KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Tikus raksasa ?


__ADS_3

Jendral besar terus mengamati lapangan dengan sesama kemudian dia berkata "Karto.."


Jendral Karto yang berdiri tidak jauh darinya langsung mendekati sang Jendral Besar dan bertanya kepadanya "ada apa, jendral besar?"


"siapa pemuda itu?"


Jendral Karto tidak menjawab dan hanya tetap diam.


sementara itu, jendral Jarwo yang berdiri di belakang mereka berdua tersenyum gembira melihat saingannya akan mulai di marahi oleh sang Jendral besar, tetapi apa yang didengarnya kemudian membuat dia kaget.


Jendral besar kemudian bertanya sekali lagi "apa yang membuatmu tidak menjawabnya?"


"karena pemuda yang Anda maksud bukan berasal dari para prajurit saya melainkan seorang calon murid saya?" jawab Jendral Karto.


"hah! Seorang calon muridmu!? Memangnya apa yang ingin kau ajarkan kepadanya, lilitan konyolmu atau tinju lembekmu itu hah!?"


"yah, memang hanya itu yang bisa aku ajarkan kepadanya."


"jangan kau ajarkan dia gerakan konyolmu itu! Itu hanya akan membuang bakat hebat yang dengan sia-sia! Biar aku yang akan melatihnya!!"


"baik, jendral besar. Kalau begitu saya akan memberitahunya nanti."


"tunggu, jangan memberitahunya dulu. Aku ingin membuat kejutan untuk dirinya bahwa dia akan di latih oleh seorang Jendral besar!"


Mendengar perkataan Jendral besar, jarwo terkejut bukan main karena tindakannya kali ini malah membantu Jani menjadi murid sang jendral besar.


Saat dia ingin menentang keputusan sang jendral besar, sang jendral besar mulai berkata terlebih dahulu "baiklah, jika dia akan menemuimu lagi nanti, hubungi aku segera!"


"siap, jendral besar!"


Setelah itu Jendral besar kembali ke mobilnya lalu berteriak "Jarwo! Antar aku pulang sekarang!!"


"baik, Jendral!!" jawabnya lalu kemudian kembali menatap Karto dengan tatapan tajamnya. Jendral Karto hanya tersenyum lalu berbalik pergi masuk ke dalam gedung markasnya.


....


Jendral Jarwo Wonosobo adalah seorang jendral bintang dua di bidang strategis. Berbeda dengan Jendral Karto Kencana yang naik pangkat karena aksi hebatnya melawan para *******. jendral Jarwo lebih menggunakan koneksinya untuk mencapai pangkat jenderalnya saat ini. meskipun begitu dulu dia terkenal karena kehebatannya dalam menjalankan misi spionase tingkat tinggi dan selalu berhasil tanpa gagal.


Kedua jendral ini juga memiliki guru yang sama di dalam pelatihan militer mereka di masa lalu dan telah mengajarkan berbagai hal kepada mereka berdua. Karena hal tersebut, mereka dulu memiliki hubungan yang baik sampai Jarwo berani menitipkan anak kesayangannya kepada Karto untuk menjadi ajudannya untuk beberapa waktu.


Ketika anaknya masuk rumah sakit karena cedera di kepalanya akibat di hantam oleh Jani ke meja, Jarwo mengamuk dan menyalahkan semuanya kepada Karto karena dia tidak bisa menjaga anaknya. Dari situlah hubungan mereka mulai tidak baik dan sampai sekarang Jarwo masih kesal kepada Karto karena saat dia ingin membalaskan dendam anaknya, dia terus di halangi oleh Karto.


...


Sementara itu, Jani tidak tahu bahwa saat ini dia sudah menjadi murid dari jendral bintang lima tanpa persetujuan darinya.


Saat ini Jani dalam perjalanan pulang dan dia menyadari kalau ada sebuah mobil yang mengikutinya dengan jarak yang tak akan diketahui orang biasa bahwa dia telah di ikuti namun dia mengetahuinya dan kemudian dia mempercepat sepeda motornya.


Setelah melaju dengan sangat cepat dan merasa di tidak di ikuti lagi, dia melaju dengan kecepatan biasa lalu menuju kembali ke rumahnya. Tanpa di sadari oleh Jani, mobil itu masih mengikuti Jani dan berhenti di depan pintu masuk Golden Residen.


Saat Jani kembali ke rumah, dia memeriksa motornya dan menemukan bahwa di motornya ternyata ada sebuah alat pelacak dan kemudian dia langsung menggunakan pendeteksi sihir miliknya dan melihat bahwa mobil yang mengikutinya tadi berada di depan pintu masuk.


