
Jani langsung memasuki rumah tersebut bersama inspektur dan mereka segera pergi ke kamar utama. Saat Jani memasuki kamar utama, dia melihat keadaan tempat ini sangat berantakan dan tetangganya di temukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di atas kasur dalam keadaan telanjang.
Tidak jauh dari tempat tidur, jani juga menemukan seorang pria tua botak yang di duga seorang pejabat senior yang korup dan suami dari tetangganya. Saat Inspektur melihat kamar ini, dia berkata sambil menatap jijik berbagai alat yang berserakan di lantai "apa dia benar menggunakan semua alat ini kepada istri simpanannya?"
"yah, sepertinya begitu. Menurut informasi yang aku punya, pejabat ini sudah lama menyukai bermain dengan alat aneh begini dan bahkan karena hobinya ini dia di nyatakan mandul setelah memiliki anak pertamanya." Jawab Jani yang menjelaskan tentang pejabat ini.
Beberapa saat kemudian, Ayu dan Lena masuk dalam kamar dan saat Lena melihat kondisi temanya, dia segera berteriak "MAYA!! Apa yang sebenarnya terjadi kepadamu setelah kita berpisah hari itu!?"
*hiks..* Lena mulai menangis sambil memeluk sahabatnya yang masih tidak sadarkan diri.
Mungkin karena suara dari Lena atau air matanya yang jatuh ke wajah sahabatnya membuat wanita yang di sebut Maya terbangun dalam keadaan lemah lalu saat Maya melihat wajah yang sudah lama dia rindukan, dia berkata dengan pelan "Lena, maafkan aku yang telah pergi karena keinginan egoisku di masa lalu." Kemudian dia langsung tertidur kembali.
"Maya? Kamu kenapa!? Jangan buat aku takut!!" kata Lena yang mulai panik melihat sahabatnya tidak sadarkan diri lagi.
Inspektur mulai menenangkan istrinya dan saat dia sudah tenang, Jani berkata "lebih baik kalian berdua bawa wanita ini ke rumah sakit sekarang. Di sini biar aku dan inspektur yang mengurus sisanya."
"baiklah, kami akan membawanya ke rumah sakit dulu." Jawab Ayu menyetujui perkataan Jani.
Setelah Jani dan inspektur membawa wanita itu ke mobil, ayu dan Lena segera pergi ke rumah sakit terdekat. Saat keduanya sudah pergi, Inspektur bertanya kepada Jani "jadi Mr.Gold, apa yang kita lakukan selanjutnya?"
"pertama-tama kita bawa masuk anak jendral ini ke dalam rumah lalu mengikatnya di kursi sambil menunggu ayahnya datang menjemputnya."
"lalu, bagaimana dengan kedua orang yang lainnya?" tanya inspektur sambil melirik dua orang penyusup lainnya.
"biarkan saja, mereka hanya pesuruh untuk anak jendral ini." Jawab Jani dengan nada tidak peduli.
"baiklah." Jawab inspektur kemudian dia membawa anak jendral ke dalam rumah milik pejabat tersebut. Setelah inspektur masuk, Jani mengeluarkan sihir unsur air tingkat 2 yaitu 'Water Wall' yang membuat dinding berwarna biru transparan mengelilingi rumah ini. Setelah sihir sudah di pasang, Jani memasuki rumah sambil berkata sendiri "baiklah! Waktunya memasuki tahap kedua untuk mendapatkan rumah tetangga dengan harga murah!!"
....
Saat Jani memasuki rumah, dia melihat sudah ada dua orang yang telah di ikat yaitu sang pejabat korup dan anak dari jendral Jarwo Wonosobo.
Setelah Jani berdiskusi dengan Inspektur, Jani memutuskan untuk membangunkan sang pejabat terlebih dahulu karena dia adalah target utama mereka berdua.
Inspektur bertanya kepada Jani "apa aku harus membawakan air untuk membangunkannya?"
"tidak perlu, biar aku membangunkannya" jawab Jani lalu dia mengalirkan sedikit energi sihirnya di ujung jarinya kemudian menjentikkan jarinya di kening sang pejabat dan kemudian sang penjabat terbangun dari tidurnya.
"eh! Apa yang terjadi!? Mengapa aku di ikat di kursi!? Dan juga siapa kalian berdua!?" tanya sang pejabat yang bingung dengan situasi yang saat ini dia alami.
"tenanglah, pak pejabat! Kami hanya menahanmu untuk sementara sampai keinginan kami terpenuhi." Jawab Jani kepada pejabat tersebut.
