
Setelah memasuki gedung, Jani pergi ke ruang rapat utama yang terletak di lantai sepuluh. Jani tidak segera masuk dan mendekatkan telinganya ke arah pintu ruang rapat untuk menguping pembicaraan beberapa kepala departemen yang telah datang lebih dulu dari dia.
Di dalam ruang rapat.
Ada 7 orang yang hadir dalam pertemuan ini. Mereka terdiri dari Direktur utama yang baru: Ayu Cahyani, kepala keuangan yang baru: Annisa Lestari, kepala SDM atau(HRD):Bima Purnomo, kepala pemasaran: Irina Kumalasari, kepala pabrik produksi: Rangga Kurniawan, kepala gudang: Rama Permata, dan kepala keamanan: Arman Satriawan.
Mereka sedang membahas pernyataan yang di ucapkan oleh bos mereka. Bima melihat Ayu dan bertanya “Ayu, apa kau tahu proyek yang sedang dikerjakan oleh bos?”
“aku tidak tahu. yang jelas dia juga mengatakan hal yang sama bahwa benda yang sedang dia kerjakan adalah benda yang akan mengejutkan dunia dan jika ini dijual, dia percaya bahwa benda ini akan menghasilkan keuntungan yang sangat besar.”
“aku telah lama menjadi kepala SDM di berbagai perusahaan dan aku sudah banyak menemui bos besar dengan karakter yang berbeda-beda. tapi baru kali ini aku menemui seorang seperti bos Gold, dia sangat sulit untuk di tebak.”
Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut mengangguk setuju dengan penilaian Bima kepada bosnya. Arman Satriawan yang sebenarnya ingin merahasiakan sebuah pertanyaan yang dia pikir tidak masuk akal untuk di bahas di sini, tapi rasa ingin tahunya mendorongnya untuk bertanya kepada semua orang yang ada diruang dapat. “hei apa kalian tidak merasakan sesuatu yang aneh tentang bos Gold?”
Ayu penasaran dengan pertanyaan tiba-tiba dari Arman dan berkata “apa yang aneh dari bos baru kita, Arman?”
“saat rapat dua hari yang lalu, aku merasakan bahwa suhu ruangan yang tiba-tiba terasa hangat adalah hasil perbuatan bos Gold.”
“kenapa kau berpikiran seperti itu?” tanya Bima yang juga penasaran dengan perkataan Arman.
Saat Arman ingin melanjutkan perkataannya, sebuah ketukan pintu terdengar dan mereka yang ada di ruang rapat berdiri setelah melihat siapa yang mengetuk pintu.
Orang itu tidak lain adalah bos mereka yang baru saja bicarakan. Mereka secara bersamaan mengucapkan selamat siang kepada bos mereka dan kembali duduk.
Jani duduk di kursi yang sudah di siapkan untuknya dan berkata kepada semua orang “untuk proyek yang saat ini aku kerjakan, masih aku rahasiakan. Dan aku ingin kalian mempersiapkan segalanya untuk proyek rahasia ini. Bima, apa 25 orang yang aku minta sudah kau siapkan?”
Bima menjawab dengan cepat “untuk 10 orang teknis mesin dan 5 orang pembantu sudah saya siapkan. tapi untuk 10 orang programmer yang Anda minta, masih dalam tahap negosiasi karena mereka meminta harga bayaran yang tidak masuk akal.”
“di mana mereka sekarang ?”
“mereka ada di samping ruang rapat ini.”
“oh begitu.” Jawab Jani sambil berjalan menuju tembok yang menjadi pembatas antara tempat di mana para programmer berkumpul. Setelah menatap tembok sebentar, Jani memukul tembok dengan keras sehingga mengeluarkan bunyi yang sangat keras.
__ADS_1
Di ruangan sebelah
Terdapat 10 orang yang mengenakan berbagai topeng aneh. Mereka berasal dari organisasi 'HACK IN(HACKER INDONESIA)' dan mereka semua yang berkumpul saat ini adalah yang terbaik dalam organisasi tersebut.
Pemimpin mereka yang mengenakan topeng monster goblin hijau berkata dengan sombong sambil menatap layar proyeksi yang menampilkan rapat di ruangan sebelah
“tidak maksud akal ? itu harga termurah untuk menyewa kami semua, hahaha!!”
Semua dari mereka tertawa mengikuti goblin , tapi sesaat tawa mereka berhenti setelah wakil pemimpin mereka yang mengenakan topeng kera merah menyuruh mereka untuk fokus kepada layar proyeksi yang menampilkan Jani yang sedang menatap tembok.
“apa yang akan dia lakukan?”
Saat semua bingung dengan tindakan jani, seketika gambar menunjukkan Jani memukul tembok.
*DOOOMM...*
Suara pukulan itu cukup keras dan menimbulkan retakan di tembok yang membuat mesin proyektor di ruangan tempat para programmer berkumpul rusak karena retakan di tembok membuat kerangka besi tempat mesin proyektor berada lepas dari tembok dan jatuh.
