
Setelah membaca surat tersebut, Jali bertanya kepada Jani “jadi, elu orang yang mendukung inspektur itu dari balik layar?”
“Yah begitulah.. yang jelas masalah ini adalah sesuatu yang bisa aku atasi untuk saat ini dan juga elu jangan ikut campur dulu, Jal!”
“lah!? Memangnya kenapa?”
“karena menurut perkiraan gua, orang yang akan menjabat jadi kepala polisi berikutnya adalah Inspektur Wisman dan jika dia mengetahui identitas elu yang sebenarnya, maka itu akan sangat berbahaya bagi kita semua!”
Setelah mendengarkan penjelasan sahabatnya, jali mulai mengerti dan kemudian menjawab “oke gua akan menahan diri agar tidak ikut campur, tapi apa yang akan kita lakukan dengan mayat dari pasukan elite kepolisian itu?”
“jangan sentuh mereka! Biarkan itu menjadi masalah antara polisi dengan kelompok Punakawan.”
“aku setuju dengan perkataan Jani, karena jika kita ikut campur maka itu bisa menjadi bumerang untuk kita.” Sela Jaka yang menanggapi perkataan Jani.
Jali juga menganggukkan kepalanya untuk menyetujui pendapat kedua sahabatnya. Lalu Jani melanjutkan perkataannya “dan untuk masalah tentang video Bagong. gua pikir, kita abaikan saja! karena beberapa hari yang lalu, Diablo masih berani untuk mengirim anak buahnya ke sini! Jadi menurut gua lebih baik kita fokus pada target kita dari pada mengurusi target orang lain, benar?”
“benar banget! Kita aja masih kesulitan dalam mencari bandar narkoba apalagi harus cari para koruptor, susah nya minta ampun.” Kata Jaka.
“ngomong-ngomong soal bandar narkoba. Jan! Elu kagak kangen Brantas bandar narkoba apa?”
“kalau di tanya kangen yaa jelas kangen, tapi masalahnya dulu saat pertama kali gua berkencan sama Ayu, gua berjanji kepadanya untuk tidak lagi berurusan dengan Diablo lagi karena itu terlalu berbahaya untukku.”
“ya elah! Tinggal kagak usah di kasih tahu aja, repot banget!” jawab Jali yang memprotes alasan Jani.
“ehh! Elu belum ngerasain aja punya cewek yang teliti kayak gimana rasanya!” jawab jani yang kesal dengan perkataan Jali.
“gimana rasanya?”
“malas gua jelasinnya!! Gua mau balik duluan soalnya besok masih banyak hal yang harus gua urus!”
“bilang aja takut di marahi sama Ayu!”
“berisik!!” teriak Jani kepada Jali yang masih tertawa. Sementara Jani dan Jali sedang rusuh, Jaka terus melanjutkan pekerjaannya dalam menyempurnakan server game utama.
Setelah Jani selesai berurusan dengan Jali yang baru saja melarikan diri menuju atap gudang, Jani mendekati Jaka lalu berkata “oh iya Jak! Setelah ujian Nasional selesai elu bisa pindah ke dalam perumahan.”
“lah emangnya ada rumah yang kosong?”
“justru ini adalah hadiah untuk gua, berkat bantuin Inspektur Wisman. Dan juga di dalam rumah itu ada hadiah spesial buat lu”
“ohh..” jawab Jaka yang tidak tertarik kepada hadiah tersebut.
Setelah urusannya dengan dua sahabatnya selesai, Jani kembali ke rumah lalu segera masuk ke kamarnya.
...
Di dalam kamarnya, Ayu masih terjaga dan menunggu Jani pulang sambil bermain HP-nya.
Saat Jani masuk ke kamar dan duduk di atas kasur, Ayu mendekat ke padanya lalu menunjukkan sebuah berita online yang berjudul 'TERUNGKAP!! FUNGSI LAIN DARI MENARA CANGGIH MILIK ARCADIA TEKNOLOGI!!’
“sayang! Lihat deh!” kata Ayu yang menunjukkan HP-nya kepada Jani.
“hmm, ohh! Ternyata mereka sudah tahu hal ini?” jawab Jani yang melihat berita online tersebut.
__ADS_1
“jadi berita ini bukan Hoax?”
“memang bukan! Itu memang salah satu fungsi dari Tower Virtual. selain menjadi kunci mesin Virtual, Tower itu juga membuat jaringan sinyal internet di sekitarnya menjadi lebih cepat berkali-kali lipat.”
“kenapa kamu kagak kasih tahu aku soal yang beginian?”
“memangnya itu penting banget?”
