
Pada pagi berikutnya, Jani bangun dan mulai meraba kasur lalu saat mengetahui tempat itu kosong kemudian dia berkata "ini baru hari kedua, tapi aku sudah mulai merindukannya."
Untuk melupakan perasaan kesepian karena tidak adanya Ayu, Jani pergi ke balkon kamarnya dan menghirup udara pagi yang begitu segar. Setelah itu, dia juga merasakan bahwa dia menjadi lebih peka terhadap unsur angin dan unsur air.
Setelah melakukan pemanasan di balkon, Jani memasuki kamarnya tanpa mengetahui bahwa beberapa pelayan muda melihatnya dan pingsan dengan hidung Sedikit mengeluarkan darah.
Saat dia masuk ke kamarnya, Jani mengambil dua pedang dari bawah kasurnya dan mencoba mengangkatnya sambil berkata "entah mengapa setelah dua pedang legendaris ini menerimaku sebagai pemiliknya tadi malam, aku merasa bobot mereka bertambah 10 kali lipat."
Saat Jani mencoba mengangkatnya, tiba-tiba suara Zein terdengar "ah.. aku lupa memberitahumu master. Karena mereka sudah mempunyai pemilik maka mereka akan kembali ke bobot asli mereka."
"oh..., kebetulan aku juga memerlukan beban tambahan untuk melatih tubuh ini untuk mendapatkan beberapa otot. Dengan dua pedang ini aku juga bisa mengelabui semua orang untuk berpikir aku seorang pendekar pedang dan bukan ahli sihir berbakat."
Saat Jani selesai mengganti bajunya dan mengikat kedua pedang itu di punggungnya, dia pergi dari istana untuk melakukan lari pagi mengelilingi istana. Karena ini masih pagi buta, semua orang masih tertidur kecuali beberapa penjaga dan para pelayan yang memiliki tugas di pagi hari.
Jani mengelilingi istana 10 kali dan setelah itu dia mencoba melakukan beberapa gerakan Dua Golok yang dia sempurnakan di bumi. Sayangnya karena beban dari senjata dan kurang terlatih nya tubuh Alex, dia hanya bertahan kurang dari lima menit dan sudah kelelahan.
Saat matahari sudah terbit, Jani yang saat ini masih melakukan beberapa ayunan pedang di datangi oleh pelayan yang memberitahunya bahwa semua orang sudah bangun dan menunggunya untuk sarapan bersama. Mengetahui hal tersebut Jani segera menghentikan latihannya lalu membasuh dirinya dengan kain basah yang telah disediakan oleh pelayan dan setelah membersihkan dirinya, Jani langsung pergi ke ruang makan.
Di ruang makan
Saat Jani memasuki ruang makan, dia melihat bahwa semua hidangan sudah disiapkan di atas meja dan Veronica yang melihat kakaknya sudah datang langsung berkata "kak! Kenapa kau lama sekali? Aku sudah hampir terlambat ke akademi."
"maaf, aku baru habis latihan pagi untuk mengembalikan kebugaranku."
"nak, kau baru bangun dari koma, jadi jangan terlalu keras melatih tubuhmu." Jawab ibunya yang menanggapi pernyataan Jani.
"tenang saja, Ibu. Aku tak akan terlalu berlebihan."
"baguslah kalau kau mengerti. ngomong-ngomong sejak kapan kau membawa dua pedang itu?"
"aku membelinya kemarin dan juga tadi saat aku ingin mengangkatnya tiba-tiba pedang ini menjadi berat, jadi aku memutuskan untuk membuat pedang ini menjadi pemberat untuk membantu latihanku."
"bukankah kemarin aku memberimu gelang dimensional? Kenapa kau tidak memasukkannya ke sana?"
"aku sudah mencobanya, tapi itu tidak mau masuk apa pun yang terjadi."
"berarti yang kau beli itu adalah senjata peringkat roh ke atas, Alex." Sela ratu Agatha.
"wow kakak beruntung banget. Bisa mendapatkan pedang peringkat roh hanya dengan 1 koin emas."
*UUHUUKK*
Raja yang sedang minum tiba-tiba tersedak setelah mendengar apa yang dikatakan putrinya. Setelah minum untuk meredakan tenggorokannya dia melirik kearah Jani dan berkata dalam hatinya 'pedang itu tidak mungkin peringkat roh karena aku merasakan aura monster yang sangat kuat darinya. Mungkin saja pedang itu peringkat legenda.'
semua orang menatap raja terkejut dan Veronica bertanya mewakili semua orang "Ayah, apa kau baik-baik saja?"
"aku baik-baik saja, hanya tersedak sedikit saja." Jawab raja dengan tenang sambil melanjutkan makannya.
