KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Tidak jadi ikutan


__ADS_3

Setelah jenderal Jarwo pergi, Jani menghilangkan sihir pelindung tersebut. Kemudian Jani berkata kepada Inspektur Wisman "baiklah Inspektur, kau bisa pulang sekarang dan juga tolong beritahu aku saat wanita itu sudah terbangun. Aku ingin membicarakan sesuatu dengannya."


"baiklah, aku akan memberitahumu nanti."


Jawabnya dan kemudian Inspektur Wisman pergi dari rumah tersebut untuk kembali ke rumahnya sendiri yang bernomor 6 dan menyisakan Jani dan pejabat senior di dalam rumah tersebut.


Setelah Inspektur Wisman pergi, Jani berkata "baiklah tuan pejabat senior, bagaimana kalau kita langsung melakukan proses penjualan rumah ini? apa kau keberatan?"


"tentu saja tidak! aku akan ke atas untuk mengambil dokumen terkait penjualan rumah ini." Jawab sang pejabat sambil berlari ke lantai dua rumahnya untuk mengambil dokumen tersebut.


Setelah beberapa menit, pejabat turun sambil membawa beberapa dokumen dan menyerahkannya kepada Jani sambil berkata "kau bisa membacanya terlebih dahulu."


Jani membacanya sebentar lalu dengan cepat dan menandatangani surah tersebut dan dia kembalikan kepada sang pejabat lalu berkata "uangnya akan segera aku transfer dan juga bisakah kau urus surah ini agar secara resmi rumah ini menjadi milikku?"


"itu masalah mudah. Kau hanya perlu menunggu 3 hari dan rumah ini akan menjadi milikmu secara sah."


"baiklah kuserahkan kepadamu. Ini sudah hampir tengah malam, Aku akan kembali sekarang dan sebagai saran saja, jika kau ingin mempunyai anak lagi segera berhenti melakukan hobi anehmu itu." Jawab Jani sambil berjalan keluar rumah sang pejabat.


Sang pejabat senior tidak menjawabnya dan setelah Jani sudah memasuki rumahnya, sang pejabat segera melakukan panggilan kepada seseorang dengan nada panik.


"halo bang! ,maaf nih telepon malam-malam begini. aku hanya ingin memberitahu bahwa aku tidak jadi ikutan dan akan segera mengembalikan uang tersebut kepadamu secepatnya."


...


Di dalam rumah Jani.


Jani langsung kembali ke kamarnya dan kemudian Jani segera membersihkan dirinya untuk bersiap tidur malam ini. Saat Jani sedang membersihkan dirinya di kamar mandi, Ayu baru saja kembali dari rumah sakit dengan ekspresi agak sedikit murung.


Setelah jani keluar dari kamar mandi, dia melihat kekasihnya sedang dalam keadaan murung setelah kembali dari rumah sakit. Jani pun mencoba mendekatinya dan bertanya, tetapi sebelum dia bertanya Ayu sudah lebih dulu memeluk Jani sambil berkata "sayang bolehkah aku tidur sambil memelukmu malam ini?"


Jani memperbaiki posisi mereka agar lebih nyaman tidur dalam posisi saling memeluk dan kemudian dia bertanya kepada Ayu "apa yang sebenarnya terjadi di rumah sakit sampai kamu kembali dalam ekspresi murung seperti itu?"


"aku hanya mendengarkan cerita tentang masa lalu dari tetangga kita yaitu Maya dari sahabatnya Lena. Setelah mendengarkan kisahnya, aku terus berpikir 'apakah di masa depan, saat kamu memiliki segalanya, kamu akan meninggalkanku seperti yang di alami oleh tetangga kita?"


Saat Jani mendengarkan pertanyaan Ayu, Jani segera mencubit pipinya dan sambil berkata dengan nada serius. "Ayu! Jangan pernah kamu berpikir seperti itu lagi karena aku yang sekarang ini sudah di buat jatuh cinta oleh kamu sampai membuatku tidak bisa berpaling darimu lagi. Mengerti?"


"mewweerrti!" jawab Ayu yang pipinya masih di cubit oleh jani sehingga membuatnya berbicara tidak jelas.


"baiklah! Jangan berpikir hal yang aneh lagi! Waktunya kita tidur!"


"hmm!" jawab Ayu yang memeluk Jani sambil tersenyum bahagia dan berkata di dalam hatinya 'beruntungnya aku! dapat di cintai oleh kamu seperti ini!' kemudian mereka tertidur dalam posisi saling memeluk satu sama lain.

__ADS_1


...