“iya penting dong! Karena perusahaan kita mengeluarkan anggaran sekitar 10 juta per minggu buat memiliki sambungan sinyal internet yang stabil dan jika kamu kasih tahu aku lebih awal, mungkin kita bisa menghemat 5 juta dengan membeli paket internet yang lebih murah!”
Jani terkejut mendengar penjelasan Ayu yang ternyata dia melewatkan kesempatan untuk menghemat anggaran perusahaan sebanyak 5 juta. Setelah keterkejutannya tentang biaya paket internet, Jani berpikir sebentar lalu berkata “begini aja, Minggu depan kamu tidak perlu memperpanjang paket internet tersebut dan biar aku sama Jaka yang mengurus masalah soal jaringan internet ini.”
“oke aku akan bicara sama Annisa soal hal ini. Lalu bagaimana dengan berita ini?”
“biar aku yang mengurusnya, kamu tidur duluan aja!”
“baiklah, selamat malam sayang!” jawab Ayu sambil memberikan ciuman selamat malam kepada Jani lalu mencoba untuk tidur.
Setelah ayu tertidur Jani membuka akun media sosial milik perusahaannya dan memposting sebuah tulisan sambil mencantumkan berita Online tersebut dengan beberapa kalimat
[@Arcadia_teknologi_offical
Kepada seluruh warga ibukota! Berita di bawah ini adalah benar adanya dan memang sejak awal pembuatannya Tower ini mempunyai fungsi seperti itu. Meskipun begitu, jangan jadikan halaman depan perusahaan kami menjadi tempat tongkrongan karena akan mengganggu pegawai lainnya.]
Setelah memposting hal tersebut ke media sosial, Jani memeriksa Ayu apakah sudah benar tertidur atau berpura-pura. Saat melihat Ayu benar sudah tertidur, Jani segera berpindah ke dimensi pelatihan untuk menyembuhkan luka dalam yang dia derita sepenuhnya.
...
Di dalam dimensi pelatihan milik sistem, Jani menggunakan sihir cahaya untuk menyembuhkan luka dalamnya dan setelah lebih dari satu jam menggunakan sihir tersebut, Zein memberikan sebuah pengumuman.
Sihir Cahaya telah meningkat menjadi level dua tingkat awal dan berhasil membuka berbagai sihir unsur cahaya tingkat dua.]
Setelah mendengar pengumuman dari Zein, Jani membuka matanya lalu melihat bahwa luka dalamnya telah sembuh total. Saat dia merasakan sudah sembuh, kan mencoba berlatih sedikit dan kemudian dia kembali lalu tidur untuk bersiap melakukan pertemuan dengan pihak negara Cina besok.
...
Pagi berikutnya.
Jani melakukan ujian nasional dan selesai dengan cepat seperti yang dia lakukan kemarin. Saat Jani dan dua sahabatnya bersiap untuk pergi dari kelas, sang pengawas bertanya kepada mereka bertiga “apa kalian sudah selesai?”
Jani mewakili dua sahabatnya berkata “sudah, kami sudah selesai mengerjakan ujian dan juga kami percaya diri dengan jawaban kami.”
“kalau begitu kalian bisa pergi.” Jawab sang pengawas yang masih duduk mejanya lalu kembali sibuk dengan laptopnya.
Jani dan kedua sahabatnya segera pergi dari kelas dan sesaat Jani melewati sang pengawas, dia merasakan aura kebencian yang sangat kuat berasal dari sang pengawas. Setelah keluar dari kelas, Jani berkata kepada Jaka “ Jak, elu sudah memasang pengaman pada data jawaban jawaban Kita kan?”
“tentu saja sudah! Dan untuk jaga-jaga aku sudah memasang virus yang jika di aktifkan maka komputer target akan mengalami Over heat sampai menghancurkan komputer itu sendiri.”
“kalau begitu bagus!” jawab Jani sambil berjalan tanpa melihat ke belakang dan beberapa saat kemudian dari dalam kelas teriakan seorang siswi yang berteriak “TOLONG!! ADA KEBAKARAN!!”
Trio Djancok menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi di kelas. Apa yang mereka lihat adalah sang pengawas yang terkejut karena laptopnya tiba-tiba terbakar tanpa mengetahui sebabnya.
Setelah Melihat hal itu sesaat, mereka bertiga kembali berjalan menuju gerbang sekolah sambil melanjutkan pembicaraan mereka.
__ADS_1
...
Di perusahaan Arcadia.
