
Di saat yang bersamaan.
Kelompok legendaris Punakawan membantai pasukan elite Jendral kepolisian, Jaka yang masih membuat server utama game virtual terkejut karena tanpa dia sadari di belakangnya ada seseorang yang mengenakan topeng pewayangan Gareng sedang mengarahkan sebilah keris ke arah lehernya.
Alasan kenapa Jaka terkejut adalah karena semua perangkap di dalam gudang tua masih aktif dan tidak ada satu pun perangkap yang terpicu akibat kedatangannya. Oleh karena itu, Jaka masih kebingungan bagaimana cara orang ini masuk ke dalam sini.
Saat Jaka masih bingung, orang yang mengenakan topeng Gareng bertanya "apa kau salah satu dari siswa paling bermasalah, Trio Djancok?"
"yaa, itu benar aku." Jawab Jaka kepadanya.
"kalau begitu berikan surat ini kepada temanmu yang bernama Jani dan bilang kepadanya surat ini berasal dari pemimpin kami yaitu, Aki Semar."
"Baiklah."
Setelah mengatakan hal itu, Gareng pergi keluar dengan tenang tanpa membuat suara sama sekali. Setelah melihat Gareng pergi, Jaka memindai sistem keamanan miliknya dan mengetahui bahwa sistem tersebut sudah tidak aktif sejak satu jam yang lalu.
Jaka terkejut dan mencoba menyelidiki siapa orang yang berhasil membobol pertahanan sistem miliknya tanpa dia menyadari hal tersebut selama satu jam. Setelah beberapa menit, Jaka menemukan video yang di tinggalkan oleh sang peretas.
Dalam video tersebut terdapat seorang pria yang mengenakan topeng pewayangan yang mirip dengan orang yang menyusup sebelumnya, tapi Jaka tahu bahwa orang tersebut berbeda karena orang yang ada di video ini adalah idolanya dalam hal ilmu programing yang juga salah satu dari anggota dari Punakawan yaitu, Bagong.
Punakawan sendiri adalah suatu kelompok yang terdiri dari empat orang yaitu: Semar, Gareng, Bagong, dan Petruk. Kelompok ini aktif pada tahun dua ribuan dan target mereka adalah para penjabat korup yang pada masa itu sangat banyak dan membuat ekonomi negara ini kacau.
Aksi mereka bahkan sampai di lirik oleh pihak dunia dan membuat pemerintah harus turun tangan langsung untuk menghadapi mereka, tapi ibaratkan sekumpulan lalat yang mengerumuni tikus dan sulit untuk di lenyapkan, mereka sulit di tangkap dan terus menghantui para penjabat negara sehingga mereka tidak berani melakukan korupsi.
...
Dalam video itu Bagong berkata "Halo, Green Elf!! Aku sudah memperhatikan aksimu dalam dua tahun terakhir dan aku bangga bahwa masih ada anak muda yang berani untuk menegakkan bahwa narkotika tidak boleh untuk disalah gunakan.
Meskipun begitu, kamu masih kurang dalam pertahanan sistemmu terbukti bahwa aku bisa membobol sistem milikmu tanpa kamu sadari."
Video itu terus membicarakan tentang apa yang kurang dalam pertahanan sistem milik Jaka Dan hingga pada akhir video, Bagong berkata "untuk yang terakhir, aku ingatkan kepada kau dan kelompokmu bahwa para penjabat korup adalah target kami dan jika kalian ingin mengambil target kami, kalian harus lulus ujian yang kami berikan. Itu saja untuk saat ini."
Setelah itu, video berakhir dan kemudian video itu terhapus dengan sendirinya. Saat video selesai, Jaka berhenti menulis lalu berkata kepada dirinya sendiri "aku harap, aku tidak melewatkan satu pun apa yang di katakan idolaku."
Setelah menaruh bukunya, Jaka menghubungi kedua sahabatnya untuk datang ke gudang tua dengan segera. Lalu sambil menunggu sahabatnya datang dia kembali mengerjakan sistem server game utama, tapi dengan lebih memperhatikan bagian keamanan server seperti yang di jelaskan dalam video idolanya tadi.
...
Di rumah jani
Saat Jani baru selesai makan malam, dia merasakan aura spiritual yang sangat kuat memanggilnya untuk keluar. Ayu melihat ekspresi kekasihnya berubah lalu bertanya
__ADS_1
"sayang, apa ada masalah sama masakannya?"
