KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Surat dari Ellividen


__ADS_3

Mereka berdua terkejut dengan tantangan tiba-tiba dari sang pangeran, tapi tidak lama kemudian salah satu ksatria tersebut berkata dengan nada yang sedikit di isi dengan kesombongan "mohon maaf yang mulia! Antara kami dan kau tidak dapat di bandingkan karena kami berdua adalah seorang ksatria yang sudah lama berlatih dan Anda tidak lebih dari seorang yang belum lama ini bangkit dari koma."


"jangan khawatirkan hal itu, karena tubuhku sudah pulih sepenuhnya dan lagi apa kalian sudah lupa aku telah mengalahkan Jendral Dom dalam duel satu lawan satu?"


Mereka akhirnya baru mengingat tentang duel tersebut dan setelahnya Ash dengan sigap berkata "baiklah, Pangeran! Kami menerima tantangan mu!"


Ksatria itu terkejut dengan perkataan Ash dan dia dengan cepat menjawab "Kak Ash! Itu tidak bisa di lakukan! Bagaimana jika pangeran terluka dan kita yang akan disalahkan karenanya!?"


"Tiandra, tenanglah sebentar oke! Coba kamu pikir baik-baik, tempat ini di miliki oleh salah satu pasukan khusus milik keluarga kerajaan dan mereka pasti sudah mempersiapkan sesuatu kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, benarkan!?"


"UH…. Kakak benar juga sih! Baiklah aku akan mengikuti kemauan kakak!"


Saat Jani mendengar nama salah satu ksatria tersebut, Jani mengingat nama salah satu bangsawan yang dia ingat lalu segera bertanya "tunggu sebentar, coba sebutkan nama lengkap kalian dulu!"


"aku Ashranda De Dranda!"


"kalau aku adalah Tiandra De Dranda!"


Setelah mendengar nama mereka berdua, Jani menepuk dahinya sambil berkata "Pantas saja kalian tidak mengerti apa itu esensi unsur Api! Kalian berdua adalah dua bersaudari Dranda, kan?"


"itu benar, pangeran! Apa kami ini memang aneh?" Jawab Ashranda yang bertanya dengan murung.


"kenapa kau bilang begitu?"


"itu karena kami adalah wanita yang memiliki unsur api pertama dalam sejarah umat manusia!" jawab Tiandra yang berkata dengan keras seolah itu adalah hinaan untuknya.


"itu tidak benar. Faktanya di masa kekacauan dahulu, kuil Api di pimpin oleh seorang wanita yang di sebut dengan Miko. Dan ini rahasia antara aku dan kalian saja, Ayahku, sang Raja di latih oleh sang Miko yang kini tinggal di suatu tempat!"


Mendengar Jawaban dari pangeran, dua saudari itu terkejut dan mata mereka menunjukkan ketidak percayaan kepada cerita Pangeran. Tiandra yang tidak suka di bohongi membantahnya dengan keras "mana ada cerita seperti itu! Itu pasti hanya omong kosong mu saja agar kami menjadi tenang dan tidak khawatir dengan Mana api kami yang tidak bisa di kendalikan ini!"


Sepeti yang di katakan Tiandra, alasan kenapa mereka sering di ejek karena mereka berdua tidak bisa mengendalikan Mana unsur Api mereka sendiri sehingga hanya bisa menggunakan satu mantra dasar saja dan setelahnya mereka akan kehabisan Mana, tapi sihir dasar yang mereka keluarkan memiliki kekuatan 10 kali lipat dari sihir dasar biasanya.


lalu alasan mereka di tolak masuk kedalam Ordo Knight of Crimson Flames adalah kondisi mereka yang setelah kehabisan Mana yaitu tertidur. Jika mereka sedang menjalankan misi atau di dalam medan perang, Itu akan sangat berbahaya bagi mereka berdua.


Di tambah dengan ayah mereka yang memiliki pengaruh kuat bagi kerajaan, Dia pasti tidak akan menerimanya, jika kedua Putrinya harus kehilangan nyawa mereka karena efek kehabisan Mana. Dengan semua masalah yang ada, sudah pasti Hertez tidak menerima mereka berdua, tapi dia tidak bisa mengecewakan ayah mereka dengan menolak mereka dan itu membuatnya menjadi pusing sehingga dia mencari bantuan kepada sang Raja, tapi sialnya lagi sang Raja malah menyuruhnya untuk meminta banutan kepada sang pangeran ketiga.


Kembali kepada Jani.


Saat ini dia sedang berpikir bagaimana caranya untuk membantu kedua saudari ini sampai dia kehabisan ide lalu bertanya kepada Zein.


