
Di sebuah ruangan di belakang panggung balai Sabrini, telah berkumpul beberapa orang penting yaitu; presiden Jokowi, jendral Karto Kencana dan menteri KEMKEMINFO dan menteri BRIN yang sebelumnya telah di undang oleh Jani.
Jani yang sedang duduk di depan presiden Jokowi berkata "baiklah, pak presiden kita langsung saja ke intinya. Apa yang kau inginkan dariku?"
"oke aku akan langsung bertanya, apakah kau berniat menjual perusahaanmu dalam waktu dekat?"
Jani langsung tertawa setelah mendengar pertanyaan dari presiden. Para menteri yang duduk di sebelah kiri presiden mulai tampak kesal dengan sikap Jani terhadap presiden dan ingin menegurnya, tapi presiden menghentikan mereka.
Setelah selesai tertawa, Jani langsung berkata "maaf pak presiden, aku tidak bisa menahannya karena pertanyaanmu terlalu lucu."
"jadi, bagaimana?"
"tentu saja tidak! Aku bahkan belum merasakan keuntungan dari penjualan ini."
"walau pun perusahaan raksasa seperti Google dan Tencent menawarkan harga yang sangat tinggi untukmu?"
"aku tidak tertarik dengan uang tunai karena itu keuntungan jangka pendek. Bahkan jika mereka menawarkan saham perusahaan utamanya, aku tidak mau karena aku sudah memiliki sebagian."
Presiden dan 3 orang lainya sedikit terkejut dengan pernyataan jani dan presiden lanjut bertanya "oh.. kalau boleh tahu berapa persen yang kau pegang?"
"RA-HA-SIA." Jawab Jani dengan nada centil dan melanjutkan. "yang jelas pemerintah tidak perlu khawatir kalau aku akan menjual perusahaan ini karena mesin virtual adalah sebuah awal dari perusahaanku."
Menteri BRIN menyela pembicaraan "apa kau butuh bantuan kami untuk penelitian produk barumu?"
"untuk saat ini tidak, tapi aku punya permintaan untuk pak presiden."
"apa itu? Selama itu bisa dilakukan oleh pemerintah, kami siap membantu."
"tenang saja ini tidak terlalu sulit kok. Yang aku minta adalah mudahkan perizinan pembangunan di berbagai daerah pulau Jawa karena proyek perusahaanku terhambat karena perizinan yang terus di tunda oleh pemerintah daerah setempat."
"proyek yang mana?"
"proyek pembangunan menara di 8 daerah di pulau Jawa dan Madura. Ini adalah daftarnya." Jawab Jani dengan tenang sambil menyerahkan sebuah file kepada presiden.
"baiklah, apa ada lagi yang ingin kau minta.?"
"Untuk saat ini tidak ada."
Presiden berdiri dan berniat pulang sambil berkata "baiklah, kau hanya tinggal menunggu kabar baiknya saja dan tolong percepat pengiriman mesin virtual ku karena aku tidak sabar menggunakannya."
"tenang saja presiden, paket anda akan tiba secepat mungkin."
Presiden dan 3 orang lainya pergi meninggalkan Jani sendirian. Jani tidak langsung pergi dari ruangan dan malah mengeluarkan ponselnya lalu mengirim pesan ke perusahaan yang di sebutkan presiden.
Beberapa saat kemudian, Ayu memasuki ruangan dan duduk di samping Jani lalu berkata "gimana hasilnya?"
"sukses, setelah perizinan di dapatkan langsung mulai pembangunan menaranya."
"baiklah, akan kusampaikan dengan departemen terkait. Bagaimana kalau kita pulang sekarang? Aku sudah mulai lelah nih."
"yah, aku juga cukup lelah hari ini. Kalau begitu ayo kita langsung pulang."
Ayu berjalan berdampingan menuju pintu keluar bersama dengan Jani. Saat mereka sampai di mobil mereka dan masuk ke dalamnya, Ayu teringat sesuatu dan bertanya kepada Jani "oh iya, tadi ponsel kamu emang sengaja gak aktif ya?"
"iya, emang aku sengaja." Jawab Jani sambil mengeluarkan sebuah kartu platinum dari dompetnya dan memberikannya kepada Ayu.
__ADS_1
"eh? Bukannya itu adalah kartu edisi terbatas dari bank di Swiss yang Cuma dimiliki oleh 100 orang saja!?"
"iya kartu bank Swiss edisi terbatas dan aku mau kamu besok transfer setengah duitnya ke akun perusahaan lalu gunakan itu untuk mempercepat pembangunan menara."
"oke, apa ada lagi yang ingin kamu ingin aku lakukan?"
"oh iya, bagaimana reaksi mereka bertiga?"
"mereka berkata ingin segera bertemu denganmu."
