
Setelah makan malam, Jani di kerumuni oleh adiknya, pacarnya dan calon ibu mertuanya. Mereka menanyakan bagaimana cara membuat roti gandum yang begitu lembut.
Pada akhirnya, Jani kembali memasak dengan bahan yang tersisa di dampingi oleh ketiga wanita dan menjelaskan cara membuatnya. Setelah selesai membuatnya, Veronica mengusulkan untuk memberikan roti gandum yang baru saja dimasak kepada raja dan ketiga ratu di istana.
Semua orang setuju dengan pendapat Veronica dan Jani langsung membungkusnya lalu memberikannya kepada Veronica dan menyuruhnya untuk pulang sekarang selagi roti itu masih panas. Setelah berpamitan dengan semua orang, Veronica pulang dengan kereta kuda dan di kawal oleh pasukan bayangan.
Setelah Veronica pulang, Jani dan keluarga Catalyn duduk di ruang tamu untuk membicarakan masalah hubungannya dengan Lisa. Ayah Lisa yang semenjak tadi diam, memulai percakapan "pangeran ketiga, apakah kau serius menjalin hubungan dengan putriku?"
"tentu saja, aku serius dengan hubungan ini."
"kalau begitu maaf, aku tidak bisa mengizinkannya."
"AYAH, BAGAIMANA KAU BISA SEPERTI ITU!! BUKANKAH KAU BERJANJI JIKA ALEX BANGUN DARI KOMANYA, KAU AKAN MENIKAHKANKU DENGANNYA BAGAIMANA PUN CARANYA!!?"
teriak Lisa dengan marah sambil mengingatkan ayahnya dengan janjinya.
"DIAMLAH GADIS BODOH!! AKU BELUM SELESAI BICARA." Balas ayah Lisa dengan marah juga. Setelah itu, dia kembali melihat ke arah Jani dan melanjutkan pernyataannya.
"alasan aku menolakmu karena aku takut nyawa anakku bisa di renggut oleh keluarga Blackwolf."
"paman, apa kau tidak berpikir bahwa mereka masih berani mengganggu Lisa, setelah tahu bahwa Lisa adalah kekasihku?"
"Tiga tahun lalu mungkin iya, tapi untuk saat ini aku meragukannya. Karena dalam tiga tahun ini keluarganya mengalami peningkatan kekuatan dengan menyewa beberapa tuan tingkat 9."
"jadi begitu ya..." Jani berpikir tentang solusinya dan saat dia memikirkan tentang sumber dana mereka untuk menyewa para tuan tersebut, sebuah ide muncul "paman, aku memiliki sebuah ide untuk menekan kekuatan mereka, tapi aku membutuhkan bantuanmu."
"jika itu dalam kemampuanku, aku siap membantumu."
"baiklah ini yang harus kau lakukan..." setelah menyusun rencana tersebut, Jani pamit untuk pulang dan Lisa mengantarnya ke depan pintu rumahnya.
Di depan pintu rumah, Lisa masih memegang tangan jani dengan wajahnya yang sedikit murung. Jani yang melihat itu, mengusap pipinya dan berkata "hei, kenapa kau murung seperti itu?"
"maafkan ayahku karena tadi dia menolakmu, tapi kamu tidak perlu khawatir karena aku tetap setia sama kamu."
"hahaha, terima kasih sayang." Setelah mengatakan itu dia mencium kening Lisa dan pergi dengan berjalan kaki karena kereta kuda tersebut digunakan oleh adiknya.
Setelah Jani pergi, Lisa memegang keningnya dan berkata dalam hatinya 'entah kenapa setelah dia bangun dari komanya, Alex semakin romantis dan sangat tahu bagaimana membuatku sangat nyaman..., tapi aku menyukainya.'
....
Ibukota kerajaan pada malam hari masih cukup ramai dengan aktivitas penduduk dari berbagai ras yang memulai bisnis mereka pada malam hari seperti: bar, penginapan, dan wanita malam.
Jani berjalan dengan santai sambil melihat ke sekelilingnya dengan rasa ingin tahu yang kuat. Biasanya kalau keluarga kerajaan Lester lewat, mereka akan dikelilingi oleh masyarakat karena rasa kagum mereka, tapi karena jani belum menunjukkan wajah pada masyarakat dia tidak di kenal dan di anggap sebagai orang biasa.
Jani bersyukur akan hal itu dan saat di melihat bar yang cukup besar, dia memasukinya untuk mencari tahu seberapa besar pengaruh keluarga Blackwolf di ibu kota. Dia berjalan ke konter dan memesan minum, setelah minumannya di antar Jani berkata
"bro, punya informasi bagus gak?"
