KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Metode menghilangkan stres


__ADS_3

Di dalam mobil, Jani melihat Putri dalam suasana hati yang sangat buruk lalu bertanya kepadanya " tumben biasanya setelah pulang dari mall kamu senang, tapi kenapa sekarang suram?"


"gimana gak kesel coba! Lagi nongkrong bareng teman terus tiba-tiba ayah sama si nenek sihir Datang lalu saat aku memanggil ayah dengan sebutan 'Pak tua', si nenek sihir langsung memarahiku di depan umum yang membuatku menjadi pusat perhatian restoran. memangnya dia itu siapa? bisa-bisanya membuatku malu di depan umum seperti itu!"


Jani terdiam sebentar lalu berkata "Putri, menurutku dalam hal ini kau juga salah."


"kok!? Aku juga salah sih!?" jawab Putri yang kesal karena kakaknya menyalahkannya.


"karena kamu menyebut ayah dengan panggilan seperti itu di depan wanita itu. Kamu tahukan setelah kita keluar dari keluarga Senopati, dia merasa telah sepenuhnya menguasai seluruh warisan keluarga Senopati untuk dirinya dan juga anaknya."


"itu memang benar, tapi apa dia tidak terlalu besar kepala bersikap seperti itu?"


"yah. Biarkan saja di bersikap apa pun yang dia mau. Lagi pula sejak kakak meninggalkan keluarga Senopati, kakak tidak berminat untuk mewarisi harta warisan tersebut.


Jadi Putri, jika kamu di masa depan bertemu dia lagi kamu bisa berkata sesuatu seperti ini, 'kamu jangan sombong dulu! Jika kakek atau ayah kecewa dengan prestasi anakmu, mungkin kakakku akan di panggil untuk menjadi kepala keluarga berikutnya.' Maka dia pasti akan terdiam dan tidak berani sombong."


"dari mana kakak tahu, kalau dia akan bereaksi seperti itu?"


"caranya mudah! Cukup kamu bandingkan saja kakak dengan anaknya saat ini."


Setelah Jani berkata seperti itu, para perempuan yang ada di mobil tertawa riang karena mereka sangat mengetahui tuan muda dari keluarga Senopati saat ini yang terkenal menjadi contoh anak yang buruk bagi seluruh ibu di Jakarta yang tidak mau anaknya tumbuh sepertinya.


...


Setelah sampai di rumah, Putri langsung kembali ke dalam kamarnya untuk kembali bermain game virtual dan sementara itu, Jani dan Ayu segera mengganti pakaian mereka ke seragam militer untuk pergi ke markas militer Jendral Karto.


ketika Jani selesai mengganti pakaian dan melihat penampilan Ayu, dia terdiam sesaat karena penampilan Ayu yang hari ini memiliki gaya rambut panjang bergelombang di tambah dengan pakaian militernya yang agak ketat di bagian dada membuatnya tidak terlihat gagah sama sekali melainkan membuatnya terlihat sangat seksi dan menggairahkan.


Jani mencoba menahan hawa nafsunya lalu setelah dia tenang, Jani bertanya "sayang, Bukankah menurutmu baju itu terlalu sempit?"


"tidak, ini memang aku sengaja mengenakannya untuk membuatmu menjadi bersemangat nanti."


Jani mendekati Ayu lalu menciumnya dengan dalam. Setelah mereka berciuman, Jani mengambil sebuah jaket lalu berkata "aku sangat senang kamu selalu membuat aku bersemangat, tapi aku tidak rela melihat wanitaku menjadi pusat perhatian nanti. Jadi, untuk saat ini kamu harus mengenakan jaket."


"oke!" jawab singkat Ayu lalu mengenakan sebuah jaket untuk menutupi tubuh bagian atasnya.


Setelah mereka sudah siap, Jani pergi bersama Ayu menggunakan sepeda motor agar tidak ada yang mencurigainya bahwa dia ada kaitannya dengan Mr. Gold.


...


Markas militer yang dipimpin oleh Jendral Karto Kencana.

__ADS_1


Sementara Jani sedang menuju ke sini, Jendral Karto saat ini sedang mengumpulkan seluruh anak buahnya di lapangan. Setelah mereka berkumpul semua, sang jendral mulai berkata


"perhatian kepada seluruh prajurit! Hari ini kita akan kedatangan seorang tamu yang spesial. Aku mengundangnya karena dia akan berbagi ilmu yang dahulu pernah menghajar 20 orang dari kalian seorang diri, Dia juga lah yang mengalahkan aku dalam sebuah duel beberapa waktu lalu."


