
Melihat kedua orang itu tertawa, Jani hanya mengangkat bahunya lalu berkata dengan nada santai "yah, meskipun aku memberlakukan protokol itu, aku percaya tidak ada yang akan melanggarnya karena di sini hanya ada dua orang maniak teknologi yang bahkan salah satunya pernah mengira foto super model sebagai animasi tiga dimensi."
Mendengar perkataan Jani, Jaka langsung memprotes "hei, gua sudah berubah ya!!"
'jadi elu orangnya!!' Jawab David di dalam hatinya yang terkejut dengan perkataan Jaka.
"oke, yang lebih penting sekarang apa yang sebenarnya kalian kerjakan dengan begitu serius dari tadi?"
"ohh, itu adalah sistem keamanan pengguna mesin dari serangan Hacker di tingkat yang lebih tinggi." Jawab Jaka sambil menunjukkan hasil kerja mereka berdua.
David menjelaskan "meskipun Tower Virtual Reality sudah memiliki sistem keamanan yang cukup kuat untuk menghalau hacker kelas menengah, tetapi menurut kami itu masih belum cukup menjamin keselamatan para pengguna mesin VR yang semua data kesadaran mereka di kumpulkan di Tower VR."
"bagaimana jika para hacker kelas tinggi mulai bergerak? Atau bagaimana jika ada penghianat di perusahaan Arcadia yang sengaja membobol sistem dari dalam? Pertanyaan itu terus menghantuiku saat aku menyelesaikan kedua proyek itu dan karena itu, aku memutuskan untuk bekerja sama dengan David dalam menyelesaikan masalah ini." Jawab jaka yang melanjutkan penjelasan David.
"lalu apa sistem keamanan itu telah selesai?"
"belum, masih butuh waktu 4-5 hari lagi." Jawab David yang mulai bekerja lagi.
'itu masih cukup waktu, sebelum pembukaan server utama.' Pikir jani dengan tenang.
"ngomong-ngomong, aku juga ingin menagih janji yang sebelumnya." Kata Jaka yang menyodorkan tangannya kepada jani.
"janji apa?"
"tentang cetak biru yang elu janjikan sebelumnya."
"ahh!! Oke aku baru ingat." Jani pun mengeluarkan sebuah kertas yang berisikan cetak biru tentang pembuatan kaki palsu yang sempurna.
Saat Jaka melihat cetak biru tersebut, dia dengan cepat menaruhnya di meja lalu dengan konsentrasi penuh di mulai membaca.
Melihat sifat sahabatnya yang maniak teknologi mulai muncul kembali, jani perlahan meninggalkannya dan berjalan menuju ruangan pribadinya yaitu ruangan penempaan senjata magis.
Dari empat ruangan, hanya ruangan penempaan senjata magis saja yang menelan biaya pembuatan paling mahal karena di sini peralatannya bisa di sangat lengkap.
Setelah jani duduk di sebuah kursi, dia mengeluarkan sebuah tongkat panjang yang pernah di berikan oleh pihak perusahaan Tencent sebagai kompensasi atas perbuatan tercela mereka sebelumnya. Jani pun langsung bertanya kepada Zein "hei, Zein! Apa ada cara lain membuka segelnya selain membayar uang kepadamu?"
Zein tidak menjawab untuk beberapa saat dan kemudian dengan nada ragu "sebenarnya ada sih, tapi itu membutuhkan mental yang kuat."
"apa maksudmu?"
"sederhananya kesadaran master akan memasuki senjata itu dan di dalam sana master harus bernegosiasi dengan pemilik senjata sebelumnya agar mau membukakan segel yang ada pada senjata dan jika negosiasinya gagal, maka master harus mengalahkan pemilik sebelumnya dan merebut kendali atas senjata ini. "
"lalu itu juga bisa dilakukan dong! Saat aku memiliki pedang giok darah kaisar Kong Ming!?"
"Memang itu bisa di lakukan, tapi kemungkinan master akan menang adalah 10%. Oleh karena itu, aku memilih tidak mengatakannya agar bisa melindungi nyawa master."
"lalu untuk tongkat ini berapa kemungkinan aku bisa menang?"
"kemungkinannya adalah 55% apa master ingin mencobanya?"
"Tentu aku penasaran dengan pemilik tongkat ini yang sebelumnya!"
"Oke, aku akan memulai prosesnya!"
__ADS_1
[MEMULAI KONEKSI DENGAN SENJATA! KESADARAN MASTER AKAN MEMASUKI SENJATA DALAM HITUNGAN 3...2...1...! KESADARAN MULAI MEMASUKI SENJATA.]
...
Saat jani membuka matanya, dia sudah berada di tengah hutan lalu ketika dia mencoba memahami situasinya Jani mendengar suara orang sedang memakan buah lalu mencoba berbalik untuk melihat asal suara tersebut.