Sang penjaga bar tertarik dan kembali bertanya acuh tak acuh "informasi apa?"
Jani mengeluarkan sekantung perak dari gelang dimensinya "keluarga Blackwolf."
Penjaga bar terkejut dan berkata "nak kau bertanya kepada orang yang tepat, sebenarnya aku telah mengumpulkan informasi keluarga tersebut selama lebih dari tiga tahun. Aku akan segera mengambilnya sementara itu kau nikmatilah minumanmu dulu."
__ADS_1
"oke, tidak masalah."
Tidak lama, sang penjaga bar kembali dengan sebuah bungkusan dan menyerahkannya ke Jani
"nih nak, semua hasil penyelidikanku selama ini."
Jani memeriksanya sebentar dan berkata "hei, ini terlalu lengkap! Bagaimana bisa kau langsung memberikan semua hasil kerja kerasmu padaku begitu saja!?"
"karena aku percaya padamu pangeran ketiga."
"jadi, dari awal kau mengenaliku?"
"ya! Karena itu aku berharap pangeran bisa menyingkirkan keluarga busuk itu dari kerajaan kita ini."
"aku tidak bisa berjanji, tapi jika ada kesempatan untuk melakukannya pasti akan kulakukan."
Setelah mengatakan itu, Jani pergi meninggalkan bar sambil menyimpan bukti tersebut di dalam penyimpanan dimensional milik sistem. Saat dia keluar dari bar, hari sudah larut malam dan jalanan semakin sepi.
Jani yang berjalan menuju istana dengan santai tiba-tiba berhenti dan berkata "mau sampai kapan kalian bertiga mengikuti aku terus?"
Setelah itu, Jani langsung memiringkan kepalanya ke samping lalu sebuah belati melesat dan mendarat di tanah depan Jani. Saat belati itu tertancap di tanah, tanah di sekitarnya langsung berubah warna menjadi hitam keunguan yang menunjukkan tanah itu terkena racun.
'racun yang sangat berbahaya sekali.' Pikir Jani. Tepat saat Jani lolos dari Kematian karena belati, dua belati lagi mulai menyerang secara bersamaan dari arah belakang.
'teleportasi.' Ucap Jani dalam hati dan dia langsung berpindah ke samping. Melihat lawannya cukup banyak, Jani mengaktifkan sarung tangan ifrit dan langsung menyerang balik mereka. Para penyerang juga ikut menyerang Jani bersamaan, saat Jani menghadapi ketiganya bersamaan, dia menggunakan teknik bela diri silat yang belum pernah ada di sini.
Setelah membuat mereka bertiga kewalahan, Jani mengakhiri mereka dengan teknik tinju api neraka, tapi sayangnya itu belum cukup untuk membuat mereka pingsan dan mereka pun mencoba kabur.
Sesaat sebelum mereka kabur, Jani. Berkata "kalian pikir tinjuku itu hanya tinju unsur api biasa?" kemudian Jani menjentikkan jarinya.
Ketiganya meledak di udara, tapi hanya membuat mereka pingsan. Jika Jani tidak menahan diri, mungkin mereka sudah menjadi pasta daging.
Setelah berurusan dengan mereka, Jani mengambil tiga belati beracun tersebut.
Dia mencoba membuang gagangnya yang menjadi sumber racun itu berasal dan membakar belati tersebut untuk membersihkan sisa racunnya. Setelah racunnya bersih, Jani menyimpan belati tersebut di penyimpanan dimensional miliknya sekaligus dia mengeluarkan tali untuk mengikat mereka bertiga.
Kebetulan, saat Jani selesai mengikat mereka bertiga, ada beberapa ksatria yang lewat dan Jani meminta mereka untuk membawanya ke penjara kota sementara dia pulang ke istana.
Di istana
Saat Jani pulang, dia sudah di sergap oleh ibunya dan di interogasi mengenai hubungannya dengan Lisa dan juga roti gandum yang di bawa pulang oleh Veronica. Setelah menjawab seadanya, Jani masuk ke kamarnya dan langsung tertidur.
Keesokan paginya, Jani tidak melakukan latihan biasanya dan meminta izin ayahnya untuk memakai halaman depan istana untuk melakukan audisi kecil. Awalnya sang raja bingung dengan rencana anaknya, tapi karena menurutnya ini menarik dia mengizinkannya.
Setelah mendapatkan izin, Jani meminta tolong ibunya untuk membantunya memilih para pengikutnya melalui sihirnya yang bisa membaca pikiran orang.
