KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Wind Killer


__ADS_3

Setelah membuat lelucon beberapa kali, Jani melirik ke arah mantan Raja Kurcaci yang masih berteriak kesakitan di lantai lalu berkata "Brad, apa yang akan kau lakukan dengan mantan Raja ini?"


Brad melihat sahabatnya sebentar lalu menghela napasnya dan menjawab "Yang mulia, sebelumnya aku minta maaf karena melibatkan-mu dalam permasalahan Ras kami."


"jangan terlalu kaku begitu! Tidak peduli apa Ras kalian, sekarang kalian adalah bagian dari Westeria! Jadi ini sudah menjadi tugasku memastikan rakyatku hidup dengan nyaman di kerajaan ini."


"haha! Benar juga…. Kami adalah bagian dari Westeria! Tapi yang mulia, bisakah aku meminta satu hal?"


"apa itu?"


Brad melirik ke arah mantan sahabatnya dan berkata "biarkan aku yang mengurus orang ini dan tentu saja! aku juga akan menggali informasi yang kau inginkan darinya."


Jani berpikir sejenak lalu memberinya izin untuk menangani masalah ini. Setelah menyelesaikan masalah di kantor Brad, Jani menjelaskan maksud kedatangannya dan Brad pun meminta Jani mengikutinya menuju lantai bawah.


Saat Jani memasuki lantai bawah toko Brad, dia terkejut bahwa ruang bawah tanah sangatlah besar bahkan melebihi dua kali lipat dari halaman istana kerajaan yang mampu menampung 90% seluruh warga ibukota. Di lantai bawah tanah juga di isi banyak Kurcaci yang melakukan tugasnya masing-masing.


Saat mereka memasuki tempat ini, Brad berteriak "John!"


"ada apa bos!?" balas seorang Kurcaci yang bernama John.


 "kau seret mantan raja bermasalah kita ke penjara lalu suruh para Algojo mencari informasi tentang kerjasamanya dengan Kekaisaran Thunder Black."


"tapi aku tidak tahu di mana dia berada, Bos?"


"kau tidak perlu pusing. Dia ada di kantorku sedang berteriak kesakitan!"


"oh baiklah! Akan aku segera lakukan!" jawabnya lalu dia pergi bersama dengan beberapa Kurcaci lainnya.


Setelah itu, mereka berkeliling sambil Brad menjelaskan tentang tempat ini "aku menyebut tempat sebagai Workshop! Di mana penelitian tentang senjata baru, pembuatan senjata dalam jumlah besar semua di lakukan di sini."


"Lalu dengan jumlah anak buah sebanyak ini berapa senapan yang kau hasilkan setiap harinya, Brad?"


"200 buah! Dan dalam hampir dua minggu ini, di gudang ada total 2000 senapan siap pakai!"


"lalu bagaimana dengan pelurunya?"


"dengan anjuran-mu yang sebelumnya untuk membuat alat pembuat peluru secara massal, total jumlah peluru yang berhasil di buat sampai hari ini adalah 100.000 peluru siap pakai. Lalu untuk pesanan senapan khusus yang kau minta ada di sini!"


Brad mengarahkan mereka berdua ke sebuah kotak kayu lalu membukanya sambil memperkenalkan senapan tersebut "lalu biarkan aku menjelaskan tentang senjata khusus ini. Senapan sihir yang tidak perlu menggunakan peluru, tetapi menggunakan Mana penggunanya sebagai ganti peluru. Lalu di lengkapi dengan beberapa Rune sihir dan komponen yang paling penting adalah Kristal Mana Murni sebagai katalis sihir agar bisa menggunakan sihir tanpa perlu membacakan mantra."


Lisa yang melihat senapan itu langsung mulai terpikat dan mendekatinya sambil berkata "alex! Apa ini senapan yang ingin kau tunjukkan?"


"tentu, tapi aku tidak menyangka kau bisa membuatkan senapan seperti ini!"


"haha… aku hanya menyalin apa yang ada di Pistol-mu dan menambahkan beberapa bagian di sana-sini saja."


"Nona Lisa, senapan ini belum di berikan nama oleh kami para Kurcaci, Jadi bisakah kau memberikan nama untuknya?"


"eh! Kenapa harus aku? Senapan itu terlalu indah! Aku takut nama yang aku berikan tidak sesuai dengan senapan ini?"

__ADS_1


"Sayang, secantik apa pun sebuah senjata. Saat berada di medan perang, benda ini tidak lebih dari alat membunuh. Meskipun benda ini hanya alat membunuh, tapi benda ini jugalah yang terus menjadi pelindungmu. Oleh karena itulah, kamu harus memberinya sebuah nama!"


