
Setelah duel berakhir, jendral Dom dan keluarganya di bawa ke penjara untuk di interogasi lebih lanjut. sementara Jani beristirahat di kamarnya, seluruh keluarga kerajaan, berserta jendral Borkus, dan juga sang kepala ksatria berkumpul di ruang singgasana untuk membahas apa yang mereka dapat hari ini.
Dari empat tempat penyimpanan harta milik keluarga Blackwolf mereka mendapatkan:
1.KANDANG BUDAK:
-hasil penjualan budak senilai 100.000 koin emas
-dua anak budak sepesial yang di selamatkan oleh Ratu Alice
-500 batu kristal sihir yang memiliki berbagai unsur yang berbeda.
2.MANSION KELUARGA BLACKWOLF:
-5.000.000 Koin emas yang disimpan di ruang harta mereka.
-beberapa yang dokumen yang membuktikan mereka melakukan perdagangan budak.
-satu rak besar penuh berisi racun misterius.
-puluhan senjata magis yang memiliki tingkat dari yang langka hingga beberapa ada yang di tingkat mistis.
3.RUANG BAWAH TANAH YANG TERHUBUNG KE EMPAT TOKO DI ALUN-ALUN KOTA:
-50.000 koin emas yang tersimpan di brangkas bawah tanah.
-puluhan perhiasan mewah dari salah satu toko.
4.KEMAH TENTARA YANG MENJAGA PINTU KELUAR TEROWONGAN BAWAH TANAH:
-ratusan senjata baru (seperti anak pana dan pedang)
-beberapa barang berbahaya yang diduga menjadi bahan membuat racun.
Setelah menerima laporan tersebut, raja Roman mendesah dan berkata "tidak kusangka dia menimbun kekayaan sebanyak itu."
"benar, dengan kekayaan ini. Kalau dia mau, bisa saja dia melakukan kudeta dengan menyewa beberapa penyihir kuat yang di tingkat 6 akhir." Kata jendral Borkus yang berpendapat bahwa kekayaan segitu cukup untuk melakukan sebuah kudeta.
"tidak, Borkus. Aku berpikir itu akan percuma jika mereka hanya menyewa penyihir tingkat 6 akhir. Karena dengan kekuatan yang mulia, mereka hanyalah sekelompok semut." Jawab sang kepala ksatria yang membantah pendapat jendral Borkus.
"haha... kau benar, Hertez. Aku lupa bahwa kita ini di pimpin oleh keluarga kerajaan yang berisikan penyihir berbakat yang luar biasa." Kata jendral Borkus yang menyebut nama dari sang kepala ksatria.
Hertez Bonavic adalah salah satu orang yang menjadi pengikut raja Roman paling lama. Dia dulu juga di kenal sebagai rival dari sang raja karena bakat uniknya yang mampu membatalkan sihir. Saat ini, dia menjabat sebagai kepala ksatria kerajaan Westeria karena terpaksa.
Awalnya, setelah rivalnya diangkat menjadi raja dia berencana untuk mengembara, tapi itu digagalkan oleh rencana raja roman yang secara diam-diam memberitahu ibunya yang berada di desa bahwa anaknya akan di angkat sebagai kepala ksatria tapi menolaknya dengan alasan untuk mengembara.
Ibu Hertez yang mengetahui itu bergegas ke ibukota dan memarahi anaknya selama beberapa jam. Hertez terkejut mengetahui ibunya datang ke ibukota dan menyuruh untuk menjadi kepala ksatria. Tentu saja ibunya tidak menyebut nama raja roman saat dia menyuruh anaknya untuk menjadi kepala ksatria. Pada akhirnya Hertez dengan pasrah pergi ke rivalnya dan mengajukan dirinya untuk menjadi kepala ksatria dan sampai saat ini dia dan keluarganya di angkat menjadi bangsawan dengan pangkat Duke.
Kembali ke kamar Jani.
Jani bangun dari tidurnya dan melihat ke sekelilingnya lalu melihat sang kepala pelayan Bernard berdiri di samping tempat tidurnya. Jani bertanya kepadanya "Bernard, apa yang kau lakukan di kamarku?"
__ADS_1
"saya diperintah oleh yang mulai ratu Alice untuk mengajak Anda pergi ke ruang singgasana dan bergabung dalam rapat kali ini." Kata Bernard dengan tenang.
"oke, kau bisa melanjutkan pekerjaanmu yang lain, Bernard. Aku akan segara pergi ke sana."
"kalau begitu aku permisi dulu, pangeran." Kata Bernard lalu dia pergi keluar dari kamar Jani.
Setelah Bernard pergi, Jani bertanya kepada sistem. " Zein, berapa hari lagi perpindahan berikutnya?"
