KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Berkeliling kota


__ADS_3

Di kerajaan paling barat dari benua Arca, Westeria sedang terjadi kehebohan di ibu kota kerajaan. tentang terbangunnya pangeran ketiga yaitu Alex Van Lester. Kabar ini tentu saja di sambut gembira oleh warga ibukota karena mereka berharap pangeran ketiga membawa perubahan kepada kerajaan ini dan di saat yang bersamaan, warga ibukota kembali di kejutkan dengan kabar meninggalnya peramal terkenal yaitu Nenek Shima.


Nenek Shima jarang melakukan ramalan, tapi sekali dia meramal, dia tidak pernah meleset. Sebelum kematiannya nenek Shima menulis sebuah pesan 'Sebuah wawasan asing telah memasuki pangeran ketiga yang akan membawa kejayaan bagi Kerajaan ini.'


Tentu saja ini hanya sebuah ramalan, ada yang percaya ada juga yang tidak percaya. Mereka yang percaya adalah orang telah mendapat keuntungan dari beberapa ramalan nenek Shima sebelumnya dan mereka yang Tidak percaya kebanyakan adalah penganut garis keras agama Gereja suci yang beranggapan bahwa pangeran ketiga mungkin adalah titisan iblis dari neraka.


Sementara itu, di ruangan makan kerajaan. Jani yang telah terbangun untuk kedua kalinya di dunia lain sedang makan dan berdiskusi dengan adik perempuannya tentang rencana mereka untuk berkeliling ibukota hari ini.


Veronica bertanya dengan tatapan usil "kak, apa hari ini kau akan melihat kak Lisa?"


Jani tidak langsung menjawab dan mulai menggali ingatan Alex tentang gadis bernama Lisa. Setelah beberapa saat Jani mulai ingat, Lisa adalah tunangan yang di jodohkan orang tua mereka, tapi semenjak Alex mulai koma orang tua Lisa memutuskan pertunangannya dan sekarang menjodohkannya dengan anak dari jendral militer.


Di masa lalu Lisa selalu dekat dengan Alex, mereka sering bermain bersama dan lama kelamaan perasaan mereka berdua tumbuh menjadi lebih spesial dan sebelum Alex melakukan ritual kebangkitan sihir, dia telah menyatakan perasaannya kepada Lisa dan tentu saja Lisa menerimanya. Setelah itu mereka resmi menjadi pasangan dan ke esokkan harinya mereka di pisahkan karena jiwa Alex tidak bisa menahan bakatnya yang luar biasa.


Jani hanya bisa merasa kasihan terhadap Alex dan setelah itu dia berkata dalam hatinya 'tenang saja Alex, walaupun dia sekarang bertunangan dengan orang lain. Jika dia masih mencintaimu sampai saat ini, akan kupastikan Lisa menjadi ratu Westeria berikutnya.'


Setelah berjanji kepada mendiang Alex, Jani menjawab pertanyaan Veronica "mungkin nanti setelah kita berkeliling kota. Ngomong-ngomong di mana kak Julius dan kak Marcus dari tadi belum kelihatan ?"


Ibunya Ratu Alice, yang duduk di depan jani langsung menjawab "pangeran Julius dan Marcus telah pergi ke wilayah yang mereka jaga masing-masing, tapi sebelumnya mereka pergi, mereka telah menitipkan surat untuk di berikan padamu."


Setelah itu, Ratu Alice mengeluarkan dua surat dari gelang spasial dan memberikannya kepada Jani.


Jani menerimanya dan langsung membuka surat tersebut lalu membacanya. Setelah membaca surat pertama, Jani mengerutkan kening sambil menahan amarahnya lalu dia lanjut membaca surat kedua.


Isi dari surat kedua yang ditulis oleh pangeran kedua Marcus sama halnya dengan surat pertama yang berisi tentang permintaan mereka untuk membuat Jani menjadi putra mahkota. Tentu saja Jani tahu bahwa mereka hanya ingin lepas dari tanggung jawab mereka sebagai pangeran yang lebih senior.


Setelah Jani membacanya, dia melipat lagi dua surat itu lalu memasukkannya lagi ke dalam amplop dan setelah itu, Jani mengeluarkan sedikit sihir unsur apinya untuk membakar kedua surat tersebut.


Para pelayan yang ada di ruang makan terkejut, tapi tidak untuk anggota keluarga kerajaan karena mereka sudah bisa menebak isi dari surat tersebut. Setelah membakarnya, Jani lalu berkomentar "lagi pula seminggu kemudian aku akan berangkat ke perbatasan timur laut untuk membangun kembali kota perbatasan."


