KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Pertemuan dengan jendral bintang 2


__ADS_3

Kembali ke masa sekarang.


Devi yang mengingat cerita kakaknya semalam tentang pertemuannya dengan Jani dan bagaimana proses mereka bisa berpacaran sekarang.


Awalnya Devi berpikir bahwa kakaknya hanya mengarang cerita saja, tapi saat dia mencari kejadian 6 bulan lalu tersebut di internet. dia mengetahui bahwa kejadian itu benar terjadi dan bahkan dia juga berhasil menonton Video siaran langsung tersebut.


Walaupun Devi telah menonton video tersebut, dia masih tidak percaya bahwa Jani adalah si iblis merah yang pernah membunuh beberapa orang dan memutuskan untuk bertanya langsung kepada Jani.


Di saat yang sama.


Di depan gerbang sekolah ada sebuah mobil mewah muncul dengan pelat mobil berwarna hijau dengan warna merah di sisi sebelah kanan yang melambangkan mobil ini milik seorang tentara.


Sang sopir turun dari mobil dan memberitahu pihak keamanan sekolah siapa yang berkunjung dan setelah memberitahu pihak keamanan, mobil tersebut langsung di persilahkan masuk.


Setelah memarkirkan mobilnya, sang sopir membuka pintu mobil belakang dan berkata “jendral, kita sudah sampai di tempat yang kita tuju.”


“oke, jadi ini sekolah tempat di mana Jani salah satu dari trio JANCOK?”


Salah satu perwira tentara yang bertugas sebagai ajudan jendral menjawab “ menurut informasi yang kita dapat ini memang benar. Jendral, kenapa tidak membiarkan aku saja yang menangani si Jani ini?”


“apa kau pernah membunuh?” tanya jendral kepada ajudannya.


“belum, pak.”


“kalau begitu, kau tak akan bisa melawannya.”


Sang perwira bingung dengan jawaban jendral, tapi dia tidak berani bertanya kembali dan hanya mengikutinya ke ruang kepala sekolah.


Kembali ke taman sekolah.


Jani yang telah sampai di taman, melihat Devi duduk di kursi taman dan menghampirinya sambil menyapanya.


“hai Dev, ada apa nih manggil gua ke sini.”


“hai Jan, maaf sebelumnya ganggu waktu istirahat lu.”


“gak papa kali, santai aja.”


“oke, gua Cuma bertanya satu hal. Jan, apa benar lu adalah si iblis merah?”


Jani terkejut dengan pertanyaan Devi dan setelah dia kembali tenang, Jani balik bertanya dengan nada serius “apa kakak lu menceritakan semuanya?”


Devi menjawab dengan anggukan.


Jani terdiam sebentar dan menjawab “memang benar, si iblis merah yang menghilang 6 bulan lalu adalah aku.”


“begitu ya, jadi yang di ceritakan kakak memang benaran terjadi.”


Devi menundukkan kepalanya dan matanya mulai basah karena ingin menangis. Jani yang melihat Devi hampir menangis, meraih tangannya dan berkata “dev, maaf gua selama ini pura-pura kagak tahu kalau lu suka sama gua. karena semenjak gua tahu kalau lu itu sebenarnya adiknya ayu, gua bingung menjawab perasaan lu.”


Devi sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Jani, tapi dia kembali tersenyum karena akhirnya dia mendapatkan sebuah kepastian tentang perasaannya. Setelah hatinya tenang , dia dengan iseng bertanya “kenapa lu bingung?”


“karena gua takut kalau gua menolak lu, gua bisa merusak hubungan kakak adik kalian.”


Setelah mendengar alasan Jani, Devi tertawa kemudian dia berkata “ternyata tebakan kakak memang benar.”


Jani bingung dengan reaksi Devi dan balik bertanya “hah, tebakan?”

__ADS_1


“hmm benar, kakak gua telah menebak bahwa lu pasti akan merasa sangat bersalah jika aku dan kakak akan bermusuhan karena kamu. Tapi tenang saja, gua gak bakalan bermusuhan dengan kakak gua Cuma gara-gara gua suka sama cowok yang sama dengan kakak gua. Karena sesayangnya gua sama lu, gua lebih sayang sama keluarga gua sendiri.”


Di saat Devi berkata seperti itu, tiba-tiba suara pengumuman sekolah bergema 'KEPADA MURID YANG BERNAMA JANI DARI KELAS 12-7, DI MOHON UNTUK KE RUANG KEPALA SEKOLAH KARENA ADA TAMU YANG MENCARIMU. SAYA ULANGI KEPADA MURID YANG BERNAMA JANI DARI KELAS 8-7, DI MOHON UNTUK KE RUANG KEPALA SEKOLAH KARENA ADA TAMU YANG MENCARIMU.’