"kalau begitu suruh mereka bertemu denganmu besok."
"hubungi mereka sendiri! Aku sudah muak berbicara dengan mereka yang menganggap diri mereka sendiri itu istimewa!!"
"haha, baiklah jangan marah seperti itu."
Tanpa Jani sadari, gelombang kejutan yang dia buat malam ini. Benar-benar membuat dunia terkejut karena kemunculan yang tiba-tiba dari mesin virtual.
Di America
Sebuah rumah mewah tempat CEO Google tinggal telah di datangi oleh petugas dari gedung putih. CEO tersebut turun dari kamarnya dengan wajah yang tampak kesal dan berkata kepada petugas tersebut "jika hanya masalah sepele yang kau beri tahukan padaku, maka akan ku laporkan kepada atasanmu untuk memecatmu."
"kurasa Anda harus melihatnya sendiri untuk memastikan apakah masalah ini sepele atau tidak?" jawab petugas tersebut sambil memutar sebuah video dan menunjukkannya kepada CEO tersebut.
"HAH..!? APA MAKSUDNYA INI!? MR.GOLD MELUNCURKAN MESIN VIRTUAL !? DARIMANA DIA MENDAPATKAN TEKNOLOGI TERSEBUT!?" tanya CEO tersebut sambil menunjukkan ekspresi marah dan kebingungan di wajahnya.
"kami sedang menyelidikinya dan alasan aku datang kemari karena Cuma perusahaan Anda yang 10% sahamnya dimiliki Mr. Gold."
"jadi, apa perintah dari pak presiden?"
"baiklah, aku akan mengusahakannya"
Setelah berbicara sebentar, petugas tersebut pergi dan meninggalkan CEO tersebut sendirian di ruang tamu. Sebelum dia mencoba menghubungi Jani, CEO tersebut mendapatkan pesan dari yang berbunyi 'UNTUK SAAT INI, AKU TIDAK AKAN BERBAGI TEKNOLOGI TERSEBUT KEPADA SIAPA PUN.'
"haa.., bahkan dia sudah memprediksikan bahwa aku akan meneleponnya. Karena dia sudah berkata seperti itu, aku hanya bisa menyerah untuk sekarang. paling-paling aku hanya akan membeli produknya dari pembeli pertama dengan harga yang lebih mahal sedikit."
Setelah itu, CEO tersebut kembali untuk tidur nyenyak nya yang sebelumnya di ganggu oleh petugas.
Di China kejadian yang sama juga di alami oleh CEO Tencent dan dia juga menanggapinya dengan cara yang sama, tapi mereka tidak tahu bahwa mereka berdua harus merogok harga cukup dalam untuk membeli mesin virtual tersebut.
Keesokan harinya
Dunia Maya di hebohkan dengan kemunculan mesin virtual di Indonesia dan tentu saja ini membuat Netizen Indonesia bersorak gembira. Di sebuah forum yang berjudul 'Arcadia Teknologi adalah harapan untuk kemajuan teknologi Indonesia'
[Haha, hari ini aku merasa sangat bangga dengan negeriku ini]
[iya, biasanya kita harus menunggu beberapa bulan untuk mencoba ponsel keluaran terbaru, tapi sekarang kitalah yang mencobanya pertama kali.]
[ guys, jika ada yang coba membeli mesin virtual kalian, tolong jangan mudah menjualnya karena bisa saja itu orang suruhan dari negara maju yang ingin meneliti mesin virtual kita, tapi jika kalian membutuhkan uang mungkin bisa kalian jual 10X lipat dari Harga aslinya.]
[thanks buat pengingat nya, kebetulan tadi sedang Nego harga sama teman gw yang ada China dan sekarang mesin virtual gua terjual seharga 500 juta buat yang versi medis.]
[rendah banget Cuma 500 juta, gua bisa dapat 1 milyar biasa aja tuh.]
Inilah penyebab kenaikan harga dari mesin virtual dan tentu saja ini baru permulaan. Beberapa orang yang kalah cepat dalam pembelian semalam hanya bisa membeli dengan harga tinggi atau menunggu penjualan berikutnya.
__ADS_1
Di kantor, lantai 10
Telah terjadi kejutan besar di antara para kepala departemen yang menghadiri rapat. karena bos besar mereka datang tanpa mengenakan topeng dan terlebih lagi dia Mengenakan seragam sekolah.
Beberapa dari mereka tidak percaya, tapi saat Jani kembali mengenakan topeng dan penjelasan dari Ayu, mereka semua akhirnya percaya.
Jani melirik mereka semua yang sudah kembali tenang dan berkata "alasan aku mengungkapkan jati diriku karena aku sudah mempercayai kalian semua sepenuhnya dan tentu saja aku memiliki tugas untuk kalian, terutama Bima."
