KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Enam pemimpin Divisi dan title mereka


__ADS_3

Setelah mendekati sore hari memeriksa semua jawaban para peserta tes divisi, jani telah memisahkan lembaran jawaban dari 6 orang yang sebelumnya menarik perhatiannya. Menurut kemampuan 'Mata Bakat' dari Zein, mereka semua memiliki sebuah title yang masing-masing mampu meningkatkan kinerja mereka nantinya.


Nama dan title mereka adalah:




Mark Ferdinand


TITLE: MASTER KEADILAN (Saat menghadapi perkara yang sulit, title ini mampu melihat kebenaran dengan kemungkinan 80%)




Marry Karolina.


TITLE: MATA PEDANGANG LEGENDARIS (Tidak akan pernah mengalami kerugian apa pun setiap melakukan bisnis dan mampu melihat setiap kecurangan dalam laporan keuangan yang berada di dalam pengawasannya.




3.Mathias Mellburn


TITLE: MATA PERTAHANAN ABSOLUT (Jika pemilik title ini melihat peta sebuah wilayah atau benteng, dia akan langsung tahu perbatasan mana yang paling lemah hanya dengan melihat peta tempat tersebut.)




Doran Xander


TITLE: MASTER TENTARA BAYARAN(Tidak ada seorang pun tentara bayaran yang bisa menentang perintah pemilik title ini dan juga pemilik title ini mampu mendapatkan kepercayaan dari tentara bayaran lebih cepat dari siapa pun.)




Kulina Natasha


TITLE: JIWA PEMBANGUNAN (Bangunan yang dia rancang akan di perkuat hingga 100% dan dia juga bisa mengetahui kerusakan sebuah bangunan hanya dengan sekali lihat.)




Salina Dolena


TITLE: PENGATUR ALUR PERCAKAPAN (Pemilik mampu membuat lawan bicaranya mengikut alur percakapan yang dia inginkan dan juga dia mampu membuat lawan bicaranya mengungkapkan sebuah rahasia dengan kemungkinan 80%)




'sungguh title yang luar biasa!' ungkap Jani dalam hatinya.


"Alex, apa kau sudah menemukan orang yang mampu memimpin divisi kerajaan kita?" tanya ratu Iris kepala Jani.

__ADS_1


"Sudah." Jawab singkat Jani.


"lalu apa Peserta yang lain di nyatakan gagal?" tanya ratu Agatha.


"inginnya aku begitu, tapi saat ini kita harus mengutamakan pembentukan divisi terlebih dahulu." Jawab Jani dengan enggan.


Dari 100 peserta, 60 orang memilih untuk memasuki divisi keuangan, 20 memilih memasuki divisi pengawasan hukum, 10 memilih memasuki divisi militer, 5 memilih memasuki divisi persatuan tentara bayaran, 4 memilih memasuki divisi antar kota dan hanya 1 orang saja yang memasuki divisi pembangunan.


Melihat hal ini, Jani berkata dengan nada mengejek "apa mereka berpikir dengan memasuki divisi keuangan mereka bisa mengendalikan keuangan kerajaan!?"


"lalu apa kau sudah mempunyai rencana untuk mengatasi hal ini?" tanya ratu Iris.


"tentu saja! Tapi itu kita akan menjadi rahasia untuk saat ini. Sudah saatnya mengumumkan hasil tes ini!." Jawab Jani sambil melihat para peserta sudah mulai memasuki kembali aula akademi.


Setelah semua peserta sudah duduk di tempat mereka sebelumnya, Jani kembali ke podium lalu berkata "aku sudah melihat semua jawaban kalian dan memilih 6 orang terbaik untuk memimpin setiap divisi. Mereka berenamlah yang akan mewakili sang raja dalam mengurus setiap masalah yang ada dan untuk yang pertama, pemimpin divisi pengawasan hukum diberikan kepada, Mark Ferdinand dari keluarga penyihir Viscount Ferdinand. Silahkan untuk maju ke depan."


Seorang pria yang membawa pedang berdiri dengan tegap dan menjawab panggilan Jani "baik yang mulia!"


Saat dia berjalan menuju Jani, beberapa bangsawan berbisik di antara mereka sendiri.


"hei, bukankah itu sampah dari keluarga Ferdinand?"


"benar! Lahir dari keluarga penyihir, tapi tidak bisa menggunakan sihir. Kenapa sampah seperti dia yang terpilih!?"


"shht, pelankan suaramu! Apa kau mau membuat dirimu di bakar oleh sihirnya Marrik!?"


"untung kau mengingatkanku, tapi ini pemandangan yang bagus melihat wajahnya Marrik berwarna merah seperti itu."


