mengganti pakaiannya dan segera pergi ke kasur untuk beristirahat. Sayangnya ketika Jani mulai memejamkan matanya, Ayu yang baru kembali setelah menaruh Alicia di kamarnya langsung menarik celana tidur Jani yang membuat Jani kembali membuka matanya dan bertanya kepada kekasihnya "Sayang, apa yang sedang kamu lakukan?"
"Aku ingin melakukan 'itu'." Kata Ayu yang bersiap membuka ****** ***** Jani.
"tidak hari ini, sayang. Aku sangat lelah."
"baiklah, tapi kenapa milikmu tetap membesar ?"
Jani yang tidak tahan lagi menarik Ayu agar kepala mereka sejajar lalu berkata "karena aku sudah sangat terpesona dengan kamu!" lalu mereka berciuman dan mulai berhubungan badan dengan sangat mesra.
Setelah tiga Jam, Jani akhirnya selesai berurusan dengan Ayu yang saat ini sudah tertidur dengan wajah penuh kepuasan. Setelah memastikan dia sudah tertidur, Jani berkata kepada Zein
"Baiklah, Zein mulai lakukan perpindahan Dimensi."
"oke!"
[Memulai perpindahan dimensi dalam hitungan 3...2...1...MULAI!!]
__ADS_1