KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Masa lalu Dom Blackwolf


__ADS_3

Jendral Dom Blackwolf, awalnya dia adalah seorang anak biasa yang hidup bersama dengan ibunya di sebuah kota kecil. Sejak kecil dia di kenal sebagai anak berambisi tinggi dan selalu ingin menguasai sesuatu. Saat dia remaja bakatnya dalam memimpin sebuah kelompok mulai terlihat, dengan dorongan dari rekan-rekannya dia membuat sebuah kelompok tentara bayaran yang bernama 'Wolf Fang Marcenaries'.


Tidak butuh waktu lama, kelompok ini mulai dikenal ke seluruh kota karena kehebatan mereka dalam menjalankan misi tanpa pernah gagal sama sekali. Hal ini membuat seorang bangsawan yang memimpin kota tersebut tertarik untuk merekrut dom dan kelompoknya untuk menjadi anak buahnya.


Tentu saja, Dom yang sejak kecil tidak pernah menjadi anak buah seseorang pun menolak tawaran bangsawan tersebut karena dia hanya ingin memerintah bukan diperintah. Bangsawan tersebut juga tidak terima dia ditolak oleh Dom dan mulai melakukan pelecehan kepada Dom dan kelompoknya.


Awalnya Dom tidak pernah memedulikan gangguan dari sang bangsawan, tapi saat dia mendengar ibunya di tangkap oleh bangsawan tersebut, dia langsung menyerang rumah bangsawan tersebut secara membabi buta dan membunuh semua orang menghalangi jalannya.


Walaupun dia berhasil membunuh bangsawan tersebut dan membawa pergi ibunya, tetapi pada akhirnya ibunya meninggal karena kehabisan darah akibat luka yang tidak disadari oleh Dom.


Sebelum kematian ibunya, dia berkata kepada dom " nak, pergilah ke ibu kota dan cari kepala keluarga Lester untuk menagih janjinya kepada ibu!"


Setelah melakukan upacara pemakaman ibunya dom berniat pergi ke ibu kota, tapi itu tidak jadi dilakukan karena dia baru saja menjadi buronan kerajaan Westeria akibat membunuh bangsawan tersebut. Dom memutuskan untuk pergi ke kekaisaran Rhoden untuk menghindari pengejaran dari pasukan kerajaan Westeria.


Di kekaisaran Rhoden, Dom berusaha keras untuk menjadi lebih kuat. Mungkin karena bakatnya tidak untuk kekuatan dia hanya berhasil menjadi penyihir tingkat 3 akhir dan ahli pedang di tingkat yang sama. Tapi keahliannya dalam memimpin sangat bagus sampai dia di rekrut ke dalam pasukan kekaisaran Rhoden.


Tidak mau mengulangi kejadian yang sama, dia menerima tawaran tersebut dan mulai bekerja di pasukan kekaisaran. Setelah 1 tahun menjadi pasukan kekaisaran, dia di angkat menjadi ksatria dan di beri wewenang untuk memimpin 50 orang pasukan.


Setelah menjadi ksatria Dom meminta izin untuk melakukan ziarah ke makam ibunya dan saat dia selesai melakukan ziarah, dia melihat seorang lelaki yang datang ke kotanya untuk mencari dirinya.


Lelaki tersebut tidak lain adalah raja baru Westeria, Roman Van Lester. Roman mengajak Dom untuk pergi ke ibukota bersamanya, di perjalanan Roman menceritakan tentang identitas ayah Dom yaitu raja sebelumnya dari kerajaan Westeria. Dom terkejut tentang identitas ayahnya dan juga menyesalkan keputusannya untuk pergi kekaisaran Rhoden.


Jika dia dulu mengikuti saran ibunya untuk pergi ke ibu kota, mungkin sekarang dia sudah menjadi keluarga kerajaan atau raja dari kerajaan Westeria mengingat dia adalah anak pertama dari raja sebelumnya.


Dom menceritakan tentang kata terakhir ibunya kepada Roman. Mendengar wasiat yang di tinggalkan ibu Dom, Roman berkata "untuk menebus kesalahan ayahku di masa lalu, kau boleh bebas memilih jabatan di kerajaanku."


Dom tidak menolak kesempatan emas tersebut dan mengingat keahliannya memimpin pasukan, dia memilih untuk menjadi seorang jendral di kerajaan Westeria. Setelah dia menjadi seorang Jendral, dia secara rahasia mengirim surat ke atasannya di kekaisaran Rhoden.


Atasannya pun memerintahkan Dom untuk secara perlahan menghancurkan Westeria dari dalam dan dia juga menjanjikan kepada Dom bahwa dia bisa menjadi raja Westeria dengan dukungan kekaisaran.