Setelah mereka semua mendengarkan tentang orang ini, beberapa orang sudah menebak siapa orang ini termasuk dengan anak dari Jendral Karto yang berdiri di antara prajurit lainnya dengan perban luka di tubuhnya akibat perkelahiannya dengan Jani.


Jendral Karto melanjutkan. "tentu saja, tidak semua dari kalian yang ikut dalam pelatihan ini. Mereka yang ikut adalah seorang dengan pangkat sersan mayor dan yang bukan dengan pangkat ini boleh pergi dari lapangan ini."


Setelah itu, banyak prajurit yang pindah ke pinggir lapangan dan hanya mengisahkan 50 orang saja.


"Baiklah! untuk sersan mayor semuanya, hari ini aku akan memberikan kesempatan untuk kalian naik pangkat Dengan syarat kalian harus bisa mengalahkan tamu kita hari ini."


Setelah jendral Karto berkata seperti itu, 50 orang dengan pangkat sersan mayor mulai bersemangat untuk mengalahkan Jani. Kebetulan saat Jendral Karto sedang pidato, Jani sudah sampai dan mendengarkan semua isi pidatonya.


Setelah itu, Jani berjalan mendekati Jendral Karto dan berkata "hei! Apa maksud dari semua ini!? Bukannya kau ingin belajar tentang teknikku, tapi kenapa aku harus bertarung dengan 50 pangkat sersan mayor tanpa sebab!?"


"oh! Kau sudah datang. Tenanglah, kau pasti lelah setelah kembali dari istana bukan!? ini adalah metode untuk meringankan stres yang di buat khusus untukmu."


"aku tidak pernah dengar, bahwa melawan 50 prajurit pangkat sersan mayor dapat menghilangkan stres."


"hehe! Kau tidak akan tahu sebelum mencobanya!"


"baiklah karena ini sudah terlanjur, mungkin aku harus mencobanya" kata Jani yang mulai membuka baju bagian atasnya dan berjalan menuju lapangan.


Setelah sampai di posisinya Jani memperkenalkan dirinya "salam semuanya! Namaku adalah Jani yang di kenal sebagai salah satu dari trio Djancok. Hari ini aku akan membuka kelas khusus bagi kalian untuk menjadi lebih kuat dari pada kebanyakan orang di luar sana." Kata Jani kepada 50 orang sersan mayor yang bersiap menyerang dirinya.


Jani memeriksa semua lawannya lalu berkata dalam hatinya 'kalian akan menyesal karena sudah meremehkan aku!!'


"karena semua nya sudah siap! Pelatihan ini akan di mulai dalam hitungan 3..2..1.. MULAI!!" kata jendral Karto.


...


10 orang pertama mulai berlari ke arah Jani, tapi mereka tidak menyangka bahwa Jani hanya mengangkat satu tangannya lalu berkata kepada mereka "pertama, aku akan mengetes kalian apa kalian bisa melawan satu tangan ini?" kemudian dia menerjang ke arah mereka.


10 orang yang menyerang pertama juga merasa terhina dengan sikap Jani dan mulai menyerang Jani dengan niat mematahkan beberapa tulangnya, tapi sebelum mereka menyerang Jani sudah berdiri di depan mereka lalu melancarkan serangan pertamanya ke arah perut salah seorang dari mereka.


*GHAAKK*


Teriak orang yang menerima serangan lalu detik berikutnya dia sudah tidak sadarkan diri. Tidak sampai di situ saja, Jani menendang orang berikutnya sampai membuat dia terlempar ke belakang dan mengenai dua orang di belakangnya.


Melihat teman satu pangkat mereka dikalahkan dengan mudah, enam orang yang tersisa mulai mengepung dan menyerang secara bersamaan dari berbagai arah yang berbeda.

__ADS_1


"hmm.. itu rencana yang cukup bagus untuk mengepungku dan menyerang secara bersamaan, tapi kalian butuh satu batalion lengkap dengan beberapa meriam untuk membuatku kewalahan sekarang!" kata Jani sambil tersenyum.


