
Dorong mendorong masih terjadi di antara monster armor dan Trio Cebereus. Di saat itu, Jani dengan berani menodongkan senjatanya ke sela armor yang kosong dan sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Sesuatu itu adalah reaksi dari sang monster armor, yang langsung mundur karena takut terkena serangan Jani. Melihat reaksinya, Jani berkata "mungkin itu adalah kelemahannya?"
Ketika dia sedang berpikir, dia mengingat sebuah perkataan yang ucapkan oleh sahabatnya yang telah lama meninggal saat mereka sedang memainkan sebuah permainan berjenis RPG. 'Armor yang tidak tertembus belum berarti adalah pertahanan terkuat, tetapi pertahanan terkuat itu berasal dari seorang sahabat yang siap membantu menghadapi masalah sahabatnya kapan pun itu!'
Terus mengulangi kalimat tersebut, Jani akhirnya mengerti tentang kelemahan monster ini lalu berkata "Veronica! cobalah serang dia di bagian dalam monster itu!"
"mengatakannya lebih mudah dari pada melakukannya,Kak!! Lihat! Sekarang Monster itu malah menaruh perisainya dan menggunakan kedua tangannya di pedang yang dia miliki."
"sial, sepertinya dari tadi dia tidak menganggap kita serius!" kata Rei yang masih bersiap menggunakan perisai mereka untuk melawan monster tersebut.
Jani juga melihatnya dan ketika monster Armor itu bersiap menyerang, Jani merasakan firasat buruk dan segera berteriak "SEMUANYA MENGHINDAR!!"
*ZAANGGG* Suara desingan pedang sangat terdengar saat monster itu menyerang dan serangan itu juga menyebabkan tanah terbelah menjadi dua di tempat Jani dan kelompoknya berdiri sebelumnya.
Melihat efek dari serangan monster itu, Rex bertanya kepada kakaknya "Kak Rey! Apa aku salah melihat? monster itu baru saja menggunakan Aura pedang!"
Rey menjawab "kau tidak salah, Rex. Dia benar-benar bisa menggunakannya!"
Rei yang menilai keadaan sekitar, berkata "Bos, kita harus segera mengalahkan monster itu secepatnya! Kalau tidak, mungkin monster akan bertambah kuat dari yang sekarang."
"ya, aku juga sependapat denganmu, Rei! Masalahnya aku sudah mengetahui titik lemahnya, tapi tidak ada dari kita yang bisa menyerang monster itu dari jarak yang jauh."
Setelah itu, monster Armor itu tidak bergerak dari tempatnya, tapi secara terus menerus menyerang dengan teknik master pedang tingkat lanjut yaitu, Aura pedang. Aura pedang sendiri adalah sebuah teknik yang umum di gunakan oleh master pedang tingkat 7 ke atas dengan mengandalkan mana mereka untuk menciptakan Aura pedang yang kuat sesuai dengan tingkat mereka masing-masing.
Saat monster Armor itu masih terus menyerang, Jani dengan tenang meminta bantuan kepada Zein "Hei Zein! Apa ada cara mengalahkan Monster Armor ini?"
Berharap mendapat sebuah saran, tapi sayangnya jawab Zein adalah…. "Maaf! Untuk meningkatkan kemampuan bertarung master, semua bantuan seperti saran dan toko di tiadakan untuk sementara waktu."
"apa! Apa maksudmu malah menutup dua opsi itu!?" Jani terkejut dan di saat yang bersamaan juga marah dengan sikap Zein.
"aku sudah mengatakannya tadi." Dan setelah mengatakan itu, Zein tidak lagi menjawab protes dari Jani.
Selang beberapa waktu, sistem malah mengirimkan sebuah misi kepadanya.
[Misi baru telah terpicu!! Dengan judul:
MASIH BISA HIDUP ITU, TERNYATA ENAK JUGA!! (Sebuah monster Armor yang kekuatannya jauh melampaui master telah muncul dan mengancam keselamatan master. Bunuh dia dan dapatkan hadiahnya!!)
Syarat menyelesaikan misi:
· Selamat dari monster Armor
· Bunuh dia sebelum menjadi lebih kuat (batas waktu: 5 menit lagi)
Hadiah misi:
__ADS_1
· Uang sebesar 10 triliyun
· Satu rancangan tangan buatan tingkat lanjut.
Kegagalan misi:
· Satelit bintang lima akan di hancurkan
· Denda 20 triliun
Catatan: Monster Armor masih di kategorikan sebagai Undead, jadi dia lemah terhadap cahaya!
