
Dalam perjalanan menuju gerbang sekolah, Lisa menceritakan tentang apa saja yang dia lakukan selama 3 tahun ini sambil bergandengan tangan tanpa memedulikan pandangan tajam para murid yang mereka lewati.
Beberapa murid perempuan memandang hina Lisa karena masih berani mendekati lelaki lain padahal dia sudah memiliki tunangan. Sedangkan pada lelaki merasa bersyukur karena mereka akhirnya bisa melihat salah satu primadona sekolah tersenyum.
Jani yang sedang asyik mendengarkan cerita Lisa tiba-tiba berhenti dan memandang ke arah depan. Lisa yang penasaran bertanya "kenapa berhenti?"
"karena ada sekumpulan **** yang menghalangi jalan."
"****?" Lisa yang bingung dengan jawaban Jani, melihat ke arah depan untuk melihat siapa yang menghalangi jalan mereka. Saat melihat ke depan, Lisa mulai menatap jijik kepada orang yang menghalangi mereka.
"Lisa, berani sekali kau berselingkuh di belakang tunanganmu ini." Kata seorang murid yang berdiri paling depan dengan nada khas bangsawan sombong.
Lisa menekan amarahnya dan menjawab "Randy, aku sudah mengatakannya kepadamu bahwa kita bukanlah pasangan tunangan."
"kau tidak perlu repot menyangkalnya karena orang tua kita sudah setuju dengan pertunangan ini."
Di masa lalu, setelah orang tuanya di singgung oleh Randy, dia akan mengalah karena takut melukai kedua orang tuanya. tapi setelah merasakan genggaman dari orang yang di sampingnya, dia mulai berani untuk melawan.
"itu keinginan orang tuaku bukan keinginanku, lagi pula para dewa dan Dewi belum menjadi saksi dalam pertunangan itu." Jawab Lisa dengan nada mengejek.
Randy yang di singgung tentang upacara pertunangan langsung marah dan berteriak "ITU KARENA KAU YANG MELARIKAN DIRI, SEHINGGA KELUARGAKU MENANGGU MALU DARI PARA PENDETA DAN PARA BANGSAWAN YANG KAMI UNDANG!!"
Jani yang melihat kekasihnya di bentak mulai tampak kesal dan berkata "bla..bla... berisik sekali! Apa yang di lakukan para penjaga gerbang sih!?
bisa-bisanya membiarkan seekor **** masuk ke sini dan membuat keributan?"
Randy yang mendengar perkataan Jani langsung berbalik menatapnya dan berteriak "BERANI SEKALI KAU MENGHINAKU HAH!!"
"lah!? Kapan aku menghinamu? Perasaan aku tidak menyebutkan nama seseorang deh?"
"semua orang yang di sini tahu! Bahwa perkataanmu tadi itu ditunjukkan kepadaku!!"
"ohh, ternyata kau menyadarinya!? Ku pikir kepala dan perutmu berisi cairan yang sama."
"kau..!!" Randy mengeretakan giginya karena marah dan matanya melotot ke arah Jani seolah dia ingin membunuh jani.
Randy yang tidak tahan dengan hinaan Jani, mulai berkata kepada anak buahnya yang berdiri di belakangnya "oi!, kalian semua tangkap dia untukku! Sementara aku akan menyiapkan mantra tingkat ketiga untuk membunuhnya!!"
Randy mulai melantunkan mantra nya sambil menutup matanya sementara 9 murid biasa menerjang ke arah jani.
Sampai saat ini, Randy tidak tahu bahwa orang yang sangat ingin dia bunuh adalah seseorang yang sangat dia takuti. Mungkin kalau dia tahu, dia pasti sudah melarikan diri dari tadi.
Lisa yang melihat 9 orang datang ke arah mereka, mulai melantunkan mantra tapi di hentikan oleh Jani. Lisa yang bingung dengan tidakkah Jani ingin bertanya, tapi Jani sudah mulai menjelaskan
"Lili, apa kau lupa bahwa kita masih di dalam akademi? Dan juga aku ke sini itu sebagai tamu."
Lisa yang mengerti maksud tindakan Jani mulai tertawa dan berkata dalam hatinya 'ternyata dia masih belum berubah dari dulu, Sikapnya yang selalu jahat terhadap orang yang berani menyakiti orang yang dia sayangi.'
Saat 9 orang itu sudah hampir mendekati jani, mereka mulai mengeluarkan senjata mereka, tapi sebelum mereka menyerang Jani, tiba-tiba muncul angin yang sangat kencang dari arah gedung akademi yang membuat kelompok itu terbang dan menabrak Randy yang sedang melantunkan mantra sihir.
*BRAKK!!*
__ADS_1
"dasar anak buah tidak berguna!! menangkap satu orang saja tidak bisa, menyingkir dari atasku sekarang!!" teriak Randy yang terjatuh karena terkena salah satu anak buahnya yang terpental.
