KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Berkeliling kota (part 2)


__ADS_3

Dari dalam penyimpanan dimensional milik sistem, Jani mengeluarkan sebuah botol dan Ketika botol itu di buka, Jani langsung bersiap memberikannya kepada Doran. Para ketua divisi tidak ada yang pergi karena mereka masih penasaran dengan obat yang mampu membangunkan Night Walker dari tidur siangnya.


Setelah Jani memberikan obat tersebut kepada Doran, wajah Doran perlahan mulai memerah dan tidak lama kemudian Doran membuka matanya dan berkata "HAA…! Apa ini!? Mulutku terasa terbakar! Air! Aku minta air!!"


Melihat Doran yang sudah bangun, semua orang kecuali Jani mulai terkejut karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Jani yang puas telah membangunkan Doran, memberikannya air campuran ramuan penyembuh sambil berkata "jangan berisik, minumlah ini!"


Tanpa berkata apa pun, Doran langsung mengambil air tersebut dan meminumnya sampai habis. Setelah meminumnya rasa pedas yang di mulutnya langsung menghilang dan Jani langsung berkata "bagaimana rasanya?"


Mendengar suara Jani. Doran pun langsung menyadari bahwa yang ada di hadapannya adalah pangeran ketiga dan langsung berkata "maafkan saya, yang mulia! Karena telah bertindak tidak pantas di hadapan anda."


"tidak perlu begitu formal, Doran. Yang lebih penting kau belum menjawab pertanyaan ku, apa kau masih merasakan mengantuk sekarang?"


 "aku…tidak mengantuk sekarang! Aku tidak tahu apa yang anda berikan kepada saya, yang mulia. Tapi obat tersebut telah menyembuhkan sifat alami dari ras ku! Terima kasih, yang mulia!!" jawab Doran yang akhirnya menyadari bahwa dia tidak mengantuk lagi di waktu siang hari.


"baiklah aku senang atas kesembuhan mu, tapi  bukankah kau memiliki sesuatu yang perlu di jelaskan mengenai pesta tadi malam?"


"eh? Itu…bukan aku pertama mengajak semuanya, yang mulia! Itu adalah…"


*BAMM!* suara itu berasal pintu ruangan ini yang terburu-buru di tutup.


'sialan kalian semua para penghianat!' umpatnya kepada pemimpin divisi lainnya yang telah melarikan diri dari ruangan ini.


"baiklah, biarkan mereka beristirahat dulu! Nanti aku yang akan memutuskan hukuman bagi mereka semua. Sekarang kau ikuti aku ke kota."


"Baik, pangeran."



Saat mereka sedang berjalan di koridor istana, Jani berpapasan dengan beberapa bangsawan tingkat tinggi yang menghadiri pertemuan tadi pagi. Saat para bangsawan melihat sosok Jani, mereka langsung menundukkan kepala mereka dan memberi salam "selamat pagi, yang mulia!" dan setelah itu, mereka segera bergegas pergi dari hadapan Jani karena takut akan sesuatu.


Melihat sikap aneh para bangsawan tesebut membuat Doran penasaran lalu bertanya kepada Jani "ada apa dengan sikap mereka itu? Biasanya sikap itu hanya di tunjukkan oleh mereka saat bertemu sang raja atau para ratu secara kebetulan."


"Haha….entahlah, mungkin mereka takut aku mengenali mereka dan akan membuka aib mereka tanpa sengaja."


"apa maksudnya itu, yang mulia?"


"kau akan mengetahuinya nanti." Lalu mereka segera pergi dari istana dengan dua pengawal yang memaksa untuk ikut karena di perintahkan oleh Hertez Bonavic yang menjabat sebagai kepala ksatria kerajaan.



Saat Jani keluar gerbang istana, mereka mulai berjalan secara perlahan dan melihat kesibukkan kota utama kerajaan yang masih ramai seperti biasanya meskipun kemarin kerajaan mengalami insiden yang cukup besar.


Ketika Jani mendekati alun-alun kota, orang-orang mulai bertambah ramai karena ini adalah pusat perdagangan kota. Salah satu pedagang yang menyadari kehadiran Jani langsung menyapanya "ah! Pangeran ketiga! Kerja bagus telah menyingkirkan keluarga bajingan itu! Ini ambilah sebagai rasa terima kasihku!" pedagang itu langsung memberikan Sebagian dagangannya kepada Jani dan itu juga di ikuti oleh banyak pedagang lainnya sampai-sampai tangan Jani penuh.

