KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Jadi ngeri aku ngebayanginnya!


__ADS_3

Setelah Jani membeli mutiara dari Zein, suara ketukan pintu terdengar dari pintu masuk gudang. Jani yang telah menyadari siapa yang datang langsung menyuruhnya masuk.


Mendengar hal itu, seorang pria yang mengenakan topeng goblin memasuki gudang lalu bertanya kepada Jani "Bos, apa anda memanggil saya?"


"aku memiliki tugas untukmu, Green Goblin." Jawab Jani kepada Green goblin dan kemudian Jani melanjutkan untuk menjelaskan semua rencananya untuk menyelamatkan Jaka.


Awalnya Green Goblin terkejut mendengar atasannya yang membimbingnya dalam pembuatan game virtual yaitu Jaka tertangkap, tapi setelah mendengar bahwa dia akan menggantikan posisi Jaka untuk sementara dalam misi penyelamatan kali ini, Green Goblin mulai bersemangat dan berkata "jangan khawatir Bos! Saya akan melakukannya dengan baik!"


"kalau begitu, kau bersiap-siaplah dulu. Setelah semuanya siap kau hubungi aku!"


"baik, bos!" jawab Green Goblin lalu dia duduk di kursi tempat di mana Jaka biasanya duduk.


Melihat Green Goblin sudah mulai bersiap, Jani tidak mengganggunya dan keluar dari gudang tua lalu berjalan kaki menuju belakang gudang. Saat tidak ada yang memperhatikan, Jani dengan cepat masuk ke dimensi pelatihan sistem.


...


Sementara semuanya sedang bersiap untuk melakukan penyerangan besar, Orang yang akan di selamatkan yaitu Jaka sedang berbaring di kasur empuk yang berada di suatu kamar rumah mewah nomor 5 Golden Residen.


Saat dia sedang berbaring, dua orang yang menculiknya masuk dan salah satu dari mereka yang melihat Jaka tetap tenang kemudian bertanya kepadanya "meskipun kau sudah di culik, kenapa kau masih tetap tenang, tuan Green Elf?"


"apakah aku harus histeris seperti korban penculikan lainnya?" Jawab Jaka dengan tenang.


"bukan itu yang aku maksud, tapi yang ingin aku tahu adalah alasanmu tetap tenang dalam situasi seperti ini."


"Tentu saja aku tenang! Karena aku sudah tahu bahwa sebentar lagi aku akan bebas."


Kedua penculik itu terdiam sesaat lalu mereka mulai tertawa menanggapi pernyataan Jaka.


""hahaha!!""


Setelah mereka berhenti tertawa, penculik yang satunya lagi mendekati Jaka lalu berkata "hei bocah! Lu pikir kita kagak tahu kalau iblis merah akan datang? Ya jelas tahu lah! Bahkan kami sudah menyiapkan kejutan untuk sang iblis merah!"


"Dan Kami juga sudah siap untuk mengatasi serangan jarak jauh milik Black Masker dengan menaruh 10 penembak jitu di sekitar perumahan ini." Tambah salah satu temannya.


Jaka tidak menanggapi perkataan si penculik dan hanya terdiam. Melihat Jaka hanya terdiam, si penculik merasa senang karena dia berpikir telah berhasil membuat Jaka ketakutan.


Setelah itu, si penculik melanjutkan perkataannya "tenang saja, kami akan berusaha untuk tidak membunuh mereka berdua. Karena lusa nanti kalian akan kami serahkan ke pihak Interpol!"


Kemudian mereka berdua keluar dari kamar tersebut dan meninggalkan jaka sendirian.


Saat dia telah di tinggalkan sendirian, Jaka berkata untuk membantah perkataan si penculik tadi "semua persiapan kalian itu tidak akan berguna karena malam ini mereka berdua akan menyerang tempat ini dengan serius."


....


Dimensi pelatihan sistem


Setelah Jani memasuki dimensi ini, dia segera mengeluarkan sebuah anting lalu berkata "Ignis, bangun. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


Dan kemudian anting tersebut berubah wujud menjadi seekor anak harimau. Dalam keadaan mengantuk, sang anak harimau bertanya "Hooaam...bocah, apa yang ingin kau bicarakan denganku?"

__ADS_1


"tidak banyak, aku hanya ingin kau berubah menjadi pedang karena aku ingin berlatih menggunakannya." Jawab Jani sambil melakukan peregangan tubuh sebelum melakukan latihannya.


Mendengar hal ini, Ignis yang sebelum tidak bersemangat tiba-tiba kembali bertanya dengan penuh semangat "hei! Apa benar kau ingin berlatih menggunakan-ku?"


"kenapa? Tidak boleh, ya? Kalau begitu aku akan bertanya kepada Tempest, mungkin dia bersedia menjadi teman latihan-ku."


