
Sementara Jani bersiap menuju Istana negara, Adiknya saat ini sedang dalam suasana hati yang sangat suram. Awalnya semuanya berjalan biasa saja seperti dia bertemu dengan dua sahabatnya, berkeliling mall, foto bareng dan akhirnya mereka beristirahat di sebuah restoran cepat saji sambil membahas pengalamannya bermain game di dunia virtual.
"Putri tolong cerita in dong gimana pengalaman kamu main game di dunia virtual, seru gak?" tanya salah temannya yang memegang mic kecil ditangannya sementara satu temannya lagi sedang memegang kamera dan merekam Putri.
"yaa jelas seru dong! Rasanya benar-benar kayak kalian benar-benar pindah ke dunia lain dan mengalami itu secara nyata!" jawab Putri dengan semangat sambil tersenyum ke arah kamera.
"terus, kamu main apa di sana? Apa main salah satu simulasi bencana alam atau game yang lagi viral itu?"
"yaa jelas dong! Aku main Arcadia Land, tapi mohon maaf sebelumnya! Aku tidak bisa jelasin lebih detail tentang game ini karena game itu sendiri masih dalam tahap Beta tester dan juga aku mengikuti saran Mr. Gold bahwa para pemain Beta tester lebih baik tidak menyebarkan isi game kepada orang lain agar semua orang bisa merasakan keseruannya game itu sendiri nanti saat server utama di buka untuk umum." Jawab Putri yang meminta maaf ke arah kamera.
"sampai di sini aja dulu ya! Nanti setelah server utama di buka, aku bakal bikin video tentang pengalamku bermain game virtual."
"oke, cut!!" kata temannya yang memegang kamera.
"gimana hasilnya!? Gak ada yang salahkan!?" tanya Putri yang mendekati temannya.
"sempurna kok! Palingan tinggal di edit di beberapa bagian, itu sudah bagian pekerjaan gua. Tenang aja, Lu itu emang berbakat jadi seorang youtuber" Jawab temannya.
"seperti yang di harapkan dari cewek tercantik di sekolah kita, pasti sekali update langsung banyak yang nonton!" jawab temannya yang sebelum memegang mic untuk putri.
Seperti yang di katakan dua sahabatnya, Putri memiliki kecantikan yang di turunkan dari ibunya dan saat ini dia di bantu oleh dua sahabatnya, diam-diam menjadi seorang youtuber tanpa memberitahu keluarganya.
Walaupun dia baru memulai debutnya kurang dari setahun, tetapi saat ini dia cukup terkenal karena sering membuat video tentang game dan juga sering melakukan cover lagu yang sedang trendi sehingga subscribenya saat ini sudah mencapai lebih dari 2 juta orang dan di juluki sebagai 'Gamer tercantik di Indonesia'.
Saat dia sedang mengobrol dengan sahabatnya, ada seorang pria tua yang memiliki bekas luka sayatan di dahinya mendekati meja Putri bersama dengan Istrinya yang terlihat dari atas sampai bawah mengenakan pakaian dari berbagai merek terkenal lalu menyapanya.
"Putri! Kebetulan aku bertemu kamu di sini." kata pria tua itu.
Putri sangat familiar dengan suara tersebut dan saat dia melihat sumber suara tersebut, suasana hatinya langsung berubah suram. Putri berusaha tenang lalu bertanya kepada pria tua tersebut "Pak tua, apa yang kau ingin dariku?"
Mendengar perkataan dari Putri, sang istri yang di sebelahnya berkata dengan marah "Putri Senopati! Berani sekali kau menyebut ayahmu dengan sebutan 'Pak tua'!"
"sejak dulu aku tidak pernah menganggap Pak tua itu sebagai ayahku karena dia adalah pria yang gagal! Dan juga jangan menambahkan namaku dengan nama tersebut." Jawab Putri dengan tenang.
"KAU!! Dasar anak yang tidak tahu berterima kasih!" teriak sang istri yang membuat semua pengunjung restoran melihat ke arah mereka.
Saat melihat mereka sudah menjadi bahan tontonan, pria tua langsung membuat istrinya tenang lalu berkata kepada Putri "nak! aku tahu kau sangat membenci kami, tapi tolong sampaikan kepada ibumu dan juga kakakmu untuk hadir dalam ulang tahun nenekmu yang ke-76 yang diadakan tidak lama lagi dan di adakan di ballroom Sabrini, oke?"
Mendengar neneknya akan berulang tahun, Putri berkata "baiklah, aku akan sampaikan."
"kalau begitu, aku permisi dulu. Jaga kesehatanmu, nak!" jawab pria itu lalu hendak pergi, tapi berhenti karena Putri memanggilnya.
