KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Persiapan


__ADS_3

Di istana kerajaan


Setelah Jani pulang, dia pergi ke dapur untuk mengajari para koki kerajaan cara memasak aneka masakan dari bumi. Para koki sangat senang saat mempelajari resep masakan tersebut dan mereka berniat memasak makanan tersebut di rumah saat mereka pulang nanti.


Setelah selesai mengajari para koki, Jani pergi ke ruang singgasana untuk bertemu ayahnya. Saat dia mencapai pintu ruangan tersebut, Jani mendengar ada seorang berdebat dengan ayahnya.


"yang mulia!! Tolong izinkan saya membangun sebuah benteng di perbatasan timur laut!! Hanya dengan cara ini kita bisa mencegah kekaisaran melebarkan sayapnya ke kerajaan kita!!."


"aku sudah mengatakannya beberapa kali, Dom. bahwa kita tidak sedang dalam keadaan berperang dan tindakkanmu itu akan memicu kepanikan warga lokal yang tinggal di daerah perbatasan timur laut."


"mereka yang masih tinggal di sana hanya sekitar 2000 orang saja. Kita bisa mengusir mereka dengan alasan bahwa tempat mereka akan di jadikan benteng untuk melindungi negara dan jika mereka menolak untuk pergi, kita akan menganggap mereka sebagai penghianat kerajaan dan membunuh mereka semua."


Mendengar perkataan Dom, sang raja langsung tampak marah dan ingin membantah pernyataannya, tapi Jani masuk duluan dan menyela pembicaraan mereka.


"sebelum kau mengorbankan 2000 orang tersebut, beranikah kau mengorbankan seluruh keluargamu untuk menggantikan mereka semua!?"


"siapa yang berani memotong pembicaraanku dengan raja!?" ketus Dom sambil berbalik melihat siapa orang tersebut dan setelah mengetahui bahwa itu adalah pangeran ketiga, dia semakin kesal dan berkata dengan nada mengejek "oh ternyata itu adalah pangeran ketiga Alex. Apa maksud dari perkataanmu tadi?"


"mudah saja, 2000 orang yang ingin kau korbankan itu adalah penduduk kerajaan Westeria. Jadi, siapkah kau untuk mengganti nyawa mereka semua dengan nyawa seluruh keluargamu? Dan saat kau mengusir mereka, apa kau sudah mempersiapkan tempat tinggal mereka yang baru?" tanya Jani dengan tatapan tajam ke arah jendral besar Dom.


"tentu saja tidak!! Nyawa mereka tidak sebanding dengan nyawa keluargaku yang sangat istimewa. Dan Kenapa aku harus peduli dengan di mana mereka tinggal?"


"jika kau berpikiran seperti itu, aku ragu bagaimana kau bisa menduduki posisimu sebagai jendral besar kerajaan ini? Apa kau menyuap seseorang atau membunuh pesaingmu agar bisa mencapai posisimu saat ini?"


Setelah mendengar tuduhan Jani, jendral Dom mulai berkeringat dingin karena tuduhan tersebut tepat mengenai sasaran. Dengan gugup jendral Dom menjawab tuduhan Jani. "itu bukan urusanmu, lagi pula ini adalah pembicaraan orang dewasa, anak kecil sepertimu tidak boleh ikut campur dalam masalah ini!!"


"AKU DI SINI BERBICARA SEBAGAI SEORANG YANG AKAN MEMBANGUN KEMBALI PERBATASAN TIMUR LAUT!! DAN JIKA KAU BERANI MENYENTUH CALON WARGAKU, AKAN KUPASTIKAN KELUARGAMU MENANGGUNG AKIBAT YANG MENGERIKAN DARIKU!!." Teriak Jani dengan marah kepada jendral Dom.


"KAU!! Berani mengancamku hah!!" jawab jendral Dom dengan marah.


"tentu, kenapa tidak?" jawab Jani dengan tenang sambil tersenyum.


Di tengah perdebatan mereka, raja berkata "hentikan kalian berdua. Jika kalian seorang lelaki, lakukan duel untuk menyelesaikan sebuah masalah dan jangan berteriak di istanaku."


"raja benar, pangeran ketiga! Jika kau berani terima tantangan duelku!" jawab Jendral Dom sambil melempar sarung tangannya sebagai simbol menantang Jani dalam sebuah duel.


"baiklah, aku terima tantanganmu. Kapan duel diadakan?"


"besok, di arena pertarungan suci Westeria."


"hah! Besok!? Kenapa tidak sekarang saja!?" jawab Jani sambil mengeluarkan aura unsur apinya yang telah mencapai tingkat empat puncak dan dibarengi dengan aura membunuhnya yang cukup kuat.


