KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Hadiah yang tidak terduga


__ADS_3

Mereka berdua memasuki ruang rapat dan melihat seorang wanita duduk di pusat ruangan sambil membaca dokumen.


Ayu yang sedang membaca dokumen perjanjian baru yang di buat oleh Jani, melirik kelompok itu sesaat dan berkata "oh kalian bertiga sudah di sini? Kalau begitu silahkan duduk dan kita akan membahas kerja sama antara perusahaan kita."


Ketiga tuan muda tersebut kesal karena tidak di anggap oleh Ayu, tapi mereka menahan amarah mereka dan salah satu dari tuan muda tersebut memberanikan diri mendekati Ayu dan memperkenalkan dirinya "halo CEO Ayu, perkenalan namaku Danu Wahyudi penerus dari PT. Glass Industri."


Ayu akhirnya melirik mereka bertiga dan berkata "jika kalian ke sini untuk belajar bisnis maka duduk dan dengarkan dengan tenang, tapi jika kalian datang cuma untuk menggodaku. maka pergilah dan jangan ganggu negosiasi ini."


"KAU!! DASAR J*LAN*"Semburan kata kasar keluar dari mulut Danu yang di remehkan oleh Ayu dan secara spontan tangannya bergerak untuk menampar Ayu, tapi Ayu dengan cepat menangkap tangan Danu dan memutarnya sehingga terdengar bunyi patah tulang lalu tanpa menunggu reaksi Danu, dia langsung mencengkeram bagian belakang kepalanya dan menabrakkannya ke meja.


BRAKK!!!


Danu yang menerima serangan tersebut langsung pingsan terkapar di tempat dan Ayu langsung menatap pintu keluar dan berkata "Annisa, jika kau tidak memiliki pekerjaan lain tolong panggil seseorang dari departemen keamanan untuk membawa tuan muda Danu ke rumah sakit terdekat untuk memberikan perawatan darurat."


Annisa yang tidak sengaja kebetulan lewat dan mencoba mengintip, tapi dia tertangkap langsung basah. Annisa menjawab tanpa memasuki ruangan "siap, CEO Ayu!!." Lalu pergi ke departemen keamanan yang berada di lantai 1.


Setelah tuan muda Danu di bawa oleh seorang pihak keamanan ke rumah sakit. Ayu memberikan dokumen perjanjian yang baru kepada tiga CEO tersebut dan mereka segera membaca isinya.


Saat mereka membaca isi perjanjian tersebut, mereka terkejut karena isi perjanjian itu adalah mereka berhak mendapatkan 20% kembali saham perusahaan mereka yang saat ini di pegang oleh Jani dengan syarat bahwa mereka mempercepat produksi dari komponen mesin virtual.


Tentu saja mereka setuju dengan perjanjian tersebut dan segera menandatanganinya. setelah mereka pergi, Ayu menghela napas dan berkata "akhirnya selesai juga." Dan pergi ke ruangannya, untuk melihat Jani yang sedang membaca dokumen terakhir yang sebelumnya menumpuk di meja Ayu.


Saat Jani melihat Ayu memasuki ruangan, Jani tersenyum dan berkata "sudah? Apa kamu mau langsung pulang?"


"Hm, tapi tadi aku menghajar salah satu anak sombong yang bernama Danu. Apa enggak apa-apa di diamkan saja?"


"sudah gak apa-apa kok, kita langsung pulang saja ya?"


Ayu hanya mengangguk dan memegang tangan Jani sembari berjalan menuju lift dan pulang.


....


Keesokan harinya.


Jani terbangun dalam kondisi telanjang dan melihat ke samping Ayu yang juga dalam keadaan sama dan tersenyum sambil berkata dalam hatinya "membahagiakan seorang wanita itu perlu tenaga ekstra." Lalu pergi ke kamar mandi.