"Pak tua, Apa kau tidak melakukan operasi untuk menghilang bekas lukamu itu?" tanya Putri dengan wajah yang sedikit memerah.
Tentu saja pria tua itu senang melihat bahwa putrinya masih mengkhawatirkannya lalu dia menjawabnya "aku tidak akan melakukan operasi karena ini adalah bukti bahwa aku telah melakukan kesalahan besar di masa lalu."
"oh.. terserah kau saja. Lagi pula aku juga tidak begitu peduli tentang luka itu." Jawab Putri yang melihat ke arah yang lain.
Pria tua itu tidak berkata apa pun lalu pergi bersama istrinya. Setelah mereka pergi, para pengunjung restoran cepat saji melanjutkan kegiatan mereka sebelumnya, tapi ada beberapa yang melirik ke arah Putri termasuk dua sahabatnya dengan senyum penuh arti.
__ADS_1
Putri yang menyadari senyum aneh kedua sahabatnya, bertanya kepada mereka "lu berdua kenapa sih!? senyum-senyum aneh begitu!?"
""TSUNDERE!"" kata mereka berdua secara bersamaan.
"Apaan sih!? Karena semuanya sudah beres, aku pulang duluan ya!" kata Putri yang malu lalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya.
"ehh!! Jangan marah dong!" kata salah satu sahabatnya yang mengejar Putri.
"iyaa!! Kita kan habis ini mau nonton bioskop!" tambah salah satu sahabatnya yang juga mengejarnya.
....
Sementara itu.
Jani saat ini sedang dalam perjalanan menuju istana negara, tapi sebelum dia pergi ke sana dia menyuruh Pak Karyo untuk pergi ke gudang tua untuk menyerahkan alat pengendali satelit kepada Jaka.
Setelah dia menyerahkannya, Jani berkata kepadanya "jak! Coba lu cek siapa yang memata-matai gua dari tadi pagi?"
"oke tunggu sebentar, ahh! Ternyata itu dari pemerintah Indonesia dan lebih tepatnya mereka dari B.I.N."
"cih! Ternyata masih belum kapok juga ya? Baiklah nanti gua bahas ini sama pak presiden."
"sayang! Baju salinannya sudah aku ambil nih!" kata Ayu yang masuk ke gudang tua sambil membawa sebuah kemeja putih.
"makasih, kamu duluan aja ke mobil nanti aku menyusul. Jak, gua baru inget besok lu harus ikut U.N sekolah yaa!?" kata Jani yang sambil mengganti pakaiannya lalu berkata kepada Jaka.
"HAH! Ogah gua masih banyak urusan yang harus gua kerjakan." Jawab Jaka sambil melanjutkan pekerjaan komputernya.
Jaka yang di tinggalkan sendirian di dalam gudang, saat ini sedang terus memikirkan tentang cetak biru yang di bicarakan Jani. Walaupun dia terus menahan diri untuk tidak tergoda, tetapi hatinya dan hasratnya kepada teknologi membuatnya tidak tahan lalu membuatnya langsung menelepon Jani.
"halo.. kenapa Jak?" kata Jani di telepon.
"gua akan ikut, tapi lu harus janji buat serahin cetak biru itu ke gua!?"
"akan kuberikan setelah semua ujian di laksanakan." jawab Jani.
"oke, gua setuju!" balas Jaka lalu menutup telepon kemudian melanjutkan pembuatan server utama untuk game virtual Arcadia Land.
....
Di istana merdeka, sebuah ruangan yang di gunakan sementara untuk staf B.I.N.
"Apa kalian belum menemukan keberadaannya!" jawab ketua dari B.I.N yang saat ini sedang sangat marah.
"kami masih belum menemukannya, sebab seluruh anggota kita yang sebelumnya memata-matai Mr. Gold telah tidak sadarkan diri secara tiba-tiba!" kata salah satu bawahannya yang melaporkan situasi di restoran bintang lima.
Saat ini di restoran bintang lima sedang banyak ambulans yang membawa para pelanggan restoran yang tidak sadarkan diri karena tidak kuat menahan suhu ruangan yang sangat panas.
...
__ADS_1
Beberapa saat sebelum Jani meninggalkan restoran.
Setelah mengetahui dirinya sedang di mata-matai, Jani kesal dan menggunakan sihir api tingkat dua yaitu Hot Area. Sihir ini tidak menyebabkan kematian, tetapi mampu membuat area di sekitarnya menjadi sangat panas bahkan melebihi kawah gunung berapi aktif.
