KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Kesempatan mewujudkan impian


__ADS_3

Di tengah perjalanan menuju rumah Ayu, Jani mendapat telepon dari jaka bahwa tim programmer yang dia perkerjakan ingin bertemu dengannya. Penasaran dengan niat dari tim programmer, Jani menambah kecepatan mobilnya agar lebih cepat sampai ke rumah Ayu.


Sesampainya di depan rumah ayu, Jani langsung mengambil kertas dan pulpen dari dasbor mobilnya dan menulis sambil berkata kepada Ayu “sayang, maaf aku kagak bisa ketemu papa kamu. Tapi kamu bisa kasih surat ini biar kamu kagak di marahi oleh papa kamu.”


Setelah menulis surat dia memberikannya kepada Ayu. Ayu penasaran dengan isi surat tersebut, tapi dia menahan rasa ingin tahunya dan segera menyimpan surat itu di dalam tasnya. Saat Ayu ingin turun dari mobil, dia teringat sesuatu dan bertanya kepada Jani “oh iya, besok kita langsung memulai rencana itu kan?”


“benar, lakukan sesuai rencana tapi jika mereka ingin menjual lebih dari yang kita butuh kan. Jangan ragu untuk membelinya.”


“oke, akan kuingat saran kamu. Dan aku masuk rumah dulu ya, bye.”


“bye.”


Setelah melihat ayu sudah masuk ke rumahnya, Jani langsung pergi ke gudang tua tempat penelitian mesin virtual berada.


Di rumah ayu


Setelah ayu memasuki rumahnya, dia melihat ayahnya sedang menonton berita tentang peristiwa di mall tadi. Ayu berkata dalam hatinya 'semoga surat ini benar-benar bisa menyelamatkanku dari amarah papa.’


Mengetahui anak pertamanya sudah pulang, tanpa melihat ke arahnya dia memanggil anaknya “Ayu, kemarilah duduk di sofa.”


Ayu menghampiri ayahnya dan langsung duduk di sofa dan menunduk kepalanya sambil bertanya “ada apa papa memanggilku?”


“papa Cuma ingin bertanya, apa maksud dari berita ini?”


Ayu menjelaskan semuanya tentang peristiwa tersebut dan di akhir penjelasannya, dia mengeluarkan surat tersebut dan memberikannya kepada ayahnya sambil berkata “walau pun Jani tidak bisa datang untuk menjelaskannya kepada papa karena ada urusan mendadak yang harus dia tangani, tapi dia memberikan surat ini untuk papa.”


“apa isinya?”


“aku tidak tahu, aku belum sempat membacanya.”


Awalnya ayahnya sedikit terkejut saat membacanya, tapi dia kembali tenang dan berkata “baiklah, kali ini aku maafkan, tapi lain kali ingatkan dia untuk menahan diri sedikit. Sekarang kembalilah ke kamarmu, besok kau harus bekerja kan?”


“iya, terima kasih papa!!”


Setelah ayu memasuki kamarnya, ibunya datang dari dapur dan menghampiri suaminya sambil bertanya “apa isi surat itu sehingga kau langsung memaafkan Ayu begitu saja?”


“bacalah sendiri.”


Setelah menerima surat tersebut dari suaminya, dia membaca surat itu dan setelah membacanya dia tertawa sedikit sambil berkata “hehe, sepertinya tahun ini kita akan besanan.”


“semoga saja itu benar.”


Di gudang tua.


Sesampainya Jani di depan gudang, dia segera mengenakan topeng emas cadangan yang dia simpan di dalam mobil untuk keadaan mendesak seperti sekarang. Setelah memastikan alat pengubah suara yang terpasang di topeng berfungsi dengan baik, dia keluar dari mobil.


Saat memasuki gudang, Jani langsung mendekati Jaka yang sedang sibuk dengan komputernya. Mengetahui Jani sudah datang dia berbalik dan mulai berkata “oh, kau sudah datang.”


“bagaimana dengan proses proyeknya?”


“tenang saja, mesin Capsul Virtual Realty telah selesai dibuat dan sekarang kami sedang tahap pengaturan sistem. Untuk uji coba prototipenya mungkin kita bisa memulainya lusa nanti.”


“mesinnya telah selesai? Coba tunjukkan sama gua.”

__ADS_1


“oke, ikuti gua.”


