KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Barang yang paling di butuhkan


__ADS_3

Setelah memberikan informasi tersebut, para Sage Agung dari setiap Unsur mulai berdiskusi di antara mereka sendiri dan mengabaikan keberadaan Jani. Beberapa saat kemudian, mereka semua sepakat dan di wakili oleh Sage Unsur Api, mereka memutuskan "baiklah, kami memberi izin penyerangan ini, tetapi perlu di ingat Putra Mahkota! Kami tidak menerima kegagalan. Jika penyerangan ini gagal, semua kesalahan akan di tunjukkan kepada-mu dan kau akan di eksekusi!"


"baik, aku mengerti Para Sage Agung! Kalau begitu aku pamit untuk mempersiapkan diri" dan setelah itu Jani pergi bersama Lisa. Ratu Alice tidak mengikuti Jani dengan alasan masih ada hal yang perlu di bahas dengan para Sage Agung, tetapi ketika kereta kuda Jani telah pergi cukup jauh, Sage Agung unsur Api berkata sambil mendekati Ratu Alice "apa kita berhasil menipunya?"


Ratu Alice melirik ke jendela dan menjawab "aku rasa iya, tapi apa kita perlu menipunya seperti ini, Sayang?"


Sage Agung unsur Api melepas tudung kepalanya dan wujudnya yang seperti pria tua segera berubah menjadi lelaki paruh baya yang pasti sangat di kenali oleh Jani yaitu sang Raja Roman. Saat Sang Raja ingin menjawab pertanyaan istrinya, tiba-tiba itu di sela oleh Sage Agung Unsur Air yang juga tidak lain adalah Ratu Iris "Alice, bukankah sudah aku bilang jangan memanjakannya! Ini juga ujian untuk dirinya yang menentukan apakah dia layak sebagai Raja di masa depan atau tidak!"


"uh.. Baiklah! Aku mengerti Kak Iris. Lalu di mana aku akan di tempatkan di medan perang?"


Raja menjawab "kau tetap di ibu kota dan menjaganya agar tidak ada serangan dadakan bersama-ku."


Ratu Alice tidak keberatan tinggal di ibu kota karena dia sendiri memiliki beberapa hal yang harus dia urus.


Setelahnya Raja memerintahkan untuk mengirim pesan ke seluruh wilayah kerajaan dan mengumpulkan semua Prajurit di padang rumput di wilayah timur kerajaan. Dia tidak menentukan batasan untuk total prajurit yang di rekrut di dalam suratnya atas permintaan Jani.


Awalnya itu di tentang oleh ratu Agatha karena mereka tidak boleh bermain-main dalam sebuah persiapan perang karena akan menjauhkan mereka dari berkah Dewa hewan buas, Skaratu. Tetapi Ratu Iris menyetujuinya karena dia paham alasan permintaan Jani dan setelah menjelaskannya kepada Ratu Agatha, dia akhirnya menyetujuinya dan surat pun mulai di kirim melalui sihir ruang milik Ratu Alice kepada bangsawan di berbagai wilayah kekuasaan mereka masing-masing.



Satu hari pun terlewati dengan Jani yang bekerja dengan serius seperti pergi ke sana kemari dan hari ini dia pergi menuju ruang harta kerajaan di mana semua harta sihir dan yang biasa saja tapi bernilai tinggi di simpan semuanya di sini.


Saat dia sampai di depan ruang harta, Jani melihat dua buah patung raksasa berdiri di depan pintu masuk. Meskipun itu adalah benda mati, tetapi Jani bisa merasakannya bahwa benda ini mempunyai aura membunuh yang sangat kental meskipun di sembunyikan dengan baik.


Jani datang kemari bersama dengan juru kunci ruang Harta yang juga adalah orang yang sama yang Jani temui kemarin yaitu Sage Agung unsur Tanah. Jani yang penasaran dengan patung penjaga tersebut, bertanya kepada Sage Agung unsur Tanah.


"Tuan Sage Agung Tanah, apa dua patung itu adalah Golem?"


Sage Agung terkejut, lalu tertawa sambil menjawab "Hoho… tidak aku sangka Trik yang aku gunakan selama puluhan tahun dapat di lihat dalam beberapa detik saja! Oh iya! Ngomong-ngomong di sini, panggil aku Juru kunci!"


"eh! Ini beneran Golem!? Juru Kunci! Bagaimana kau membuatnya sebagus hal ini!?" tanya sekali lagi Jani yang terkejut.