Jani melirik ke arah Bima dan berkata "kau akan memilih anak-anak dari SMK ku yang akan melakukan PKL di sini dan pilih yang terbaik untuk menjadi sekretaris ku."
"tapi bukankah Anda berkata ingin membuka lowongan secara adil tanpa bantuan orang dalam?"
"kau benar, jika aku langsung menaruh mereka di sini para karyawan lama pasti akan iri." Jawab Jani sambil berpikir solusi masalah ini.
"bos, bagaimana kalau kita menaruh mereka di pabrik terlebih dahulu. Aku dan Bima akan melakukan seleksi ketat untuk anda."
"baiklah, kita gunakan caramu dan masalah soal sekretarisku akan ku serahkan kepada CEO. karena masalah ini sudah selesai, saatnya membahas bisnis kita."
Semua kepala departemen mulai memberikan laporan tentang hasil penjualan kemarin dan jika di perkirakan total keuntungan penjualan pertama adalah sekitar 12 milyar. Ini masih penjualan pertama dan walaupun masih jauh dari kata balik modal yang diperkirakan menghabiskan lebih dari 300 milyar, tetapi Jani dan lain tetap optimis dengan keuntungannya di masa depan.
Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam dalam menyusun rencana tentang penjualan mesin virtual, mereka keluar ruangan dan hanya menyisahkan Jani dan ayu di ruang rapat.
Setelah beberapa saat, Jani berdiri dan berjalan ke arah jendela sambil menatap lalu lintas di depan kantornya lalu berkata dengan nada yang mendalam "kuharap menara yang lainya selesai dengan cepat. Tanpa kendala lagi."
"benar, akan merepotkan kalau America dan Cina tahu bahwa rahasia mesin virtual berada di menaranya bukan di dalam capsul." Jawab ayu yang sudah memeluknya dari belakang.
Sambil menikmati pelukan Ayu, Jani teringat ada pertemuan dengan 3 pengusaha senior yang menjadi penyedia komponen mesin virtual nya dan bertanya kepada Ayu tentang masalah ini "oh iya, apakah ketiga pak tua itu sudah berada di sini?"
"mereka sedang menunggu di area lobi dan mereka datang bersama dengan anak mereka masing-masing."
"haha, kayaknya ada yang akan kencan buta nih." Jawab jani sambil berganti posisi memeluknya dan menggoda kekasihnya.
"ihh apaan sih! Siapa juga yang akan tergoda dengan cowok yang bahkan belum bisa mandiri dari orang tuanya, lagi pula aku sudah memiliki cowok yang terhebat di sisiku." Jawab Ayu sambil menarik lengan Jani agar pelukannya semakin erat lalu bersandar di dadanya yang berotot.
"baiklah, kamu yang mengurus pertemuan itu dan aku akan mengurus dokumen yang mengumpuk di kantormu."
"oke." Jawab singkat Ayu dan berbalik untuk mencium Jani.
Setelah itu, Jani keluar dari ruang rapat dan pergi ke kantor Ayu untuk mengurus dokumen. Saat di perjalanan dia melewati 6 orang yang terdiri dari 3 pasang orang tua dan anaknya.
Tiga tuan muda tersebut adalah orang yang sombong dan selalu mengandalkan orang tua mereka. Mereka datang ke sini untuk melihat CEO Arcadia Teknologi yang sangat cantik seperti yang mereka lihat di TV.
Saat mereka melihat seorang anak SMK melewati mereka tanpa berhenti untuk membiarkan mereka lewat, mereka marah dan berbalik untuk memaki Jani.
Tapi saat mereka berbalik, mereka tidak melihat Jani dan hanya melihat pintu yang menuju ke ruangan CEO dan tidak percaya bahwa anak SMK tersebut memasuki ruangan CEO.
"cepat banget hilangnya tuh bocah." Ketus salah satu tuan muda.
"ayo jangan buang waktu. Aku ingin memperkenalkan kamu dengan CEO perusahaan ini dan kamu harus mencoba menaklukkan hatinya agar kita bisa mendapat banyak keuntungan dari proyek ini." Jawab orang tuanya dengan senyum licik.
"baik, ayah. Dengan wajahku yang tampan ini dan latar belakang keluarga kita yang hebat dia pasti akan jatuh cinta padaku."
"itu baru percaya diri yang hebat dari anakku." Jawab orang tua tersebut sambil berjalan menuju ruangan rapat tempat di adakannya pertemuan ini.
Jika Jani mendengar percakapan mereka, Jani pasti akan tertawa terbahak-bahak karena terlalu lucu untuk di dengar dan pada akhirnya dia akan berkomentar kepada mereka "jika kau ingin membuat Ayu jatuh cinta padamu kau harus bisa menunjukkan satu kata 'MANDIRI' " (bukan nama suatu bank.)
__ADS_1