"Zein! Tolong pencerahannya!"


"Master, aku ini pemandu sistem bukan situs Go**le yang tahu segalanya."


"tapi untuk yang satu ini kau tahu solusinya, kan?"


"baiklah, untuk kasus ini aku beri diskon 50%! Setuju atau tidak!?"


"oke, cepat beritahu aku solusinya."

__ADS_1


"solusinya ada pada sebuah buku yang di tulis oleh pendeta kuil Api zaman kekacauan yaitu Nona Miko. Buku ini berisikan panduan tarian pendeta kuil api untuk menyenangkan sang Dewa Api dan memberikan berkah bagi sang penari."


"lalu apakah sistem menjual buku tersebut?"


"tidak, sistem tidak menjualnya karena itu hanya ada satu di dunia ini dan keberadaanya masih hanya sebuah rumor saja."


Mendengar jawaban dari Zein, Jani semakin putus asa dan bersiap untuk menjelaskannya kepada dua bersaudari tersebut. Sebelum dia mulai mengatakannya, Zein menyelanya "tapi saat ini sistem telah mengkonfirmasikan keberadaanya dan membuktikan bahwa buku tersebut benar-benar ada."


"Oh! Benarkah!?"


"benar sekali, dan keberadaanya ada di dalam penyimpanan sistem yang menjadi tempat penyimpanan barang-barang berharga milik master!"


"eh! Jadi selama ini aku telah berhasil mendapatkannya. Oke terima kasih Zein!"


Saat Jani sedang berbicara dengan Zein, Ashranda memanggilnya lalu berkata "Pangeran, melihat dari reaksimu sepertinya kamu telah memahami kondisi kami, benarkan?"


Jani tersadar dari pembicaraannya dengan Zein lalu menjawab "itu benar dan aku telah menemukan solusinya!"


Mereka berdua terkejut tetapi tetap diam menunggu Jani melanjutkan jawabannya.


"kalian ingatkan pagi tadi aku berhasil mendapatkan kuil suci 9 dewa-dewi?"


"tentu saja kami tahu! Itu adalah berita paling di bicarakan di ibukota hari ini!" jawab Tiandra.


"memang dan dari tempat itu, aku mendapat banyak harta meskipun hampir semuanya aku berikan kepada kerajaan, tetapi ada beberapa benda yang aku simpan untuk diriku sendiri salah satunya adalah buku ini!"


Saat Jani mengeluarkan sebuah buku kuno, dia kemudian melanjutkan "buku ini berisikan sebuah panduan sihir dari penyihir unsur api wanita yang terkenal pada zaman kekacauan yaitu Miko. Ini ambilah!"setelah memperkenalkan buku tersebut Jani memberikan buku itu kepada dua saudari tersebut.


"fungsi buku adalah untuk di baca dan bukan untuk di jadikan pajangan saja. Lagi pula keluarga kalian  'Dranda' telah begitu berjasa bagi kerajaan karena hanya menjual batu api hasil pertambangan kalian ke kerajaan ini! Ini hanyalah hadiah kecil dariku untuk keluarga kalian, terimalah."


 Setelah mendengar hal itu Ashranda mengambil buku itu lalu mengucapkan terimakasih kepada Jani "terima kasih yang mulia pangeran Alex!"


Setelah menyelesaikan masalah dengan dua sadari tersebut, jani menyuruh mereka pulang terlebih dahulu dan Jani kembali ke atas untuk bertemu dengan Rat King.


Saat Jani sampai di sana, dia kembali duduk di kursinya lalu mendengarkan keluhan dari Rat King "aku pikir akan melihat pertarungan yang menarik, tapi aku tidak menyangka akan melihat penyihir unsur api wanita yang sudah dewasa seperti itu!"


"memangnya apa yang terjadi kepada penyihir unsur api wanita lainnya?" tanya Jani yang penasaran.


"Mati! Mereka mati di usia muda karena tubuh mereka tidak bisa menahan Mana unsur api yang begitu besar dan akhirnya meledak  bersama dengan tubuhnya."


Setelah itu, mereka mengobrol banyak hal lalu sebelum Jani kembali dia memberi perintah kepada Rat King "No.10, terus dapatkan informasi tentang para bangsawan yang tadi kau sebutkan itu lalu sebarkan rumor tentang keburukan gereja kepada rakyat biasa agar rencana mereka untuk mempermalukan ku gagal total!"