"maafkan kami tuan muda, kami terpental karena ada serangan sihir unsur angin yang sangat kuat dari arah gedung akademi."
"hah!! Unsur angin!?" Randy terkejut setelah mendengar penjelasan anak buahnya. Seolah menyadari sesuatu, dia berkata kepada Jani "kau! Ingat ini belum berakhir. Saat kita bertemu lagi, saat itulah kau akan mati!! Ingat itu!!" setelah itu, Randy bersama anak buahnya pergi dengan terburu-buru.
Jani yang melihat Randy langsung pergi memasang ekspresi sedikit terkejut "tidak kusangka selama tiga tahun ini, dia sedikit bertambah pintar."
"hehe, tidak! dia masih bodoh seperti dulu. Mungkin dia lari karena sudah hafal siapa yang menyerangnya tadi." Sela Lisa yang habis tertawa karena melihat ekspresi pacarnya.
"haha, bahkan sampai hafal siapa yang menyerangnya." Jani juga ikut tertawa, mendengar penjelasan Lisa.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju kereta kuda, tapi saat mereka sampai di depan gerbang mereka dihentikan oleh suara seseorang yang tidak asing bagi mereka.
Sementara itu, Veronica yang melihat kedatangan Lisa dan Jani dari dalam akademi, mulai berteriak
"kakak!! Lisa!!! Di sini!!!."
Jani dan Lisa yang melihat Veronica berteriak kepada mereka mulai tersenyum dan datang menghampirinya. Setelah mereka saling bertemu, Veronica mulai berkata kepada Jani dengan tidak senang "kakak, ke mana saja sih kau ini!? Aku sampai tidak kuat berdiri karena menunggumu terlalu lama."
"maaf, tadi ada sekelompok **** pengganggu yang menghalangi aku sampai di sini." Jawab Jani yang meminta maaf kepada adiknya.
"hah **** pengganggu?" tanya Veronica karena dia tidak mengerti maksud dari perkataan kakaknya.
"Vero, maksudnya Randy dan kelompoknya." Kata Lisa yang menjelaskan nya kepada Veronica.
"ohh." Jawab Veronica yang akhirnya mengerti dan melanjutkan "pantas, tadi aku mendengar kepala sekolah menghempaskan 9 orang dan kirain siapa? Ternyata langganannya pak kepala sekolah toh."
Setelah tertawa sebentar, Jani memberitahu adiknya tentang rencananya malam ini "Veronica, kau pulang terlebih dahulu dan bilang pada ayah dan ibu, kalau untuk malam ini jangan menungguku untuk makan malam karena aku akan makan di rumah Lisa."
"karena aku juga ingin berbicara dengan ayahnya Lisa tentang hubungan kita."
"ohh, jadi kalian sudah kembali menjadi sepasang kekasih lagi?" tanya Veronica kepada mereka berdua.
Lisa yang mendengar pertanyaan tersebut, wajahnya langsung memerah dan dia melirik ke arah Jani. Di saat yang bersamaan Jani juga melirik ke arah Lisa, Ketika mata mereka bertemu, mereka tersenyum dan menjawab secara bersamaan ""iya.""
Melihat kemesraan di antara keduanya, Veronica akhirnya memutuskan untuk pulang dan memberitahu semua orang tentang kabar gembira ini.
"aww, romantisnya. Baiklah kalau begitu aku akan pulang dan Lili, jika kakak menggertak mu bilang padaku. Nanti aku pasti akan menghajarnya."
Setelah itu Veronica pergi ke kereta kudanya, tapi dia terhenti di tengah jalan karena mendengar apa yang dikatakan Lisa berikutnya.
"Alex, kenapa kau tidak memberitahu Veronica kalau mau akan memasak di rumahku?"
Sebelum Jani menjawab, Veronica sudah kembali dan langsung bertanya kepada kakaknya "kak, apa benar kau akan memasak di rumah Lisa !?"
"itu benar."
"kalau begitu aku ikut kalian, boleh kan?"
Sebelum ini menjawab, Lisa dengan cepat menutup mulut Jani dan menjawab pertanyaan Veronica "tentu saja, boleh Vero. Semakin ramai, semakin baik iyakan Alex?"
__ADS_1
Jani hanya mengaguk untuk menyetujuinya. Setelah itu, mereka bertiga akhirnya pergi ke rumah Lisa.
Sebelum mereka pergi, Jani berkata ke arah hutan yang ada di sebelah mereka "penjaga bayangan, tolong utus salah satu anggotamu ke istana untuk memberitahu ayahku tentang hal ini."
"di mengerti pangeran ketiga." Jawab dari salah satu anggota penjaga bayangan. Setelah mengatakan itu, Jani mengikuti Lisa dan Veronica ke kereta kuda lalu mereka berangkat menuju ke rumah Lisa.