Dom pun mengikuti perintah atasannya dan mulai rencana untuk melakukan kudeta sejak dia pertama kali menjabat sebagai Jendral. Walaupun rencananya sering di gagalkan oleh raja Roman, dia tidak menyerah dan terus membuat rencana sambil mengumpulkan dukungan secara diam- diam dari para bangsawan di ibu kota Westeria dengan cara menyuap mereka dengan kekayaan.


...


Di dalam penjara Istana Keadilan, dom berserta keluarganya di tahan dan di interogasi satu persatu untuk mengumpulkan informasi tentang siapa dalang dibalik rencana kudeta ini.


Dom terbangun dengan rasa sakit di seluruh tubuhnya karena sesi interogasi yang dia jalani sejak dia di tangkap. Dom membuka matanya lalu melihat seorang laki-laki yang baru kemarin berduel dengannya. orang itu tidak lain adalah pangeran ketiga, Alex Van Lester.


Jani yang sedang duduk di depan Dom sambil membaca informasi yang telah di kumpulkan oleh sipir Istana Keadilan dari anggota keluarga Blackwolf yang lain.


Saat dia melihat Dom terbangun, Jani menaruh kertas yang dia baca lalu berkata " selamat pagi mantan jendral besar, Dom Blackwolf! Bagaimana sesi tanya jawab yang kau lakukan malam tadi? Apakah menyenangkan?"

__ADS_1


Dom menjawab dengan suara serak "sedikit, tapi lebih banyak rasa sakit daripada menyenangkan."


"haha.. mungkin karena kau tidak mengikuti aturan mainnya." Kata Jani sambil tertawa lalu dia mengambil lagi kertas yang sebelumnya dia baca dan kemudian dia berkata kepada Dom.


"baiklah, mari kita akhiri ini Dengan satu pertanyaan. Sir Knight Dom Blackwolf, siapa atasan yang memerintahkan kau untuk menghancurkan kerajaan ini dari dalam!?"


Dom terkejut bahwa pangeran ketiga sudah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya. Setelah terkejut sesaat, dom tidak menjawab dan hanya menundukkan kepalanya. Melihat Dom tidak mau menjawab, Jani berdiri dari kursinya lalu berkata


"jika kau tidak mau menjawab juga tidak apa-apa. Aku sudah mendapatkan informasi yang kuinginkan dan pertanyaan barusan hanyalah pertanyaan ekstra saja."


Saat Jani hendak meninggalkan ruangan interogasi, Dom menggerakkan giginya lalu menjawab pertanyaan ekstra tersebut "Gerald Von Leonhart, itulah nama atasanku."


Jani melihat ke arah Dom sebentar lalu dia berjalan menuju pintu keluar ruang interogasi, tapi sebelum Jani keluar tiba-tiba kepala sipir Istana Keadilan masuk ke dalam ruangan sambil membawa surat yang berasal dari istana kerajaan.


Saat Jani selesai membaca surat tersebut, dia bertanya kepada kepala sipir " apa semua persiapan sudah selesai?"


"kami sedang menyiapkannya, pangeran." Jawab kepala sipir.


"bagus! Kalau begitu mari kita lakukan eksekusinya dengan segera!" kata Jani sambil berjalan keluar menuju halaman Istana Keadilan.


....


Jani yang keluar dari Istana Keadilan, langsung berjalan menuju Brad yang sedang memeriksa senapan sambil berkata kepadanya "apa ini senapan magis yang akan di produksi massal?"


Brad melihat ke arah Jani lalu menjawabnya "benar! Aku tidak tahu kau dapat ide dari mana, tapi ini memang senjata yang sangat luar biasa! Dengan peluru yang bagian depan terbuat dari campuran besi dan perak yang biasa di gunakan sebagai bahan baku Armor dan juga bagian belakangnya terbuat dari kristal api yang memiliki daya ledak rendah, tapi itu cukup untuk membuat peluru bagian depan melesat sangat cepat dan di perkirakan dapat menembus Armor biasa."


"ini adalah senapan pertama kita, Brad! Di masa depan akan kubawakan rancangan yang lebih bagus dari ini." Kata Jani yang menjanjikan sebuah rancangan senjata bumi lainnya kepada Brad.


"haha.. aku akan menantikannya, pangeran!" jawab Brad dengan gembira.


Saat Jani sedang memeriksa senapan yang di bawa Brad, kepala sipir mendekatinya dan berkata " yang mulia pangeran, tiga pemanah terbaik kerajaan telah hadir seusai permintaan Anda."


"bagus, kau urus yang lain dulu."


"baik, pangeran." Kemudian kepala sipir pergi meninggalkan tiga pemanah tersebut dengan pangeran.


Jani menaruh senapan kembali ke meja lalu berbalik menghadap mereka dan berkata "sebelum pengenalan diri kalian, aku ingin bertanya satu hal. Pernahkah kalian membunuh seseorang?"


"""pernah, pangeran!!""" jawab tiga pemanah tersebut secara bersamaan.