Setelah dia berbalik, Jani melihat seekor kera besar berbulu emas gelap sedang asyik memakan buah sambil memandang ke arah Jani.
*krakuk...munch...munch...gulp..*
Suara si kera yang sedang memakan buah terdengar sangat jelas, tapi Jani tetap diam sambil menunggu si kera selesai memakan buahnya. Si kera yang melihat jani hanya terdiam sengaja memakan buah secara perlahan untuk menguji kesabaran jani.
Setelah puas melihat kesabaran Jani, Si kera menyeringai dan berkata "manusia! Kau cukup tenang setelah melihat wujud ku ini!"
"banyak yang mengatakan hal itu kepadaku." Jawab jani yang mengangkat bahunya sambil mengingat pertemuannya dengan Ignis dan Tempest.
"Hahaha.. Kau cukup menarik anak muda! Jadi apa tujuanmu datang ke sini untuk melepaskan segel pada tongkat peninggalanku ini?"
"tidak juga, aku hanya tertarik melihat siapa pemilik tongkat ini sebelumnya dan melihat bahwa pemilik sebelumnya masih seekor siluman berarti sampai saat ini tidak ada manusia yang menjadi tuan tongkat ini."
"benar sekali! Selama lebih dari 5000 setelah kematian ku tidak ada satu pun manusia yang berhasil menjadi pemilik tongkat ini dan sebelumnya biar aku memperkenalkan diriku dulu, namaku adalah Wukong! Siluman kera yang pernah melakukan perjalanan ke barat bersama seorang biksu lalu tongkat peninggalanku ini sebenarnya adalah tongkat pengukur langit semesta, tetapi setelah aku mengambilnya, aku memberi nama tongkat ini dengan nama Ryu Jin Bang!."
"ohh! Berarti aku yang pertama memasuki tempat ini!?" tanya Jani dengan penuh semangat.
"tidak, banyak para biksu muda, ahli bela diri memasuki tempat ini, tetapi mereka semua tidak punya kesabaran dan ketangguhan dalam mengikuti ujian yang kuberikan kepada mereka" jawab Wukong sambil menggelengkan kepalanya.
"lalu apa ujian yang kau berikan itu?" tanya jani yang penasaran dengan ujian tersebut.
Jani tidak menjawabnya melainkan diam-diam bertanya kepada Zein 'hei Zein! Apa waktu di dunia ini dan dunia nyata berjalan secara bersamaan?"
"kau bisa tenang master! Karena kau memasuki dunia ini melaluiku, waktu di dunia nyata telah berhenti meskipun waktu di dunia ini tetap berjalan."
'baiklah, sekarang aku bisa tenang!' jawab Jani kepada Zein lalu dia langsung menjawab ajakan Wukong "baiklah, aku akan melakukannya! Karena sepertinya ini akan sangat menarik."
"aku suka bocah yang berterus terang sepertimu! Kalau begitu ikuti aku karena tes yang pertama adalah belajar cara hidup seperti kera!" balas Wukong yang sudah dengan cepat memanjat pohon.
"baiklah! Mari kita mulai!" jawab Jani yang juga mulai memanjat pohon meskipun tidak secepat Wukong.
...
Sementara Jani sedang belajar cara hidup seperti kera, Jaka sudah selesai memahami cetak biru dari kaki palsu yang sempurna lalu mulai mencoba membuat prototipe pertamanya dengan bahan seadanya. David yang sudah mulai lelah, sekarang beristirahat sebentar lalu dia melihat cetak biru tersebut di tempel pada sebuah papan tulis dan bertanya kepada Jaka "hei, Jak! Dari mana Jani mendapatkan cetak biru ini?"
"kurang tahu, tapi dia pernah berkata bahwa ini berasal dari pasar gelap."
"ohh, begitu." Jawab singkat David sambil terus memperhatikan cetak biru lalu seakan memikirkan sesuatu dia kembali bertanya "Jak, gua ke pikiran sesuatu nih! kalau elu kan bakatnya di bagian mesin dan merakit senjata, terus Jali kan bakatnya dalam menembak lalu apa sebenarnya bakat Jani? Bisnis atau serangan jarak dekat?"
Mendengar pertanyaan David, Jaka berhenti dengan pekerjaannya lalu menjawab "tidak! Bakat Jani lebih daripada itu."
"lebih?"
"bakatnya Jani itu bukan hanya dalam bisnis ataupun serangan jarak dekat, melainkan bakatnya adalah belajar. Jika dia serius mempelajari sesuatu, maka bisa di pastikan jani akan menguasai hal tersebut dalam waktu singkat."
"serius lu!? Gua baru dengar orang yang memiliki bakat seperti itu."
__ADS_1
"kalau elu gak percaya, elu bisa mencobanya nanti." Jawab Jaka sambil tersenyum dan kemudian melanjutkan pekerjaannya.
....
