
Keesokan harinya
Warga Indonesia dikejutkan dengan penemuan 8 mayat di berbagai atap gedung tinggi berserta senjata api berjenis Laras panjang yang di temukan di lokasi penemuan mayat. Penyebab kematian adalah luka tembak yang semuanya tepat mengenai kepala mereka.
Di saat yang bersamaan polisi juga mendapatkan laporan dari warga yang tinggal dekat perumahan Golden Residen, telah mendengar 8 kali suara tembakan dan saat warga ingin mengeceknya mereka melihat seseorang sedang berkelahi dengan sekelompok orang yang membawa senjata api.
Saat polisi memeriksa tempat tersebut, mereka tidak melihat bekas perkelahian sama sekali, tapi menurut warga sekitar mereka melihat sekilas kejadian itu tetapi tidak berani keluar rumah karena takut. Karena Kurangnya bukti, polisi lebih memfokuskan penyelidikan di tempat penemuan 8 mayat.
Sementara itu, Jani saat ini sedang berada di dalam kamarnya sambil melihat dua hewan yang di belinya dari Jali, tapi anehnya dua hewan ini telah berubah menjadi sangat berbeda dari sebelumnya setelah mereka di rasuki oleh Tempest dan Ignis.
Perubahan yang terjadi kepada kedua hewan itu adalah anak harimau yang telah di rasuki Ignis, bulunya telah berubah warna dari jingga hitam menjadi merah hitam dan juga ada ular berjenis Black Mamba yang telah di rasuki Tempest, berubah dari sebelumnya yang hanya memiliki sisik berwarna hitam pekat, sekarang memiliki sebuah corak biru zig-zag di atas tubuhnya di tambah dengan sepasang tanduk kecil tumbuh di atas kepala ular tersebut.
Melihat perubahan mereka berdua, Jani hanya berkata "jika media tahu aku memelihara hewan aneh seperti ini, mereka pasti akan membuat gosip yang aneh tentangku."
"hei! Siapa yang kau panggil aneh !?" protes Ignis kepada Jani.
"kau seharusnya senang melihat dua makhluk legendaris seperti kami! "kata Tempest yang menyombongkan dirinya.
Jani menampar jidatnya lalu menambahkan "bahkan bisa melakukan telepati."
Saat Jani sedang berpikir bagaimana harus menyembunyikan mereka berdua, terdengar suara dari belakangnya yang bertanya "sayang, dari mana kamu mendapat anak harimau ini !?"
"itu... aku membelinya dari Jali." jawab Jani kepada Ayu yang baru bangun dari tidurnya.
"IMUT BANGET..., tapi kok warnanya merah begini?" kata Ayu yang memeluk Ignis lalu mulai memperhatikan warna bulunya.
"karena itu aku beli, unik kan?"
"iya unik, ularnya juga keren banget ada tanduk di atas kepalanya, jinak banget lagi!. Terus kamu beli ini buat siapa?" jawab Ayu sambil memegang kepala Tempest.
"buat kamu, suka?"
Ayu kembali menaruh Ignis lalu mencium sangat dalam lalu setelah kehabisan napas dia berkata
"suka banget! Makasih ya, sayang!"
Setelah mendapat ciuman dari Ayu, Jani mulai merasa terangsang dan segera mengendong Ayu ke kamar mandi sambil berkata "kita mandi bareng yaa, sayang?"
Ayu hanya menganggukkan kepalanya dan setelah itu terdengar suaranya erangan dari dalam kamar mandi. Dua hewan legendaris hanya bisa tertidur sambil menunggu pemilik mereka selesai melakukan urusan mereka di kamar mandi.
...
Setelah 2 jam mandi bersama dengan Ayu, Jani turun dengan Tempest yang melilit di lehernya bersama dengan Ayu yang menggendong Ignis. Saat Mbok Surti melihat ada seekor ular di leher bosnya, Mbok Surti berteriak "AAAA! ADA ULAARR!! BOS JANI!! ITU DI LEHERMU ADA ULAR!! HIII!!!"
"tenang, Mbok Surti! Ini hewan peliharaan baruku nama Tempest. Juga ada Harimau merah bernama Ignis." Kata Jani yang menenangkan Mbok Surti lalu memperkenalkan dua hewan legendarisnya.
"berarti gak gigitkan, bos?"
"yah, gigit kalau kamu ganggu dia."
"ya sudah, saya jauh-jauh aja Dari dia. Oh, iya! Bos Jani dan bos Ayu, kalau mau Sarapan, makanannya masih ada di meja. Saya mau lanjut nyuci dulu."
__ADS_1
"iya, Mbok Surti." Jawab Jani lalu pergi sarapan dengan ayu.
Saat Jani selesai sarapan, dia melihat Adik keluar dari kamarnya dengan pakaian modisnya lalu bertanya "Put! Kamu mau ke mana?"