Setelah dia mandi dan melihat Jam yang menunjukkan masih jam 5 pagi, Jani memasuki dimensi pelatihan untuk melatih sihir bayangan yang baru saja dia beli dari sistem.


Sama seperti sihir unsur lainya, sihir bayangan dibagi menjadi 10 tingkatan. Walaupun sihir ini tidak berurusan dengan mayat dan kutukan seperti unsur gelap lainya, tetapi dia tetap mengeluarkan aura kegelapan yang sama.


menurut ingatan Alex, agama di sana terus memburu orang yang mempraktikkan unsur gelap bahkan bayi yang memiliki bakat dengan unsur gelap akan di bunuh dengan alasan keturunan iblis.


Setelah mempelajari sihir bayangan sampai naik tingkat 2, dia keluar dari dimensi pelatihan dan memeriksa kembali ruang penyimpanan dimensinya untuk persiapannya pergi ke dunia arca.


Jani bertanya kepada Zein " Zein, aku akan berpindah malam ini kan?"


"benar, masih ada 16 jam dari sekarang untuk waktu perpindahan."


Setelah memastikan semuanya sudah siap, Jani melihat Ayu yang masih tidur dalam keadaan telanjang, datang menghampirinya untuk menutupi Ayu dengan selimut lalu mencium keningnya dan keluar dari kamarnya.


Saat Jani turun, dia melihat Mbok Surti sedang memasak untuk sarapan lalu bertanya "mbok Surti!, mama ke mana Dari tadi belum kelihatan?"


"lagi bantuin di warung, katanya lagi rame banget di sana."


"oh kalau Ayu bangun dan mencariku, bilang saja aku pergi ke gudang tua."

__ADS_1


"baik, bos Jani."


Seperti yang di janjikan Jani kepada ibunya, dia telah membeli sebuah ruko untuk tempat ibunya berjualan dan memperkerjakan 8 anak yatim piatu untuk membantu ibunya. Awalnya ibunya menolak pengaturan Jani karena tempatnya terlalu besar untuk berjualan nasi uduk, tapi dengan bujukan dari Jani, Ayu dan Putri dia mau menerimanya.


Jani keluar dari rumah dan pergi ke warung tempat ibunya berjualan, tapi dia mengurungkan niatnya karena seperti yang dikatakan Mbok Surti warung sedang ramai pembeli. Pada akhirnya Jani langsung pergi ke gudang tua untuk bertemu sahabatnya.


Di gudang tua


Saat Jani masuk dia melihat jaka yang masih tertidur. Dia segera membangunkannya sambil berkata "Woi jak, bangun sudah pagi!"


Jaka yang masih setengah sadar menjawab "apaan sih bangunin gua jam segini!?"


"lu hari ini harus sekolah karena gua, elu sama Jali harus ikut rapat bareng guru."


"hah? Ngapain ikut rapat bareng guru?"


"gua pengen ngajuin untuk kita bertiga biar kagak ikut PKL."


"oke, gua ikut."


"yaudah lu entar ke rumah gua aja. Biar berangkat bareng kita."


"siap."


Jani Keluar dari gudang dan pulang ke rumahnya,Saat dia kembali Ke kamarnya dia melihat Ayu yang sudah rapih dengan pakaian kantornya dan berkata" mau langsung berangkat?"


"enggak, entar aja barengan sama kamu."


Jani langsung mengganti pakaiannya menjadi seragam sekolahnya dan setelah Jaka tiba ke rumah Jani, mereka langsung berangkat ke sekolah.


Seluruh kelas sedang dalam keadaan berisik dan riuh karena wali kelas mereka sedang mengadakan rapat besar untuk membahas kegiatan anak kelas 3 yaitu praktik kerja lapangan yang akan diadakan dua Minggu kemudian.