Jani mengikuti Jaka ke tempat para teknisi mesin bekerja. setelah sampai, Jaka menunjukkan ke sebuah benda yang tertutup kain dan langsung membukanya sambil berkata “inilah mesinnya,-”


Sebuah mesin berbentuk kotak panjang dan berwarna hitam pekat muncul di hadapan Jani setelah kain yang menutupinya di lepaskan.


Jaka melanjutkan penjelasannya “sesuai dengan cetak biru yang kau berikan, mesin ini dapat memanjang dan melebar sesuai dengan ukuran pengguna serta mampu menahan berat sekitar 200 kg. Dia juga memiliki berbagai fitur seperti pengaturan suhu badan, pengecekan kesehatan, dan lain-lain.”


“seperti yang diharapkan dari maniak teknologi.”


“iyalah, selama ada duit buat penelitian, baju IRON-MAN bisa gua buat.” Jawab Jaka dengan bangga setelah di sebut sebagai maniak teknologi.


“bisa aja lu PLAYBOY KALENG.”


““haha...”” mereka berdua tertawa sebentar dan setelah mereka selesai, Jani menanyakan tentang tim programmer.


“oh iya, ngomong-ngomong ke mana tim programmer yang ingin bicara denganku?”


“Mereka masih bekerja di ruangan mereka di sana.” Jawab Jaka sambil menunjuk ke arah tempat yang telah di pasang baja ringan dan kaca tebal agar kedap suara.


Setelah mengetahui keberadaan mereka, Jani memanggil salah satu pembantu yang kebetulan lewat dan menyuruhnya untuk memberitahukan pada tim programmer bahwa bos mereka sudah datang.


Beberapa menit kemudian, tim programmer keluar dari ruangan mereka dan berdiri di depan Jani. Tanpa basa-basi Jani langsung bertanya ke intinya “jadi, hal penting apa yang ingin kalian sampaikan padaku?”


Ketua mereka yang memiliki nama samaran Goblin, mulai menjawab “tuan Gold, saya ingin bertanya kembali. Apakah mesin VR (Virtual Realty) yang saat ini kau kembangkan telah menyiapkan game di dalamnya?”


“belum, aku berencana untuk memperkenalkan mesin ini terlebih dahulu. setelah itu, aku hanya tinggal menunggu perusahaan game terkenal datang menawarkan kerja sama denganku.”


Setelah mendengar jawaban Jani, Goblin memberanikan diri dan berkata “ kalau begitu, tuan Gold. Bisakah kau memberi kami kesempatan untuk menjadi yang pertama dalam membuat game berbasis teknologi VR.”


“Betul, sebenarnya masing-masing dari kami adalah pekerja lepas untuk editor film dan progaming game.”


Goblin menceritakan bahwa dia dan sembilan rekannya berjanji jika suatu hari mesin VR telah di kembangkan, maka mereka ingin membuat game yang akan mengejutkan dunia. Dan sampai sekarang janji itu telah berubah menjadi sebuah impian di dalam hati mereka.


Setelah mendengar cerita tersebut, di balik topengnya Jani tersenyum dan berkata “baiklah, kuberi kalian kesempatan itu, tapi aku punya 3 persyaratan yang kalian harus selesaikan.”


“selama kami bisa melakukannya, kami akan berusaha memenuhi persyaratan tersebut. tuan Gold.”


“yang pertama, selesaikan sistem mesin VR dalam waktu kurang dari dua hari. Kedua adalah buatlah sebuah video tentang game kalian lalu presentasikan di depanku dan petinggi perusahaanku,-” tiba-tiba kepalanya terasa agak pusing tapi Jani kembali tenang tanpa ada yang menyadari bahwa dia bertindak aneh. Setelah kembali tenang, Jani melanjutkan “kuberi kalian waktu 5 hari untuk membuat video dan menunjukkannya padaku. karena sudah terlalu malam, kita sudahi pembicaraan kita hari ini.”


Saat Jani berbalik ingin pulang ke rumahnya, goblin memanggilnya dan berkata “tuan Gold, apa persyaratan ke tiga?”


“oh iya, aku hampir lupa. Yang terakhir adalah mulai sekarang jangan panggil tuan lagi, tapi panggil aku bos, BOS GOLD.”


setelah mendengar syarat ketiga Jani, sepuluh orang yang ada di hadapan Jani. Berteriak serempak “SIAP, BOS GOLD.”


“baiklah aku pamit dulu, selamat malam.”