"kau! Mr.Gold! berani sekali kau yang hanya pengusaha pemula melakukan hal ini kepadaku!. Bebaskan aku sekarang! Sebelum perusahaanmu yang akan menanggung akibatnya!" kata sang pejabat yang mengancam Jani dengan sangat sombong.
Jani cukup dibuat kesal dengan sikap pejabat ini yang mulai mengancam perusahaannya, tapi dia tetap bersabar lalu berkata "sebelum kau mengancam, pikirkan dulu bagaimana kau bisa keluar dari sini dalam keadaan hidup."
__ADS_1
"apa kau akan membunuhku?" tanya pejabat dengan rasa takut sedikit di wajahnya.
"tidak, tapi aku akan membuat kau merasakan bahwa kematian lebih baik dari pada hidup saat ini." Kemudian Jani mengambil segelas air lalu kembali melanjutkan "apa kau tahu bahwa air itu adalah sumber kehidupan?"
"tentu saja!! aku tahu, tapi apa hubungannya dengan keadaan saat ini."
"karena air adalah sumber kehidupan, bagaimana kalau aku bisa melakukan hal ini?"
Jani menuangkan air dari gelas ke dalam telapak tangannya, lalu kemudian air itu tidak jatuh melainkan berkumpul di atas telapak tangan Jani.
Inspektur dan sang pejabat terkejut melihat apa yang dilakukan Jani, tapi beberapa saat kemudian sang pejabat mendengus "hmph!!, hanya trik sulap kecil saja kau sudah sangat bangga.!"
Jani tersenyum di balik topeng lalu menjawab "oh! Tenang saja pak pejabat! Ini bukanlah trik sulap kecil biasa." Lalu Jani melempar bola air itu ke udara dan kemudian bola air itu berubah menjadi aliran air yang sangat cepat yang mengelilingi tubuh sang pejabat.
Saat aliran air itu masih mengelilingi sang pejabat, Jani berkata "aku tahu alasan kau masih sombong sampai sekarang adalah karena kau percaya bahwa kami tidak berani untuk menyiksamu secara fisik, benarkan?"
"kalau kau sudah tahu alasannya, lepaskan aku sekarang juga!! atau kalian pasti akan di penjara karena berani memberikanku luka sekecil apa pun." Jawab sang pejabat yang mulai panik melihat aliran air tersebut.
"tidak perlu terburu-buru. Kita baru saja memulainya!" jawab Jani kembali sambil mengayunkan tangannya ke bawah dan seketika aliran air tersebut langsung menuju ke arah sang pejabat dengan sangat cepat dan memasuki tubuhnya melalui pori-pori tubuh sang pejabat.
*AARRGGHH*
Aliran air yang masuk secara paksa ke dalam tubuh sang pejabat menimbulkan rasa sakit yang cukup kuat. Saat aliran air tersebut kembali keluar, sang pejabat kembali berteriak kesakitan.
"haa...haa... baiklah aku meminta maaf karena meremehkan sulapmu itu. Dan juga Aku akan menuruti semua keinginan kalian."
"itu bagus! Kalau begitu kita mulai dengan Keinginanku yang pertama adalah kau harus mau menjual rumah ini dengan setengah harga kepadaku dan yang kedua adalah kau harus membantu inspektur dalam membersihkan para tikus di dalam kantornya, bagaimana apa kau bisa melakukannya?"
Sang pejabat menatap sang Inspektur lalu berkata dengan senyuman "aku merasa seperti mengenal dirimu entah di mana. ternyata itu adalah kau, Inspektur muda yang terkenal, Wisman Andrian?"
"iya ini adalah aku, seorang Inspektur muda yang di tertawakan karena ingin membersikan departemen kepolisian pusat bersih dari korupsi."
"haha! Tidak perlu merendah diri seperti itu, impianmu memang mulia, tapi sayang kau hanya kurang pendukung dari kalangan pejabat."
"jadi, apa kau bisa memenuhi keinginan kami?" tanya Jani kepada pejabat tersebut.
"yah, itu adalah masalah gampang, tapi tolong bebaskan aku dan juga singkirkan aliran air yang menakutkan itu terlebih dahulu."
Jani dan Inspektur Wisman saling memandang lalu Jani berkata "baiklah, aku akan membebaskanmu, tapi jika kau berani melakukan hal aneh, aku akan membuatmu merasakan kekuatan sebenarnya dari aliran air ini!"
"kau tidak perlu khawatir! Aku sudah cukup merasakan trauma akan aliran air itu." Jawab pejabat yang panik mendengar ancaman dari Jani.
Jani pun melepaskan ikatan dari pejabat dan kemudian dia mengarahkan aliran air tersebut menuju atas kepala dari anak jendral yang masih tidak sadarkan diri. Setelah membebaskan sang pejabat Jani berkata kepada mereka berdua "kalian berdua berdiskusilah di antara kalian berdua dulu. Aku akan mengurus penyusup ini terlebih dahulu."