Setelah di bujuk oleh Jani, akhirnya Lisa berkata "Baiklah! Aku akan memberikannya sebuah nama, tapi kalian jangan ada yang tertawa oke!"


"baik! Aku berjanji tidak akan tertawa!"


"kalau begitu, namanya sekarang adalah Wind Killer!"


Tepat seperti yang di janjikan oleh Jani dan Brad, tidak ada yang tertawa dan malah mereka merasa itu adalah nama yang cocok. Setelah memberikannya sebuah nama, Jani mengambil beberapa senapan lalu pergi bersama Lisa menuju tempat berikutnya yaitu, Menara Penyihir.


Sebelum Jani pergi dia tidak lupa mengambil sebuah Dua rancangan berikutnya yaitu Pistol biasa dan Pistol Magis yang di sesuaikan dengan unsur penggunanya. Melihat rancangan tersebut, Brad merasa kecewa dan berkata "Hei Yang Mulia! Bukankah benda ini lebih kecil dari yang sebelumnya? Bagaimana kita bisa membunuh naga dengan senjata sekecil ini?"


"itu memang bukan untuk membunuh naga, Brad. Tapi benda ini akan bisa menghasilkan Emas yang cukup banyak untuk memulai Proyek senjata pembunuh naga!"


"jadi, kau ingin menjual bebas senjata ini?"


"tentu saja ada ketentuan lainnya, tapi itu bukan waktunya untuk membahas hal ini. Pokoknya! Setelah pertempuran ini berakhir, kita akan mulai menjual pistol biasa dan pistol Magis tersebut."


"oke, aku akan mengerjakannya." Katanya sambil menyimpan rancangan Pistol lalu setelah menyimpannya, Brad kembali berkata "ngomong-ngomong kamu akan pergi ke wilayah timur laut, kan?"


"iya, memangnya ada apa kau bertanya seperti itu?"


"aku ingin minta tolong sesuatu kepadamu." Saat Brad meminta hal tersebut, dia mengeluarkan sebuah peta wilayah timur laut kerajaan ini lalu melanjutkan "di sekitar lereng gunung ini, terdapat suku Kurcaci pedalaman yang menetap di sana. Meskipun aku tidak kekurangan Staf di bengkel ini, tapi aku ingin berbagi kesenangan menciptakan senjata jenis baru ini bersama mereka atas nama sesama Ras Kurcaci!"


Setelah Brad menjelaskan permintaannya, Zein kembali berbicara di kepala Jani.


Tujuan Misi:


·       Selamatkan suku Kurcaci tersebut sebanyak Mungkin


·       Habisi tentara Kekaisaran Rohden yang menyusup ke daerah tersebut.


·       Selesaikan semua tujuan misi sebelum perpindahan dimensi berikutnya (0/2).


Denda kegagalan misi:


·       Hancurnya satelit milikmu yang sedang mengudara di bumi saat ini.


·       Rusaknya Labyrinth of pandora.


Hadiah misi:


·       cetak biru inti Core Blue Sun(sebuah sumber energi terbaru dari sebuah peradaban maju di luar galaksi Bimasakti).


·       Menerima sebuah Material buatan misterius.


Catatan: Segera selesaikan Misi sebelum perpindahan dimensi berikutnya atau misi ini akan di anggap gagal dan akan menerima denda kegagalannya. (waktu yang tersisa:10 hari lagi).]


Melihat di kembali mendapatkan misi, Jani berkata di dalam hatinya kepada Zein 'Zein, apa ini adalah misi utama atau misi sampingan seperti sebelumnya?'

__ADS_1


"aku tidak yakin, Master. Tapi menurut pendapat pribadiku, ini adalah misi sampingan yang akan menuntun-mu ke misi utama."


"baiklah, aku akan mempersiapkannya secepat mungkin."


Setelah berbicara dengan Zein, Jani menjawab permintaan Brad "kau tenang saja, Brad. dengan segera aku akan menyelamatkan mereka. Tembak kepalaku! Jika aku malah melupakan permintaanmu!"


"terima kasih, yang mulia! Aku akan permisi sebentar untuk membahas rancangan senjata baru ini dengan rekan-rekan ku."



Saat Jani selesai dengan urusannya di sini, dia pergi menuju sebuah menara tertinggi di ibu kota yang menjadi markas para penyihir terbaik di seluruh kerajaan ini.


Sesampai di sana, dia sudah di sambut oleh Ibunya yang sudah lama menunggunya di pintu masuk menara. Jani yang melihat tingkah Ibunya, hanya bisa menghela napasnya lalu turun dari kereta "Ma, bukankah aku sudah bilang untuk menungguku di kantormu!?"


