KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Jatah keripik kentang itu lebih penting daripada sebuah nyawa


__ADS_3

Melihat Celestia sudah pergi, Jani bernapas lega dan berkata "akhirnya dia pergi."


Ayu menghampiri Jani dengan wajah cemas lalu bertanya "sayang! Kamu tidak apa-apa kan!?"


"aku baik-baik saja. Sihir Flames Armor adalah sihir api pelindung tingkat empat yang mengubah serangan lawan menjadi efek ledakan, tapi di lihat dari daya ledaknya ini pasti serangan terlemah yang dimilikinya." Jawab Jani yang berusaha untuk duduk.


Setelah mengambil posisi duduk, Jani melihat ke sekelilingnya lalu berkata dengan nada kesal "sial! Belum juga selesai, sekarang sudah hancur lebur begini!"


"sudahlah, nanti kamu bisa membuatnya lagi kan?" kata Ayu menghibur kekasihnya dengan mengusap kepalanya.


"memang sih, tapi aku harus mengeluarkan uang lagi dong!"


"tidak perlu terlalu mahal, yang penting bisa menjadi tempat yang nyaman nantinya, iya kan?"


"baiklah, itu bisa di lakukan nanti. Sekarang, ayo kita kembali ke bawah!"


"oke!" jawab singkat Ayu sambil berjalan menuju lingkaran sihir bersama dengan Jani.


"LINGKARAN TELEPORTASI! AKTIF!" Kata Jani yang mengaktifkan lingkaran sihirnya.


...


Setelah selesai membersihkan dirinya dan berganti pakaian, Jani memanggil beberapa kepala departemen untuk membahas tentang konversi pers yang akan di adakan segera. kepala departemen yang di panggil oleh Jani ada dua orang yaitu: kepala Departemen Keamanan, Arman Satriawan dan kepal Departemen Pemasaran, Irina Kumala Sari.


Setelah mereka berdua berkumpul, Jani pertama bertanya kepada Arman "apa tempat konversi pers telah siap?"


"semua sudah di atur seperti biasa, tapi karena ledakan yang sebelumnya para wartawan mulai mendesak kita untuk segera memberikan penjelasan dan bahkan ada beberapa polisi yang sudah hadir dan bertanya mengenai ledakan yang tadi." Jawab Arman yang memberikan laporannya.


"sudah ada polisi ya?.... Arman, kamu coba bilang kepada polisi itu bahwa ledakan tersebut hanyalah masalah teknis yang bisa kita selesaikan sendiri dan setelah itu berikan ini pada pihak berwenang untuk ikut dalam konversi pers yang akan di selenggarakan segera."


Arman mengambil sebuah bungkusan lalu berkata "kalau begitu saya permisi dahulu." Lalu dia pergi dari ruangan CEO.


Setelah Arman pergi, kini giliran Irina yang memberikan laporannya. Irina pun mulai berkata "Bos Gold, menurut survei yang di adakan, saat ini lebih dari 50% orang yang bertanya kapan kita menjual mesin virtual lagi."


"lalu bagaimana ulasan dari para beta tester?"


"kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa permainan sudah lumayan bagus dan juga mereka sering bertanya kapan server utama akan di buka, Bos Gold."


Jani berpikir sebentar lalu berkata "kalau begitu kamu koordinasi dengan departemen periklanan untuk mempromosikan acara peluncuran server utama yang di adakan minggu depan. Presentasikan ide kalian berdua besok!"


"baik, bos Gold. Saya akan segera menyiapkan rencana pemasarannya!" Jawab Irina dengan penuh semangat lalu pergi dari kantor CEO.


Melihat Irina yang begitu bersemangat, membuat Jani bertanya kepada Ayu "kenapa dia begitu bersemangat seperti itu?"

__ADS_1


Ayu menjawabnya dengan tenang "itu mungkin karena untuk anaknya yang sekarang mengidap penyakit Leukimia stadium tiga."


"begitu ya, jadi sepertinya dia ingin membelikan anaknya mesin virtual?"


"tidak, kebetulan tempat anaknya di rawat adalah tempat di mana kita menyumbangkan mesin virtual. Alasan kenapa dia menantikan peluncuran server utama adalah karena dia ingin bermain bersama dengan anaknya di dunia virtual."


"jadi begitu..." kata yang mulai paham dengan penjelasan Ayu. Setelah itu, dia mulai berpikir sesuatu lalu tertawa "hehe... sepertinya aku mulai mendapatkan ide yang menarik."


