KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Chaosnidium


__ADS_3

Hal pertama yang Jani lakukan adalah meminta Zein untuk memeriksa Batu meteor tersebut dan beberapa saat kemudian identitas batu ini akhirnya terungkap.


[Nama barang: Chaosnidium (bahan kasar)


 Kelas: Langka


Kemampuan: mampu menyerap Mana sebanyak mungkin.


Catatan: selama inti meteor belum di keluarkan, Chaosnidium akan terus menyerap mana sebanyak mungkin dan meningkatkan kualitas intinya.]


Setelah mengetahui itu adalah Chaosnidium, Jani berkata di pikirannya ' kalau aku tidak salah ingat, benda ini adalah bahan utama untuk membuat gelang dimensional ciptaan ibu. Apa aku perlu memberikan ini kepadanya nanti setelah pulang dari sini ya?'


Saat Jani sedang berpikir, Zein menyelanya "Sungguh sia-sia memberikan benda ini kepada ibumu begitu saja!"


"apa salahnya!? Di dunia ini hanya ibuku yang mampu memanfaatkan Chaosnidium dan menjadikannya barang yang paling di cari saat ini yaitu Gelang Dimensional!" balas Jani yang menyatakan kebenaran kepada Zein.


Seperti yang Jani katakan. Sebelum Ratu Alice menciptakan Gelang Dimensional, Chaosnidium hanyalah benda yang di anggap sebagai batu kutukan karena setiap kali orang menyentuhnya secara tidak sengaja, orang tersebut akan jatuh lemas akibat Mana mereka di kuras habis secara tiba-tiba. Bahkan di berbagai kasus ada yang langsung meninggal.


Dengan desas-desus dan syair yang di bawakan, Chaosnidium sampai sekarang hanya menjadi barang kutukan atau bahan baku untuk membuat penjara bagi para penyihir yang melakukan tindakan kriminal.


Kembali ke perdebatan Jani dan Zein yang saat ini di jawab oleh Zein "ck...ck...ck... Master, apa kau lupa bahwa sistem yang aku pandu ini mempunyai Fitur crafting ?"


"seingat-ku itu adalah sistem peningkatan senjata dan Armor dan bukan Crafting."


"itu betul, tapi hanya untuk kasus ini! Aku pemandu yang bermartabat akan memberikan perlakuan khusus untukmu! Dan itu adalah fitur Crafting di buka terbatas dengan diskon 10%!!"


"cukup basa-basi-nya Zein! Katakan, apa yang bisa aku buat dengan meteor sebesar ini?"


"baiklah, lihatlah daftarnya sendiri!."


Saat itu sistem menunjukkan daftar yang mampu dia buat dengan batu meteor tersebut beserta harganya.


[Gelang Dimensional 50X50M. 10X(1Miliyar)


 Brangkas Dimesional 10X10KM. 1X(5miliyar)


 Portal teleportasi satu set (10 miliyar) ]


Setelah menunjukkan daftar tersebut, Jani menjawab "baik, aku membuatnya menjadi Portal teleportasi, tapi simpan dulu di penyimpanan sistem terlebih dahulu."


"oke! [Memulai proses Crafting...]"

__ADS_1


Setelah sepakat dengan pengelolaan Chaosnidium, Jani pergi dari gua dengan keluar melalui langit gua yang kini telah terbuka lebar akibat serangan Jani sebelumnya. Saat Jani telah sampai permukaan, dia sudah melihat banyaknya mayat Kera Batu yang bertebaran di banyak tempat.


Meskipun Jani ingin sekali membongkar mayat mereka untuk di ambil kristal Monster-nya, tetapi Jani menguatkan hatinya dan tetap pergi ke kemah pasukannya dengan segera.


Setelah sampai di sana, Jani segera di sambut oleh para ksatria.


"HIDUP PUTRA MAHKOTA!!!"


"PANJANG UMUR YANG MULIA ALEX !!!"


Setelah penyambutan yang meriah, Jani akhirnya berhasil kembali ke tendanya dan kini dia langsung di sambut dengan pelukan hangat dari tunangannya, Lisa. Jani tidak langsung memeluk kembali Lisa, tetapi berkata "Lisa, setidaknya biarkan aku membersihkan diriku dulu."


"Pembohong!" kata yang masih memeluk Jani.


"kenapa aku di sebut pembohong?"    


Lisa tidak menjawab dan hanya bergumam di dalam pelukan Jani sambil terus menyebut Jani pembohong. Setelah memeluk begitu lama, Jani dengan lembut mendorong Lisa lepas dari pelukannya dan dengan cepat memberikannya ciuman Prancis yang sangat romantis.


Tidak banyak wanita yang bisa menolak ciuman gaya prancis apalagi yang memberikan ciuman tersebut berasal dari lelaki yang mereka cintai dan itu sekarang juga terjadi dengan Lisa saat ini. Lisa awalnya sedikit terkejut dengan serangan ciuman Jani, tetapi dia dengan cepat ikut menikmati ciuman tersebut hingga akhir mereka berdua berhenti karena kehabisan napas.


Di saat Jani mengambil napas, dia berkata "kali ini aku memang salah, Sayang. Sebagai permintaan maaf-ku setelah kita kembali ke ibu kota, aku akan mengabulkan satu permintaanmu, bagaimana dengan itu, sayang?"


Dengan nada sedikit centil, Lisa menjawab "hmm... aku setuju dengan itu...." Saat Jani ingin benapas dengan lega, dia di potong oleh Lisa yang kini mengaitkan lengannya di lehernya dan melanjutkan perkataannya "tapi dengan satu syarat!"


"berikan aku ciuman seperti yang sebelumnya, sayang."