Kesal karena di ikuti, dia mengambil alat pelacak tersebut lalu melemparnya ke tetangganya yang pemiliknya adalah seorang wanita cantik simpanan penjabat korup lalu berkata dalam hatinya 'semoga ada berita bagus besok tentang skandal pejabat yang memiliki simpanan' kemudian Jani masuk ke rumahnya sambil menyembunyikan motornya di dalam garasi.


...


Di malam hari.

__ADS_1


Jani tidak langsung tidur melainkan duduk di balkon rumahnya sambil memegang sebuah teropong dengan fungsi penglihatan malam di dalamnya, saat Jani sedang menanti kedatangan para penyusup, Ayu datang dan bertanya "sayang, kamu tidak tidur?"


"belum, lagi menunggu tikus masuk perangkap."


"coba aku mau lihat." Kata Ayu yang penasaran dan menggunakan teropong juga.


Saat Ayu melihat lewat teropong, dia melihat bahwa tetangga sebelah mereka sedang melakukan hubungan sex dengan sangat liar. Ayu yang melihat hal itu, wajahnya langsung memerah lalu berkata "kalau kamu mau, kita lakukan sekarang! Jangan mengintip tetangga kayak begitu!"


Jani menghela napasnya lalu berkata "haa.., jangan salah paham dulu, mereka itu Cuma umpan. Tikus yang sebenarnya itu ada di depan rumah mereka."


"maksud kamu mereka bertiga itu?"


"iya, itu adalah mereka dan sepertinya mereka sudah mulai memasuki area perangkap." Jawab Jani lalu dia menghubungi seseorang.


"halo, selamat malam! Pak inspektur apa anda sedang sibuk?"


"huuwaaw! Tidak terlalu, ada apa kau memanggilku malam ini, Mr. Gold?"


"apa kau mau membantuku menyergap sekelompok penyusup?"


"hah! Kenapa kau tidak menelepon pihak keamanan perumahan saja!?"


"kalau aku ingin melakukan itu, aku tidak akan meneleponmu, Bodoh!!"


"lalu kenapa kau meminta bantuanku?"


"itu karena penyusup ini dapat membantumu membersihkan departemenmu dari para tikus berdasi!"


"hah! Apa kau yakin tentang hal itu, kawan!?"


"aku putuskan, setelah kau menjelaskan semua rencanamu."


"baiklah." Balas Jani kepada inspektur itu lalu dia menjelaskan semua rencananya.


Setelah Jani menjelaskannya, inspektur itu dengan semangat berkata "aku harus ikut rencanamu, kawan!!"


"oke, kita mulai rencananya!!" kata Jani kepadanya lalu dia mulai kembali memperhatikan tiga orang penyusup yang sudah masuk ke dalam rumah tetangganya.


...


Di depan rumah Jani yang bernomor 1, ada sebuah rumah mewah lainnya bernomor 6 yang di miliki artis film terkenal berserta suaminya yang seorang perwira polisi yang baru saja di telepon oleh Jani.


Di kamar utama mereka, sang inspektur sedang merakit sebuah senjata jenis sniper dengan senyum di wajahnya. Istrinya terbangun dan bingung melihat suaminya merakit senjata dengan penuh semangat lalu bertanya "sayang, kenapa kamu merakit senjata malam hari begini?"


"hehe! Tadi tetangga kita minta tolong buat menembak tikus raksasa."


"tikus raksasa?"


"nanti kamu juga tahu." Katanya lalu membawa senjatanya ke arah balkon kemudian dia menghubungi Jani "halo! Aku sudah di posisi. Apa tikusnya sudah mau keluar?"


"mereka sedang perjalanan menuju pagar! Bersiaplah!"


Inspektur pun segera bersiap lalu melihat saat salah satunya mulai melompati pagar, inspektur mulai menembaknya.


*Syuut* suara tembakan senjatanya begitu halus saat inspektur menembak menggunakan peredam suara lalu seketika penyusup yang menaiki pagar tertembak, tapi dia tidak merasakan bahwa dirinya tertembak melainkan dia merasakan sakitnya hanya seperti di gigit nyamuk dan mengabaikannya.


Saat dua orang berikutnya mencoba ikut memanjat juga, mereka tidak luput dari tembakkannya sang inspektur. Mereka berdua juga mengabaikannya lalu memasuki mobil mereka menyusul temannya yang sudah terlebih dahulu.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, mobil itu tidak berjalan sama sekali dan inspektur berkata kepada Jani lewat telepon.


"Mr.Gold, sepertinya obat bius sudah mulai bekerja. Apa kita mulai menangkap mereka sekarang?"