Jani dan jaka sampai di sekolah dan melihat beberapa temen sekelas mereka sudah mau meninggalkan sekolah. Salah satu teman mereka yang ingin pulang berteriak kepada jani dan jaka "woi Jan, Jak!! telat lu baru datang. Pulang aja, dari tadi kagak belajar karena gurunya sibuk pada rapat."


a


"gua masih ada urusan di sekolah. Lu kalo mau pulang duluan aja."


"okelah, gua duluan yaa."


""yaa."" Jawab Jani dan jaka secara bersamaan.


Beberapa saat setelah teman mereka pergi meninggalkan sekolah, sebuah mobil mewah berwarna hitam masuk ke parkiran sekolah. Jani mendekati pintu belakang mobil tersebut dan membukanya.


Setelah pintu mobil dibuka seorang wanita cantik mengenakan pakaian kantor keluar dari mobil.


Wanita itu tidak lain adalah Ayu yang sengaja di ajak Jani ke sini untuk meyakinkan para guru tentang identitasnya yang sebenarnya.


Ayu, jani dan jaka berjalan bersama menuju tempat di mana para guru sedang mengadakan rapat. Sesampainya mereka di depan pintu ruang guru mereka melihat jali sedang bersandar di tembok menunggu kedatangan mereka.


Saat jali melihat orang yang di tunggunya datang, dia langsung berkata "si jancok akhirnya datang juga. Untung aja gua belum berlumut di sini."


"tenang, gua bawa Ayu kemari biar semuanya semakin lancar."


"nah gitu dong. Kalau gini kan bisa cepat selesai. Ya sudah kita langsung masuk aja."

__ADS_1


"sebentar." Jani melirik ke arah Ayu dan berkata "sayang, kamu tunggu sebentar di sini nanti kalau aku panggil kamu langsung masuk aja. Oh iya kalau ada murid yang godain kamu bilang aja kamu di sini Bersama trio Djancok. mereka Pasti langsung kabur setelah mendengar nama kami."


Setelah mengatakan itu, Jani mengetuk pintu ruang rapat dan masuk tanpa menunggu tanggapan dari dalam bersama jaka dan jali.


Di dalam ruang rapat.


Saat ini para guru dan petinggi sekolah sangat terkejut dengan kedatangan tiga siswa paling pintar dan paling merepotkan dari semua siswa yang pernah didik.


Salah satu guru yang memiliki dendam dengan trio djancok, berkata dengan dingin "apa yang kalian lakukan di sini? Apa kalian tidak lihat kami sedang melakukan rapat yang sangat penting di sini! GET OUT OF HERE!!!"


Jani tertawa sedikit sambil menatap kepada guru tersebut "hehe, apa kabar pak guru bahasa Inggris. Kulihat kau sudah semakin fasih dalam berbicara bahasa Inggris, apa kau sudah memiliki lisensi tersebut?"


Pertanyaan Jani langsung mengenai hal yang paling tidak ingin dibicarakan guru tersebut dan membuatnya menjawab Jani dengan terbata-bata "uu...ntuk sa..at ini aku belum memilikinya."


"haha..., kalau begitu bersemangatlah untuk mendapatkannya." Jawab Jani sambil mengacungkan jempolnya kepada guru tersebut dan guru itu hanya bisa mengangguk dan menundukkan kepalanya tanpa berani melihat ke arah Jani.


Kepala sekolah yang duduk di tengah para guru, mewakili yang lainya bertanya kepada Jani "nak Jani, lalu apa yang ingin kau sampaikan kepada kami semua di sini?"


"oke aku akan langsung ke intinya. Aku, Jaka dan Jali dengan ini mengajukan permohonan agar tidak mengikuti kegiatan PKL yang akan segera di adakan oleh sekolah karena kami bertiga telah memenuhi semua kriteria yang di berikan oleh pihak sekolah agar tidak mengikuti kegiatan tersebut."