"itu adalah rahasia-ku sebagai Juru kunci di sini, tetapi sebagai hadiah telah menebak trik patung Golem-ku, maka kau boleh ambil satu benda lagi dari dalam Ruang harta."


Jani berbalik menghadap tembok lalu berkata dengan suara pelan "YES!!" Dan setelahnya kembali ke arah Juru kunci lalu dengan hormat berkata "terima kasih, Juru kunci! Aku dengan senang hati menerimanya!"

__ADS_1


Juru kunci hanya tersenyum lalu dengan memasukan sedikit Mananya ke dalam sebuah lubang, pintu ruang harta terbuka sedikit dan Juru kunci itu menjawab "kalau begitu selamat memilih, Putra Mahkota!"



Setelah memasuki ruangan tersebut, Jani berkata "oke Zein! lakukan pemindaian di ruangan ini lalu temukan harta paling aku butuhkan dan yang paling berharga!"


"baiklah….[Memulai melakukan Pemindaian…0/100%]"


Sembari menunggu proses pemindaian selesai, jani berkeliling ruang harta melihat bahwa tempat ini tersusun rapi sesuai jenis hartanya yang berbeda dan saat jani menelusuri jauh lebih dalam dia menemukan banyak barang yang tidak di pisahkan dari jenis barangnya dan malah di pisahkan secara sendiri-sendiri dengan deskripsi yang ditaruh didekat benda tersebut menjelaskan apa benda tersebut.


Jani berkata di dalam hatinya 'apa ini adalah museum?' dan setelahnya dia mulai membacanya dengan tenang. Dari berbagai deskripsi yang dia baca Jani akhirnya mengerti bahwa benda yang di pisahkan sendiri-sendiri ini adalah harta tingkat Legenda atau mistis yang jika di gunakan sembarangan, maka akan mengakibatkan bencana yang teramat mengerikan. Oleh karena itulah, di buatkan deskripsi agar mereka yang ingin mengambil harta bisa menghindari memilih benda ini.


Beberapa saat kemudian, Zein berhasil memindai semua harta yang ada di sini dan menunjukkan dua benda yang satu berada di katalog buku dan satunya lagi berada di benda aneh.


Saat Jani mengambil dua benda itu, dia sebenarnya heran kenapa Zein tidak menyuruhnya mengambil salah satu dari harta tingkat legenda atau mistis yang sebelumnya dan Zein hanya menjawab "benda itu memang harta kelas tinggi, tapi mereka di pisahkan bukan karena hal itu, Melainkan karena mereka tidak bisa di kendalikan."


Contohnya seperti guci emas yang di sebut 'Necromancer Vessel', Guci tidak bisa membuat orang yang membukanya menjadi bisa mengontrol para mayat hidup, tetapi dia akan mengeluarkan asap hitam pekat dan menyebar sejauh radius 100 Km untuk memanggil pasukan mayat hidup dari alam yang berbeda dan membuat sebuah gelombang pasukan kematian yang akan menyebabkan malapetaka di seluruh benua Arca ini.


Setelah mengambil dua benda tersebut dan mendapat izin dari Juru kunci. Jani kembali ke kamarnya untuk memeriksa apa yang di ambil dari ruang Harta.


[Nama barang: Peta Sang Penjelajah


Kelas: Legenda.


Kemampuan: memetakan lokasi di sekitar pengguna peta sejauh 1 Km.]


[PERHATIAN!! Sebuah Artefak yang memungkinkan peningkatan sistem telah di temukan. Apakah anda bersedia memberikannya kepada sistem untuk peningkatan sistem secara instan?]


[Y/N]


Jani tidak berpikir panjang dan segera menekan huruf Y dan kemudian dalam sekejap panel sistem menghisap peta tersebut lalu sebuah pemberitahuan pun muncul.


[peningkatan instan telah berhasil! Fitur 'GPS' telah di tambahkan. Selama Master ingin mencari sesuatu di benua Arca, Master hanya perlu memasukan kata kunci di pencarian.(itu tidak termasuk Ras berakal, Monster di tingkat SS ke atas, atau hal lainnya yang tidak berasal dari alam liar).]