Setelah mendengar jawaban raja, semua orang melanjutkan sarapan mereka. Setelah Jani selesai sarapan, kepala pelayan Bernard mendekatinya dan berkata "pangeran ketiga, ada seseorang yang ingin menemui Anda."
'oh... sudah datang ya?' tanya Jani pada dirinya sendiri lalu menjawab "apakah dia adalah kepala tim riset batu kristal sihir, Merlof Bamster?"
Bernard terdiam sebentar karena terkejut pangeran ketiga bisa menebaknya, lalu dia menjawab "betul sekali, pangeran ketiga."
__ADS_1
"kalau begitu, bilang padanya aku akan segera ke sana."
"sesuai keinginanmu, pangeran ketiga." Jawab Bernard sambil membungkuk kepada semua orang dan meninggalkan ruang makan.
Jani berdiri dan berkata kepada semua orang "ayah, ibu, ibu iris, ibu Agatha dan Veronica aku permisi duluan ada tamu yang menungguku."
Lalu dia langsung berteleportasi ke ruang tamu.
Di ruang tamu istana.
Merlof duduk dengan cemas menunggu kabar dari kepala pelayan yang pergi menemui pangeran ketiga. Setelah beberapa saat, Bernard datang berkata "tuan Merlof harap menunggu sebentar pangeran ketiga sedang dalam perjalanan kesini."
Sebelum Merlof menjawab, Bernard melanjutkan "karena pangeran ketiga sudah di sini. Aku mohon pamit dulu."
"ehh.. sudah ada di sini?" Merlof melirik ke belakang dan melihat Jani sudah duduk di sofa sambil tersenyum dan berkata "halo, tuan Merlof. Perkenalkan aku Alex pangeran ketiga dari negeri ini."
"halo pangeran ketiga, Sebelumnya aku berterima kasih atas ide yang kau berikan kemarin." Jawab Merlof sambil berterima kasih kepada Jani.
"tidak perlu berterima kasih untuk hal tersebut. Jadi, apa kau datang ke sini hanya untuk berterima kasih saja?"
"tentu saja tidak, pangeran! Tujuan utamaku kemari adalah mengajakmu untuk bekerja sama dalam sebuah bisnis."
"oh.. jadi kau ingin membuat secara massal benda tersebut?"
"betul sekali, pangeran!! Jika kita berhasil menjualnya secara massal di ibukota ini, maka kita pasti akan mendapatkan keuntungan yang sangat banyak."
"sebelum itu aku ingin bertanya, apa kau sanggup memenuhi keinginan pasar ibukota ini?"
"keinginan pasar?"
Merlof yang telah di ceramahi oleh Jani hanya bisa diam dan tertegun mendengarnya. Setelah diam dan berpikir sejenak, Merlof mulai berkata " dan jika mereka mulai memproduksi dan mengembangkannya sendiri, maka aku sebagai penjual pertama akan mengalami.."
Jani langsung menyela perkataan Merlof "KEUNTUNGAN JANGKA PENDEK!! Itu adalah hal yang harus di hindari oleh setiap pebisnis mana pun."
Sebenarnya Merlof ingin mengatakan 'kebangkrutan' tapi apa yang dikatakan Jani juga masuk akal dan Merlof yang mulai kehabisan akal bertanya kepada Jani "pangeran, kalau begitu apa yang harus kulakukan?"
"pertama, kumpulkan bahan sebanyak mungkin. Saat ini batu kristal sihir kosong hanya dianggap sampah, jadi ini adalah kesempatanmu untuk mengumpulkannya tanpa mengeluarkan biaya terlalu banyak. Juga gunakan anak jalanan untuk membantumu mengumpulkannya agar tidak dicurigai oleh orang lain. Lalu yang kedua adalah buatlah tempat produksinya jauh dari ibukota dan jangan sampai ada yang mengetahui lokasinya dan yang terakhir adalah cari seorang bangsawan untuk mempromosikan produkmu di kalangan atas. Bagaimana apa kau tertarik? "
Setelah mendengar gagasan Jani, Merlof terdiam sesaat lalu berkata "untuk ide Anda yang pertama dan yang ketiga bisa kulakukan, tapi untuk yang kedua aku bingung membangun tempat produksinya dimana?"
"bagaimana dengan kita perbatasan di timur laut?"
"bukankah itu kota mati?"
"untuk saat ini iya, tapi di masa depan akan menjadi kota yang besar bahkan melebihi ibukota yang sekarang?"
"bagaimana kau bisa begitu yakin, pangeran?"
"tentu saja aku yakin, karena lima hari dari sekarang aku akan berangkat untuk membangun kembali kota itu."
"kalau begitu, aku tidak ragu lagi. Untuk saat ini mari kita bekerja sama untuk ke depannya, pangeran ketiga." Jawab Merlof sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Jani.