"apa itu?"


"untuk saat ini masih aku rahasiakan." Jawab Jani sambil mengeluarkan sebuah kertas dan melanjutkan "dari pada memikirkan hal itu, lebih baik kamu harus mulai menghubungi beberapa perusahaan ini untuk menjalin kerja sama dengan kita di berbagai daerah nantinya." Lalu memberikannya kepada Ayu.


Ayu mulai melihat daftar perusahaan yang ingin di ajak kerja sama oleh kekasihnya. Saat dia melihatnya, Ayu merasa ada yang salah dengan pilihan kekasihnya lalu bertanya "sayang, kamu enggak salah mengajak mereka kerja sama?"


"aku punya rencana khusus untuk mereka." Jawab Jani yang kemudian mengeluarkan tongkat emasnya.


"baiklah, aku akan coba bernegosiasi dengannya."


"hubungi aku kalau kamu mendapat masalah."


Saat mereka masih berbicara mengenai beberapa hal, tiba-tiba ada orang yang mendobrak pintu ruangan CEO lalu masuk sambil berkata dengan marah "MR. GOLD!! APA KAU SENGAJA MEMPERLAKUKAN AKU SEPERTI INI, HAH!!?"


"tuan duta besar! Anda tidak harus menerobos seperti ini." Kata seorang pria yang mengejar orang yang menerobos masuk ke ruangan CEO.


Sementara itu, ada dua orang lagi yang masuk dengan memiliki aura yang tidak menyenangkan di dalamnya dan itu membuat Ayu merasa tidak nyaman. Melihat kekasihnya merasa tidak nyaman, membuat Jani kembali mengingatkannya kepada kejadian sebelumnya dan itu memicu kemarahan Jani yang mulai mengeluarkan aura berwarna hijau dari dalam tubuhnya.


Karena Jani juga sedang memegang tongkat emasnya, Auranya hijaunya dua kali lipat menjadi lebih kuat dan warna hijau itu melambangkan unsur elemen Angin yang mengakibatkan sebuah embusan angin sangat kuat muncul di dalam ruangan ini.


Saat angin masih berembus, Jani mulai berkata "hei orang-orang cina! Apa kalian mau mengulangi kebodohan kalian yang sebelumnya, Hah!!"


'apa-apaan orang ini? Aku tidak pernah mendapatkan informasi tentang hal ini sebelumnya!!' kata sang duta besar yang berkata di dalam hatinya.


Dua orang yang mengeluarkan aura tidak nyaman sebelumnya juga tidak luput dari amukkan aura Jani dan itu membuat mereka terpaksa menarik kembali aura mereka dan sekarang membuat mereka merinding ketakutan.


Melihat kekasih yang mengamuk hanya karena dia merasa tidak nyaman, membuat Ayu merasakan dirinya benar-benar di cintai oleh Jani dan dia memeluk Jani dari belakang sambil berkata "sayang, sudah hentikan. Aku sudah merasa baik-baik saja. Jadi biarkan mereka tetap hidup."


Saat pengacara pihak duta besar cina mendengar bujukan Ayu, dia terkejut dan berkata "apa dia benar-benar akan membunuh kami hanya karena hal sepele seperti ini!?"


Untungnya Jani tidak mendengar hal ini karena dia berfokus kepada perkataan Ayu. Melihat Jani masih enggan menarik Auranya, membuat Ayu kembali berkata "sayang! Jika kamu masih belum menghentikannya, maka tidak akan ada jatah keripik kentang selama satu bulan!"


Setelah mendengar hal itu, embusan angin langsung terhenti dan Jani langsung berbalik ke arah Ayu dan berkata "jangan dong, sayang!"


Karena angin sudah berhenti pengacara tersebut mendekati sang duta besar lalu berbisik kepadanya "tuan duta besar! lebih baik anda menjaga sikap karena saat ini kita sedang berhadapan dengan seorang monster yang menganggap nyawa kita tidak lebih berharga dari pada jatah kripik kentang selama satu bulan."

__ADS_1


"baiklah, aku akan mendengarkan saran mi kali ini."


Saat Jani selesai memohon kepada Ayu, dia kemudian berbalik ke arah sang duta besar lalu bertanya kepadanya "jadi, ada keperluan apa anda datang kemari, tuan duta besar cina?"


Pengacara menjawab "kedatangan kami datang ke sini adalah untuk meminta anda, Mr. Gold. Untuk mengembalikan salah satu artefak negara cina yaitu, tongkat emas."


