
Siapa itu David? Itulah yang pertanyaan yang muncul di benak semua anggota tim Interpol saat ini. Ini adalah pertama kalinya mereka menemukan seorang pemuda yang membuat pemimpin mereka panik dan semakin membuat mereka penasaran tentang alasan kenapa David begitu di takuti.
Melihat anak buahnya yang kebingungan, sang pemimpin berkata "biar aku jelaskan, kenapa aku takut membuat David marah. David itu adalah ahli komputer terbaik yang di miliki negara kita, memang di zaman sekarang banyak ahli komputer cukup menakutkan, tapi selama aku menjabat di kesatuan Interpol aku tidak pernah melihat ahli komputer yang menakutkan seperti David."
"Kapten, bukannya itu terlalu berlebihan?" tanya salah satu anak buahnya.
"kalian bisa mengatakannya seperti itu, tapi David itu ditakuti karena dia menyimpan semua data orang pemerintah negara kita mulai dari tukang sapu kota sampai seorang jendral atau presiden sekali pun dia memilikinya. Tentu saja data kita semua, dia pasti memilikinya."
"data apa yang anda maksud kapten?"
"semuanya! Mulai dari data pribadi kita, riwayat pembayaran Online kita, riwayat panggilan kita, bahkan dia tahu bahwa sebelum kita menerima misi ini, ada salah satu di antara kita yang hampir di perkosa oleh seorang penyuka sesama jenis."
Meskipun tidak ada yang menyadari, salah satu anak buahnya bergidik ketakutan mendengar perkataan pemimpinnya. Sang kapten melanjutkan "jadi, apa kalian mengerti maksud dari penjelasan-ku ini? bagi negara kita, David adalah seekor macan yang sedang tertidur yang jika di ganggu dia akan membuat semua rahasia-mu terbongkar dengan mudah, apa kalian sekarang paham ?"
Semua anak buahnya menganggukkan kepalanya secara bersamaan dan akhirnya membuat mereka semakin berhati-hati dalam bersikap di depan David.
...
Sementara itu, Di kamar David.
"mereka semua sama!" itulah kata pertama David saat melihat video percakapan pemimpin tim Interpol dengan anak buahnya. Lalu setelah merasa kecewa, David mematikan laptopnya dan berbaring di kasurnya sambil bertanya satu pertanyaan yang sering dia ungkapkan sebelum tidur.
"kenapa tidak ada yang menganggap-ku setara?"
Tapi tidak ada yang menjawabnya dan tidak lama kemudian dia pun tertidur.
David, adalah anak remaja berumur 18 tahun dan di besarkan di keluarga yang berjiwa nasionalis. Bakatnya dalam bidang komputer sudah mulai terlihat sejak dia berumur 8 tahun. Ayahnya yang mengetahui bakat anaknya langsung membuatnya bekerja di gedung Pentagon tanpa membuatnya bisa merasakan bangku sekolah.
Tentu saja David yang saat itu masih sangat polos langsung menuruti perintah ayahnya agar membuatnya bangga kepada dirinya. Selama beberapa tahun, David terus mengembangkan kemampuan komputernya sampai tanpa dia sadari sudah tidak ada orang di negaranya yang mampu menandingi dirinya dalam hal ini.
Pemerintah Amerika mulai mengakui kemampuannya dan memberikan beberapa misi sederhana seperti: meningkatkan sistem pertahanan negara, mengintip rahasia orang yang paling berpengaruh saat itu dan masih banyak lagi peristiwa penting yang dia lakukan di belakang layar.
Setelah 8 tahun mengabdi pada negaranya, sebuah peristiwa besar di alami oleh David yaitu kematian ayahnya karena sebuah penyakit mematikan. Dia pun terkejut dan mempertanyakan hal tersebut kepada atasannya, namun jawaban yang dia terima adalah
"maafkan kami, saat itu kita sedang menghadapi musuh yang sangat berbahaya bagi negara kita. Jadi, agar kau tidak terganggu, kami menutupi masalah tentang ayahmu dan memberitahunya bahwa anaknya sedang berjuang demi negara ini."
Setelah itu, dia di berikan sebuah tas yang berisi beberapa peninggalan ayahnya yang berisi: uang pecahan 100 dolar yang berjumlah sekitar 100.000 dolar, ada juga sebuah buku catatan milik ayahnya, satu lagi sebuah sepucuk surat wasiat yang di tulis oleh ayahnya sebelum kematiannya.
Isi wasiat itu adalah:
Salam anakku, David.