Jani tidak langsung menerima jabat tangannya dan mencoba bertanya "tunggu dulu biar aku bertanya satu hal, siapa bangsawan yang akan kau undang?"
__ADS_1
"tentu saja itu kau, pangeran. Lagipula aku masih penasaran dengan kalimat yang kau tinggalkan di catatan tersebut yang berbunyi 'ini Cuma rancangan awal saja'."
"hahaha!! Jadi kau menyadarinya?"
"tentu saja, jadi apa kita sepakat?"
"tentu, untuk keuntungan jangka panjang!!" Jani langsung berjabat tangan dengan Merlof yang menandakan awal kerja sama mereka.
"untuk keuntungan jangka panjang!!" Merlof juga mengikuti perkataan Jani.
Setelah kesepakatan berhasil di buat, Merlof segera pergi meninggalkan istana. tapi sebelum meninggalkan istana, jani memberikan sebuah gelang dimensional sebagai modal awalnya untuk menaruh bahan baku di dalamnya.
Saat Merlof pergi, Jani ditinggalkan sendirian diruang tamu yang bingung apa yang harus dia lakukan hari ini. Saat Jani sedang berpikir, ratu Agatha datang dan duduk di samping Jani lalu berkata "apa kau tidak melakukan apa pun hari ini, Alex?"
Jani terkejut dengan kedatangan ratu Agatha sambil menjawab "ahh ibu Agatha, aku sebenarnya ingin melatih tubuhku lagi, tapi di istana tidak ada alat pelatihan yang bisa kugunakan di sini."
"kau benar, semua alat itu di bawa oleh Marcus ke kota Avalon yang berada di daerah tenggara negara kita untuk melatih pasukannya sendiri."
"haa, dasar kakak otak serat otot itu.." Jani hanya bisa menghela napasnya saat memikirkan kakak keduanya itu.
Ratu Agatha hanya tertawa melihat Alex mengomel tentang anaknya lalu berkata "kalau kau masih ingin menggunakan alat itu, kau bisa datang ke akademi dan menggunakan fasilitas yang sama di sana."
"ohh, benarkah?"
"benar, kebetulan aku harus ke akademi sekarang. Apa kau ingin pergi bersama?"
"oke, aku ikut."
Jani akhirnya memutuskan untuk ikut bersama dengan ratu Agatha ke akademi. Saat dia hampir sampai ke akademi, Jani melihat banyak orang yang berkerumun di depan gerbang masuk.
Sebelum Jani bertanya, ratu Agatha berkata "oh aku baru ingat hari ini adalah penerimaan murid baru. ngomong-ngomong tolong panggil aku guru saat kita berada di dalam nanti." Setelah itu dia langsung mengenakan topeng putih polos dan berjalan ke pintu yang di gunakan oleh para guru akademi.
Jani juga mengikutinya di belakangnya. Lalu dia mendengar seorang calon murid berteriak " ahh!! Bukankah itu guru topeng putih!!? Guru topeng putih!! Aku Mendaftar di sini hanya untuk menjadi muridmu!!"
Seketika orang lain mulai menyadari keberadaan ratu Agatha dan mulai meneriaki namanya.
Ratu Agatha hanya bisa berkata "aku sudah ketahuan kah? Alex ayo cepat kita masuk sebelum mereka mengerumuni kita."
"oke." Alex hanya bisa mengikutinya dan memasuki akademi.
Para penjaga hanya bisa membiarkan mereka masuk dan mulai menenangkan para calon murid ini. Setelah mereka selesai seorang kepala petugas mulai menegur salah satu penjaga yang membiarkan Alex lewat yang berkata "kenapa kau membiarkannya lewat begitu saja hah!?"
"bos, biar aku jelaskan." Kata si petugas yang sedang dimarahi oleh bosnya.
"cepat jelaskan padaku."
"kemarin saat aku mengambil senjataku yang sedang di perbaiki di Brad Magic Hand's, lalu aku melihat tuan putri Veronica bersama dengan bocah tersebut dan kemudian aku mendengar anak dari pemilik toko tersebut menyebutnya pangeran ketiga. Jadi aku yakin dia pasti adalah pangeran ketiga yang di rumorkan baru saja bangun dari komanya."
"apa pangeran ketiga!!? Kalau begitu kau berhak mendapat bonus bulan ini, kembali bekerja sekarang!!"
"siap!! Bos."
Setelah anak buahnya pergi, dia melihat ke dalam akademi dan berkata dalam hatinya 'apa yang dilakukan pangeran ketiga di sini? Apa dia akan menyelamatkan tunangannya yang saat ini berada di tangan bocah sombong itu?"
__ADS_1
Dia pun hanya membuang pikiran itu dan kembali ke pekerjaannya.