"apa kalian membawa dokumen resminya?"


"tentu, silahkan di lihat." Kata sang pengacara sambil menyerahkan dokumen yang sebelumnya di berikan oleh perwakilan NPM.


Jani membacanya sesaat lalu berkata "maaf aku tidak bisa mengembalikannya. Karena berbagai alasan, tapi kalau kalian penasaran kalian bisa mengikuti konversi pers yang diadakan nanti."


Pengacara tersebut melirik ke duta besar. Karena masih merasakan ketakutan, sang duta besar hanya bisa menuruti keinginan Jani. Melihat sang duta besar menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan membuat pengacara berkata "baiklah Mr.Gold, kami akan mengikuti konversi pers yang anda adakan nanti."


"kalau begitu kalian bisa menunggu di lantai dasar tempat konversi pers diadakan."


"Baiklah, kami mohon permisi dan juga meminta maaf atas sikap kami sebelumnya."


"bagus, Kalau kalian mengerti kesalahan kalian." Jawab Jani sambil melihat kepergian kelompok tersebut dari ruangannya.


...


Satu jam kemudian, di lantai dasar perusahaan Arcadia Teknologi.


Tempat untuk konversi pers telah siap sepenuhnya dan tinggal menunggu kedatangan Jani dari lantai 10. Di sana sudah hadir berbagi orang dari berbagai kalangan untuk mengikuti konversi pers hari ini, di antaranya adalah: pihak kepolisian, wartawan dari berbagai media, duta besar untuk negara cina, perwakilan dari NPM, dan perwakilan para pedemo yang ada di luar.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Jani muncul dengan di temani oleh beberapa kepala departemennya keluar dari lift lalu langsung berjalan menuju panggung untuk konversi pers saat ini.


Setelah semua orang duduk di tempat yang tersedia, salah satu pegawai Jani yang di tunjuk pembawa acara, mulai membuka acara "hari ini, kami perusahaan Arcadia Teknologi akan menggelar acara konversi pers untuk menjelaskan permasalahan yang menyangkut nama kami. Sebelumnya saya akan menjelaskan sesuatu bagi mereka yang ingin mengajukan pertanyaan, yang pertama adalah acara ini di bagi dalam tiga tema yaitu: ledakan di atap perusahaan, tongkat emas, dan game virtual dan mesin virtual. Bagi mereka yang bertanya di luar tema akan di abaikan dan dilarang mengajukan pertanyaan lagi."


"yang kedua adalah setiap perwakilan hanya di izinkan memberi dua pertanyaan, tidak kurang atau lebih. Jadi, pikirkanlah pertanyaan yang paling ingin kalian tanyakan."


Dan yang terakhir adalah setelah acara ini selesai, kami harap tidak ada yang membuat suatu berita bohong menggunakan tema dari acara ini nanti. Sampai di sini semua paham kan?"


Semua orang menanggapi dengan menganggukkan kepala mereka tanda mereka menerima peraturan yang di berikan oleh pegawai tersebut. Setelah melihat semua menerima peraturan yang ada, pegawai tersebut berkata "baiklah, mari kita mulai pertanyaan pertama dengan tema ledakan di atap perusahaan! Siapa yang bertanya duluan?"


Hanya perwakilan dari para pedemo dan duta besar cina yang tidak mengangkat tangannya karena ini bukan tujuan mereka datang ke sini. Yang pertama adalah salah satu wartawan dari situs berita Online, wartawan itu mulai bertanya "kalau begitu saya ingin bertanya, apa yang menjadi sumber ledakan itu? dan juga kenapa gedung ini tidak mengalami kerusakan apa pun setelah menerima daya ledak sebesar itu?"


Jani yang duduk di tengah menarik napasnya untuk menenangkan dirinya. Setelah merasa cukup tenang, dia pun mulai menjawab


"ledakan itu disebabkan oleh percobaan sebuah mesin yang gagal, tapi kalian tenang saja percobaan telah kuhentikan dan laboratorium di atap perusahaan kami akan segera di pindahkan."


"Lalu untuk pertanyaan satunya lagi, yang bisa aku katakan adalah beberapa kaca di bagian lantai 10 sudah di perkuat demi mengantisipasi kejadian seperti ini."

__ADS_1


Setelah Jani menjawab pertanyaan tersebut, tiba-tiba ada seorang dari kalangan pedemo cina berteriak menentang jawaban Jani.


__ADS_2