"tentu, aku akan mengecek mereka duluan." Kata Jani kepada inspektur lalu mengakhiri panggilan teleponnya.


Setelah itu, sang inspektur juga berniat keluar untuk melihat para penyusup, tapi dia di hentikan oleh istrinya yang berkata "sayang! Aku boleh ikut kan?"


"tentu." Jawab singkatnya.


Saat Jani sampai di depan mobil para penyusup, dia berhati-hati untuk membuka pintu mobil tersebut. Setelah pintu mobil dibuka, Jani memeriksa bahwa ketiga penyusup sudah tertidur pulas dan salah satu dari mereka memegang sebuah kamera perekam video.


Saat Jani memeriksa isi kamera, dia langsung berkata "Jackpot!!"


Tidak lama kemudian sang inspektur berserta istrinya datang lalu dia langsung berkata "bagaimana!? Apa mereka benar-benar merekamnya!?"


"mereka merekamnya! Bahkan di tiga tempat berbeda." Jawab Jani sambil memberikan kamera tersebut kepadanya.


Saat inspektur menonton video itu, tiba-tiba istrinya berkata dengan terkejut "ini..kan? teman aku waktu jadi model dulu! Kenapa dia sekarang jadi simpanan pejabat sih!?"


"nona Lena, kenal dengan dia?" tanya Jani yang menyebut nama dari istri sang inspektur.


"kenal banget! Dia sahabat aku saat awal aku masuk dunia model. Terus saat aku mencoba masuk dunia akting, kita berpisah dengan alasan dia mau menikah dengan kekasihnya dan setelah itu kami hilang kontak sampai sekarang." Jawabnya yang menjelaskan tentang wanita dalam video tersebut.


"tidak kusangka dia punya masa lalu yang cukup kelam." Kata Ayu yang juga sudah menonton video tersebut.


"Kok kamu berpikir dia punya masa lalu kelam?" tanya Jani yang bingung dan juga inspektur yang memiliki pemikiran yang sama dengan Jani.


"kalian para cowok gak mungkin mengerti! Dia itu menjalin hubungan dengan pejabat pasti karena terpaksa."


"aku juga berpikiran sependapat. Gak mungkin dia rela melakukan sex gak masuk akal seperti itu!! " Jawab Lena yang menyetujui pendapat Ayu.


"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, Mr.Gold?" tanya inspektur.


Jani berpikir sebentar lalu saat dia melihat salah satu wajah dari para penyusup dia langsung memikirkan sebuah ide. Kemudian Jani mulai berkata "awalnya aku tidak peduli tentang nasib wanita ini, tapi karena kekasihku dan istrimu sangat peduli kepadanya. aku memutuskan untuk menyelamatkannya dari tangan pejabat itu, apa kau tidak keberatan tentang hal ini Inspektur?"


"aku tidak keberatan, tapi apa kau punya cara untuk menyelamatkannya?"


"tentu saja ada! Dengan bantuan para penyusup ini." Jawab Jani sambil merogoh kantung milik salah satu dari penyusup dan mengambil HP-nya. Setelah mengambil, dia menelepon seseorang dengan menggunakan HP tersebut.


Saat satu sisi mengankatnya, orang itu berkata "halo nak, apa kamu berhasil merekam video mesum Mr.Gold?"


Jani tersenyum lalu menjawab "tentu saja dia belum melakukannya, jendral Jarwo Wonosobo!"


"apa!!" jawab sang jendral yang terkejut mendengar bahwa itu bukan suara dari anaknya.


"aku tidak menyangka bahwa salah satu jendral negara kita mengirim anaknya untuk merekam video mesum yang di gunakan untuk menjebak diriku, tapi sayangnya dia salah rumah dan malah merekam seseorang dari kalangan pejabat senior berserta simpanannya."


Jendral Jarwo semakin terkejut mendengarnya lalu sambil menahan amarah dia berkata "baiklah, kali ini aku kalah. Bisa kau kembalikan anakku yang bodoh itu?"


"aku tidak bisa. sebelum kau ke sini sendiri."


"Baiklah aku akan segera ke sana." Jawab sang jendral Jarwo lalu dia menutup teleponnya.


Setelah Jani menghubungi sang jendral, dia berkata kepada sang inspektur "oke, bagaimana kalau kita melanjutkan rencana berikutnya?"


Lalu Jani berjalan memasuki rumah milik tetangganya tersebut bersama dengan sang inspektur sambil memasang senyum jahat di wajah mereka berdua. Ayu dan nona Lena hanya mengikuti kedua lelaki mereka sambil menghela napas mereka.

__ADS_1


__ADS_2