"kau memiliki waktu dua hari lagi, master."
"baiklah, sudah waktunya aku harus bersiap. Oh, iya! Aku ingin bertanya bisakah Double Blast di bawa ke bumi?"
"bisa, tapi aku sarankan agar master tidak menunjukkan senjata itu di depan umum."
"tentu saja aku tahu itu! Lagi pula jika benda ini aku tunjukkan kepada 2 orang Djancok itu, mereka pasti akan memaksaku untuk memberikan senjata ini kepada mereka berdua." (maksud Jani adalah dua sahabatnya Jaka dan Jali.)
Setelah berbincang dengan Zein sebentar, Jani pergi ke ruang singgasana. Saat di perjalanan ke ruang singgasana dia melihat sebuah kamar yang pintunya terbuka lalu melihat dua bocah yang memiliki ekspresi kosong di wajah mereka.
Jani tertarik dengan dua bocah tersebut lalu menghampiri mereka, saat dia mendekati mereka, tatapan dua bocah tersebut berubah menjadi waspada kepada Jani.
Melihat sikap waspada mereka, mengingatkan Jani tentang dirinya saat dia masih kecil yang sering di incar oleh preman sewaan ibu tirinya untuk membunuhnya. Jani semakin tertarik dengan mereka berdua lalu dia berkata "melihat dari sikap waspada kalian kepadaku, kalian pasti baru pertama kali datang istana?"
seorang bocah laki-laki berambut hitam yang mencoba melindungi bocah perempuan berambut putih berkata dengan hati-hati "benar, kami baru saja di selamatkan oleh ratu Alice dari kandang budak."
"Oh, seorang yang di selamatkan ibu ya.. kalau begitu perkenalkan aku Alex Van Lester, siapa nama kalian berdua?"
Saat mereka ditanyai nama mereka, mereka mulai tampak bingung lalu anak perempuan berambut putih menjawab "kami tidak punya nama, tapi para penjaga kandang budak menyebut kami dengan angka. Aku biasanya dipanggil 08 dan kakakku ini dipanggil 07."
Jani yang mendengar hal itu, tersenyum lalu mengeluarkan roti yang berisikan daging ayam dan memberikannya kepada mereka sambil berkata "makanlah ini dulu untuk menunda lapar kalian. karena sebentar lagi masuk waktu makan malam, kita bisa makan bersama nanti."
Jani langsung pergi dari kamar mereka lalu setelah dia keluar, Jani berpapasan dengan beberapa pelayan yang sepertinya akan memasuki kamar kedua bocah tersebut. Jani bertanya kepada mereka "hei, apa kalian akan pergi ke kamar ini?"
"benar, yang mulia pangeran. Kami di perintahkan oleh yang mulia ratu Alice untuk memandikan kedua anak yang berada di dalam kamar ini." Jawab salah satu pelayan.
"kalau begitu, tunggulah mereka menghabiskan makanannya dulu baru kalian memandikan mereka. Dan juga perlakukan mereka dengan baik karena mereka berdua adalah calon adik angkatku."
"baik, yang mulia pangeran."
Setelah memberi perintah kepada pelayan, jani langsung pergi ke ruang singgasana.
Di ruang singgasana, banyak para bangsawan yang datang ke istana dan meminta penjelasan kepada raja tentang penyerangan yang dilakukan hari ini.
"yang mulia, tolong beri kami penjelasan!! kenapa kalian tiba-tiba menyerang keluarga Blackwolf hari ini?" tanya salah satu bangsawan.
" benar! yang mulia, bahkan kalian merampas semua harta keluarga Blackwolf secara sepihak. Bukankah itu perampokan namanya!?" tanya bangsawan yang cukup dekat dengan keluarga Blackwolf.
"suamiku di tangkap tanpa alasan yang jelas! Tolong bebaskan dia, yang mulia!!" teriak seorang wanita bangsawan.
Saat mereka sedang meminta penjelasan kepada sang raja, pintu masuk ruang singgasana terbuka dan Jani masuk sambil berkata "wow tumben ramai banget kayak lagi ada di alun-alun kota aja."
Saat melihat Jani masuk, raja langsung berkata "nak, apa kau sudah siap menjelaskan semuanya kepada mereka?"
__ADS_1
"tentu saja aku siap, ayah" kata Jani kepada ayahnya sambil berjalan ke depan para bangsawan lalu langsung berkata kepada semua bangsawan yang ada di depannya
"baiklah, aku akan mulai menjelaskan alasan kami menyerang keluarga Blackwolf hari ini."