"aku tidak bisa melakukannya, Nak! Karena ini adalah pertama kalinya anakku mengunjungi-ku saat aku sedang bekerja! Jadi agar dia tidak tersesat, aku putuskan untuk menjemputnya sendiri!"


"Ma, aku bukan anak kecil lagi!" tambah Jani yang memprotes ibunya. Setelah puas menggoda anaknya, Alice berkata "baiklah, kalau begitu ikut ke rapat dan sampaikan permintaanmu kepada penyihir tingkat tinggi kerajaan ini."


Jani dan Lisa mengikuti Ratu Alice ke dalam menara lalu memasuki Portal sihir. Saat di dalam Portal, Ratu Alice berkata "Lantai 99."


Portal bercahaya lalu mereka muncul kembali di lantai 99. Setelah berpindah Ratu Alice menuntun Jani menuju Aula pertemuan sementara Lisa harus menunggu sebuah ruangan berbeda karena dia masih belum secara resmi menjadi anggota keluarga kerajaan.


Saat berada di dalam, Jani melihat seluruh ruangan dan menyadari bahwa hanya ada 8 kursi yang mewakili setiap Unsur sihir yang ada kecuali unsur kegelapan yang terlarang dan unsur Waktu yang misterius.


Orang yang menduduki delapan kursi ini semua di isi oleh orang tua dan meskipun Ratu Alice adalah seorang Ratu, tetapi di hadapan delapan orang ini Ratu Alice tetap memberi hormat yang tulus.


Setelah memberi hormat, Ratu Alice berkata "para Sage Agung yang terhormat! Aku membawa anakku kemari untuk memberikan jawaban dari pertanyaan kalian semua. Silahkan jika kalian ingin bertanya kepadanya."


Sage unsur Air segera memberikan pertanyaan "Putra Mahkota Alex! tolong jelaskan! Kenapa kita harus memulai perang ini!?"


Jani segera menebak dari nada bicara Sage Air bahwa dia adalah orang yang menentang rencana Penyerangan ini. Setelah mencoba untuk tetap tenang, Jani menjawabnya "Sage Agung unsur Air. perlu saya jelaskan sedikit, bahwa kita tidak memulai peperangan, tetapi menentang Agresi militer yang di lakukan kekaisaran Rohden baru-baru ini."


Sage unsur Angin yang berasal dari Ras High Elf, menimpali jawaban Jani "bukankah itu sama saja dengan memulai peperangan!"


"memang, tapi mohon maaf yang sebesar-besarnya terlebih dahulu! Saya akan bacakan laporan kerusakan yang di timbulkan akibat dari agresi Militer mereka: pertama, hancurnya puluhan desa kecil di sepanjang perbatasan antara kekaisaran dan kerajaan kita! Lalu yang kedua, di temukan bukti banyaknya pembantaian terhadap warga tidak bersalah dan jika di hitung secara kasar, maka korban pembantaian itu lebih dari seribu orang!"


Setelah membacakan dua kerugian itu, semua Sage Agung merasakan perasaan tidak enak di hati mereka. Setelahnya Jani melanjutkan "lalu yang ke tiga….." saat Jani ingin melanjutkan, Sage Angin menyelanya kembali "cukup! Putra Mahkota…. Untuk sekarang aku mengerti kenapa kita harus menghentikan tindakan kejam mereka, Tapi apa perlu kita membagi dua pasukan untuk melakukan Penyerangan balasan ini."


"aku juga berpikiran sama! Karena kejadian ini terjadi di perbatasan daerah timur, lebih baik kita berfokus di satu titik supaya menghemat sumber daya yang harus kita keluarkan akibat serangan balasan ini." Tambah seorang Sage unsur Api.


"terima kasih atas sarannya, Sage Agung unsur Api. Tetapi kami memiliki kecurigaan bahwa ini semua hanyalah pengalihan perhatian saja demi tujuan mereka yang lain!"


"apa kau sudah mengetahui tujuan asli mereka!?"


"ini baru dugaan saja, tapi kami mencurigai bahwa mereka sedang mencoba membangkitkan Seekor Monster di tingkat Legenda untuk membuat kekacauan di daerah timur laut kerajaan. Setelah kita kelelahan menghadapi Monster tersebut, barulah mereka menyerang kita dengan kekuatan penuh."


Tentu saja ini adalah perkiraan Jani yang lainnya tanpa harus memberitahukan mereka tentang tambang tersebut. Alasan Jani tidak memberitahukan tentang tambang kristal Mana murni karena setiap para Sage Agung telah mencapai tingkat unsur sihir ke sembilan Akhir dan mereka membutuhkan banyak kristal Mana murni untuk mencoba menerobos halangan tersebut lalu menjadi Penyihir tingkat Sepuluh sejati.


 

__ADS_1


__ADS_2