Sementara itu, di istana.
Raja roman yang saat ini berada diruang makan dan sedang menunggu anak-anaknya pulang untuk makan malam bersama di kejutkan oleh kedatangan anggota penjaga bayangan.
Setelah menyampaikan pesan, penjaga bayangan tersebut pun menghilang seolah tidak pernah berada di sana. Raja roman yang telah menerima pesan Jani, langsung memanggil kepala pelayan istana Bernard "Bernard, segera suruh pelayan dapur untuk menghidangkan makanannya sekarang."
Ratu Alice dan kedua ratu lainnya menjadi bingung setelah mendengar perintah suami mereka. Ratu Alice yang mewakili yang lainnya mulai bertanya "tidak menunggu anak-anak pulang?"
"tidak, mereka memutuskan untuk makan malam di rumah keluarga Catalyn." Jawab raja roman dengan tenang.
Ratu Alice langsung mengerti "ohh, jadi mereka sudah kembali bersama!! Hehehe malam ini aku harus menginterogasi Alex secara menyeluruh."
Setelah makan malam dihidangkan, raja dan para istrinya pasung makan malam tanpa menunggu kedatangan Jani dan Veronica.
Kembali ke tempat jani
Jani saat ini sedang serius menyiapkan hidangan makan malam di rumah Lisa. Awalnya kedua orang tua Lisa terkejut melihat kedatangan pangeran Alex dan Putri Veronica dan setelah Jani menjelaskan maksud kedatangannya kemari, ibu Lisa langsung menolak karena menurutnya itu adalah tindakan tidak sopan terhadap keluarga kerajaan untuk menyiapkan makan malam untuk mereka.
Jani tidak peduli tentang etika tersebut dan berusaha meyakinkan ibu Lisa untuk membiarkannya memasak. setelah di bantu dengan Lisa, Jani berhasil me dan langsung pergi ke dapur.
Di dunia ini belum mengenal penggunaan rempah-rempah dan kebanyakan hanya menggunakan garam laut yang saat ini adalah bumbu paling mahal. Saat berbelanja kemarin dengan Veronica, kebetulan Jani memasuki toko alkemis dan menemukan banyak bumbu dapur yang biasanya di gunakan sebagai bahan untuk membuat ramuan ajaib.
Karena di kerajaan ini makanan pokoknya adalah roti gandum, Jani berniat membuat roti gandum yang di dalamnya sudah di isi dengan tumisan daging binatang ajaib yang mirip dengan ayam yang bernama Burung Tanah.
Dia juga membuat sup dari hewan yang sama untuk pelengkap hidangannya.
Di ruang makan
Veronica kembali menceritakan bagaimana Lisa dan Jani berselisih dengan Randy yang membuat kedua orang tua Lisa semakin khawatir dengan keselamatan anak mereka. Veronica memberitahu mereka bahwa kakaknya pasti akan melindungi Lisa dari ancaman keluarga Blackwolf.
Setelah menunggu hampir satu jam, Jani akhirnya datang sambil membawa gerobak berisi beberapa roti dan satu panci sup. Veronica yang melihat hal tersebut langsung berkata "kak, apa ini yang kau buat selama hampir satu jam?"
"benar, sebelum kau berkomentar yang tidak-tidak, sebaiknya belah dua roti tersebut." Jawab Jani sambil membagikan roti kepada semua orang.
"betul apa kata Alex, Vero. Aku bisa mencium bahwa ini bukan roti gandum yang biasanya." timpal Lisa yang mendukung kekasihnya secara penuh.
"Lili, kau pasti berkata seperti itu karena kau Cuma mau mendukung kekasihmu, kan?" tanya Veronica sambil bersiap membelah dua roti tersebut.
Setelah mencoba membelahnya, Veronica terkejut bahwa roti gandum ini sangat mudah untuk di potong dan lebih terkejutnya lagi ada potongan daging yang keluar dari dalam roti. Karena penasaran Veronica langsung memotong sedikit roti dan memaknnya di barengi dengan sepotong daging.
Setelah mencicipinya, Veronica langsung berkata dengan bersemangat "KAK!! ROTI INI BENAR-BENAR ENAK!!."
"Benar, baru kali ini aku merasakan roti gandum yang seenak ini." Kata Lisa yang menyetujui pendapat Veronica.
"tidak kusangka pangeran Alex, Sangat pandai memasak." Ibu Lisa juga menyetujuinya.
__ADS_1
Melihat semua orang menyukai masakannya, Jani tersenyum dan berkata "semuanya tolong habiskan dulu makanannya, baru setelah itu kita lanjutkan pembicaraannya."
Semua orang menyetujui permintaan Jani dan menghabiskan makanan mereka dengan tenang.