Melihat misi yang di berikan, jani tertawa masam di dalam hatinya 'haha, seperti biasa dendanya akan sangat kejam!'
Ketika jani memikirkan tentang maslah jika dia gagal dalam misi ini, dia membaca catatan kecil di akhir misi lalu akhirnya tersenyum dan berkata di dalam hatinya "terima kasih, Sistem!!"
Stelah itu dengan cepat dia berteriak kepada Shiro "SHIRO! GUNAKAN SIHIR PILAR SUCI KEPADA MONSTER ITU!!"
"apakah bisa, kak?" tanya Shiro yang ragu dengan perintah jani.
"LAKUKAN SAJA!!"
"BAIK!!"
Shiro segera merapal sihir tingkat ke tiga yang baru-baru ini dia pelajari dan di saat yang bersamaan Jani berkata kepada Veronica "Veronica, tolong kamu buat tombak es setajam mungkin lalu arahkan tepat ke perut monster itu."
"bukankah tadi kakak lihat sendiri, bahwa tombak ku tidak mempan kepadanya?"
Saat itu Shiro segera berkata "Kakak! Aku siap!"
Veronica juga segera bersiap membentuk tombak Es setajam mungkin yang dia bisa. Lalu Jani menerjang ke depan untuk mengalihkan perhatian si monster dan saat mereka berdua sedang bertarung Jani berteriak "SHIRO, SEKARANG!!!"
"HOLY PILAR DIVINE PROTECTION!!"
Saat sihir di luncurkan, dari langit turun pilar cahaya dan segera mengenai monster tersebut berserta dengan Jani. Tentu saja Jani yang juga ikut terkena kini lukanya sembuh total sementara Monster itu seolah di sambar petir kini dia tidak bisa bergerak sama sekali dan sebagian aura pelindung di dirinya juga ikut menghilang.
Melihat itu, Veronica segera melempar tombak es miliknya dan tepat sebelum tombak itu mengenai Monster tersebut, jani melapisi tombak dengan sihir cahaya tingkat satu yaitu 'HOLY BLESSING'.
"guh!!" Monster itu untuk pertama kalinya menggerang saat tombak es yang dilapis sihir cahaya mengenai perutnya, tapi di saat terakhirnya di masih dengan semangat mengangkat pedangnya dan berniat melancarkan serangan terakhir.
Melihat hal itu, Jani memegang tombak es lalu menekannya agar masuk lebih dalam sambil berkata "sudahlah besi tua! Aku lelah bertarung denganmu! lebih baik kau beristirahat dengan tenang dan damai."
Seolah merespon perkataan Jani, sang Monster membatalkan serangannya lalu melepaskan pedang dan perlahan sebuah asap meninggalkan armor tersebut. Setelah semua asap keluar dari armor, armor secara resmi menjadi benda mati kembali dan itu menjadi pertanda akhir dari pertarungan ini.
Ketika semuanya menyadari bahwa pertarungan ini telah berakhir, mereka mulai berbaring d tanah untuk beristirahat sejenak. yang paling terluka parah dari kelompok Jani tidak lain adalah Trio Cebereus. Mereka bertiga sejak awal memang bertugas menjadi pelindung dan wajar kalau merekalah yang paling terluka.
Bahkan Rei kini sudah tidak sanggup berdiri karena dia menerima serangan aura pedang secara langsung yang mengakibatkan perisai miliknya hancur terbelah menjadi dua.
__ADS_1
Saat mereka sedang beristirahat, Rex yang duduk di samping Rei bertanya "Kak, apa menurutmu perjalanan ini menyenangkan?"
"tentu saja! Ini sangat menyenangkan!" jawab Rei dengan senyuman puas di wajahnya.
Di saat itu, Jani mulai mendengar pemberitahuan dari sistem bahwa misinya telah berhasil dan hadiahnya langsung masuk ke penyimpanan sistem. Beberapa saat kemudian, sebuah kotak harta karun besar muncul dan itu sudah pasti adalah hadiah karena telah mengalahkan monster Armor itu.
Jani tidak segera membukanya dan membiarkannya begitu saja sampai dari belakang suara Kuro terdengar "Kakak! Aku membawa bala bantuan!"
Memang dari belakang Kuro, Jani bisa merasakan kehadiran sepuluh ksatria yang di bawah tingkat lima dan bisa memasuki labirin ini. Saat mereka tiba, seorang ksatria langsung mengeluarkan pedangnya dan berlutut di depan Jani sambil berkata "pangeran! Maafkan hamba yang gagal melindungi pangeran dan tuan putri!!"