Setelah memasuki mobilnya, dia pulang dengan mengemudi secara perlahan. Di perjalanan rasa sakit di kepalanya muncul sekali lagi dan ini bahkan lebih sakit daripada yang tadi.


Sesampainya Jani di rumahnya, dia tidak langsung masuk rumah karena menunggu rasa sakit di kepalanya reda.


Saat Jani memasuki rumah, dia melihat ibunya dan adiknya sedang menonton TV. Dia hanya melihat sebentar ke arah mereka dan langsung pergi ke kamarnya yang ada di lantai dua. Tapi saat dia menaiki tangga rasa sakit itu menyerang lagi dan membuat Jani berteriak sedikit.

__ADS_1


Putri mendengar suara teriakkan kakaknya dan menoleh ke belakang melihat apa yang terjadi dengan kakaknya. Saat dia melihat kakaknya yang kesulitan menaiki tangga sambil memegangi kepalanya, dia langsung menghampiri kakaknya dan berkata dengan cemas “kak, kakak kenapa kesakitan begini?”


Ibunya juga datang dan langsung menyentuh kepalanya untuk suhu tubuhnya. Saat dia menyentuh kepala anaknya, dia merasakan seolah-olah dia sedang memegang panci panas. Ibu Jani langsung panik dan berkata “jani!!, kita ke rumah sakit sekarang yah!! ?”


“kagak usah, mah. Aku Cuma demam sedikit doang kok, biar aku istirahat di kamar saja.”


Ibunya tidak memaksanya, karena dia baru ingat bahwa Jani tidak suka bau rumah sakit. Sesampainya mereka di kamar Jani, mereka langsung menaruh Jani di kasur dan ibunya membantu melepaskan sepatu dan pakaian jani. Setelah selesai melepaskan pakaiannya dan menyelimuti tubuh Jani, ibunya langsung pergi membiarkan Jani beristirahat.


Saat Jani di tinggalkan sendirian, dia bertanya pada Zein “Zein, apa kau tahu apa yang terjadi dengan tubuhku ini?”


“mungkin ini akibat dari pertarungan tadi”


“apa hubungannya dengan keadaan tubuhku?”


“master, tubuhmu ini sakit karena sihir unsur darah sedang mengalami peningkatan ke level 2.”


“bisakah kau perkirakan berapa lama proses peningkatannya?”


“mungkin 2 atau 3 hari. Tapi master bisa kembali ke benua ARCA dengan biaya percepatan perpindahan seharga 10 miliar saja.”


“tidak, aku akan beristirahat saja selama 3 hari.”


“kenapa? Bukannya lebih enak pergi ke dunia lain di saat kau sedang sakit?”


“biaya ongkosnya terlalu mahal dan aku sedang menghemat duit.”


“bilang saja kau itu pelit.”


“terserah kau mau bilang apa, yang jelas aku memilih menunggu 12 hari lagi dengan biaya gratis daripada membayar ongkos 10 miliar.”


Saat Jani hampir tertidur, adiknya masuk membawa air dan handuk kecil untuk membersihkan tubuh kakaknya.


saat Putri selesai membasuh tubuh Jani dan ingin pergi, dia di panggil oleh kakaknya “Putri, ke sini bentar deh. Kakak mau ngomong sesuatu sama kamu.”


“ada apa kak?”


“di dasbor mobil kakak, ada dua HP baru buat kamu sama mama. Terus jangan kasih tahu kak ayu kalo kakak lagi sakit, tunggu dia datang ke sini


baru kamu masih tahu, oke.”


“oke tenang aja kak. aku akan turuti permintaan kakak. ngomong-ngomong merek HP-nya apaan kak?”


“kamu lihat saja sendiri.”


“ya udah deh, aku mau lihat HP baru aku dulu. Cepat sembuh kak.”


Melihat adiknya keluar dengan penuh semangat, Jani tersenyum dan tertidur.


Saat Jani tertidur sebuah pemberitahuan sistem muncul.


[SELAMAT]


[SIHIR UNSUR DARAH TELAH MENCAPAI LEVEL 2]

__ADS_1


[MANTRA YANG DIDAPATKAN: MUSCLE BOOSTER. (Penjelasan: penambahan massa otot pada satu anggota tubuh atau seluruh tubuh dengan menggunakan mana. Mana yang diperlukan: sesuai keinginan pengguna.)]


__ADS_2