"kalau begitu ini akan jadi lebih mudah. Alasan aku memanggil kalian ke sini adalah untuk menjadi algojo dalam eksekusi 12 anggota utama keluarga Blackwolf. Apa kalian siap menjalankan tugasku ini?"

__ADS_1


Tiga ekspresi berbeda di tunjukkan oleh tiga pemanah terbaik kerajaan ini. Ada yang sangat terkejut, ada pula yang merasa sangat bahagia, dan ada juga yang tidak merasakan apa-apa tapi tatapannya selalu tertuju kepada senapan yang di taruh di meja samping Jani.


Menurut ingatan milik Alex, dia mengenal dua orang dari tiga pemanah terbaik ini. Orang yang bereaksi sangat terkejut adalah kapten ksatria pasukan pemanah kerajaan dan orang yang tatapannya selalu tertuju kepada senapan adalah salah satu siswa yang baru saja lulus dari akademi kerajaan dengan peringkat ke-7.


Untuk satu orang lagi, walau pun di dalam ingat Alex dia tidak ada, tapi melihat dari pakaiannya bisa di tebak dia adalah seorang tentara bayaran dan alasan dia terlihat bahagia saat di tunjuk sebagai algojo mungkin karena dia memiliki dendam kesumat dengan keluarga Blackwolf.


"aku siap, pangeran." Kata mantan siswa akademi kerajaan peringkat ke-7.


"aku dengan senang hati akan melakukan, yang mulia pangeran!." Kata tentara bayaran tersebut dengan semangat.


Dua orang sudah siap untuk melakukannya. Jani beralih menatap satu lagi yaitu kapten ksatria pemanah yang ragu lalu bertanya kepadanya "Sir William, apa kau tidak siap membunuh mantan atasanmu itu?"


"bukan seperti itu, pangeran!, tapi apakah ini tidak terlalu terburu-buru untuk melakukan eksekusi hari ini?"


"ini sudah perintah dari ayahku. Lagi pula jika kau bersedia melakukannya, aku mungkin akan melupakan bahwa kau di duga pernah membeli budak lewat keluarga Blackwolf, bagaimana?"


Setelah mendengar ancaman dari Jani, William menggertakkan giginya dan dia menjawab dengan pasrah " baiklah, pangeran. Saya akan melakukannya."


"sebelum kalian menjadi algojo, aku ingin memperkenalkan kepada kalian sebuah senjata yang baru dikembangkan ini." Kata Jani kepada mereka sambil menjelaskan tentang senapan magis yang akan digunakan sebagai alat eksekusi nanti.


Setelah menjelaskan kepada mereka cara menggunakannya, Jani melakukan demonstrasi sederhana. Dia mulai melakukan posisi siap menembak lalu mengatur napasnya dan kemudian mulai melakukan tembakan pertama.


*DORRR...*


Suaranya cukup keras hingga semua petugas yang sedang bertugas berlari untuk melihat apa yang terjadi di halaman depan Istana Keadilan. Melihat semua berkumpul, Jani berkata dengan keras.


"KALIAN SEMUA DENGAR INI BAIK-BAIK!!, ini adalah senjata rahasia yang telah di kembangkan oleh kerajaan, jangan sampai ada yang memberitahukannya kepada siapa pun karena jika aku mendengar berita tentang senjata ini menyebar, kalian semua yang ada di sini akan di tangkap dengan dugaan sebagai mata-mata kerajaan lain, apa kalian semua mengerti!?"


semua orang yang ada di halaman depan langsung berlutut dan berkata dengan serempak "KAMI MENGERTI, YANG MULIA PANGERAN!!!"


"bagus! Sekarang lanjutkan pekerjaan kalian masing-masing."


Semua orang kembali melanjutkan pekerjaan mereka sebelumnya lalu saat Jani ingin melanjutkan pembicaraannya dengan tiga pemanah sebelumnya, tiba-tiba dari arah belakang Jani terdengar suara orang tertawa cukup keras.


"haha!! Pangeran! Lihat ini, senapan magis ini benar-benar bisa menembus Armor tebal seorang ksatria tameng!. Jika senjata ini muncul di Medan pertempuran, maka di pastikan ini akan menjadi senjata yang paling menakutkan! Haha..!!" kata Brad sambil membawa sebuah Armor yang di jadikan sasaran tembak tadi.


"hmm, aku memang sudah menduganya, tapi ini masih memiliki banyak kekurangan..." Kata Jani yang menanggapi perkataan Brad.


Setelah berbicara dengan Brad tentang kekurangan tersebut, Jani berpindah kepada tiga pemanah sebelumnya lalu berkata "baiklah, seperti yang kalian lihat. Aku ingin kalian bisa membiasakan diri dengan senjata ini dalam waktu kurang dari dua jam, oke?"


"""siap! Pangeran!!""" kata mereka bertiga secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2