Saat dua aura itu digabungkan, para penjaga yang berada di tingkat empat ke bawah mengalami sesak napas dan tanpa di duga sang jendral besar Dom juga mengalami sesak napas yang menandakan bahwa kekuatannya tidak lebih dari tingkat empat.


Saat Jani terbawa suasana, auranya tiba-tiba di tekan oleh kekuatan yang lebih besar darinya. Jani yang tahu siapa yang menekan auranya, langsung menarik kembali auranya dan berlutut menghadap ayahnya.


Sang raja juga terkejut dengan aura yang dimiliki anaknya, tapi dia harus menghentikan anaknya dan langsung mengeluarkan aura yang setara dengan tingkat 7 awal yang membuat anaknya tersadar lalu berlutut di depannya.


Sang raja berkata dengan tidak senang kepada Jani "apa kau sudah puas mengeluarkan auramu, Nak?"


"maafkan aku, ayah." Jawab Jani sambil berlutut di depan ayahnya.


"kalau begitu, pergilah dari sini sekarang." Jawab raja yang mengusir anaknya dan Jani pun langsung keluar tanpa menengok belakang.

__ADS_1


Setelah tidak ada aura yang menekannya, jendral Dom kembali berdiri dan ingin melanjutkan tentang pembicaraan mereka sebelumnya, tapi sebelum dia berbicara raja berkata duluan.


"Dom, cukup sampai di sini. Seperti yang sering aku katakan, dimataku setiap warga kerajaan ini adalah sama dan untuk hak pengembangan perbatasan timur telah kuberikan kepada Alex.


Dan keputusanku ini tidak dapat di rubah sama sekali, apa kau mengerti, Dom?"


"aku mengerti, yang mulia."


"sekarang pergilah untuk mempersiapkan duel antara anakku dan dirimu itu."


"hamba akan melakukannya sebaik mungkin."


Setelah itu, jendral Dom pergi dengan cepat dan setelah mereka berdua pergi, raja menghela napasnya dan berubah menjadi api lalu menghilang begitu saja.


Saat jani keluar dari ruangan singgasana, dia menghela napas lega dan berkata "tidak kusangka raja sudah mencapai tingkat 7 awal."


Setelah menenangkan dirinya, Jani pergi ke ruang makan dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Sang raja juga tidak berkata apa pun tentang kejadian itu, tapi saat semua orang selesai makan sang raja memanggil ketiga putranya untuk datang ke kantornya.


Di dalam kantor raja.


Julius, Marcus, dan Jani yang sudah datang, sedang menunggu ayah mereka yang sedang menikmati pemandangan ibu kota di malam hari. Setelah beberapa saat, raja berbalik ke arah mereka dan berkata "apa kalian tahu alasan memanggil kalian ke sini?"


Yang menjawab pertama adalah Jani "mungkin karena duel yang akan aku ikuti besok?"


"hah! Duel?" tanya Marcus yang terkejut mendengar kabar ini.


"aku sudah mendengar rumornya, tapi aku belum tahu siapa yang menjadi lawanmu?" jawab Julius dengan tenang.


"oh!! Ini bahkan membuatku lebih terkejut lagi, dulu saat dia berdebat denganku, dia akan berusaha membuatku menantangnya terlebih dahulu. Tetapi hari ini dialah yang menantang Alex terlebih dahulu." Jawab Julius sambil menjelaskan masa lalunya saat menghadapi jendral Dom dalam adu kata.


'Haha, aku tidak kuat membayangkan wajahnya saat ini!!" kata Marcus yang sudah tertawa terbahak-bahak.


"kenapa begitu penting, siapa yang menantang lebih dulu?" tanya Jani yang bingung melihat reaksi kedua kakaknya.


"dengar Alex, ini adalah tradisi leluhur kita dan hal ini sangat penting karena orang yang di tantang berhak menentukan isi dari duel tersebut. Jadi, sekarang kau bebas memilih berduel dalam hal apa besok." Kata Julius yang menjelaskannya kepada Jani.


"begitu ya, kalau begitu ini pasti akan berhasil." Jawab Jani yang mengerti sambil bergumam sesuatu.


"apa maksudmu ini akan berhasil, nak?" tanya sang raja yang mewakili kedua pangeran yang menatap adiknya dengan ekspresi penasaran.


"ayah sebenarnya aku memiliki sebuah rencana untuk melenyapkan keluarga Blackwolf dari kerajaan ini."


"benarkah!!?" jawab raja dengan bersemangat.