Beberapa penonton yang mendengar perkataan Jani mendengus dan menganggap bahwa Jani terlalu sombong. Mereka yang baru kali ini melihat Jani pasti tidak percaya, tapi ada beberapa orang yang pernah bertarung dengan Jani dan merasakan bahwa omongan Jani bukan bualan semata.


Setelah berkata seperti itu, Jani langsung mengambil tindakan dari serangan ini dengan membuat salah satu dari mereka kehilangan keseimbangan lalu membuat konsentrasi empat lainnya pecah dan Jani langsung membuat tendangan menyamping yang tinggi lalu mengenai tepat kepala mereka.


Tepat setelah Jani melakukan tendangan, dia segera berbalik lalu menangkap tangan dari satu orang yang tersisa sambil berkata "sungguh licik! mengorbankan lima temanmu hanya untuk melakukan serangan kejutan?"


"bagaimana kau...!?" sebelum prajurit itu menyelesaikan perkataannya, Jani memukul wajahnya dengan tangannya lainnya dan kemudian prajurit itu terjatuh sambil menggerang kesakitan.


"baiklah! Kita mulai ronde kedua dengan 40 orang yang tersisa, tapi ini berbeda dari sebelumnya karena untuk kali ini aku akan menutup mataku!" Kata Jani sambil mengenakan penutup mata.


Sementara itu di pinggir lapangan, Ayu yang melihat kekasihnya mengenakan penutup mata mulai berkata " jadi dia ingin mengakhiri ini dengan cepat yaa!?"


" apa maksud dari perkataanmu itu?" kata jendral Karto yang berdiri di sampingnya.


"maksudku itu adalah telinga kekasihku itu lebih peka dari kebanyakan orang sehingga terkadang dia sesekali dia menggunakan telinganya untuk membaca gerakan lawannya." Kata Ayu yang menjelaskannya dengan penuh bangga.


"ohh.. ngomong-ngomong dari mana dia mendapatkan bekas luka sebanyak itu?" tanya Jendral Karto yang melihat tubuh Jani yang penuh dengan bekas luka.


"itu adalah luka yang ditinggalkan musuhnya di masa lalu." Jawab singkat Ayu yang enggan memberitahunya lebih lanjut tentang bekas luka tersebut.


...


Seperti yang dikatakan Ayu sebelumnya, telinga Jani memang lebih peka dari kebanyakan orang lain dan di tambah dengan pengendalian sihir miliknya, Jani mampu membaca semua gerakan dan serangan lawannya dengan tepat tanpa harus melihatnya secara langsung.


Setelah lebih dari setengah jam bertarung, Jani duduk di lapangan lalu membuka matanya sambil berkata "lumayan untuk menghilangkan stres mengingat pangkat kalian yang cukup tinggi."


Di samping Jani yang duduk terdapat 40 orang yang tergeletak di tanah dengan kebanyakan dari mereka tak sadarkan diri atau ada juga kesakitan di sekitar mereka yang pingsan.


Setelah itu Jani kembali ke samping Ayu dan menerima handuk dan juga sebotol air mineral lalu berkata kepada jendral Karto "jendral Karto! Sebenarnya hari ini aku ingin mengajari beberapa prajurit tentang teknik milikku, tapi ini tidak jadi karena aku masih memiliki urusan yang aku harus lakukan, tidak masalahkan?"


"Yah, mau bagaimana lagi, tapi kau sudah menemukan orang yang akan ikut kelasmu kan?"


"sudah, aku ingin 50 orang tadi ikut dalam kelasku, tapi kau harus merahasiakan ini, oke!"


"baiklah, akan aku usahakan."


"kalau begitu, telepon aku saat mereka sudah sembuh total." Kata Jani lalu pergi bersama dengan Ayu.


Beberapa saat setelah Jani pergi, sebuah mobil jip tiba dengan pria tua yang turun dari mobil itu lalu melihat sekeliling lapangan dan berkata "bukannya tadi kau bilang ada pertarungan di sini, di mana itu?"

__ADS_1


"tadi seingatku ada di sini, tuan jendral besar! Ada seorang pemuda yang menghajar 50 sersan mayor sendirian!" kata seorang jendral yang di dampingi oleh seorang tentara yang dulu pernah di hajar Jani dengan meja kayu.


Jendral Karto terkejut melihat jendral besar tiba-tiba datang ke markasnya lalu sedikit merasa lega karena Jani baru saja pergi dari sini tepat sebelum mobil jip jendral besar tiba di markasnya.


__ADS_2