KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Menuju jalan buntu


__ADS_3

Tidak jauh dari Ibu kota, ada sebuah labirin yang di kenal sebagai 'LOST TEMPLE FROM PAST'. Seperti namanya, tempat ini adalah sebuah kuil kuno yang di bangun sebelum adanya kerajaan Westeria berdiri di dekat sini. Meskipun dekat dengan ibu kota dan sering di jelajahi oleh para tentara bayaran, tapi sayangnya belum pernah ada yang sampai menuju kuil utama yang menjadi titik tengah labirin ini.


Raja Roman dan para Ratu pernah sekali datang kemari, tapi pada saat mereka ingin memasukinya, sebuah penghalang sihir muncul dan menahan mereka agar tidak memasuki kawasan labirin. Setelah di lakukan beberapa uji coba, akhirnya di temukan bahwa penyebab munculnya penghalang sihir tersebut akibat Raja dan para Ratu yang sudah mencapai penyihir tingkat 8 dan hanya penyihir di bawah tingkat 5 saja yang bisa memasuki labirin tersebut. 


Saat ini, di depan pintu masuk menuju labirin.


"kak, aku tahu kita masih kekurangan orang, tapi kenapa kita harus mengajak tiga idiot ini?" tanya Veronica yang melihat tiga orang berpakaian zirah besi di depannya.


"tuan putri, itu tidak sopan memanggil kami dengan sebutan seperti itu."


"benar, tuan Putri!! Kami di sini juga ingin berpetualang bersama dengan Bos kami, betul kan kak Rei?"


"itu benar."


Mendengar ketiga mulai mengoceh, Veronica mulai lemas dan tidak bersemangat dalam penelusuran labirin ini.


Tiga orang yang di maksud oleh Veronica, tidak lain adalah tiga Ceberus bersaudara yang juga teman sekelas dengan Veronica di akademi sihir. Alasan mereka di panggil tiga Ceberus bersaudara karena kebiasaan mereka yang selalu mengikuti pangeran ketiga.


Melihat adiknya yang lemas, Jani menghampirinya lalu berkata "kamu tidak perlu langsung lemas begitu, Veronica. Lagi pula mereka bertiga adalah kandidat paling cocok dalam menjadi pelindung di garis depan nanti."


"baiklah, jika kita memang mencari pengguna perisai di bawah tingkat enam terbaik, maka tidak ada yang cocok di pikiranku selain tiga orang ini."


Setelah itu, Jani mengumpulkan semua orang lalu mengadakan rapat kecil sebelum memasuki labirin. "baiklah, dengarkan perkataan ku! Kali ini kita memasuki labirin bukan untuk sampai ke tengah melainkan kita akan berburu harta karun dan di setiap harta karun pasti ada monster sihir yang menjaganya. Oleh karena itu, aku akan membagi mulai tugas kita."


"Rei, Rey dan Rex, kalian bertiga akan menjadi penerima serangan di garis depan juga mengalihkan perhatian monster agar tidak menyerang orang yang ada di garis belakang. Lalu untuk Kuro dan aku akan menjadi penyerang utamanya sementara Veronica akan memperlambat Monster dengan sihir unsur Es miliknya dan yang terakhir Shiro akan mendukung semua orang dengan sihir penyembuh dan sihir bantuan lainnya. Apa semuanya sudah paham?"


mereka menganggukkan kepalanya tanda memahami penjelasan dari Jani.


"baiklah, kalau begitu kita langsung masuk ke dalam."


….


Labirin Lost temple sebenarnya sangat sederhana dan mudah untuk di lewati, tapi itu akan berlaku kalau semua monster penjaga labirin di hilangkan. Itu bisa di buktikan ketika jani dan kelompoknya baru memasuki labirin, mereka telah di sambut monster tingkat B bernama Wolf Silver Fang. Dan sama seperti serigala pada umumnya, mereka memburu mangsanya dengan berkelompok.


Melihat Gerombolan Serigala yang lapar mulai mendekati jani dan kelompoknya, Jani mulai memerintahkan kelompoknya "Rei,Rey, Rex! Bersiap untuk serbuan dan Veronica kamu siapkan mantra untuk mengunci pergerakan saat aku memberi sinyal.


"siap,Bos!" jawab Rex dengan penuh semangat mewakili dua saudaranya yang lain.


"oke, aku akan siapkan."


Segerombolan serigala mulai menyerang dan ketika mereka mulai menghantam perisai tiga bersaudara, Jani langsung berkata "Veronica, sekarang!"