Jani yang mendengar pengumuman itu berdiri dan berkata “siapa ya yang mencari gua?”


Setelah berkata seperti itu, dia berbalik ke arah Devi dengan perasaan lega karena kekhawatirannya selama ini tidak terjadi dan berkata “oh ya Dev, karena permasalahan kita sudah selesai. Gua pergi duluan ke ruang kepsek dulu, penasaran siapa yang mencari gua.”


Saat Jani ingin pergi, Devi menahannya dan berkata “eh Jan sebentar, gua mau bertanya satu hal terakhir.”


“apa itu?”


Devi bertanya dengan serius “ apa lu benar-benar sangat menyayangi kakak gua?”


Jani juga menjawabnya dengan serius “gua sangat menyayanginya sampai tua dan berencana untuk menikahinya tahun ini.”


“lu kan masih sekolah? Gimana lu mau nikahin kakak gua?”


“ada deh, yang penting jangan kasih tahu kakak ku soal ini ya. Karena ini kejutan buat dia.”


“oke tenang saja, rahasia lu aman sama gua.”


“sip lah, gua pergi dulu. Bye”


“bye.”


Jani pergi meninggalkan taman dan berpapasan dengan Ririn yang berkata “thanks ya, Jan”


Jani tidak menjawabnya dan hanya tersenyum untuk dirinya sendiri sambil berjalan menuju ke ruang kepsek. Saat dia sampai diruang kepsek, dia tidak langsung memasukinya malah berkata di depan pintu “jangan coba-coba nyakitin perasaan adik ipar gua, ngerti kan lu jal?”


Jali yang bersandar di tembok samping ruangan tersebut langsung membalas ancaman Jani “gua gak bakal menyakitinya sampai kapan pun.”


SetelahJani memasuki ruangan kepsek, jali pergi ke taman sekolah untuk bertemu Devi. Saat dia sampai di sana, dia melihat Devi dan Ririn sedang mengobrol dan mulai ragu untuk menghampirinya.


Di sisi lain, Devi yang sedang mengobrol dengan Ririn melihat jali berdiri tidak jauh dari taman dan berkata dalam hatinya 'pasti dia mulai ragu lagi buat datang ke sini, kebiasaannya dari dulu belum berubah juga.’


Devi yang telah mengenal jali sejak mereka berumur 6 tahun tersebut, sudah hafal dengan sifatnya yang terkadang ragu untuk memulai bersosial dengan orang lain. Devi yang mengingat kebiasaan jali, mulai memanggilnya “hey Jali!!, sini sebentar deh.”


Jali mendengar devi memanggil namanya, langsung datang dan berkata “kenapa, Dev?”


“enggak Cuma penasaran ngapain lu kemari?”


“oh, baru ingat gua, gua kemari pengen ngajak lu ke kantin bareng. Soalnya pas gua mau nyari Jani, dia sudah masuk ke ruangan kepsek. Jadi, kebetulan gua ngeliat di taman ada lu. sekalian aja gua ngajak lu ke kantin dari pada sendirian kan?”


“oke, gua juga mau ke kantin tapi traktir kita berdua ya?”


“siap nyonya, ngomong-ngomong lu habis bicara apaan sama Jani?”


“yah, gua sudah mutusin buat kagak berharap cintanya jani dan memilih buat menerima dia sebagai calon kakak ipar gua.”


“gak usah nangis kali.”


“siapa yang nangis sih?!! Gua malah senang karena kakak gua akhirnya punya orang yang dicintainya dan gua juga tahu kalau Jani sudah serius jalanin hubungan dengan kakak gua.”


“iya maaf, gua Cuma bercanda. Daripada ngomongin Jani mendingan langsung ke kantin aja!, nanti keburu jam istirahat selesai gak jadi gua traktir kagak papa kan?”


“apaan!? Ya harus traktir lah!! Kan lu dah janji tadi!? Cowok sejati itu gak boleh ingkar sama janjinya, ya kan?”

__ADS_1


“iya, terserah lu deh.”


Ririn yang melihat Devi kembali tersenyum, merasa lega dan berkata dalam hatinya 'untunglah dia cepat kembali semangat lagi.’ Dan mengikuti mereka ke kantin.


Kembali ke sisi jani


Saat dia memasuki ruangan kepala sekolah, Jani sedikit terkejut melihat dua orang berseragam militer dan menebak bahwa mereka adalah orang yang mencarinya. Jani bertanya ke pada kepala sekolah “pak kepala sekolah, ada apa kau memanggilku kemari?”