Mark tidak memedulikan perkataan mereka dan berjalan dengan bangga menuju pangeran. Saat dia berada di depan sang pangeran, Mark langsung berlutut dan berkata "Saya, Mark Ferdinand. Siap menjalankan tugas kerajaan."


"Berdiri!" kata Jani kepada Mark lalu melanjutkan "naiklah ke panggung terlebih dahulu lalu berdiri di belakangku sambil menunggu pemimpin divisi yang lain di umumkan."


"yang berikutnya! Untuk pemimpin divisi keuangan diberikan kepada, Marry Karolina dari keluarga Marquess Karolina!"


"Baik, yang mulia!" suara imut mengejutkan semua peserta yang menginginkan posisi tersebut. Saat mereka melihat seorang gadis kecil berjalan ke depan, mereka semua tidak percaya bahwa mereka kalah dengan gadis kecil yang memiliki tubuh berumur kurang dari 15 tahun.


Walaupun dia pandang rendah karena masih kecil, Jani melihat bahwa gadis ini lebih dewasa dari kelihatannya karena cara berjalan dan memberi hormatnya kepada Jani dengan begitu anggun layaknya seorang wanita bangsawan.


"berikutnya! Untuk pemimpin divisi militer di berikan kepada, Mathias Mellburn dari keluarga count Mellburn."


"baik, yang mulia!" jawab seorang lelaki yang memiliki tatap dingin yang membuat semua orang ingin menjauhinya. Saat dia melewati seorang yang tertidur, tiba-tiba Jani berkata kepadanya


"tunggu, Mathias! Sebelum kau menaiki panggung, tolong bangunkan orang yang tertidur itu untuk kupanggil berikutnya."


Mendengar perkataan Jani, Mathias hanya menganggukkan kepalanya lalu mendekati orang yang tertidur itu. Kebetulan Mathias cukup mengenal orang ini, dia adalah satu dari sedikit orang yang dia anggap sebagai temannya.


Saat Mathias sampai di depannya, dia tidak membangunkannya dan malah langsung menggendongnya sampai ke hadapan Jani. Banyak peserta yang menertawakan apa yang dilakukan, tapi Mathias tidak peduli dan terus mengendong temannya sampai ke hadapan Jani.


Saat dia sampai di hadapan Jani, Mathias berlutut dan berkata kepada Jani " saya Mathias Mellburn, siap menjalankan tugas kerajaan! Dan saya mohon maaf sebelumnya, pangeran! Apa urusan Anda dengan teman saya ini?"


"kau temannya?"


"betul, pangeran!"


"kalau begitu tetaplah mengendong dia sebentar, aku akan mengumumkan pemimpin divisi berikutnya. Untuk pemimpin divisi persatuan tentara bayaran di berikan kepada, Doran Xander dari keluarga Baron Xander!."


Mathias terkejut karena temannya terpilih menjadi salah satu pemimpin divisi. sementara Doran yang masih tertidur pulas di punggung Mathias tidak menyadari bahwa dia akan menjadi salah satu orang terkenal di ibu kota kerajaan.


Mathias awalnya ingin membangunkan Doran, tapi itu dihentikan oleh Jani yang berkata "jangan bangunkan dia, karena aku tahu ini pasti karena darah ras Night Walker yang ada pada dirinya yang membuat dia terus mengantuk di siang hari. Sebagai gantinya, apa bisa kau mewakilinya untuk menerima tugas ini?"

__ADS_1


"saya bersedia yang mulia!"


"kalau begitu, kau bisa membawanya ke belakangku."


Banyak orang terkejut bahwa seorang keturunan Night Walker bisa terpilih menjadi salah satu pemimpin divisi. Ada juga terkejut bahwa pangeran tidak mempermasalahkan seseorang tertidur saat upacara penting seperti ini.


Setelah Mathias naik ke atas panggung bersama Doran yang masih tertidur di punggungnya, Jani melanjutkan mengumumkan pemimpin berikutnya.


"mari kita lanjutkan! Untuk pemimpin divisi pembangunan di berikan kepada Kunila Natasha dari keluarga pedagang batu mulia Natasha."


"baik! Yang mulia" jawab seorang gadis cantik yang memiliki rambut hitam berkilau yang membuat para lelaki terpesona.


Setelah dia memberi hormat kepada Jani, dia langsung menaiki panggung dan berdiri bersama dengan pemimpin divisi yang lain.


"yang terakhir! Untuk pemimpin divisi antar kota diberikan kepada, Salina Dolena dari keluarga pedagang perhiasan Dolena."