Pagi berikutnya.


Jani pergi ke sekolah untuk mengikuti UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) seperti siswa pada umumnya. Saat ujian di mulai, Jani segera mengerjakannya dan dalam waktu 15 menit, dia selesai lalu berdiri untuk memberitahukannya kepada pengawas ujian.


Secara bersamaan Jali dan Jaka juga berdiri dan Jani berkata mewakili mereka berdua "pak pengawas! Kami sudah selesai mengerjakan ujian dan meminta izin untuk meninggalkan ruang ujian."


Sang pengawas adalah seorang guru yang berasal dari sekolah lain, tetapi dia cukup tahu cerita tentang Trio Djancok yang terkenal sebagai siswa yang paling bermasalah di Jakarta. Walaupun begitu pengawas tersebut tidak tahu bahwa selain terkenal paling sering membuat masalah, Trio Djancok juga di kenal di sekolah mereka sebagai siswa paling cerdas di antara siswa yang lainnya.


Pengawas itu menjawab "waktu ujian adalah dua jam dan kalian mengatakan bahwa kalian sudah selesai dalam waktu seperempat jam? Duduklah kembali dan periksa kembali jawaban kalian sampai waktu ujian berakhir!"


Mendengar jawaban dari pengawas, Jani dan dua sahabatnya berjalan ke arah pintu keluar lalu dia berkata kepada pengawas "maaf pak pengawas! Kami masih memiliki urusan yang harus kami lakukan sekarang dan jika kau tidak menerima sikap kami ini, kau bisa melapor kepada kepala sekolah karena apa pun hasil dari ujian, kami akan tetap lulus sebagai lulusan terbaik di sekolah ini."


Dan mereka bertiga keluar dari ruang ujian tanpa menunggu jawaban dari sang pengawas.


Sang pengawas mencoba untuk mengejar mereka bertiga, tetapi di hentikan oleh Devi yang berkata "pak! Jangan dikejar. Mereka dari dulu sudah seperti itu dan apa yang di katakan Jani, itu memang benar adanya."


"HUH! Mana mungkin aku akan percaya hal tersebut!" jawab sang pengawas lalu kembali ke kursinya.


Setelah berhasil menenangkan sang pengawas, Devi dan murid lain kembali mengerjakan ujian dengan tenang.


...


Di dalam ruang kepala sekolah.


Jani menjelaskan kepada kepala sekolah bahwa dia tidak ingin identitasnya sebagai Mr.Gold tersebar di antara para siswa dan siswi. Kepala sekolah pun menanyakan alasannya dan Jani menjawab.


"Alasannya karena aku baru merintis usaha dan identitasku sebagai Mr.Gold masih memiliki pengaruh besar kepada perkembangan perusahaanku. Jika identitasku terbongkar, maka beberapa mitra bisnisku akan mulai memandang rendah diriku dan itu membuat aku kesulitan bekerja sama dengan perusahaan yang lebih senior dari pada perusahaanku."


"aku mengerti, tetapi mengapa kau tidak membiarkan salah satu siswa magang di kantor manajemenmu ?"


"tempat itu bukan tempat untuk magang, tetapi untuk mereka yang memiliki pengalaman di bidangnya agar perusahaanku berjalan lancar tanpa ada kendala."


"baiklah, aku tidak akan ikut campur dalam keputusanmu, tetapi aku berharap kau memikirkan saranku tentang membiayai beberapa anak ini" jawab kepala sekolah sambil menunjuk beberapa berkas yang ada di atas mejanya.


Jani mengambil berkas tersebut lalu berkata "akan kupikirkan." Lalu pergi dari ruang kepala sekolah.


Setelah itu, Jani pergi ke kantor perusahaannya lalu berniat menutup ruangan milik Ayu, tetapi saat di depan pintu masuk, dia di larang oleh dua penjaga dari departemen keamanan.


"maaf, dek! Tidak boleh sembarangan masuk ke dalam." Kata salah satu petugas keamanan.

__ADS_1


Karena Jani sedang malas berurusan dengan hal ini, dia hanya berkata "aku sedang sibuk, bilang saja kepada Arman bahwa aku memanggilnya untuk rapat di lantai 10." dan setelah itu, Jani langsung pergi ke dalam.


Saat Jani baru berjalan beberapa langkah, dia ditarik lagi dengan kasar hingga membuatnya jatuh ke lantai. Lalu dia mendengar perkataan salah satu penjaga lainya yang berkata dengan nada membentak.