"yang pertama adalah ini karena masalah pribadi antara aku dan keluarga Blackwolf. Saat aku sedang koma, Randy Blackwolf mencoba merebut kekasihku untuk dijadikan istrinya, tapi karena kekasihku tidak mau, mereka mulai mengganggu keluarganya hingga membuat ayah dari kekasihku di keluarkan dari pekerjaannya."
"Kalau hanya itu alasannya, tindakkanmu terlalu kejam, pangeran!!." Teriak salah satu bangsawan.
"tentu saja bukan itu saja. Alasan kedua adalah adanya laporan dari warga sekitar tentang perdagangan budak yang masih dilakukan di ibu kota. Untuk menindak lanjuti masalah ini, aku mencari informasi dan saat aku sedang mencari informasi, tiba-tiba ada seseorang yang memberikan sebuah buku yang berisikan penyelidikannya tentang keluarga Blackwolf."
"jadi, kau langsung percaya saja dengan orang yang tidak dikenal tersebut!?" tanya lagi seorang bangsawan.
"tentu saja tidak! Tapi setelah aku menerima buku tersebut, orang itu langsung di bunuh tepat di depan mataku lalu saat sang pembunuh melihat aku memegang buku tersebut, dia datang kepada dan meminta buku tersebut secara paksa. Setelah kejadian itu, aku langsung percaya dengan isi buku tersebut lalu malam itu juga aku memberitahu ayah dan kami memulai menyusun rencana penyerangan hari ini. "
"hmph! kau pikir kami akan percaya begitu saja dengan cerita omong kosong mu itu!?"
"dan kalian pikir, apa aku akan peduli kalian percaya atau tidak!?" tanya Jani kembali kepada bangsawan tersebut dengan tatapan tajamnya.
Tidak dari mereka yang berani menjawab pertanyaan Jani. Setelah melihat mereka semua diam, Jani melanjutkan "baiklah, itu saja penjelasanku tentang alasan dibalik penyerangan hari ini. Apa ada pertanyaan yang lain?"
"pangeran! bagaimana nasib bangsawan yang tertangkap di kandang budak?" tanya wanita bangsawan yang khawatir tentang nasib suaminya.
"saat ini mereka akan di tahan dengan dugaan melakukan perdagangan budak. Setelah mereka di nyatakan tidak bersalah mereka akan di bebaskan. Ada lagi?"
Tidak ada yang bertanya. Karena mereka tahu sekeras apa pun mereka memprotes, keluarga kerajaan akan tetap melanjutkan masalah ini sampai tuntas. Setelah melihat tidak ada yang bertanya, Jani menyuruh mereka meninggalkan istana dan memberitahu mereka untuk menunggu pengumuman berikutnya besok di alun-alun kota.
Setelah semua bangsawan pergi, raja dan semua saudaranya bertepuk tangan. Setelah tepuk tangan reda, Marcus berkata "kau luar biasa, Alex! Bisa menangani orang-orang keras kepala itu."
"benar, aku saja langsung menyerah setelah berhadapan dengan satu atau dua orang seperti mereka." Jawab Julius yang menambahkan komentar Marcus.
Setelah mendapat pujian dari kakak-kakaknya, Jani hanya tersenyum kemudian bertanya kepada ayahnya "ayah, apa kau sudah memiliki rencana tentang penggunaan harta yang kita dapat dari keluarga Blackwolf?"
"untuk saat ini harta tersebut akan di simpan gudang harta istana."
"Aku memiliki ide yang bagus tentang harta tersebut, apa ayah ingin mendengarkannya?"
"ceritakan idemu itu, nak!"
Jani mulai menceritakan tentang idenya kepada sang raja. Setelah mendengarkan ide tersebut, sang raja meragukan ide terbit dan berkata "nak, apa kau yakin tentang ide ini?"
"tentu saja, ini akan membuat para bangsawan melupakan keluarga Blackwolf dengan cepat dan juga sekaligus membuat rakyat senang secara bersamaan."
"Baiklah, aku akan mencobanya besok." Setelah selesai berurusan dengan masalah keluarga Blackwolf, Jani berserta keluarganya pergi menuju ruang makan untuk makan malam.
Sambil menunggu hidangan siap, Jani bertanya kepada ibunya tentang kedua bocah yang diselamatkan ibunya "bu, apa yang akan kau lakukan tentang dua bocah yang kau selamatkan tadi?"
"aku berencana mengangkat mereka berdua sebagai adikmu, bagaimana Alex apa kau mau mempunyai adik lagi?"
"boleh saja. oh iya, Bu. aku mendengar dari mereka bahwa mereka tidak punya nama?"
"betul, apa kau punya nama yang bagus, Alex?"
__ADS_1
"bagaimana kalau Kuro dan Shiro?"