"aku bersedia! Master!" balas Ignis dengan cepat sebelum Jani pergi memanggil Tempest.


Setelah Ignis setuju, Jani pun mulai berlatih menggunakan pedang Ignis. Pada awalnya Jani cukup kesulitan dalam mengayunkan pedang barunya ini, tapi setelah beberapa jam melakukan gerakan yang sama Jani akhirnya mulai terbiasa dengan pedang barunya ini.


Setelah terbiasa dengan pedangnya, Jani menghadapi masalah baru yaitu pengendalian kekuatan serangannya. Alasan kenapa pedang barunya yaitu pedang Harimau Lava di kategorikan sebagai pedang mistis bukan tanpa sebab, melainkan karena setiap serangannya menimbulkan kobaran api dan jika mengenai lawan, maka dalam waktu kurang dari lima detik luka tersebut akan meledak dengan sendirinya.


Bisa di bayangkan jika Jani tidak bisa mengendalikan pedang ini dan suatu saat dia tidak sengaja mengenai salah satu temannya, maka pasti orang tersebut akan mati karena efek ledakannya setara dengan 5 kilogram C4.


Oleh karena itu, apa yang dilatih Jani saat ini adalah untuk mengendalikan kekuatan serangannya. Ignis yang berada di dalam pedang tidak percaya dengan apa yang dia lihat karena master barunya saat ini yaitu Jani, bisa di bilang adalah seorang genius sejati.


Karena dari semua penggunanya terdahulu butuh waktu satu tahun untuk terbiasa dalam mengayunkannya, sedangkan Jani hanya butuh waktu kurang lebih tiga jam. Sekarang apa yang membuatnya kembali terkejut adalah dalam kurang dari lima jam, Jani telah berhasil mengendalikan kekuatan serangannya dengan sangat baik dan telah mengalahkan rekor sebelumnya yaitu 10 tahun.


Melihat semua hal itu, Ignis hanya berkata di dalam hatinya "monster macam apa yang telah menjadi pengguna-ku?"


....


Saat Jani keluar dari dimensi pelatihan, dia melihat jam tangannya dan menyadari bahwa walaupun dia berlatih lebih dari lima jam di dalam dimensi pelatihan, waktu yang terlewatkan di dunia nyata hanya lebih dari lima menit.


Mengetahui hal itu, Jani berkata dalam hatinya ' jika kedua jendral itu tahu aku memiliki kemampuan seperti ini.... ah sudahlah!! jadi ngeri aku ngebayanginnya!!'


Setelah membuang pikiran itu jauh-jauh, Jani kembali ke dalam gudang untuk menggunakan kamar mandi dan membersihkan dirinya yang penuh dengan keringat karena baru selesai latihan.


Karena Jani selesai dengan persiapannya, dia menelepon jali "halo! Jal! Persiapan dah selesai belum?"


"belum, Jan! Gua lagi ada masalah di depan gudang!"


"hah! Masalah apaan?"


"ada banyak warga berkumpul di sini! Kayaknya beberapa warga ada melaporkan bongkar muatan gua dah!"


"oke gua langsung meluncur ke sana!" jawab Jani dan langsung mematikan panggilannya dan kemudian dia berlari menuju rumahnya untuk mengambil sepeda motornya.


Ayu yang mendengar Jani telah kembali, ingin bertanya tapi sebelum dia bertanya Jani sudah bersiap pergi lagi dengan menggunakan sepeda motornya. Sebelum Jani pergi, Ayu sempat bertanya "sayang! kamu mau ke mana?"


"ke gudangnya Jali." Jawab Jani dan kemudian dia langsung pergi menggunakan sepeda motornya dengan cepat.


...


Sementara itu, di gudang milik Jali.


Ada sekelompok warga yang sedang berdebat dengan beberapa anak buahnya Jali. Alasan perdebatan mereka adalah karena warga sudah mulai curiga dengan kegiatan tertutup yang dilakukan kelompok Jali.


"Bro, kalau lu memang kagak mau di curigai, biarkan kami memeriksa apa yang selama ini yang kalian tutupi dari warga sekitar sini!" tanya salah satu tokoh masyarakat di daerah sini.

__ADS_1


"maaf nih, Bang! Bukannya kita menolak untuk di periksa, tapi ini memang sudah perjanjian kontrak bisnis untuk melakukan proyek secara rahasia. Jadi, kalau kita melanggar kontrak, perusahaan kami bakal di kenakan denda sebesar 10 miliyar." Jawab salah satu anak buah Jali yang bertugas untuk melakukan perundingan dengan tokoh masyarakat tersebut.


"oke! Kita biarkan kalau ini memang sebuah kesepakatan bisnis, tapi kenapa kalian beraktivitasnya itu di lakukan malam hari?! Kan itu sangat mengganggu warga sekitar yang mencoba untuk beristirahat."