Setelah Jani mengaktifkan sihir ini, seluruh ruangan tempat di mana para tamu menyantap hidangan berubah menjadi panas dan membuat orang yang sedang makan siang atau yang sedang menunggu hidangan mereka sampai, pingsan satu persatu.
Tentu saja Jani yang seorang penyihir unsur api tingkat empat puncak tidak terpengaruh oleh hawa panas ini dan juga Ayu yang saat ini mengenakan anting atau bentuk tersembunyi dari Ignis tidak terpengaruh karena perlindungan dari Ignis.
Setelah Jani keluar dari restoran, dia menarik sihirnya lalu dengan sengaja menelepon rumah sakit untuk mengirimkan ambulans ke restoran ini.
...
Kembali ke istana negara.
Mendengar bawahannya tidak sadarkan diri, sang ketua bertanya "kenapa mereka tidak sadarkan diri!?"
"kami juga tidak mengetahuinya karena semua alat komunikasi di area tersebut terputus." Jawab salah satu anak buahnya.
"Dasar tidak berguna!!"jawab sang ketua lalu mencoba membanting sebuah layar komputer ke lantai, tapi itu di hentikan oleh seorang pria tua yang mengenakan pakaian militer.
"tenanglah, Ketua B.I.N! Jangan membanting benda-benda di sekitarmu seperti itu karena benda itu di beli dengan uang negara." Jawabnya sambil menatap ketua B.I.N dengan tatapan menghina.
"cih! Ini bukan urusanmu! Lagi pula kenapa kau datang ke istana, jendral Karto Kencana?" jawab sang ketua yang kembali menaruh layar komputer ke tempat sebelumnya lalu bertanya kepada Jendral Karto Kencana.
"Kudengar ada seorang pengusaha muda yang membuat dunia gempar beberapa hari sebelumnya dan saat ini presiden mengundangnya ke istana merdeka untuk membahas beberapa hal dengannya. Jadi, aku datang ke sini karena penasaran dengannya." Jawab jendral Karto dengan santai.
"dia hanyalah seorang pengusaha egois yang tidak mau bekerja sama dengan pemerintah." Jawab sang ketua dengan sombong.
Setelah itu, salah satu bawahannya tiba-tiba berkata "ketua! Kami telah menemukan keberadaan Mr. Gold!"
"di mana dia!?"
"dia berada di parkiran istana dan saat ini sedang di pandu oleh staf istana menuju ruang rapat untuk memulai rapat dengan presiden."
"Bagus! Kalau begitu aku akan mengikuti rapat untuk memberitahunya siapa penguasa sebenarnya di negara ini!" jawab sang ketua lalu dia pergi begitu saja.
Melihat kelakuan temannya, jendral Karto hanya berkata "ya..ampun! ini sebabnya banyak orang-orang genius asal Indonesia pergi pindah negara karena para pemimpin negara ini membuat mereka tidak nyaman dengan membatasi pergerakan mereka di negaranya sendiri." Kata jendral Karto yang juga mulai pergi menuju ruang rapat.
"Jendral, bukannya memang seharusnya begitu? Negara membatasinya agar orang-orang genius itu tidak sombong dan menaati peraturan yang ada?" tanya ajudan barunya yang kali ini di pilih secara langsung oleh jendral Karto sendiri.
"kau salah, bocah! Orang-orang genius memang berhak untuk sombong, tapi setidaknya pemerintah jangan membuat lingkungan mereka menjadi tidak nyaman."
Lalu apa yang seharusnya pemerintah lakukan dalam menghadapi orang-orang genius ini?"
"Istriku pernah berkata 'jika ada yang bertanya di mana mereka bisa menemukan bunga paling indah, maka dia akan menjawab bahwa itu di alam. Lalu jika mereka bertanya bagaimana cara merawatnya, maka dia akan menjawab biarkan alam yang merawatnya dan jika suatu saat alam membuat bunga itu menjadi rusak, barulah saat itu kita bertindak dengan memindahkan bunga itu ke tempat yang lebih aman dan merawatnya dengan sepenuh hati'. Jadi intinya adalah biarkan mereka yang menciptakan tempat yang nyaman bagi diri mereka sendiri dan pemerintah hanya perlu mengawasinya saja, tetapi jika mereka tidak bisa membuat tempat itu barulah saatnya kita hadir untuk mereka dan membantu mereka, apa kau mengerti maksudku?"
"aku mengerti, Pak!" jawab sang ajudan yang memahami maksud dari perkataan Jendral Karto.
"Bagus! Kalau begitu ikut aku untuk melihat salah satu contoh orang yang aku maksud tadi."
__ADS_1
"baik, jendral!" jawab sang ajudan lalu mengikutinya ke ruang rapat.