"benar, tapi sebelum itu aku ingin bertanya apakah dengan menghilangnya keluarga Blackwolf, akan sangat mempengaruhi kerajaan kita?"


"itu pasti akan membuat para bangsawan yang lain menjadi gelisah, tapi itu tidak perlu kau pikirkan. Yang penting sekarang adalah melenyapkan keluarga Blackwolf terlebih dahulu."


"baiklah, ini adalah rencanaku...." jawab Jani yang menjelaskan rencananya kepada keluarganya sambil mengeluarkan berkas berisi semua informasi kejahatan yang dilakukan oleh keluarga Blackwolf.


Setelah mendengarkan rencana Jani, raja berkata "bagus! Ini adalah rencana yang bagus sekali!!"


"benar ayah!! Kali ini rubah tua itu tidak akan lolos lagi." Tambah Marcus yang juga bersemangat dengan rencana tersebut.

__ADS_1


"tapi, masalahnya adalah beberapa tuan yang telah disewa oleh rubah tua itu. Mereka berjumlah 4 orang yang masing-masing melindungi markas kejahatan mereka, mansion, kandang budak dan satu lagi menjadi pengawal rubah tua itu." Tambah Julius yang Khawatir tentang 4 tuan tersebut.


"Julius, kau tidak perlu khawatir, tiga dari mereka bisa di tangani dengan mudah oleh ketiga ibuku."


"jika ayah bilang begitu, maka aku tidak akan khawatir lagi."


"baiklah, saat kita bersiap melenyapkan keluarga Blackwolf."


"""siap, ayah!!""" jawab ketiga pangeran secara bersamaan.


Setelah itu, kedua pangeran pergi melakukan persiapan untuk rencana tersebut. Sementara kedua pangeran pergi, Jani kembali ke kamarnya dan membuka sistem Zein dan memilih ikon toko.


"Zein, apa kau memiliki bahan untuk meningkatkan senjataku?"


"tentu, apa kau ingin membelinya?"


"mhm, tapi yang kuperlukan hanya lah tempurung kura-kura besi dan akar mawar api."


"Baiklah, semuanya total 10 triliun."


"hah! Kenapa mahal sekali!!?"


"ayolah master, ini adalah barang langka yang sangat sulit kau dapatkan di dunia luar, jadi wajar kalau harganya sedikit mahal."


"baiklah!! Aku akan membelinya lalu tolong langsung masukan ke dalam fitur peningkatan senjata dan Armor bersamaan dengan inti Monster milikku ini." Jawab Jani dengan kesal sambil mengeluarkan inti Monster rank S yang dia beli beberapa waktu yang lalu.


Setelah beberapa saat, Zein berkata "semua bahan telah terkumpul, apa master ingin meningkatkan senjata Double Blast? Biaya 5 triliun."


"SEKARANG!! KENAPA ADA BIAYA LAGI!!?" tanya Jani yang sudah sangat kesal dengan Zein.


"maaf master, aku lupa memberitahumu biaya peningkatan akan muncul saat semua bahan yang di butuh kan sudah terkumpul."


"sudahlah!! Tingkatkan saja senjataku itu, Zein. Ini juga salahku karena terburu-buru untuk meningkatkan senjata. Lain kali aku hanya akan bersabar untuk mengumpulkan bahan-bahannya."


Setelah menyetujui peningkatan, layar sistem muncul untuk menunjukkan status terbaru dari Double Blast.


[ Ding...


Kekuatan: 100


Kecepatan: 40


Efek yang diberikan:


fatal critical: meningkatkan serangan sebanyak 50% di titik yang sama secara beruntun.


Shoutgun Blaster: serangan fatal gabungan yang memberikan tambahan kekuatan sebesar 100%. ]


Setelah meningkatkan senjatanya, Jani memasuki ruangan dimensional untuk terbiasa dengan teknik terbaru dari Double Blast dan Saat dia merasa sudah cukup mahir dengan tekniknya Jani kembali dan langsung tertidur.


Sementara Jani berlatih, Julius sudah mengunjungi beberapa bawahan dom dan membujuk mereka untuk membantu keluarga kerajaan untuk melenyapkan keluarga Blackwolf. Karena kejahatannya yang terlalu banyak, hampir semua bawahannya mempunyai dendam kepada dom.


Selama ini mereka hanya diam karena takut keluarga merekalah yang menjadi korbannya, tapi saat pangeran pertama datang memberi mereka kesempatan untuk membalas dendam, mereka langsung menerimanya dan bahkan memberitahu Julius beberapa informasi yang sangat berguna.

__ADS_1


__ADS_2