"ah! Kebetulan kakak masih di rumah, anterin aku kak!"
"hah! Ke mana?"
"ke mall, mau nongkrong bareng sama teman aku. Awalnya mau lanjutin main game Arcadia Land lagi, tapi saat kemarin aku update status kalau aku punya mesin virtual, teman-teman aku hari ini paksa aku buat nongkrong deh. "
Mendengar penjelasan adiknya, Jani hanya menghela napasnya lalu berkata "yah sudah nanti bareng sama kakak. besok-besok jangan terlalu pamer, Putri."
"iya-iya, aku minta maaf. Eh! Kakak Ayu baru beli kucing ya? " jawab Putri lalu kembali bertanya saat melihat Ayu memegang Ignis yang dia kira seekor kucing.
"kucing? Lihat lebih dekat dong! Ini harimau tahu!" jawab Ayu dengan sombong.
"Harimau?" kata yang mencoba melihatnya lebih dekat. Saat Putri menyadari bahwa hewan yang di pegang pacar kakaknya adalah harimau, dia mulai memprotes kepada Jani.
"ihh! Enak banget, kak Ayu di belikan harimau. Sementara adiknya yang cantik kagak di belikan apa-apa."
"aku sudah tahu kamu akan mengatakan itu. Jadi aku akan memintamu untuk merawat yang satu ini." Jawab Jani sambil mengeluarkan Tempest yang melilit di lehernya lalu memperkenalkannya "namanya Tempest."
Awalnya Tempest enggan melepaskan lilitannya dari leher Jani, tapi pada akhirnya dia bersedia setelah di paksa oleh Jani. Saat Putri melihat Jani mengeluarkan seekor ular, Putri perlahan mengambil ular dari tangan kakaknya sambil bertanya "kak! Ini jenis ular apaan? Kok ada tanduknya?"
"iya, aku juga penasaran kenapa Ignis berwarna merah seperti ini?" tambah Ayu yang bertanya sambil mengelus Ignis.
Saat Jani ingin menjawab, teleponnya berbunyi lalu saat Jani selesai menerima telepon, dia berkata kepada mereka berdua "nanti aja Aku jelasinnya. Saat ini mitra bisnis kakak dah sampai di Jakarta dan sedang menuju tempat pertemuan."
"sudah Datang? Kalau begitu, kita berangkat sekarang!" tanya Ayu lalu kemudian dia berdiri dan mengenakan jas bisnisnya untuk siap pergi.
Saat mereka bertiga mulai berpikir solusinya, Jani mendapat telepati dari Tempest dan Ignis yang mengatakan bahwa mereka bisa mengubah bentuk mereka menjadi sepasang Anting.
Mendengar hal itu, Jani berkata kepada keduanya.
"oke! Aku sudah menemukan solusinya."
"apa solusinya, kak!?"
"nanti aja jelasinnya, sekarang kita berangkat dulu!" jawab Jani yang sudah pergi ke halaman depan. Ayu dan Putri hanya bisa mengikuti Jani sambil membawa Ignis dan Tempest.
....
Di dalam mobil, Jani berkata kepada Ignis dan Tempest "Ignis, Tempest! Ubah bentuk kalian ke mode tersembunyi!"
Setelah Jani berkata seperti itu, kedua tubuh monster legendaris di selimuti cahaya terang. Setelah cahaya itu redup, kedua monster legendaris yang berada di pangkuan Ayu dan Putri berubah menjadi dua anting yang memiliki bentuk berbeda satu sama lainnya.
Bentuk anting pertama adalah seperti kepala harimau yang berwarna merah Ruby dengan sedikit corak hitam di beberapa bagian. Sedangkan untuk yang satunya, dia memiliki bentuk kepala naga dengan warna biru yang terlihat seperti permata safir.
Ayu dan Putri hanya bisa terdiam karena mereka tidak percaya apa yang baru saja mereka lihat.
Setelah terdiam beberapa saat, Ayu berkata "sayang, bisa kamu jelaskan apa arti semua ini?"
__ADS_1
Jani menggaruk kepalanya dan berkata "yah, bagaimana menjelaskannya ya? Uh.. sebelumnya kalian bertanya tentang jenis hewan in kan?. Mereka sebelumnya hanya hewan biasa, tapi sebelum aku membeli mereka, aku mendapat mimpi di datangi oleh dua makhluk legendaris yang menyuruhku untuk mencarikan tubuh baru untuk mereka. Awalnya aku tidak percaya, tapi kebetulan kemarin Jali punya kenalan yang menjual hewan langka jadi aku coba membelinya lalu ketika pagi berikutnya tiba tubuh mereka sudah berubah menjadi seperti yang kalian lihat sebelumnya."
Setelah menjelaskan panjang lebar, Putri kemudian bertanya "jadi, mereka adalah makhluk ajaib yang kayak di novel-novel fantasi begitu, kak?"