__ADS_1


Setelah Jani memasukkan semuanya kedalam gelang dimensional miliknya, Jani berkata kepada para pedagang "terima kasih semuanya, sudah sepantasnya kami keluarga kerajaan untuk memastikan kesejahteraan warga kami dan menepati janji yang telah kami buat. Lalu jika ada sesuatu yang kami lewatkan, tolong jangan ragu untuk memberitahu kami hal tersebut dan pasti kami akan berusaha memperbaiki hal tersebut."


Para pedagang meresponnya dengan senyuman dan sorak-sorai dari masyarakat yang kebetulan berada di sini. Jani melanjutkan perjalannya dengan dua pengawal yang saat ini bertugas membuka jalan untuk Jani dan Doran.  


Saat mereka sampai di alun-alun kota, Jani dan Doran pun duduk di sebuah bangku dan Doran mulai bertanya kepada Jani "Jadi pangeran, apa tujuan kita datang ke sini?"


"kau lihat mereka?" tanya Jani yang menunjuk ke arah sekelompok tentara bayaran yang berdiri di depan sebuah gang.


"ya aku mengenal mereka, pangeran. Kalau tidak salah mereka berasal dari salah satu kelompok tentara bayaran yang terkenal yaitu Red Blood Sword, mereka sering berkunjung ke penginapanku dan aku juga sangat dekat dengan ketua mereka."


"lalu apa kau mengetahui bisnis apa saja yang mereka jalankan?"


"ee…itu, mereka selalu sangat tertutup dengan pekerjaan mereka dan ketua mereka Cuma berkata bahwa mereka menjadi tukang jasa angkut 'barang' untuk bisnis bangsawan besar di kota ini."


"ha… kamu ini memiliki bakat sihir unsur darah yang sangat Langka, apa kamu pernah menggunakan kekuatanmu untuk memperkuat indra mu?"


"aku masih belum bisa menguasai mantra itu, pangeran."


"baiklah, biar aku bantu kamu apa yang harus kamu lihat sekarang." Jani menggunakan sihirnya untuk mempertajam indra milik Doran lalu berkata "apa kau bisa merasakan indra mu di perkuat sekarang?"


"aku bisa merasakannya, pangeran."


"kalau begitu, coba kamu pusatkan indra kamu ke dalam gang tersebut dan lihat apa yang para tentara bayaran itu lakukan."


Doran mencobanya dan akhirnya melihat bahwa tentara yang sering berkunjung ke penginapannya ternyata saat ini sedang melakukan pemindahan barang dan barang yang di maksud adalah budak wanita muda dari berbagai ras yang berbeda.


"baik, bos!" kata salah satu anak buahnya.


Setelah itu, Jani berhenti memperkuat indra Doran dan Doran pun segera berdiri dan berkata dengan terburu-buru "pangeran! Kita harus cepat menyelamatkan mereka sebelum mereka di bawa pergi!"


"tidak perlu, aku sudah mengirim pasukan elit ku untuk menghabisi mereka dan sebentar lagi para ksatria akan datang. Doran, apa kau sudah menyadari alasanku membawamu kemari?"


"aku belum mengerti, pangeran."


"tujuanku adalah agar kau melihat, bahwa para tentara bayaran itu terlalu bebas karena tidak ada hukum yang mengawasi mereka. Bahkan ayahku pun tidak pernah membahas masalah tentara bayaran ini Bersama para bangsawan elite lainnya."


"dan untuk itulah aku membentuk divisi tentara bayaran agar mereka bisa di atur dengan baik dan bahkan mungkin di masa depan mereka bisa menjadi kekuatan cadangan untuk melindungi kerajaan nantinya."


"Dengan sifat mu yang mudah akrab dengan banyak orang dan pengetahuan mu yang dalam tentang kegiatan mereka. Menjadikanmu orang yang tepat memimpin divisi tentara bayaran ini."


"tapi pangeran, bukankah masih banyak orang yang lebih terpelajar (bangsawan) yang mampu menangani bidang ini."


"meskipun begitu, aku tetap memilihmu dan untuk permulaan kamu baca rancangan divisi tentara bayaran yang ingin aku bentuk ini." Kata Jani yang kemudian menyerahkan sebuah buku kepada Doran lalu berdiri sambil melanjutkan"baiklah, setelah kau memahaminya isi buku tersebut, temui aku secepat mungkin."

__ADS_1


"baik, pangeran!"