Setelah mendengar Pernyataan Jani, seluruh guru yang hadir dalam rapat di buat kaget.


salah satu petinggi sekolah yang duduk di samping kepala sekolah memberi komentarnya "agar tidak mengikuti kegiatan PKL, siswa tersebut harus memiliki usaha dengan pendapatan per bulan melebihi 10 juga atau dia bisa berkerja dengan orang lain dengan persyaratan siswa tersebut telah memiliki gaji melebihi 10 juta. Apa kalian mampu memenuhi kriteria tersebut?"


Jani tidak menjawab dan malah menurunkan tasnya lalu mengeluarkan sebuah topeng. Para guru yang duduk di dekat Jani bingung dengan apa yang dilakukan Jani, tapi saat Jani telah menggunakan topeng tersebut dan menunjukkan kepada semua orang sekali lagi mereka di kejutkan oleh apa yang terjadi didepan mata mereka.


"baiklah, saatnya untuk menjelaskan semuanya."


Jawab Jani dengan suaranya khas Mr. Gold


jani mulai menjelaskan tentang awal dia mulai berkecimpung di dunia saham. Beberapa petinggi juga mengajukan pertanyaan kepada mereka bertiga dan tentu saja mereka menjawab dengan tenang tanpa gugup sedikit pun.


Setelah Jani selesai menjelaskan semuanya, kepala sekolah melihat para guru dan berkata "agar ini menjadi adil bagi semua siswa dan siswi lainnya. Kami akan mengadakan voting sekarang. Guru yang setuju dengan permintaan trio djancok untuk tidak mengikuti kegiatan PKL angkat tangan kalian."


Seluruh orang yang ada di ruangan ini mengangkat tangannya menandakan semua orang setuju dengan permintaan Jani. Setelah melihat semua orang setuju kepala sekolah berkata "karena semua guru setuju, dengan ini saya nyatakan trio djancok telah lulus tanpa harus mengikuti kegiatan PKL dan berita ini akan di sampaikan kepada siswa lainnya pada saat pengumuman kegiatan PKL dua Minggu kemudian."


Semua orang bertepuk tangan dan saat semuanya kembali tenang, Jani berkata "terima kasih kepada para guru dan petinggi sekolah yang telah menyetujui permintaan kami. Oleh karena itu aku akan memberikan hadiah kepada sekolah ini. "AYU!! KAMU BISA MASUK SEKARANG.." teriak Jani ke arah pintu.


Ayu memasuki ruangan dan memberi salam kepada para guru "selamat siang semuanya, aku akan melanjutkan pernyataan bosku tentang hadiah tersebut."


Ayu menjelaskan hadiahnya dan setelah itu, pak kepala sekolah berdiri dan mendekati Jani lalu bertanya "nak Jani, apa benar kau akan memasukkan seluruh siswa dan siswi dalam perusahaanmu!?"


"tentu saja benar, ini adalah hadiah yang aku janjikan kepada sekolah ini,-" tepat Jani belum menyelesaikan perkataannya bel sekolah berbunyi menandakan sekolah telah berakhir.


Jani melanjutkan "untuk detailnya akan kita bahas besok saja. Sekarang aku harus pergi karena ada urusan di kantor."


"iya. Silahkan pergi." Jawab pak kepala sekolah sambil menahan air matanya dan berkata dalam hatinya 'dengan aku tidak perlu khawatir dengan masa depan para murid ini.'


Setelah jani dan lainya keluar, mereka berpisah dengan jaka dan Jali. Jani juga mengikuti ayu ke kantor untuk membantu kekasihnya mengambil keputusan perusahaan.


Saat malam hari, setelah Jani pulang dari kantor dan segera memasuki kamarnya untuk tidur, tapi saat Ayu sudah tertidur lelap. Jani membuka matanya dan berkata Kepada Zein.


"Zein, lakukan perpindahan kesadaran sekarang."


"oke, master."

__ADS_1


[MEMULAI PEERPIDAHAN KESADARAN DALAM HITUNGAN 3...2...1... PERPINDAHAN DI MULAI.]


__ADS_2