"Ice Area!!" teriak Veronica dan kemudian lantai tempat gerombolan serigala itu berada mulai memancarkan suhu yang sangat dingin sehingga kaki mereka membeku.


Entah sejak kapan Jani sudah mengeluarkan Tongkat Emas miliknya dan dia memberi isyarat kepada Kuro untuk mulai menyerang serigala tersebut bersama dengan dirinya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, jalan awal Labirin sudah di penuhi oleh tumpukkan mayat monster dari gerombolan serigala yang sebelumnya mereka bunuh tadi. Jani melihat ke arah kelompoknya lalu berkata "apa semuanya baik-baik saja?"


Veronica menjawab "aku dan Shiro baik-baik saja."


"kami juga baik-baik saja, Bos!" jawab Rei.


"benar! Ini semua berkat sihir penyembuhan dari Shiro!" ucap Rex yang mengacungkan jempol ke arah Sihro.


"baiklah, kita istirahat dulu sambil para perempuan mengisi mana mereka kembali dan kita juga harus mengumpulkan semua mayat serigala ini."


Mereka semua pun mengikuti instruksi Jani dan mulai mengumpulkan mayat serigala yang berserakan di mana-mana. Harusnya itu tidak memakan waktu yang lama, tapi karena satu ekor serigala beratnya bisa mencapai 100 KG dan jani juga memerintahkan untuk tidak menggunakan sihir agar menghemat Mana, mereka membutuhkan waktu hampir setengah jam untuk mengumpulkan semua mayat.


Setelah mengumpulkan semua mayat, Jani memasukkannya ke gelang dimensionalnya dan mereka melanjutkan perjalanan mereka lagi untuk menyusuri labirin ini. Tidak lama mereka menysuri labirin, jani yang berada paling depan tiba-tiba berhenti.


Veronica yang berada di belakangnya berkata "kenapa kita berhenti?"


"di depan jalan buntu." Jawab singkat Jani tanpa melihat ke arah Veronica.


Veronica kembali bertanya sambil melihat benda yang ada di tangan kakaknya "kenapa itu jalan buntu? Bukannya kau membawa alat yang menunjukkan jalan?"


"ini bukan alat penunjuk arah melainkan penunjuk harta karun." Setelah Jani menjawabnya dia langsung mengeluarkan tongkat emas dan berkata kepada semua orang "kalian pasti masih lelah setelah bertarung dengan segrombolan serigala tadi, Jadi biar aku sendiri yang mengatasi monster di jalan buntu ini." Dan setelah itu, dia langsung belari menuju jalan buntu.


Saat Jani semakin dekat dengan jalan buntu, tiba-tiba dari bawah tanah sebuah sulur tanaman menyerang Jani. Tentu saja, Jani bsa menghindari serangan itu dan kemudian sebuah identitas sang penyerang muncul dari bawah tanah.


Dari belakang Rex bertaka dengan nada terkejutnya "Wow!! Tidak ku sangka monster langka ini bisa muncul di sini!"


Veronica yang tidak mengetahui jenis monster ini kemudian bertanya kepada Rex "Rex, bisa kau jelaskan jenis monster ini?"


"tentu tuan putri, monster ini adalah monster kuno yang bernama 'Flower Man Eating'. Monster ini biasa di temukan di hutan dengan kepadatan mana yang kental atau sebuah makam seorang pahlawan zaman dulu, dan dilihat dari ukurannya monster ini sudah pada tahap menengah dan masuk dalam kategori monster tingkat B."


"hmm, lalu apa kau juga pa kelemahannya?"


"tentu saj…" sebelum Rex menyelesaikan perkataannya suara tembakan terdengar dari tempat Jani sedang bertarung. 


*DOR..DOR..DOR!!* setelah suara tembakan terdengan raungan kesakitan dari sang monster lalu tiba-tiba monster tersebut tumbang dan kemudian layu setelah mengeluarkan bola hijau dari dalam tubuhnya.


Sementara itu Jani yang masih berada di udara, langsung mendarat dengan mulus lalu mengambil bola hijau tersebut dan tampa pikir panjang memasukkannya kedalam gelang dimensionalnya.


Saat monster tanaman itu telah mati, dari sudut jalan buntu muncul kotak harta karun. Melihat hal itu, jani dengan senang hati menghampiri kotak tersebut, tapi langsung di hentikan oleh Veronica yang berkata "kak! Jangan sembarangan membuka peti harta karun itu! Bisa jadi itu adalah monster lainnya!"