Sementara itu di dunia dalam tongkat Ryu Jin Bang, sudah lewat 7 hari dan selama itu Jani telah hidup bagaikan seekor kera bahkan kemampuannya bergerak di atas pohon sudah sama cepatnya dengan Wukong.
Wukong saja sampai terkejut melihat kemampuan belajar Jani yang begitu cepat. Setelah hari berganti esok, Wukong berkata kepada Jani "Baiklah Jani, hari ini aku nyatakan kau telah lulus tes pertama dan sekarang tes kedua adalah..."
Wukong belum menyelesaikan perkataannya, tapi dia langsung memberikan Jani sebuah tongkat dan kemudian menyerangnya secara tiba-tiba sambil berkata "cobalah menang dariku dalam pertarungan menggunakan tongkat!"
Tentu saja Jani berhasil menangkis serangan dari Wukong, tapi pada saat serangan selanjutnya Jani tidak bisa menahannya karena terkejut dengan serangan tongkat yang tiba-tiba memanjang setelah mendengar perkataan Wukong yaitu "Ryu Jin! Memanjang!"
Setelah Jani menerima serangan tersebut, Wukong berkata "Tongkatku dan milikmu adalah sama yaitu replika dari tongkat Ryu Jin Bang! Di tes kedua ini kau harus terus bertarung denganku sampai kau bisa menang dariku."
"oke, aku akan terus mencoba!" Jawab Jani yang tersenyum gembira karena bisa belajar hal yang baru.
Mulai hari itulah, Jani terus menyerang Wukong berkali-kali dan tidak tahu berapa kali dia terpental ke belakang tetapi Jani tetap masih mencobanya.
Terkadang mereka berhenti bertarung untuk melakukan kegiatan mereka masing-masing seperti makan, tidur, dan lain-lain. Dan itu sudah berlalu hampir 1 bulan lamanya dan tentu saja kemampuan Jani dalam menggunakan tongkat sudah sangat meningkat pesat.
Tepat 1 bulan berlalu, Jani mengadakan duelnya yang terakhir bersama dengan Wukong.
"sepertinya ini akan menjadi yang terakhir, Wukong." Kata Jani kepada Wukong yang saat ini berdiri di depannya.
"Heh! Seolah-olah kau bisa mengalahkan ku hari ini!" Jawab Wukong yang terlihat senang dengan perkembangan Jani.
"kita tidak akan tahu jika belum mencoba kan?"
"baiklah! Mari kita mulai!"
Mereka berdua mulai bertarung dengan kecepatan tinggi yang bahkan tidak bisa di ikuti oleh mata telanjang. Berbeda dengan pertarungan yang sebelumnya, kali ini yang tersudut adalah Wukong.
Mungkin setelah bertarung berpuluh kali, Jani telah hafal dengan semua serang Wukong yang pada akhirnya membuat Jani mampu menangkis seluruh serangan Wukong.
Setelah bertarung cukup lama, akhirnya Wukong terjatuh dengan luka memar di seluruh tubuhnya yang membuktikan bahwa pertarungan ini di menangkan oleh Jani.
"Baiklah, aku nyatakan kau lulus tes kedua dariku atau bisa di bilang tes yang sebenarnya!"
"Jadi, selama satu minggu aku mengikutimu menjadi kera itu bukanlah sebuah tes!?" kata Jani yang terkejut dengan perkataan Wukong.
"hahaha! Memang bukan, tapi itu cukup menyenangkan dan oleh karena itu aku akan memberikanmu benda ini" jawab Wukong yang kemudian melempar sebuah bola emas kepada Jani.
"apa ini?"
"itu adalah sisa-sisa dari baju perang ku di zaman dahulu yang sudah hancur akibat serangan ku menuju Khayangan. Yah, meskipun hanya sisanya saja, tetapi jika kau lebur dalam api lalu membuatnya menjadi baju lagi, maka di pastikan pertahanannya setara dengan baju perang ku dulu."
"aku juga ingin mengatakan satu hal lagi, jika kau tertarik mengoleksi pusaka kuno aku sarankan untuk mengoleksi pusaka 8 mata angin yang memiliki 4 mata angin utama dan 4 mata angin pendamping. Jika semua benda itu dikumpulkan, maka kau akan mampu membuka segel pedang dari kaisar Giok."
"terima kasih atas informasi dan juga atas semua pelajaran yang kau berikan kepadaku." jawab Jani yang kemudian memberi hormat kepada Wukong.
Setelah memberi hormat, Jani berkata kepada Zein "Zein, sepertinya urusanku di sini sudah selesai, bisa tolong keluarkan aku dari sini?"
"baiklah, [MEMULAI PROSES PEMINDAHAN KESADARAN DALAM HITUNGAN 3..2..1..!! KESADARAN MASTER TELAH BERHASIL DI KELUARKAN DARI DALAM SENJATA.]"
__ADS_1