"enggak kok! Masakannya tetap enak seperti biasanya." Lalu dia menghabiskan malamnya dengan cepat dan setelah itu dia berdiri dari kursinya dan berpamitan dengan Ayu dan keluarganya "aku mau keluar sebentar, mau cari angin segar." Dan pergi keluar rumah.
Saat dia keluar rumah, Jani langsung berteleportasi menuju aura spiritual itu berasal.
...
Saat Jani membuka matanya, dia melihat sekelilingnya dan menyadari bahwa tempat dia berpindah adalah tempat bangunan setengah jadi yang terbengkalai akibat adanya korupsi di dalamnya dan di depannya dia juga melihat dua orang yang mengenakan topeng pewayangan berdiri tidak jauh dari dirinya.
Dua orang itu memiliki postur badan yang sangat berbeda yaitu satu lelaki berotot dan yang satunya lagi berbadan gemuk dan terlihat agak bungkuk karena faktor usia.
Orang yang mengeluarkan aura spiritual yang adalah pria yang agak bungkuk dan melihat orang tersebut, Jani menyipitkan matanya lalu berkata "aku terkejut melihat orang yang telah mengirim telepati kepadaku adalah pemimpin kelompok legendaris Punakawan, Aki Semar!"
"hoho... tidak kusangka pemuda yang di panggil sebagai Mr.Gold atau iblis merah dapat mengenali aku, tapi kenapa kau memiliki ekspresi kesal seperti itu?" jawab pria tua itu yang juga memperhatikan ekspresi Jani yang tampak kesal.
"ya itu bukan urusanmu kenapa aku kesal, tapi yang jelas adalah kenapa kau memanggilku kemari?"
"oh aku kira kau kesal karena melihat darah temanmu masih tersisa di senjataku ini? Kalau tidak salah namanya Jaka." Sela Gareng yang berdiri di samping Aki Semar.
Sebelum Gareng sadar, Jani telah berpindah ke depannya lalu hendak menendang kepalanya menggunakan kakinya, tetapi tepat sebelum serangannya mengenai Gareng, Aki Semar berdiri di depannya dan dengan menggunakan kekuatan spiritualnya di menangkis serangan Jani.
tendangan Jani yang marah berhasil di tangkis oleh Aki Semar dan membuat gedung terbengkalai itu bergetar hebat. Gareng yang melihat efek dari serangan Jani terduduk dan berkata dalam hatinya "apa aku telah membangunkan singa yang tertidur?"
melihat serangannya di tangkis, Jani menyerang sekali lagi dengan tinju miliknya di tambah dengan teknik dari sarung tangan Ifrit gerakan pertama yaitu, Tinju Api.
Saat Aki Semar melihat serangan Jani berikutnya, dia merasakan aura iblis Api yang sangat kuat dan mencoba menahannya dengan kekuatan penuhnya dan sekali lagi berhasil lalu untuk membuat Jani tenang, Aki Semar menyerang dada Jani dan menyalurkan energi spiritualnya ke dalam tubuh Jani.
Tentu saja serangan itu sangat berefek kepada Jani karena dalam keadaan emosi, Jani lupa melapisi tubuhnya dengan sihir unsur darah dan hal itu membuat dia terpental beberapa meter karena serangan Aki Semar.
Setelah membuat Jani terpental, Aki semar berkata kepadanya " Nak Jani! Tenanglah!! Darah di Senjata muridku adalah darah milik orang lain dan bukan milik temanmu!!"
"kau pikir aku akan percaya hah!!?" jawab Jani dengan marah kepada Aki Semar dan menyiapkan gerakan kedua dari sarung tangan Ifrit yaitu, Tinju Api Biru. Saat Jani ingin menyerang, HP-nya tiba-tiba berdering lalu dia melihat orang yang meneleponnya adalah Jaka.
Jani pun membatalkan serangannya dan kemudian mengangkat teleponnya. "halo Jak, ada apa nih manggil gua ke gudang tua?, Hah! Berita penting apaan!?, okelah nanti gua ke sana."
Setelah menutup teleponnya, Jani berkata kepada Aki Semar "baiklah aku mempercayai kalian, tetapi sebelum itu aku meminta maaf karena menyerang muridmu sembarangan."
"kau tidak perlu khawatirkan hal itu, karena aku memahami bagaimana rasanya saat teman kita dalam bahaya seperti yang kau rasakan." Jawab Aki Semar yang telah memahami perasaan Jani.