Saat Jani tiba di perusahaan, dia di sambut oleh para penjaga dan di antarnya, ada penjaga yang kemarin berdebat dengan Jani. Jani berjalan dan berhenti di depannya lalu bertanya “apa kau sudah melunasi hutangmu?”
Dia tidak menjawab tapi hanya menganggukkan kepalanya sedikit sampai rekannya yang lain tidak menyadarinya. Melihat tindakannya, Jani tidak marah karena dia tahu bahwa identitasnya masih di rahasiakan dan belum banyak yang mengetahuinya terutama para penjaga keamanan yang belum lama ini direkrut oleh Arman.
Setelah Jani sampai di lantai sepuluh, Dia segera memasuki ruangan CEO dan bertemu dengan Ayu yang sudah menunggunya dari saat Jani memasuki gedung perusahaan.
“apa perwakilan Tencent sudah sampai?” tanya Jani kepada Ayu sambil mengganti pakaiannya.
“belum lama ini, mereka baru sampai dan sedang menunggu di ruang rapat sebelah.” Jawab Ayu dengan tenang.
Setelah mendengar jawaban Ayu, Jani merasakan ada yang aneh dengan kekasihnya. Dia mencoba memeriksanya dengan cara mendekatkan wajahnya ke wajah Ayu dan menatap matanya secara dekat.
Saat Jani menatap matanya, dia dengan cepat menyadari bahwa ada orang yang mengendalikan pikiran kekasihnya menggunakan sebuah mantra kuno. Mengetahui hal ini, Jani langsung sangat marah dan dengan cepat dia menahan diri untuk berteriak lalu dia berniat untuk menghilangkan efek mantra kuno yang ada pada pikiran kekasihnya.
Jani segera memegang kepala Ayu lalu berkata dengan lembut “maaf sayang, Ini akan terasa sakit sebentar!”
Jani segera mengaktifkan sihir cahaya tingkat satu yaitu ‘Mind Cleanser' dan seketika cahaya putih memasuki kepala Ayu secara paksa. Saat proses itu Ayu berteriak kesakitan lalu setelahnya dia langsung tidak sadarkan diri.
Setelah melihat Ayu pingsan, Jani segera membawanya ke kamar tidur rahasia mereka lalu Jani segera memakai topeng emasnya dan segera berteleportasi ke ruang rapat yang berada di sebelah ruangan ini.
...
Di ruang rapat sebelah terdapat dua orang yang menjadi perwakilan dari perusahaan Tencent.
Salah satu dari mereka yang mengenakan pakaian Taoist sedang mengalami muntah darah dan dari hidung dan matanya juga mengeluarkan darah akibat dari serangan sihir Jani.
Saat pria yang mengenakan pakaian kantor melihat kejadian ini, dia langsung panik dan segera bertanya kepada pria yang mengenakan pakaian Taoist “tuan Mo! Apa yang terjadi kepada anda!?”
“mantraku telah di batalkan secara paksa dan bukan hanya itu, dia bahkan langsung mengirim serangan yang sangat kuat kepadaku!”
“siapa yang Anda maksud Tuan Mo!?”
“tidak usah pikirkan itu sekarang! Yang penting kita segera pergi dari sini sebelum ahli spiritual itu mendatangi kita!”
“kita tidak bisa pergi begitu saja sebelum kita mendapatkan kesepakatan kerja sama dengan Mr.Gold!”
*PAAKKKK!!* suara tamparan dari pria yang bernama Tuan. Mo kepada pria berpakaian jas.
Setelah menamparnya, dia berkata dengan keras “APA YANG LEBIH PENTING SEKARANG, HAH!!!? KESEPAKATAN BISNISMU ATAU NYAWAMU!!?”
Setelah dia ditampar, pria berpakaian jas itu akhirnya sadar dan kemudian dia segera menjawab “kau benar Tuan. Mo, lebih baik kita pergi sekarang sebelum semuanya terlambat.”
Dia pun mencoba pergi menuju pintu keluar, tapi sayangnya mereka terlambat karena Jani muncul tepat di depan mereka sambil berkata
“kenapa terburu-buru? Negosiasi ini baru saja di mulai!”
Saat Jani muncul di depan mereka dan mengatakan hal itu, dia pun mulai mengeluarkan Aura unsur Api tingkat empat atasnya untuk mengintimidasi mereka berdua.
Sambil mengeluarkan Aura unsur api miliknya, Jani berkata “mungkin selama negosiasi akan terasa panas karena AC ruangan ini sering rusak”
__ADS_1
Melihat kemunculan Mr.Gold secara tiba-tiba membuat mereka terkejut dan mulai gemetaran ketakutan akan nasib hidup mereka selanjutnya.