Karena mesin proyektor rusak, mereka tidak dapat melihat ruangan di sebelah lagi. Tapi perekam suara masih bisa digunakan dan mereka mendengar suara robot berkata “untuk saat ini aku akui kemampuan kalian, tapi rapat ini bersifat rahasia dan jangan coba-coba untuk menguping rapat ini”
Kembali ke ruang rapat utama
Walau pun mereka semua masih terkejut dengan tindakan jani, mereka semua kembali fokus dengan cepat. Jani kembali duduk di kursinya dan berkata kepada semua orang “baiklah, kita lanjutkan rapatnya.”
Setelah dua jam rapat sudah mencapai puncaknya, beberapa masih ragu dengan suksesnya proyek ini. Bima bertanya pada Jani “bos Gold, apa anda yakin proyek ini akan berhasil?”
Jani menjawab sambil menunjuk kepada semua orang “itu tergantung dari kalian semua, apakah kalian mempercayaiku atau tidak. Tapi setidaknya kalian harus berusaha sekuat mungkin agar proyek ini berhasil, karena aku tidak ingin uang 600 miliarku hilang begitu saja.”
Setelah Jani berkata seperti itu, suasana di ruang rapat yang tadinya tegang berubah menjadi santai. Jani memberikan ucapan terakhirnya “baiklah, aku mengharapkan hasil kerja keras kalian dalam 10 hari ke depan dan pastikan untuk menjaga proyek ini tetap dalam rahasia agar kita dapat mengejutkan seluruh dunia !!”
“BAIK, BOS!!” jawab semua orang secara bersamaan dengan semangat. Setelah semua pergi dan menyisakan Ayu dan Jani. Jani segera berkata “ segera kumpulkan semua orang yang aku minta tadi ke lobi dan sewa bus untuk mengangkut mereka. Setelah semua sudah siap panggil aku.”
“baik, bos” jawab ayu dengan tenang sambil menahan rasa ingin memeluk bosnya. Jani berjalan meninggalkan ruang rapat, tapi dia berhenti di depan pintu dan berkata dengan pelan “siapkan makan malam, hari ini aku akan menginap” dan pergi tanpa menunggu reaksi Ayu.
__ADS_1
Walau pun suara hampir tidak terdengar, Ayu masih bisa mendengarnya dan senang sampai ia ingin melompat. tapi Ayu tidak melakukannya karena dia ingat bahwa dia memakai sepatu hak tinggi.
Setelah selesai dengan rapat yang pertama. Jani pergi ke ruang rapat sebelah di mana para programmer berkumpul.
Setelah memasuki ruangan, Jani di kejutkan dengan 10 orang yang meminta maaf dengan gaya orang Jepang. Goblin yang pertama berkata
“bos Gold maaf atas kelancangan kami sebelumnya.”
“duduklah dulu, aku sudah memaafkan kalian.”
Setelah mereka duduk di tempat mereka masing-masing. Jani memulai “aku akan mempersingkatnya,-“ jani mengeluarkan Hp nya dan menunjukkan sebuah gambar kepada mereka semua dan melanjutkan “apa kalian tahu kartun ini?”
Mereka semua mengangguk dengan pertanyaan Jani.
Jani melanjutkan “ kalau begitu, mari kita pergi ke lab milikku.”
“Bos Gold, apa maksud anda dengan pertanyaan yang tadi?” salah seorang bertanya kepada Jani.
“kau akan mengetahuinya begitu sampai di sana. sekarang ikuti aku saja.” Jani pergi ke lobi sambil di ikuti oleh 10 orang yang tampak kebingungan.
Setelah mencapai lobi, Jani melihat bahwa semua orang yang dia minta sudah berkumpul. Ayu yang melihat bosnya sudah sampai dilobi, datang menghampirinya dengan senyum yang sangat cantik di wajahnya. Seketika 10 yang tadinya bingung langsung terpesona dengan kecantikan Ayu.
Jani melihat Ayu yang menghampirinya langsung bertanya “ apa bus yang akan mengangkut mereka sudah siap ?”
“mereka sudah siap semua.”
“baiklah, suruh mereka untuk memasuki bus dan bilang pada sopirnya untuk mengikuti mobilku”
“baik, bos.”
Saat Jani ingin pergi menuju mobilnya, dia ditarik oleh Ayu dan dia mendekatkan bibirnya ke telinga Jani dan berbisik “apa yang ingin kau makan malam ini “
Jani menjawab dengan bisikan juga “apa pun yang kau masak, pasti akan aku makan sampai habis.”
__ADS_1
“oke, jangan sampai lupa ya.” Bisik Ayu kepada Jani sambil menggigit telinganya.
Setelah Ayu pergi, Jani langsung memasuki mobilnya dan menyuruh pak Karyo untuk mengantarnya ke gudang tua samping perumahan GOLDEN RESIDEN dengan perlahan sambil di ikuti oleh bus yang mengangkut 25 orang untuk ikut dalam proyek ini.