....
Di depan gerbang istana.
Awalnya hanya ada beberapa siswa dari kelas biasa yang penasaran dengan pidato Jani untuk datang kemari, tapi banyak warga biasa yang ingin mengubah takdir mereka datang ikut berbaris juga.
Jani dan ibunya bersama dengan beberapa penyihir istana unsur tanah datang untuk mempersiapkan audisi ini. Setelah melihat jumlah orang yang ingin mengikuti audisi ini, Jani membuat pengumuman untuk menjelaskan maksud dari audisi ini dan benar saja, setelah pengumuman di pasang banyak orang yang pergi karena takut dengan kota yang akan mereka tuju.
__ADS_1
Jani meminta penyihir unsur tanah untuk membuat area tertutup dan ibunya akan membuat penghalang untuk mencegah orang tahu apa yang terjadi di dalam. Setelah selesai audisi di mulai.
Di dalam tenda.
Ibunya yang masih bingung bertanya kepada jani "nak, apa yang sebenarnya kamu cari untuk menjadi pengikutnya?"
"seorang yang dengan talenta dan tekad yang kuat." Jawab Jani dengan tenang.
"aku mengerti kalau kau mencari prajurit atau penyihir yang kuat, tapi ibu tidak mengerti maksud dari orang dengan tekad yang kuat."
"Bu, kau salah. Yang aku maksud dengan talenta bukan Cuma ksatria atau penyihir yang kuat, tapi adalah bakat yang tidak di miliki oleh siapa pun kecuali dirimu sendiri dan untuk tekad yang kuat aku akan memberi tahu mu nanti. OKE, SURUH ORANG PERTAMA MASUK! KITA MULAI AUDISINYA SEKARANG!!" teriak Jani kepada penjaga yang berada di depan tenda.
Orang yang pertama masuk adalah seorang lelaki muda yang baru saja lulus dari akademi dan bingung untuk mencari pekerjaan di mana dan setelah mendengar pendapat Jani dia tertarik untuk ikut audisi ini.
"oke, apa yang kamu bisa dan orang lain tidak bisa melakukannya?" tanya Jani kepada orang tersebut.
"mungkin itu adalah merakit sesuatu dan menggunakan sihir untuk mengendalikannya."
"apa contohnya?"
"boneka kayu, perisai ringan dan juga panah."
"kalau begitu isi formulir ini dan masuk ke pintu sebelah kanan."
"pangeran, apa aku lolos?"
"Tentu."
Setelah di beri tahu dia lolos, anak muda itu mulai memasuki pintu sebelah kanan sambil menangis dan bergumam "ibu, akhirnya ada orang yang mengakui bakatku ini sangat lah berguna."
Setelah orang itu pergi, ratu Alice bertanya "nak, apa gunanya orang itu? Dia bahkan bukan penyihir tahap 3?"
"dia unik. Itu saja."
Ratu Alice hanya terdiam, setelah mendengar alasannya Jani.
Kemudian audisi terus berlanjut, beberapa murid dari kelas biasa di terima oleh Jani dengan alasan yang aneh dan juga dia menerima beberapa warga biasa yang dulunya bernasib sama dengan mertuanya yang sekarang.
Setelah menerima beberapa orang, suara sistem berbunyi.
[DING...
Selamat master!! Misi keempat dengan tema *Kau tidak bisa membangun suatu daerah sendirian* telah selesai.
Memulai mengirim hadiah....
5 triliun telah berhasil di tambahkan ke rekening master.]
Setelah menerima hadiah dari sistem, Jani menyuruh untuk menutup gerbang istana dan hanya menerima mereka yang sudah memasuki halaman istana. Awalnya terjadi kericuhan, tapi Jani datang dan berkata "mohon maaf semuanya untuk saat ini aku akan menutup audisi ini, tapi di masa depan aku pasti akan membuka audisi lagi."
Setelah mendengar janji pangeran mereka, warga yang tidak sempat masuk membubarkan diri dengan perasaan sedikit kecewa. Setelah mengatasi masalah ini, Jani melanjutkan audisi dan memilih setengah dari orang yang bisa masuk ke dalam istana.
Setelah audisi selesai Jani datang menghampiri mereka yang polos pemilihan Jani dan berkata "selamat untuk kalian, tapi untuk saat ini kalian bisa pulang dan kembali besok untuk mendengar alasanku memilih kalian dan rencanamu dalam membangun kota mati tersebut ke depannya."
__ADS_1
Setelah itu, mereka yang terpilih pulang dengan perasaan penuh dengan kebanggaan.