Jani langsung berdiri dan memberi salam hormat kepada ayah dan ibunya untuk pergi dan bersiap berkeliling ibukota dengan adiknya. Setelah Jani dan Veronica pergi, Ratu Alice memandang raja dan bertanya "Sayang!, boleh aku bertanya apa yang dimaksud dengan perkataan Alex tadi?"


Raja Roman yang sedang makan, tersedak karena pertanyaan dari istri ketiganya dan setelah itu dia langsung menjawab "Alex sendiri yang meminta untuk di kirim ke perbatasan. Bahkan dia meminta 20 ribu koin emas untuk melakukan renovasi kota perbatasan. Tentu saja dia tidak langsung pergi ke perbatasan begitu saja, aku sudah menyiapkan beberapa tugas yang harus dia selesaikan dalam seminggu ini. Jika dia tidak bisa menyelesaikannya, maka aku akan membatalkan kepergiannya."


"benarkah?"


"benar, aku tidak akan berani berbohong kepada ratuku."

__ADS_1


"baiklah, aku akan mengikuti rencanamu kali ini. Kebetulan aku penasaran apakah ramalan nenek Shima itu terjadi atau tidak?"


Tentu saja Jani tidak mendengar percakapan ini dan dia tidak tahu bahwa dia di manfaatkan oleh ayahnya untuk meringankan pekerjaannya.


Di jalan ibu kota


Veronica berjalan sambil menunjukkan berbagai tempat kesukaannya kepada Jani. Setelah satu jam berkeliling mereka berdua mampir di salah satu restoran yang menyediakan tempat di luar ruangan dan beristirahat sebentar.


Veronica dengan bangga berkata "bagaimana kak? Banyak tempat baru yang menarik kan?"


"kau benar, tapi kenapa semua tempat yang kau tunjukan itu seperti tempat untuk perempuan ya?"


"hehe..." Veronica tertawa canggung menanggapi pertanyaan kakaknya.


Jani menambahkan "terlebih lagi setiap kita memasuki toko tersebut, kamu pasti membeli sesuatu dan pada akhirnya aku yang membayar semuanya."


Veronica menundukkan kepalanya dengan malu sambil melirik beberapa barang hasil belanja sebelumnya. Setelah itu dia teringat dengan ancaman ibunya kalau sekali lagi dia ketahuan belanja lagi bulan ini, dia harus mengikuti sesi pelatihan sihir ibunya dipuncak gunung es.


Saat dia mengingatnya, dia mulai bergidik ketakutan dan seolah dia teringat dengan sesuatu lalu bertanya kepada kakaknya "kak, apa kakak bisa mengunakan sihir unsur tipe ruang sama seperti ratu Alice?"


"tentu, aku memiliki bakat yang sama dengan ibuku. Kenapa kau tiba-tiba bertanya tentang itu?"


Setelah melihat Veronica memohon seperti itu, membuat Jani teringat dengan adiknya Putri yang berada di bumi yang memiliki kebiasaan sama dengan Veronica. Di mana saat dia melakukan kesalahan dan takut ketahuan ibunya, dia akan meminta bantuan kepada Jani untuk tidak memberitahu ibunya, tapi mungkin karena insting seorang ibu yang sangat kuat kesalahan tersebut ditemukan tanpa Jani yang memberitahu dan Putri tetap akan di hukum oleh ibunya.


Mengingat hal tersebut, Jani tersenyum dan berkata "baiklah aku akan menolongmu, tapi kamu harus menunjukkan tempat yang ingin kakak kunjungi hari ini tanpa berbelanja sedikit pun. Bagaimana setuju?"


"baiklah, aku setuju." Veronica yang masih memikirkan tentang hukuman dari ibunya langsung setuju dengan permintaan kakaknya.


Setelah Veronica setuju, Jani langsung memasukkan barang belanjaannya ke ruang penyimpanannya lewat sihir ruang. Setelah itu Jani melirik bangunan di seberang jalan yang tampaknya sedang dikosongkan oleh pemiliknya dan dia bertanya kepada Veronica "apa kau tahu bangunan apa itu?"


"oh itu adalah pusat penelitian batu kristal sihir, tapi karena dalam setahun mereka tidak membuat kemajuan apa pun, ayah memutuskan pasokan dana untuk mereka dan menyuruh mereka untuk di bubarkan."