Perdebatan terus berlanjut sampai ada salah satu warga yang memulai provokasi untuk menerobos masuk ke dalam yang mengakibatkan aksi saling dorong antara dua kubu. Karena anak buah Jali kebanyakan berbadan kekar, warga tidak bisa menang dan ada beberapa warga mulai memanggil polisi untuk mencegah terjadinya kerusuhan.


Saat Jani tiba di sana, dia langsung masuk ke sebuah warung kelontong yang berada di samping gudang dan menjadi pintu masuk rahasia ke gudang milik Jali. Setelah masuk ke gudang dia melihat jali dan langsung bertanya kepadanya "Jal, gimana kondisinya ?"


"lah elu emang gak lihat apa di depan warga banyak banget begitu! Mana kemarin baru masuk barang banyak banget lagi dari pelabuhan." Jawab Jali yang agak kesal dan kebingungan menghadapi situasi ini.


" oke elu tenang dulu, gua punya ide untuk menghadapi masalah ini."


"apa itu?"


Jani membisikan sebuah ide miliknya, dan Jali yang mendengarnya langsung berkata kepada anak buahnya "hei kalian, cepat keluarkan sampah baju yang baru turun kemarin dan tebarkan di seluruh lantai!!"


"baik bos!" jawab anak buah dan segera mereka membuka dua kontainer yang penuh dengan sampah baju yang tidak laku terjual tetapi masih layak di pakai dan menyebarkannya di lantai.


Setelah semuanya siap, Jali kembali bertanya kepada sahabatnya " lalu setelah ini apa yang harus di lakukan?"


"selanjutnya, giliran elu yang harus tampil di depan warga untuk menjelaskan situasinya dan membimbing mereka ke dalam."


"hah! Kenapa harus gua?!"


"bosnya siapa?"


Jali terdiam lalu menjawab"... oke, gua akan mencoba?"dan kemudian dia berjalan ke depan pintu lalu menyuruh anak buahnya membuka pintunya.


Saat pintu di buka, bertepatan juga beberapa polisi datang untuk meleraikan keributan ini. Polisi yang datang mencoba bertanya kepada anak buah Jali "maaf pak, bisa bicara dengan pemilik tempat ini?"


"itu saya, pak!" jawab Jali yang baru saja keluar dari gudang.


"kalau begitu bisa anda membukakan gudang ini agar warga tidak menaruh curiga kepada tempat ini?"


"boleh, silahkan masuk, semuanya!"


Para warga dan juga polisi memasuki gudang dan mereka langsung terkejut karena gudang tersebut cukup luas untuk memuat beberapa kontainer dan di lantai ada banyak baju yang bertebaran di lantai.


Setelah itu Jali menjelaskan kepada mereka "bisnis yang saya lakukan adalah bisnis baju bekas yang datang dari luar negeri dan kebetulan beberapa hari yang lalu kami kedatangan barang-barang di waktu tengah malam oleh karena itu kami agak berisik di waktu malam karena harus memeriksa barang tersebut."


Walaupun begitu masih ada juga yang belum menerimanya dan mengatakan bahwa ini Cuma kebohongan. Sebelum semua orang curiga, jali mulai melanjutkan "aku juga ingin mengatakan bahwa kami adalah perusahaan yang bertanggung jawab untuk pembuatan kerangka dari mesin virtual dan jika kalian tidak percaya, kalian bisa tanyakan ini kepada perusahaan Arcadia Teknologi secara langsung. Dan juga untuk permintaan maaf, kalian semua boleh mengambil beberapa baju bekas di sini untuk di bawa pulang."


Para warga yang mendengar hal itu, langsung bertanya kembali kepada jali "beneran nih kami boleh mengambil pakaian di sini?"


"tentu, tapi sekali kalian keluar tidak boleh untuk mengambil pakaian lagi di sini."


Semua warga pun mulai memilih pakaian yang ingin mereka bawa pulang dan melupakan tujuan asli mereka. Dan untuk polisi yang datang bersama para warga, Jali memberikan selembar cek kepada polisi yang bernilai 10 juta sambil berkata "maaf ya, pak! Ini ada sedikit tanda permintaan maaf saya karena melibatkan polisi dalam masalah ini."


Polisi itu menerimanya dan kemudian menjawab "terima kasih, kalau begitu karena semuanya sudah kondusif, saya permisi dahulu untuk melanjutkan patroli kami."

__ADS_1


"tentu, hati-hati di jalan, pak!"


Setelah itu, polisi pergi dan sementara warga sibuk dengan memilih pakaian, Jali menyuruh sebuah mobil kontainer yang bermuatan bahan peledak dan senjata api pergi dari sini.


__ADS_2