Melihat sekelompok ksatria itu, Jani menepis tangannya menandakan dia tidak mempermasalahkan hal itu sambil dia segera berkata "jangan khawatir, aku tidak apa-apa. Lebih baik kalian bawa tiga kembar itu ke rumah sakit kerajaan."
"baik, Pangeran!"
Trio Cebereus pun akhirnya di bawa ke rumah sakit oleh para ksatria dan setelah cukup istirahat, Jani kemudian mendekati peti harta karun lalu membuka nya untuk mengambil hadiah dari kemenangan kelompoknya melawan monster Armor tersebut.
Saat Jani membuka peti tersebut, sebuah asap putih segera keluar lalu menyelimuti Armor yang tergeletak di samping peti. Jani tidak memperhatikan hal tersebut karena saat ini dia sedang sibuk mengambil beberapa buku kuno dari dalam peti.
Sementara itu, Veronica berserta Kuro dan Shiro masih dalam keadaan terkejut melihat asap putih itu mulai membuat Armor yang sebelumnya telah menjadi benda mati, kini kembali menjadi monster Armor. Saat mereka mulai ketakutan untuk melawan monster itu kembali, Jani telah selesai memindahkan semua buku kuno ke dalam penyimpanan sistemnya kini melirik ke arah armor dengan tenang lalu berkata kepada para adiknya.
"kalian semua tenanglah! Benda ini tidak akan menyerang kita lagi!"
"apa kakak yakin?" tanya Veronica yang berhenti melangkah mundur untuk menjauhi monster tersebut.
"tentu saja, dia hanya ingin kita mendengarkan pesan terakhirnya."
Seolah membenarkan perkataan Jani, Armor itu mengangguk sedikit kemudian mengangkat tangannya lalu mengaktifkan alat sihir yang berada di belakang tempat sebelumnya di berdiri. Dari alat sihir tersebut, muncul proyeksi seorang petapa tua mengenakan jubah putih dan kemudian mulai menyampaikan pesan tersebut.
"Halo para penantang! Jika kalian melihat pesan ini maka kalian telah mengalahkan Monster penjaga terkuat yang aku miliki yaitu Undead Armor. Jika kalian bertanya-tanya kenapa ada pelindung yang membatasi orang yang memiliki kekuatan di atas tingkat lima, itu karena aku ingin mencari seorang yang tepat untuk mewarisi tempat suci ini."
Proyeksi di belakang orang tua itu mulai berubah menjadi sebuah kuil yang sangat megah dan kemudian orang tua itu melanjutkan "tempat yang ingin aku wariskan adalah sebuah kuil yang di bangun untuk sembilan dewa dan dewi pencipta benua Arca! Kuil ini aku bangun dengan hartaku sendiri, tapi sebelum di gunakan zaman kekacauan datang dan membuat perpecahan antara para pemuja Dewa dan Dewi pencipta. Para perwakilan masing-masing kuil mendatangiku untuk membuat tempat menjadi kuil dewa atau dewi mereka, tapi aku menolaknya sehingga mereka beramai-ramai ingin merebut kuil milikku ini. Mencegah kehancuran dari kuil ini, aku segera mengunakan semua kristal sihir yang aku punya untuk menciptakan sihir pelindung. Aku tahu sihir pelindung ini tidak akan cukup, tapi tepat sebelum para pemuja gila itu menyerang, sebuah keajaiban terjadi yaitu turunnya berkat suci dari para dewa dan dewi pencipta yang bersedia melindungi kuil ini."
"setelah mencegah kehancuran dari kuil ini, aku berencana untuk menutup kuil dan menunggu seseorang yang tepat dan dapat menggunakan kuil ini menggantikan ku, Afloso Karolina."
Proyeksi pun berakhir tapi armor tetap hidup lalu memberikan kunci terakhir kepada Jani. Setelah kunci di berikan asap putih perlahan keluar dari armor dan armor itu juga berubah menjadi abu lalu menghilang secara perlahan.
"Afloso Karolina? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu di suatu tempat deh?"
"ih! Kakak! Masa lupa, pemimpin divisi milik kakak ada dari keluarga Karolina juga kan!?" tegur Veronica.
Jani berpikir sebentar lalu kemudian segera berkata "Oh! Maksud kamu Mary! Tapi bukannya itu Cuma kebetulan aja nama keluarga mereka sama?"
"aku juga tidak tahu, tapi ngomong-ngomong apa fungsi kunci itu kak?"
"nanti kamu juga tahu. Sekarang lebih baik kita menuju kuil untuk melihat semegah apa kuil itu."
__ADS_1