“nak Jani, duduk lah dulu. Orang yang di sampingku adalah orang yang memiliki urusan denganmu, karena kalian sudah bertemu, aku akan meninggalkan kalian di sini untuk menyelesaikan urusan yang kalian miliki.”


Setelah pak kepala sekolah pergi, Jani bertanya pada orang yang duduk di depannya “jadi, ada urusan apa kau mencariku, jendral Karto Kencana?”


“tentu saja aku di sini untuk menangkapmu atas tindakan penganiayaan terhadap perwira tentara.”


“oh, apakah 20 orang yang kupukuli beberapa hari yang lalu adalah tentara?, kukira mereka Cuma sekelompok preman yang suka mengenakan pakaian loreng.”


“KAU!!.” Sela sang ajudan yang berdiri di belakang jendral Karyo.


“apa? Kau tidak terima? Semenjak aku melihat berita tentang seratus tentara melakukan sweeping untuk mencari dua juru parkir yang mengeroyok pelatih mereka. Aku sudah tidak menganggap mereka adalah tentara dan berpikir mereka adalah sekelompok preman yang menghabiskan pajak negara untuk hal yang tidak berguna.”


“JAGA OMONGANMU BOCAH!!!.” Teriak sang ajudan karena marah dan maju untuk menyerang Jani tanpa peduli dengan atasannya yang duduk di depannya.


Jendral Karto hanya diam dan ingin melihat bagaimana Jani menghadapinya. Melihat serangan yang akan datang, Jani hanya tersenyum dan dalam seketika serangan terhenti karena ditangkap oleh tangan Jani.


Jani bergumam “lemah.” Dan sebelum ajudan itu merespons apa yang sedang terjadi, lengannya di tarik sehingga di tersungkur ke arah Jani. Jani yang menariknya hingga dia tersungkur, menangkap kepala bagian belakangnya dan menghantamnya ke meja kayu yang ada di depannya dengan keras.


BRAKK!!!


Suara yang dihasilkan cukup keras dan tentu saja meja yang memisahkan Jani dan jendral Karto pun hancur akibat hantaman tersebut.


Ajudan yang kepalanya di hantam ke meja, langsung pingsan dan Jani seolah merasa tidak bersalah akan tindakannya, tersenyum dan berkata “karena lalat terakhir sudah tidak ada, sekarang kita bisa bicara dengan serius. Apa alasan sebenarnya seorang jendral berbintang 2 datang kemari mencariku? Yang pasti bukan alasan bodoh seperti menangkapku karena ingin menutupi tindakan memalukan anaknya kan?”


“hahaha!! Sudah kuduga kau bukan bocah SMK biasa, tapi kayak kau terlalu berlebihan kali ini, nak.”


“kenapa? Apa karena ajudan yang pingsan ini?”


“tepat sekali, ayahnya juga seorang jendral dan dia menitipkannya kepadaku agar bisa naik pangkat dengan cepat karena menjadi ajudanku.”


“ternyata seorang penjilat toh, kalau begitu laporkan lah. aku tidak takut.”


“Benarkah? walau pun identitasmu sebagai iblis merah sudah kuketahui?”


“bagaimana kau tahu?”


“rahasia, tapi aku ada solusi untukmu agar kau tidak tertangkap dan identitasmu masih aman di tanganku.”


“apa itu?”


“masuklah ke tentara dan jadilah muridku itu saja syarat dari ku”


Jani terkejut dengan syarat yang di inginkan oleh jendral tapi dia langsung berkata “maaf aku tidak bisa menyetujui persyaratanmu tersebut.”


“kenapa?”


Sebelum Jani menjawab, teleponnya berbunyi dan Jani mengeluarkan HP-nya dan melihat ada panggilan masuk. Setelah melihat orang yang meneleponnya, Jani langsung menerima panggilan tersebut “halo sayang, apa ada masalah dengan pendaftarannya “


Orang yang menelepon tidak lain adalah ayu yang sedang dikantor pemerintah untuk mendaftarkan perusahaan jani yang di beri nama 'ARCADIA TEKNOLOGI' yang akan segera di resmikan. Ayu menjawab “halo sayang, kita menghadapi kendala bahwa perusahaan baru yang akan mendaftarkan namanya harus di wakili oleh pemilik perusahaan tersebut.”

__ADS_1


Mendengar pembicaraan tersebut, jendral terkejut dan akhirnya tertawa dalam hatinya sambil berkata 'hahaha!!, tidak kusangka calon murid ku adalah sang investor misterius 'MR.GOLD' yang baru-baru ini akan mendirikan perusahaannya sendiri.’ Dia pun melihat Jani dengan cahaya yang baru.


__ADS_2