Setelah itu Jani mencoba menggunakan sistem GPS dan memasukan kata kunci Kristal Mana murni di sana. Beberapa saat kemudian, peta di fitur GPS, menunjukkan banyak lokasi di sekitar ibukota yang menunjukkan keberadaan kristal tersebut dan di sana juga menunjukkan sebuah simbol alat penambang yang menunjukkan di lokasi lambang tersebut, ada gua dengan kandungan Kristal Mana murni di sana.

__ADS_1


Melihat bahwa tes pertamanya berhasil, Jani mulai beralih ke benda berikutnya yaitu sebuah benda yang paling berharga di sana dan Zein menyuruhnya mengambil sebuah buku tua tanpa Judul yang kemudian Zein mulai mengidentifikasikan buku tersebut.


[Nama benda: Book of Dungeon


 Kelas: Mistis


Kemampuan: telah tersimpan data semua Dungeon yang ada di benua Arca. Mulai dari berapa lantai, Monster Di dalamnya, hadiah yang di dapatkan, jebakan dan masih banyak lagi.]


Jani sekali lagi benar-benar terkejut dan hampir melempar buku karena terkejut. Bagaimana dia tidak terkejut!? Dungeon adalah salah satu sumber pendapat sebuah daerah dan negara tempat di mana Dungeon itu berada. Semakin besar sebuah Dungeon, maka semakin banyak pula yang di hasilkan oleh pemerintahan.


Oleh karena itulah buku ini benar-benar sesuatu yang sangat berharga dan jika benar-benar berfungsi seperti yang di identifikasi kan oleh Zein, maka kerajaan akan mampun memiliki sumber daya yang tidak terbatas.


Jani dengan senang hati menyimpannya dan lalu dia melirik ke arah pojok ruangan yang terdapat sebuah Armor megah yang khusus di gunakan oleh Jani saat penyerangan nantinya.


Jani berjalan mendekat lalu berkata "bukankah ini terlalu mencolok!? Bagaimana kita mau melakukan serangan kejutan, jika dari jarak 10 Km saja aku sudah terlihat oleh pandangan musuh?"


Jani awalnya ingin menolak menggunakannya, tapi ketika dia di ingatkan oleh Ibunya bahwa akan ada hukuman jika saja dia tidak memakainya. Jani terpaksa menggunakannya.


Setelah Jani memakainya, dia berjalan keluar dari kamar lalu berjalan menuju balkon yang sama dia gunakan untuk berpidato sebelumnya. Sesampainya dia di sana, Jani melihat bahwa hampir seluruh keluarga kerajaan hadir di sana untuk mendengarkan pidato Jani sebelum pergi menuju padang rumput di wilayah timur.



Sesuai dengan pengaturan dari Jani, yang ikut bersamanya ke padang rumput berjumlah 3000 orang yang terdiri dari: 1000 ksatria, 1000 Penyihir dari menara Penyihir, 500 tentara Elit dan sisanya adalah campuran dari setengah dari Silent Army,para petualang yang secara sukarela ikut dan ada juga warga sipil terpilih yang menjadi petugas medis perang nantinya.


Di hadapan semua orang yang berbaris rapih tersebut, Jani mulai berkata "wahai seluruh pasukan-ku! Dengarkan ini baik-baik. Hari ini kita akan pergi dengan penuh rasa kehormatan menuju padang rumput di wilayah timur.


Kalian mungkin tidak tahu kenapa kita melakukan ini dan alasan apa kita harus berkorban, tetapi aku percaya! Mereka yang ada di hadapanku hari ini adalah mereka yang paham apa itu kesatuan Westeria dan betapa mengerikannya kemarahan kita saat di ganggu.


Saat ini di timur sana, ada musuh yang mengganggu kedamaian kita, merendahkan kita dan meremehkan kita! Mereka membantai warga tidak berdosa seolah memancing kita ke sana. Oleh sebab itu, kita akan menuju ke padang rumput bersatu dengan yang lain dan menunjukkan kepada musuh kita apa itu kemarahan Westeria!!"


"WAAA!!!" Teriakan dari pasukan Jani yang menggemakan semangat mereka. Setelah Jani selesai berpidato, dia pamit kepada keluarganya lalu melompat ke atas kudanya lalu berteriak "BERSIAP UNTUK BERANGKAT MENUJU PADANG RUMPUT!!" dan dalam waktu singkat semuanya telah menaiki tunggangan mereka dan Jani berangkat menuju padang rumput dengan pelepasan dari warga ibu kota yang begitu meriah.


        


 

__ADS_1


__ADS_2