__ADS_1
Jika kau membaca surat ini, mungkin aku sudah mati .
Jangan menangis dulu! Aku baru mulai!
Sebelumnya aku meminta maaf kepadamu karena memaksamu untuk bekerja demi negara ini. Aku baru menyadarinya bahwa selama ini aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar kepadamu yaitu tidak membiarkanmu ke sekolah dan membuatmu tidak memiliki teman sampai saat ini.
Aku sangat menyesal dan ingin menebus dosa ini segera, tapi sialnya para petinggi negara itu melarang aku untuk mencarikan-mu teman dengan alasan keamanan negara!. Aku mencoba menyebarkannya di media sosial tentang dirimu, tapi lagi-lagi aku kalah cepat dengan mereka yang sudah terlebih dahulu menyebarkan identitas mu kepada publik agar semua orang menjaga jaraknya dari dirimu.
Karena semua usahaku gagal, yang bisa kulakukan adalah menyiapkan segalanya untuk masa depanmu. Seperti rekening bank Swiss yang akan menjadi tabungan uang masa depanmu, rumah, dan masih banyak lagi yang bisa kau lihat daftarnya di bungker rahasia yang ada di sebuah rumah dengan alamat yang tertera di belakang kertas ini.
Sebelumnya aku ingin bertanya, bagaimana perasaanmu bertemu dengan lawan yang kuat seperti Green Elf? Tidak perlu terkejut karena akulah yang secara pribadi memintanya menjadi rival mu dalam bidang bakat mu ini. Jika kau bertanya alasan aku melakukan semua ini adalah karena temanku pernah mengatakan 'KEGAGALAN DAN RIVAL ADALAH HAL YANG DI BUTUHKAN SEORANG YANG BERBAKAT UNTUK MENGASAH BAKATNYA LEBIH JAUH LAGI!.
Itu membuatku tersadar dan akhirnya merencanakan ini semua.
Akhir kata aku ingin memberikan sebuah permintaan terakhirku yaitu: Berbahagialah dan temukan teman yang dapat membantumu kapan pun itu. Jika di sini kau tidak menemukannya, maka jangan ragu untuk pergi, tapi ingat jangan sampai mereka membayang-bayangi mu dan menangkap mu seperti sekarang.
Itu saja dariku, semoga kau memaafkan ayah bodoh mu ini.
Selamat tinggal anakku, dari Ayah.
...
Saat selesai membaca surat wasiat dari ayahnya, David mulai menangis sendiri tanpa ada orang lain di sisinya untuk berbagi perasaan ini. Setelah itu, hari-harinya di gedung Pentagon mulai berubah dengan dirinya yang bersikap lebih dingin kepada orang orang pemerintah saat ini.
Tidak butuh waktu lama semua atasan David yang dulu telah di copot dari jabatannya dan di gantikan dengan mereka yang dulu bekerja sama dengan David. Setelah puas membalaskan dendamnya, David pun membuat rencana jangka panjang untuk bisa pergi dari negara ini dengan aman.
Pertama-tama dia merusak citranya sendiri di mata pemerintah saat ini dengan memberikan alamat palsu keberadaan Green Elf kepada pihak interpol. Lalu setelah dua tahun akhirnya kesempatannya datang untuk pergi dari sini dengan cara ikut dalam operasi terakhir interpol dalam menangkap Green Elf di Indonesia.
...
Kembali ke masa sekarang.
Pada pagi berikutnya, Jani berolahraga mengelilingi perumahan Golden Residen untuk beberapa putaran. Rencananya untuk bertemu dengan calon mertua tadi malam batal karena ayah Ayu harus bersiap menyambut kedatangan tim interpol untuk bekerja sama dalam menangkap kelompok iblis merah yang tidak lain adalah Jani.
Jani juga memantau berita tersebut dan di dalam beritanya di tuliskan bahwa tim interpol berjumlah sekitar 14 orang dan itu berbeda dengan misi dari Zein yang menyatakan bahwa dia harus membunuh 13 orang tidak kurang atau lebih.
Jani pernah bertanya kepada Zein tentang hal ini, tapi tidak ada jawaban darinya sama sekali. Karena tidak mendapatkan jawaban, Jani lebih berfokus untuk membuat rencana pembunuhan terlebih dahulu. Sementara dia sedang berpikir, tanpa Jani sadari saat ini dia berada di depan rumah nomor 5 yang sekarang telah berubah menjadi reruntuhan bangunan.