Jani meninggalkan Doran lalu berjalan menuju gang yang terdapat kelompok tentara bayaran yang di sebutkan Namanya oleh Doran yaitu, Red Blood Sword.



Di dalam gang yang jauh dari keramaian alun-alun kota, terdengar suara dentingan pedang yang saling beradu dengan sengit. Meskipun pertarungan itu terlihat sengit, tapi nyatanya ini akan segera berakhir dengan kemenangan dari pihak penyerang.


"apa salahku sehingga 'bayangan kerajaan' membantai semua anak buah ku." Kata orang yang telah kalah dalam pertarungan tersebut dan orang tersebut adalah pemimpin dari kelompok tentara bayaran, Red Blood Sword.


Seorang yang memakai pakaian serba hitam tidak menjawabnya dan malah Kembali menyerang pemimpin tersebut hingga membuatnya tidak berdiri lagi agar tidak bisa melarikan diri lagi.


Saat dia selesai melakukan perkejaan nya, dia berdiri menyamping lalu segera berlutut dan menunggu seseorang muncul. Tidak lama kemudian, Jani muncul dan berkata "terima kasih atas bantuan mu, tuan bayangan."


"apa pun untuk Putra mahkota!" jawab singkat seorang yang di panggil dengan sebutan bayangan.


"baiklah, untuk berikutnya bisa tolong bebaskan budak yang ada di dalam sana? Aku ingin bertanya sesuatu kepada pemimpin ini."


"baik, yang mulia!" tuan bayangan pun segera pergi untuk menjalankan perintah dari Jani.


Jani segera mengambil pisau yang tergeletak di lantai lalu mendekati pemimpin tentara bayaran tersebut lalu setelah sudah mendekati dia berjongkok lalu


"apa kau siap melakukan sesi tanya-jawab denganku?"


"apa mau mu, pangeran ketiga?"


"sstt! Dalam sesi ini harus aku yang bertanya bukanlah dirimu! Paham?"


Jani mulai mengorek informasi dari pria tua tersebut dan setelah satu jam berlalu, Jani berdiri dan dengan ekspresi wajahnya yang sangat kesal dia berkata "jadi, semua kota besar dan menengah memiliki jaringan perdagangan budak milik mereka masing-masing dan itu tetap beroperasi meskipun keluarga kerajaan telah menyatakan bahwa perbudakan itu dilarang?"


"iya! Itulah yang sebenarnya terjadi! Aku telah memberikan semua yang ingin kamu ketahui, tolong! Bebaskan aku!"


"oke." Jawab Jani sambil melemparkan pisau yang ada di tangannya dan dengan tepat menusuk kening pria tersebut. Tanpa  melirik kearah pria tersebut, Jani berkata "terima kasih atas informasinya." Dan Jani segera pergi dari tempat itu meninggalkan sang bayangan di sana.


Saat Sang bayangan Kembali ke tempatnya dan melirik mayat pria tua yang sebelumnya di interogasi oleh Jani. Mayat masihlah sangat bersih dan hanya menyisakan sebuah luka di dahi yang terdapat pisau tertancap di sana.


Setelah mengamati cukup lama dia akhirnya berkata "meskipun terlihat seperti pangeran tidak melukai pria ini, tapi bisa di pastikan bahwa pangeran menggunakan sihir cahaya untuk menyembuhkan luka luar lalu melukainya Kembali dan proses itu terus di ulang sampai pria ini mau menjawab pertanyaannya. Taktik belum pernah di lakukan oleh siapa pun, jadi dari mana pangeran mempelajarinya?"


Sang bayangan terus memikirkan jawaban dari pertanyaannya, tapi Ketika dia mendengar suara para ksatria akan datang kemari. Dia memutuskan untuk melaporkan apa yang dia lihat sebelumnya kepada ketua kelompoknya.


….


Saat Jani keluar dari gang langit masih sangat cerah yang menunjukkan bahwa ini sudah tengah hari. Masih tampak kesal dengan kenyataan bahwa para bangsawan di luar ibu kota tidak menaati peraturan kerajaan, dia berkata di dalam hatinya "baiklah! Aku biarkan kalian bersantai untuk saat ini, tapi ingat ini! Aku pasti akan menghapus perbudakan di kerajaan ini secepat mungkin!" setelah bertekad di dalam hatinya, Jani pun pergi meninggalkan alun-alun untuk pergi ke tujuan berikutnya.

__ADS_1


     


                                   


__ADS_2