"baik pangeran!" Jawab singkat Rat King lalu setelahnya Jani pergi dari tempat tersebut melalui pintu yang sebelumnya dia gunakan. Saat Jani ingin menaiki keretanya tiba-tiba seorang bocah yang bertelanjang dada mendekati kereta Jani sambil berteriak "yang mulia pangeran! Mohon tunggu sebentar!"


Jani menanggapi panggil tersebut lalu berbalik sambil menjawab "apa kau memerlukan sesuatu, Bocah?"


"anda menjatuhkan ini yang mulia!" jawab anak tersebut sambil menyerahkan sebuah lambang keluarga Lester kepadanya.


"Oh! Sepertinya aku menjatuhkannya. Lalu aku berterima kasih! Sebagai imbalannya aku bisa  mengabulkan  satu permintaanmu." Setelah Jani menjanjikan sebuah permintaan, wajah anak itu cerah sejenak lalu dengan cepat berubah menjadi serius memikirkan permintaan yang ingin dia wujudkan.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, anak itu menjawab "Pangeran! Aku sudah memutuskan keinginanku!"


"lalu apa itu?"


"aku ingin menjadi anak bawahan mu, Pangeran!"


"boleh saja, tapi menjadi bawahan ku harus memiliki suatu bakat yang spesial. Apa kau memilikinya?"


"aku memilikinya, Pangeran! Tapi aku tidak bisa menunjukkannya sekarang karena aku belum bisa mengendalikannya."


"begitu ya, lalu bagaimana kalau lain waktu? Jika kau siap menunjukkannya kabarkan saja Rat King tentang hal itu, maka aku akan segera mengetahuinya dan bertemu denganmu secepatnya, bagaimana?"


"baiklah! Aku akan berjanji itu tidak butuh waktu lama, Pangeran!"


"mhm! Aku menantikannya!"


Setelah itu mereka berpisah dan Jani kembali ke istana pada malam hari dan tentu saja tepat saat waktu makan malam. Saat sedang makan malam, Sang Raja tiba-tiba bertanya kepada Jani.


"Alex, dari mana kau mendapatkan buku panduan sihir itu?"


Jani tahu yang di maksud Ayahnya adalah buku yang sebelumnya dia berikan kepada dua bersaudari dari keluarga Dranda. Setelah menyadarinya, Jani segera menjawab "dari kuil yang tadi pagi aku dapatkan." Lalu melanjutkan makanannya.


"dan kau tidak memberitahuku bahwa kau mendapatkan buku tersebut."


"maaf ayah, aku lupa memberitahumu. Jadi apa itu berdampak sesuatu yang buruk?"


"tidak, justru sebaliknya!" jawab sang raja sambil tersenyum kepada Jani.


Saat Jani ingin mencari tahu lebih lanjut, tiba-tiba Ratu Iris berkata "Sayang, Alex! Bisakah kalian habiskan makanan kalian  terlebih dahulu?"


Jani dan Raja terdiam lalu dengan tenang melanjutkan makan malam mereka. Setelah makan malam, semua orang tetap berada di ruang makan dan mendengarkan isi surat yang baru saja tiba dari kerajaan Ellividen.


Saat Raja selesai membaca suratnya, dia dengan tenang membakarnya lalu berkata "kudeta berhasil di hentikan dan Ratu Alice akan pulang beberapa hari lagi setelah menyelesaikan beberapa masalah yang lainnya."


Saat mendengar bahwa kudeta berhasil di hentikan semuanya merasa lega, tapi tidak bagi Jani yang menyadari bahwa masalah lain yang di sebutkan raja itu membuatnya menjadi penasaran lalu bertanya "masalah lain seperti apa itu, Ayah?"


"Hmm, kurang lebih ini mengenai status baru bagi Ras Dark Elf yang telah gagal melakukan kudeta."


Jani tidak mencari tahu lebih dalam karena dia tahu itu memang sebuah masalah rumit yang harus di selesaikan dengan tepat oleh kerajaan ras High Elf, Ellividen. Dan alasan kenapa ibunya harus terlibat, biar Jani menunggu kepulangannya dan mendengarkan cerita darinya.


Setelah selesai mendengarkan isi surat beberapa orang meninggalkan ruang makan untuk bermeditasi dan mendalami unsur sihir mereka masing-masing yang pada akhirnya tersisa Jani dan sang Raja.


Sang raja yang melihat anaknya tidak pergi berlatih bertanya kepadanya "Alex, apa kau tidak berlatih sihirmu?"


"aku akan melakukannya nanti, tapi aku mempunyai permintaan yang ingin aku sampaikan kepada Ayah."


"apa itu?"


"bolehkah aku meminta hak penuh pengendalian pasukan bayangan?"

__ADS_1


 


 


__ADS_2