Jani yang melihat tempat itu masih di jaga ketat oleh pihak kepolisian, hanya tersenyum sebentar lalu melanjutkan olahraganya. Setelah selesai berolahraga, Jani di panggil oleh Jaka untuk membahas sesuatu dengannya. Saat dia sampai p0markas bawah tanah, jani langsung menuju ruangan milik Jaka lalu saat dia melihat Jaka, jani segera bertanya "ada apa, Jak?"
"sebelumnya gua mau bertanya, lu benar mau membantai pasukan interpol itu?"
__ADS_1
"iya, ini adalah Ultimatum gua kepada dunia bahwa siapa pun yang berani menyentuh sahabat gua akan berakhir mengenaskan!. Apa kau keberatan dengan niatku ini?"
"tidak, tapi di antara mereka ada Rival gua yang juga ikut dan gua mau minta lu untuk menyelamatkannya lalu membuat dunia percaya bahwa dia telah mati bersama dengan yang lainnya."
"lah kenapa lu mau menyelamatkan orang yang telah menyebarkan data mu itu?"
"nanti saja gua jelaskan, yang lebih penting sekarang adalah apa lu mau membantu gua?"
"tentu saja gua mau! Kalau begitu lu bersiap sekarang! gua mau langsung pergi ke sana."
"kagak buat rencana dulu?"
"nanti saja saat aku sampai di sana, aku akan memikirkan rencananya." Dan setelah itu mereka berdua bersiap melakukan rencana pembunuhan ini.
...
Di bandara Halim perdana kusuma.
Sebuah pesawat dengan tulisan Dubai Airline mendarat dengan mulus lalu setelah di hubungkan dengan terowongan penghubung, para penumpang itu mulai keluar dari pesawat sambil membawa barang bawaan mereka.
Saat itu seorang pria paruh baya mendekati para penumpang tersebut lalu berkata "Selamat datang di Indonesia! Tuan-tuan dari Interpol!"
"terima kasih atas sambutannya, pak Hendrawan Cahyani. Apa semua keperluan kami telah di siapkan?"
Orang yang di sebut Hendrawan Cahyani tidak lain adalah ayah dari kekasih Jani yaitu Ayu Cahyani. Dia menjawab kembali "kami telah menyiapkannya, tapi sebelum itu, pak presiden memberikan perintah kepada saya untuk menyampaikan sebuah pesan yaitu ' tunggu sampai kondisi kondusif ' itulah saja yang dia katakan kepada saya."
Sang pemimpin tim langsung menjawab "baiklah, kami akan mengikuti perintah presiden anda."
Kemudian kelompok Interpol tersebut pergi bersama dengan pak Hendrawan menuju bus yang sudah di siapkan untuk mereka.
Tidak jauh dari rombongan kelompok Interpol, ada seorang pria berkacamata hitam duduk di sebuah kursi dan menatap tim rombongan sambil berkata "Jak! Itu beneran mereka?"
Dari perangkat komunikasi yang di gunakan Jani, Jaka menjawab "ya! Itu memang pasukan Interpol yang berasal dari Amerika dan Jan! Apa lu lihat seorang pemuda di antara mereka?"
Jani melihat pasukan Interpol sekali lagi lalu berkata "memang ada yang kayaknya sebaya dengan kita, Apa itu adalah orang yang bernama David?"
"benar! Dia adalah David, dia adalah orang yang harus kita buat terlihat mati dalam rencana pembunuhan kali ini."
Saat Jani sedang berdiskusi dengan Jaka, Jani merasakan ada yang menatapnya dan dengan cepat berpindah tempat. Orang yang menatap Jani tidak lain adalah David yang tersenyum lalu berkata di dalam hatinya 'oh! Jadi mereka telah menunggu kedatangan kita, ya?'
Saat rombongan kelompok Interpol sudah memasuki bus yang telah di siapkan pemerintah, bus itu segera berangkat dengan dua mobil polisi yang menjadi pengawal mobil tersebut. David yang memilih untuk duduk di dekat sopir, tiba-tiba dia mengeluarkan HP-nya lalu setelah dia melihat pesan di dalam HP-nya, David bertanya kepada sopir dengan menggunakan bahasa Indonesia.
__ADS_1
"pak sopir! Apa bus ini menuju jalan kematian?"
Sang sopir tersenyum lalu tanpa ada seorang dari kelompok Interpol yang menyadari, sang sopir mengenakan sebuah topeng iblis merah lalu menjawab pertanyaan David "mungkin saja, Apa kau ingin mengganti tujuannya?"