"yah, kau bisa menyebutnya seperti itu." Jawab Jani dengan santai.
Ayu dan Putri yang sudah lama mengenal Jani, jadi mereka pasti tahu kalau Jani berbohong kepada mereka saat ini. Walau pun mereka tidak tahu alasan Jani berbohong kepada mereka, mereka tetap percaya bahwa Jani punya alasan yang baik untuk mereka.
Setelah Jani mengenakan anting untuk mereka berdua, Jani berkata kepada Putri yang sebentar lagi akan turun di sebuah Mall tempat dia nongkrong dengan teman- temannya. "Put, ingat yaa! Jangan beritahu siapa pun tentang apa pun yang ada di dalam game Arcadia Land kepada teman-teman kamu!"
"iyaa aku tahu, kak!" jawab Putri lalu saat pak Karyo memberitahu bahwa sudah sampai di Mall tujuannya, dia turun dan berkata "tenang kak! Aku pasti bisa jaga rahasia tetap aman." Lalu dia menadahkan tangannya ke arah Jani.
"tuh tangan mau ngapain?" tanya Jani yang pura-pura bingung.
"ya elah kak! Masa mau nongkrong kagak bawa duit sih?" jawab Putri yang mengeluh.
"iya-iya, nih cukup kagak?" kata Jani yang mengeluarkan uang dari dompetnya sebesar 500.000.
"cukup! Aku duluan ya kak!" kata Putri yang turun dari mobil lalu masuk ke dalam Mall. Setelah melihat adiknya memasuki mall, Jani menyuruh Pak Karyo untuk pergi ke tempat pertemuan.
Tempat pertemuannya adalah sebuah restoran bintang lima yang terletak dekat dengan Monas. Tempat ini salah satu tempat favorit bagi para pengusaha yang ingin mengadakan pertemuan di sebuah restoran karena tersedia layanan ruangan VIP untuk menjaga kerahasiaan pertemuan mereka.
Saat Jani sampai di restoran, dia langsung mengenakan topeng emasnya lalu pergi menuju ke ruangan tempat CEO Google menunggu bersama dengan Ayu. Setelah Jani masuk ke dalam ruangan, dia melihat CEO Google di dampingi oleh pria tua yang mengenakan jas putih yang biasa di pakai oleh para Dokter.
CEO Google berdiri dan memberi salam kepada Jani dan Ayu "selamat datang! Mr. Gold, Mrs. Ayu, apa kalian sudah siap melakukan pertukaran?"
"tentu saja, ini adalah cetak biru dari mesin virtual yang berjenis V-1. Lalu di mana kontrol utama dari satelit?"
"profesor Jonathan, tolong serahkan kontrol utamanya." Kata CEO Google kepada pria tua yang duduk di sampingnya.
"tunggu sebentar! sebelum aku menyerahkannya biar aku bertanya kepadamu terlebih dahulu." Jawab pria tua yang di sebut profesor Jonathan.
"apa itu profesor Jonathan?" tanya Jani dengan suaranya yang di Samarkan seperti biasanya oleh topengnya.
"bisakah kau memberitahuku siapa orang yang menciptakan mesin ini?"
"aku tidak tahu nama aslinya, tapi dia menyebut dirinya sebagai Zein. Itu saja yang bisa aku beritahu kepadamu Profesor."
"baiklah, kalau begitu kuserahkan ini kepadamu." Jawab Profesor Jonathan yang puas dengan jawaban Jani lalu memberikan sebuah super komputer yang di Samarkan menjadi sebuah koper hitam biasa.
Jani memeriksanya lalu dia menyambungkannya dengan sebuah USB yang sebelumnya di berikan oleh Jaka. Setelah semuanya berjalan lancar Jani berdiri dan berjabat tangan mereka berdua sambil berkata "kalau begitu dengan ini pertukaran di nyatakan sepakat, benarkan tuan CEO Google."
CEO Google menerima jabat tangan Jani lalu berkata " ya! Senang bisa berbisnis denganmu Mr. Gold. Kalau begitu saya permisi dulu, Mr. Gold dan Mrs. Ayu."
"oke! Kalau kalian masih ingin bingung, aku siap melakukan pertukaran berikutnya." Jawab Jani dengan nada ramah penuh arti.
CEO Google tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan lalu pergi dari ruangan VIP dengan cepat untuk segera kembali ke negaranya.
Setelah mereka berdua pergi, Ayu mendapat sebuah panggilan lalu setelah panggilan itu dia berkata kepada Jani "sayang, sepertinya kita di panggil ke istana negara sekarang deh!"
"ya ampun! Bukankah sudah aku bilang sebelumnya bahwa aku benci di sadap seperti ini!" kata Jani lalu mengarahkan tangan ke sudut ruangan.
__ADS_1
*BANG!!*
dan tiba-tiba terdengar bunyi ledakan di sudut ruangan yang berasal kamera tersembunyi yang hancur.