"hei! Bocah!! Lu dengar gak sih, apa yang teman gua ngomongi!? Ini itu bukan tempat bermain! Pulang sana!!!" jawab sang penjaga keamanan.


Tidak terima di perlakukan dengan kasar, Jani berdiri dan berkata "seingat gua, seorang penjaga perusahaan itu harus memiliki sopan santun kepada setiap tamu yang datang dan gua bertanya sama lu sekarang, apa lu di ajarkan hal tersebut sama atasan lu!?"


Salah satu penjaga yang menyapa Jani pertama ingin melerai mereka berdua, tetapi dia tidak jadi melakukannya karena kekasihnya yang kebetulan bekerja sebagai resepsionis perusahaan Jani, mengirimnya pesan yang berbunyi 'kalau kamu gak mau di pecat, jangan lakukan hal bodoh! Pemuda itu adalah bos besar kita!!!'


Alasan mengapa resepsionis itu tahu identitas Jani karena dia sering melihat pemuda tersebut berada di ruangan CEO dan bahkan dia pernah melihatnya sedang bermesraan dengan kepala direktur mereka yaitu Ayu. Oleh karena itu, saat dia melihat Jani datang mengenakan seragam sekolah lalu dihadang oleh kekasihnya yang baru bekerja beberapa hari di sini, dia segera mengirim pesan kepadanya dengan cepat.


Tentu saja penjaga itu menuruti perkataan kekasihnya dan tidak berani ikut campur. Kemudian sang penjaga yang bersikap kasar tersebut kembali menjawab "itu bukan urusan lu gua di ajari atau enggak! memangnya lu itu siapa sok berkuasa banget di sini, Hah!?"


Jani yang di tanya balik tidak menjawab dan hanya ,menggelengkan kepalanya saja lalu dia kembali masuk ke perusahaan tanpa memedulikan penjaga tersebut.


Penjaga keamanan tersebut, merasa malu karena di abaikan oleh Jani dan Kemudian dia segera ingin kembali menarik jani lagi dengan memegang bahunya, tetapi sebelum dia menyentuh pundak jani, tangannya dengan cepat ditangkap oleh Jani lalu di tarik ke depan sampai dia kehilangan keseimbangan.


Saat penjaga keamanan tersebut kehilangan keseimbangannya, Jani bergerak ke samping. lalu saat penjaga tersebut terjatuh ke depan, Jani segera memukul bagian kepala belakangnya hingga dia jatuh pingsan.


Setelah itu, Jani berkata "Bawa dia ke belakang dan setelah dia sadar, suruh dia dan Arman untuk pergi ke kantor CEO untuk menghadapku."


"Saya akan melakukannya." Jawab penjaga yang tersisa lalu dia segera menyeret temannya yang pingsan ke sebuah ruangan khusus milik petugas keamanan.


Sesudahnya Jani berurusan dengan penjaga keamanan tersebut, dia segera menaiki lift untuk mencapai lantai sepuluh lalu sesampainya dia di lantai tersebut Jani segera memasuki kantor CEO dan bertemu dengan kekasihnya.


...


Di dalam ruangan CEO.


Setelah Jani masuk, dia melihat Ayu sedang sibuk dengan tumpukan dokumen dan berkata dalam hatinya, Hatiku sakit, Jika melihatnya sibuk seperti ini yang seharusnya itu adalah tugasku untuk berhadapan dengan semua tumpukan dokumen ini.


Ayu yang melihat Jani datang, segera berhenti bekerja lalu datang dan bertanya kepadanya "mengapa, kamu memasang wajah kesal seperti itu?"


Jani menjelaskan peristiwa yang dia alami di lobi dengan singkat lalu dia duduk di kursi CEO dan berkata "sudahlah! Aku malas membahasnya. Lebih baik kamu istirahat dulu sementara, aku mengurus semua dokumen ini dan Juga sekalian kamu beritahu ke seluruh kepala departemen untuk membatalkan rapat siang ini dan di lanjutkan pada rapat sore nanti."


"Baiklah, aku akan memberitahu mereka nanti. setelah aku selesai bermain."


"bermain apa?"


"bermain menjadi sekretaris yang nakal dan terus mengganggu bosnya yang sedang bekerja." Jawab Ayu yang mulai melepaskan beberapa kancing kemejanya sehingga buah dadanya terlihat.

__ADS_1


Jani juga mulai terangsang dan dia menyuruh ayu untuk duduk di pangkuannya lalu membisikan sesuatu di telinganya "boleh aku ikut bermain?"


"tentu saja boleh!" jawab Ayu dan dia mulai mencium Jani dengan penuh gairah.


__ADS_2