"baik, yang mulia!" jawab seorang wanita cantik lainnya yang memiliki rambut bergelombang dengan warna coklatnya membuatnya tidak kalah cantik dengan Kunila.


Setelah semua pemimpin di umumkan, Jani kemudian berkata kepada semua peserta lainnya "karena semua pemimpin telah disebutkan, dengan ini aku mengatakan bagi mereka yang tersisa dinyatakan gagal!"


Seketika semua peserta terkejut karena mereka gagal tanpa mengetahui alasan kenapa mereka gagal, tapi sebelum mereka mulai mengajukan protes kepada sang pangeran, Jani kembali melanjutkan.


"hei! Jangan panik dulu! Yang kumaksud gagal adalah menjadi 6 yang terbaik. Aku belum menyatakan kalian gagal sebagai staf divisi."


Mendengar perkataan Jani, mereka yang sebelumnya marah berubah menjadi tawa canggung untuk menghilangkan rasa malu mereka. Setelah semuanya sudah kembali tenang, Jani kembali melanjutkan.


"Saat ini bagian staf masih belum bisa diumumkan karena aku harus berdiskusi dengan enam pemimpin divisi tentang berapa staf yang mereka butuh kan. Jadi, untuk saat ini kalian pulanglah dahulu dan Pengumumannya akan dikirimkan ke rumah kalian masing-masing."


Setelah pengumuman tersebut, semua peserta pulang dengan berbagai ekspresi di wajah mereka.


Salah satunya ada seorang pria yang menatap ke arah panggung dengan tatapan penuh kebencian, dia tidak lain adalah Marrik Ferdinand kakak tiri dari Mark Ferdinand.


Mark merasakan tatapan itu yang membuatnya khawatir tentang ibunya yang berada di rumah keluarga Ferdinand. Saat semua peserta telah pergi, Mark berjalan menuju pangeran lalu berkata " yang mulia pangeran! Bisakah Anda mengizinkan saya untuk pulang sebentar?"


Jani terkejut dengan permintaan tiba-tiba dari Mark, kemudian dia bertanya kembali "kenapa kau ingin segera pulang? Setelah ini aku akan menyampaikan tugas kalian yang baru untuk divisi yang akan kalian pimpin."


"itu karena aku mengkhawatirkan ibuku yang masih berada di rumah keluarga Ferdinand. Dia sering di jadikan target penyiksaan oleh ibu tiriku dan anaknya untuk melampiaskan amarah mereka."


"hmm, baiklah, tapi kau harus di temani oleh dua ksatria untuk melindungimu dan juga ibumu."


Jawab Jani yang mengizinkan Mark lalu dia memanggil dua ksatria yang berdiri tidak jauh dari panggung.


Setelah itu, mereka segera pindah dari akademi kerajaan menuju istana dan bertemu dengan sang raja. Di perjalanan Jani melihat Lisa murung karena suatu alasan, dia mendekatinya lalu bertanya sambil mencubit sebelah pipinya.


"hei, kamu lagi mikirin apa? Sampai cemberut begitu?"


"enggak Cuma penasaran saja kenapa kamu memilih mereka berdua sebagai kepala divisi?" tanya Lisa sambil menyingkirkan tangan Jani dari pipinya.


Jani tahu siapa yang di maksud Lisa, kemudian dia bertanya kembali "kenapa kamu cemburu?"


Lisa menjawab dan menjelaskan alasannya "iya jelaslah! Mereka itu dikenal sebagai dua gadis tercantik di ibu kota dan selalu menjadi idaman para bangsawan lelaki untuk dijadikan istri mereka. Untuk tahun ini saja! mereka telah menolak lebih dari 20 lamaran dari berbagai bangsawan dan pedagang kaya di ibukota."


"wow! Kamu tahu banyak tentang mereka, tapi kamu tidak perlu cemas begitu karena aku hanya meinginkan bakat terpendam mereka dan bukan yang lainnya."


"bakat terpendam apa yang mereka miliki?" tanya Lisa yang penasaran.


"kamu akan tahu nanti."


Setelah pembicaraan singkat mereka, kelompok Jani tiba di istana lalu mereka pergi menuju ruang singgasana untuk bertemu sang raja. Kebetulan sebelum memasuki ruang singgasana,w Mark dan ibunya datang di temani dengan dua ksatria yang sebagian baju mereka hangus terbakar.

__ADS_1


Jani tidak bertanya tentang baju mereka karena sudah tahu apa penyebabnya. Setelah menyuruh pelayan membawa ibu Mark ke kamar kosong, Jani dan enam pemimpin divisi memasuki ruang singgasana untuk bertemu dengan raja.


__ADS_2