"sesuai keinginanmu, Sayang!"


Mereka sekali lagi berciuman dan setelah mereka berdua puas, Jani membiarkan Lisa bersandar di pelukannya. Beberapa saat kemudian dari luar tenda seorang Prajurit berkata "Yang mulia Putra Mahkota! Saya di utus untuk memanggil anda ke dalam rapat sesegera mungkin!?"


'Bukankah aku sudah membuat permintaan kepada ibu Agatha untuk tidak menggangguku malam ini?' pikir Jani yang sebelumnya membuat permintaan kepada Ratu Agatha.


Setelah tidak mendapatkan jawaban, Prajurit itu dengan berani memasuki tenda. Jani yang sedang memperbaiki pakaiannya, tentu saja menyadari masuknya prajurit tersebut dan dengan cepat Jani berteleportasi ke sudut ruangan di samping Prajurit lalu mengeluarkan pedang naga petir-nya dan segera menaruh di leher prajurit tersebut sambil berkata "apa kau punya kata-kata terakhir?"


Prajurit tersebut segera berkeringat dingin dan dengan cepat berkata "yang mulia! Aku meminta maaf mengganggumu, tetapi ini perintah langsung dari yang mulia Ratu kedua untuk memanggil anda ke dalam rapat!"


"lalu, apa perintah sebelumnya yang kau terima dari Ratu Agatha tentang diriku?"


"itu...."prajurit itu tidak bisa menjawabnya karena dia sebenarnya bukanlah utusan dari sang Ratu melainkan dia adalah ksatria yang loyal kepada bangsawan pemberontak dan tentu saja dia tidak akan memberikan penghormatan kepada keluarga kerajaan.


Alasan dia datang memanggil Jani juga bukan karena panggilan dari atasannya, tetapi dia memanggil atas kehendaknya sendiri yang menurutnya seorang Putra Mahkota harus hadir dalam rapat perang bagaimana pun kondisinya.

__ADS_1


Melihat dia tidak menjawab, Jani segera menempelkan pedangnya lebih dekat ke leher sang Prajurit sambil berkata "kalau begitu selamat tinggal!"


"yang mulia! Jika anda membunuh saya, maka nama anda akan tercoreng sebagai pembunuh teman sendiri!"


"aku tidak mengenalmu, bagaimana kita di anggap teman? Lalu masalah namaku yang tercoreng, itu tidak akan terjadi kalau tidak ada yang mengetahui kau mati di sini, kan?"


Mendengar jawaban Jani, prajurit itu hendak berteriak, tapi segera di hentikan oleh Jani yang segera menyayat lehernya agar tidak bisa berteriak dan setelahnya dia berkata dengan tenang "Thunder Shock!"


Saat itu juga tubuh prajurit itu segera bergetar sambil mengeluarkan asap hitam dari tubuhnya.


Sesudah membunuhnya, Jani berkata "Silent Army..."


Dua sosok segera memasuki tenda dan salah satunya bertanya "apa perintah-mu yang mulia?"


"singkirkan sampah ini dan jawab pertanyaan-ku, berapa banyak bangsawan pemberontak itu?"


Saat salah satunya mengangkat mayat, satu orang lainnya menjawab "saat ini baru terkonfirmasi berjumlah 20 bangsawan dan 8 di antaranya mengikuti pertempuran ini."


"selidiki terus siapa saja yang terlibat dan segera kirimkan pesanku kepada para tetua kalian di ibu kota 'Setelah aku kembali, aku ingin melihat rencana pembunuhan lengkap ke semua bangsawan tersebut'. Itu saja perintahku saat ini."


"segera kami laksanakan!" mereka berdua segera pergi dari tenda Jani.


Setelah kedua anggota Silent Army pergi, Lisa bertanya "apa kita harus mengikuti rapat sekarang?"


"kamu saja yang pergi, aku masih lelah setelah bertarung dengan Kera itu!"


"baiklah, istirahatlah yang nyaman dan aku juga akan memerintahkan beberapa K.O.M untuk berjaga-jaga agar tidak ada sampah seperti yang sebelumnya."


"oke, lakukan sesukamu." Jani memberikan kecupan ringan di dahi Lisa dan Lisa yang di cium secara tiba-tiba, sekarang wajahnya memerah lalu dia pun segera melarikan diri dari tenda Jani.


Jani sebenarnya tidak beristirahat melainkan dia segera memasuki tempat pelatihan dimensional miliknya dan mulai berlatih sihir dan cara bertarungnya secara bersamaan dan Jani juga membayar Zein untuk mendapatkan lawan tanding sebuah monster sejenis kera.


...


Tiga hari kemudian


Jani keluar dari tendanya dan melihat semua orang sibuk berkemas karena hari ini dia akan berangkat menuju kota perbatasan.


Kenapa mereka harus menunggu tiga hari untuk melanjutkan perjalanan? Jawabannya adalah untuk pemulihan dan pembersihan. Meskipun mereka kali ini hanya bertempur melawan Monster, tetapi masih banyak yang gugur dalam pertempuran dan itu cukup memukul mental para prajurit.


Dalam tiga hari, Jani juga mendapatkan dua kabar baik dan satu kabar buruk. Di mulai dari kabar baik yang pertama adalah kakak keduanya dan Ratu Iris berhasil merebut kembali kota Malesah dan berita baik yang kedua adalah datang dari Silent Army yang mendapatkan lokasi desa kurcaci yang Jani inginkan.

__ADS_1


Ada pun dengan kabar buruknya adalah Kekaisaran Rohden telah mengirim bala bantuan sebanyak 50.000 tentara dan bersiap menyerang kembali kota Malesah secara serempak.


    


__ADS_2