Setelah kesalahpahaman di hilangkan, Jani kemudian bertanya "Jadi apa alasanmu memanggilku kemari?"
__ADS_1
"aku sudah menulis surat untukmu yang berisi tujuanku ingin menemuimu, tapi saat aku melihat ke arah rumahmu, aku merasakan aura makhluk yang sangat kuat bersemayam di rumahmu dan itu membuatku penasaran lalu pada akhirnya aku memutuskan untuk memanggilku kemari untuk menanyakan hal ini." Jawab Aki Semar yang menjelaskan alasannya.
Setelah mendengar penjelasan Aki Semar, Jani berkata dalam hatinya 'dia pasti berbicara tentang Tempest dan Ignis.' Lalu setelah itu Jani menjawab "seperti yang di harapkan dari ahli spiritual, memang aku mempunyai dua hewan tersebut, tapi aku menjamin bahwa mereka tidak akan membuat kekacauan tanpa seizinku dan juga kau pasti berpikir aku melakukan kontrak dengan mereka untuk mendapatkan kekuatan ini kan?"
"memang aku berpikir demikian, apa aku salah?"
"tentu saja salah, karena kekuatan tinjuku ini berasal dari senjata lain dan mereka yang kau lihat juga merupakan senjata, tapi lebih berbahaya dan aku juga tidak akan menggunakan mereka dengan sembarangan. Lagi pula aku adalah seorang pengusaha yang memikirkan keuntungan di setiap kegiatan yang aku lakukan."
"baiklah, karena rasa ingin tahuku sudah terjawab aku pamit dahulu dan aku menantikan pertemuan kita selanjutnya di lain waktu."
Setelah mengatakan hal itu, Aki Semar dan muridnya Gareng menghilang dari tempat itu. Saat Jani di tinggalkan sendirian, dia langsung meremas dadanya lalu memuntahkan sedikit darah dari mulutnya.
Setelah merasa lebih baik, Jani berkata kepadanya dirinya sendiri "sial! Luka dalamnya cukup parah!" kemudian Jani menggunakan sihir cahaya untuk menyembuhkan lukanya secara perlahan.
Saat luka dalamnya sudah di sembuhkan sebagian, Jani berteleportasi dekat dengan gudang tua lalu memasuki gudang untuk bertemu dengan dua sahabatnya.
...
Di dalam gudang
Jali sudah sampai lebih dahulu dan sedang berbicara dengan Jaka tentang kemunculan kelompok idola mereka yaitu, Punakawan. Salah satu alasan mereka berani memberantas bandar narkoba adalah karena mereka terinspirasi oleh kelompok Punakawan tersebut.
Saat Jani masuk ke dalam gudang, dia di sambut dengan antusias kedua sahabatnya untuk segera membuka surat yang di berikan Aki Semar. Jani akhirnya membuka surat tersebut dan membacanya dengan keras agar kedua sahabatnya bisa mendengarkannya.
"Salam trio Djancok.
Aku Aki Semar, selaku pemimpin kelompok Punakawan merasa sangat bangga. karena di antara pemuda kita saat ini, masih ada beberapa dari pemuda yang berani mengambil langkah yang sama dengan kami untuk membuat negara ini menjadi lebih baik.
Walaupun apa yang kalian lakukan adalah salah di mata banyak orang dan juga sangat berbahaya, kalian tetap tegar pada pendirian kalian dan terus melakukan aksi kalian. Aku tidak akan menyuruh kalian berhenti, tetapi aku hanya memberi peringatan bahwa target kalian adalah seorang penjahat yang akan tetap melakukan apa saja demi kelancaran bisnisnya dalam mengedarkan narkoba.
Jadi, saranku adalah tetap waspada karena mereka pasti tidak akan tinggal diam saat bisnis narkoba mereka terganggu.
Dan untuk pemimpin kalian, aku terkejut saat kau adalah orang yang bertanggung jawab di balik kejatuhan jendral polisi saat ini. Oleh karena itu, sebagai imbalannya aku membantu kalian untuk membereskan anak buah dari jendral polisi tersebut.
Untuk yang terakhir, jika di masa depan kalian tertarik untuk kembali beraksi memberantas bandar narkoba lainnya, kami bersedia membantu kalian.
Tentu saja itu tidak gratis. Kita bisa bernegosiasi tentang harganya.
Terima kasih telah membacanya!
Salam dariku pemimpin Punakawan, Aki Semar."
__ADS_1