"oh begitu kah." Jani terdiam sebentar lalu dia berdiri sambil berkata "kalau begitu mari kita lihat ke sana apa yang mereka riset."


"oke." Jawab Veronica sambil mengikuti Jani ke bangunan tersebut.


Saat mereka masuk ke dalam gedung, para staf sedang sibuk membongkar peralatan di dalamnya dan Jani melihat sebuah kertas di sebuah meja yang berisi tentang rancangan alat komunikasi menggunakan kristal sihir.

__ADS_1


Dalam rancangan tersebut hanya bertuliskan tentang dua kristal sihir saling menghubungkan dan pengguna berkomunikasi dengan cara telepati, tapi kristal harus di alirkan kekuatan sihir untuk bisa saling menghubungkan.


Melihat sekilas saja Jani sudah tahu bahwa ini proyek yang penuh dengan kegagalan. Mungkin karena rancangan tersebut mirip dengan telepon yang ada di bumi, Jani mengeluarkan tinta dan bulu pena lalu merombak rancangan tersebut.


Setelah selesai Jani meninggalkan gedung sambil tersenyum. Veronica yang dari tadi penasaran dengan apa yang di tulis kakaknya tadi mencoba bertanya, tetapi kakaknya tidak memberitahunya sedikit pun.


Di dalam gedung riset.


Para staf awalnya menyadari kedatangan tuan putri Veronica kemari, tetapi saat mereka melaporkannya kepada bos. Sang bos malah menyuruh mereka untuk mengabaikannya dan fokus pada pembongkaran.


Setelah tuan putri pergi bersama dengan seorang lelaki asing. Mereka mendekati meja yang di gunakan oleh lelaki asing untuk menulis sesuatu pada sebuah kertas. Saat mereka melihat apa yang di tulisnya, mereka terkejut dan langsung pergi menuju lantai dua tempat bos mereka berada.


Bos yang memimpin riset ini bernama Merlof Bamster seorang penyihir unsur angin level 5. Saat ini dia sedang dalam keadaan bingung mencari tempat riset yang baru dan sampai sekarang dia belum menemukannya. Mungkin karena masih kesal dengan keputusan raja, dia menolak untuk menerima tuan putri Veronica dan malah menyuruh anak buahnya untuk mengabaikannya.


Saat dia sedang merapikan dokumen, salah satu anak buahnya masuk dengan tergesa-gesa sambil berkata "bos!! Ada hal yang harus aku tunjukan padaku." Lalu memberinya beberapa dokumen salah satu rancangan risetnya.


Merlof yang bingung langsung bertanya "apa yang aneh dengan rancangan ini."


"sebelumnya tuan putri datang dengan seorang lelaki asing dan lelaki tersebut mulai menulis sesuatu di rancangan ini."


Merlof penasaran dan mulai melihat isi rancangan tersebut. Saat dia membacanya, dia mulai terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia baca, tapi saat selesai membaca dia mulai berpikir 'mungkin ini akan berhasil.'


Karena di dorong oleh rasa penasarannya dia mulai menyuruh anak buahnya "suruh yang lain menghentikan pembongkaran sekarang lalu pasang kembali peralatan itu."


"apa yang ingin kau lakukan bos?"


"tentu saja aku ingin melakukan riset untuk terakhir kalinya. Sudah jangan banyak bertanya cepat lakukan sekarang!!"


"siap, bos!!"


Saat staf itu pergi, Merlof membaca sebuah pesan yang ada di bagian halaman terakhir yang berbunyi 'jika kau ingin mengembangkannya secara luas, temui aku besok di istana. TERTANDA Alex Van Lester.


"apa ramalan itu benar terjadi?" tanya Merlof dan setelah itu dia turun untuk membantu anak buahnya.


Jani saat ini dalam suasana hati yang senang, karena dia berhasil mendapatkan senjata legendaris lainnya dari sebuah toko barang antik dan terlebih lagi dia hanya membelinya seharga 1 koin emas.


Walaupun dia tidak tahu nama dari senjata ini, tapi Zein telah memastikan bahwa ini adalah senjata legendaris dan itu sudah cukup membuat dia bahagia sekarang.

__ADS_1


Saat ini dia sedang di depan tempat tujuan berikutnya yaitu toko pembuat senjata dan pembuatnya adalah seorang kurcaci yang terkenal dengan kepandaiannya membuat senjata sihir.


Saat Veronica ingin bertanya tentang tujuan kakaknya datang kesini, Jani sudah masuk dulu ke dalam duluan.


__ADS_2