Pejabat itu juga penasaran dengan penyusup yang berani memasuki rumahnya lalu membuatnya pingsan saat dia sedang menikmati hobinya bersama dengan wanita simpanannya. Kemudian dia bertanya kepada Inspektur Wisman
__ADS_1
"hei! Apa kau mengetahui identitas dari penyusup tersebut?"
"aku mengetahuinya, tapi lebih baik kau tidak perlu ikut campur."
"kenapa!? Aku juga ingin mengadili orang yang menggangu privasiku!"
"karena orang yang masuk ke rumahmu adalah anak dari seorang jendral di bidang strategis! Apa kau masih ingin terlibat sekarang!?"
"hah! Apa kau yakin?"
"tentu saja! Tadi aku mendengar Mr.Gold menyebut seorang nama jendral melalui telepon milik salah satu penyusup lalu di percakapan mereka dia menyuruh sang Jendral untuk datang ke sini jika ingin mengambil anaknya."
"Baiklah, lebih baik kita membicarakan urusan kita terlebih dahulu."
"aku sependapat." Jawab dari Inspektur Wisman lalu mereka berdua mulai saling berdiskusi.
Sementara Inspektur Wisman dan sang pejabat berdiskusi, Jani membangunkan anak Jendral Jarwo dengan cara yang sama kepada pejabat barusan. Saat dia terbangun, dia tidak panik seperti sang pejabat tetapi dia secara perlahan melihat sekelilingnya lalu kembali menatap Jani sambil berkata.
"Mr.Gold, apa yang ingin lakukan kepadaku?"
"aku belum memutuskannya, tapi aku sedikit kagum melihat kau tetap tenang meskipun dalam keadaan seperti itu."
"aku sudah mengevaluasi keadaannya! Meskipun aku terikat kau tidak akan berani menyakitiku." Jawab anak Jendral tersebut dengan penuh percaya diri.
Jani yang mendengarnya, langsung tertawa dan kemudian dia berkata "haha! Entah dari mana kau mengevaluasinya, tetapi apa kau tahu? Kalau orang yang berbuat jahat itu harus di hukum? Seperti menyusup ke rumah orang atau merekam hubungan badan secara sengaja untuk di sebarkan melalui media sosial."
Anak Jendral itu terkejut mendengar perkataan Jani. Kemudian sebelum dia bertanya balik, Jani terlebih dahulu berkata "oleh karena itu, meskipun kau, Bayu Wonosobo adalah anak dari seorang jendral bernama Jarwo Wonosobo! Kau harus tetap di hukum karena mengganggu privasi orang lain!"
Bayu segera merasa takut karena mendengar dia akan di hukum. Lalu dengan sedikit gemetar dia bertanya "hukuman apa yang akan kau berikan kepadaku?"
"kau tidak perlu takut seperti itu, Hukuman ini hanya memerlukan ketahanan mental yang kuat!" jawab Jani dengan nada santai lalu tanpa diberi peringatan aliran air yang berada di atas kepala Bayu langsung menerjang ke dalam tubuhnya secara tiba-tiba dan itu membuat Bayu berteriak kesakitan.
Saat aliran air itu terus keluar masuk dari tubuhnya dengan cepat, Jani berkata "cobalah bertahan selama satu menit dari serangan ini!"
Dalam kurung waktu satu menit, Bayu beberapa kali pingsan lalu bangun kembali karena rasa sakit yang dia derita dan tepat satu menit berlalu aliran air berhenti di udara lalu jatuh ke lantai seperti air pada umumnya.
Saat serangan itu berhenti, Bayu sekali lagi mulai jatuh pingsan, tapi sebelum itu dia mendengar perkataan Jani yang terakhir.
"kali ini aku maafkan, tapi jika di masa depan kau masih berani melakukannya! Aku tidak akan segan-segan melakukan ini lagi selama satu jam!."
Dan setelah itu, Bayu akhirnya menyesali perbuatannya dan mulai menanamkan dalam ingatannya untuk tidak menyinggung orang ini.
Setelah dia hampir kehilangan kesadarannya, Jani menambahkan beberapa kata tapi kali ini dia berbisik di telinga Bayu "Ohh iya! Ku ucapkan selamat karena kau akan segera menjadi seorang ayah!"
Pada akhirnya perkataan inilah yang akan terus di ingat dalam pikiran Bayu mengalahkan ancaman Jani yang sebelumnya dan kemudian Bayu pingsan sebelum menjawab perkataan Jani.
__ADS_1