Jani langsung menepis tangan adiknya dan kembali mendekati kotak harta karun itu sambil berkata "tenanglah adikku, ini adalah sesuatu yang bisa kalian sebut imbalan setelah mengalahkan sebuah monster yang cukup kuat!"


Dan setelah Jani membuka kotak itu, dia mengambil dua benda yaitu sebuah kunci dan satu ikat anak panah yang terlihat spesial.


Setelah mengambil dua benda tersebut mereka kembali menyusuri labirin yang di pimpin oleh Jani dengan bantuan kompas miliknya.

__ADS_1


Seperti perkataan Jani sebelumnya kompas ini tidak menunjukkan jalan menuju kuil kuno yang berada di tengah labirin, tapi malah menunjukkan ke arah jalan buntu lainnya. Setelah tiga kali melewati jalan buntu yang berbeda dan terus mengalahkan monster yang ada di sana, Veronica pun berkata kepada Jani.


"kak! Berapa kali lagi kita akan terus menghadapi monster di jalan buntu?"


"sabarlah, yang berikutnya adalah yang terakhir, oke!"


"Baiklah, aku pegang janjimu."


Dan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju jalan buntu lainnya dan kali ini, jalan buntu yamg terakhir di jaga oleh sebelas pantung ksatria yang memiliki peran yang berbeda-beda.


Melihat patung-patung itu, Jani langsung berkata kepada semua orang "semuanya, lindungi kepala kalian!"


Jani langsung mengeluarkan tongkat emasnya lalu memutarnya sambil berkata "Ryu-Jin! Membesar!!"


Dan dalam sekejap tongkat emas membesar yang masih dalam keadaan di putar oleh Jani dan langsung mengenai sepuluh patung dan mengehancurkannya. Sampai pada saat mencapai patung kesebelas, tiba-tiba tongkat Jani di pantulan lagi oleh patung tersebut.


Jani mulai memperhatikan patung itu, dan terlihat meskipun patung itu bisa menahanya, tapi seluruh tubuh patung tersebut mengalami retakan di mana-mana dan mulai menunjukkan wujudnya yang sebenarnnya.


Patung itu mulai berdiri dan semua batu yang sebelumnya melapisi patung tersebut mulai menghilang dan menunjukkan bentuk armor yang sangat bagus dengan sebuah pedang dan perisai yang dia pegang di tangan satunya.


Melihat patung tersebut Jani berseru kepada semua orang "HATI-HATI!! Monster ini berbeda dari monster yang sebelumnya kita lawan."


"siap! Bos!"


Veronica langsung menyerang armor itu dengan beberapa sihir tombak es miliknya dan Jani juga mengeluarkan Double Blasternya dan menembak secara terus menerus. Meskipun begitu efek dari seranganya hanya menggoresnya sedikit bagian luar dari armor tersebut dan sialnya lagi goresan itu langsung menghilang dengan kemampuan penyembuhan dari armor tersebut.


Tidak hanya itu, akibat dari serangan mereka malah membuat perhatian armor tersebut menuju mereka berdua dengan cepat. Melihat mereka akan di serang, Jani langsung berteriak "TRIO CEBEREUS!!"


"""SIAP, BOS!!""" Seru tiga bersaudara yang langsung berdiri di depan Jani dan Veronica.


Merasa pertahan tiga bersaudara tidak cukup, Jani kembali Berteriak "SHIRO!! GUNAKAN SIHIR PERTAHANANMU!!"


"BA…BAIK" jawab Shiro dengan terbata-bata dan langsung bersiap merapal sihir pertahanan.


"DIVINE PROTECTION!!" Dengan waktu yang sangat tipis dengan bentrokan yang akan terjadi, Shiro berhasil merapalnya dan melepaskan sihirnya kepada tiga bersaudara.


*BANGGG* Suara dentuman logam saling beradu dan tentu saja serangan monster armor hidup itu berhasil di tangkis oleh ketiga bersaudara yang telah di berkati dengan sihir pelindung oleh Shiro.


Meskipun serangannya berhasil ditahan, sang Armor tidak menyerah dan terus menekan tiga bersaudara dengan sangat kuat. Bahkan armor itu hanya mengunakan satu tangannya saja sementara yang lain masih memegang sebuah prisai besar yang satara dengan tubuh sang armor.


 


       


 

__ADS_1


__ADS_2