KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Memulai rencana revolusi


__ADS_3

"hmm, nama yang unik, apa nama itu memiliki arti tertentu?" tanya ratu Alice kepada Jani.


"tidak ada artian khusus, aku menggunakan bahasa kekaisaran timur untuk nama mereka. Shiro artinya putih dan Kuro artinya hitam, sesuai dengan warna rambut mereka."


Menurut buku sejarah benua Arca yang Jani baca, kekaisaran timur adalah sebuah negeri yang memiliki bahasa dan budaya yang mirip dengan negara Jepang di bumi. Karena Jani pernah tinggal di Jepang beberapa bulan, dia cukup mahir berbahasa Jepang.


Setelah mendengar jawab anaknya, ratu Alice berkata "baiklah sudah di putuskan nama kedua anak itu adalah Shiro dan Kuro."


Setelah nama dua bocah itu sudah diputuskan, sang raja tiba-tiba berkata "Alice, sebelum kamu bertanya aku akan mengingatkanmu satu hal, mereka berdua tidak bisa menjadi keluarga kerajaan."


Saat mendengar perkataan raja, ratu Alice langsung bertanya dengan nada tinggi "EHH!! KENAPA TIDAK BISA!?"


"situasinya saat ini sulit bagiku untuk mengadopsi anak, Tapi mereka bisa menjadi pelayan di bawah asuhan Jani dan jika di masa depan mereka bisa mendapatkan prestasi besar untuk kerajaan ini, aku tidak menutup kemungkinan untuk memberikan gelar bangsawan."


"baiklah, itu juga tidak buruk. Bagaimana Alex apa kau mau merawat mereka berdua?" ratu Alice menerima saran dari suaminya lalu dia juga tidak lupa untuk bertanya pendapat Jani.


"tentu saja, aku akan senang memiliki dua adik imut seperti mereka."


Tanpa di ketahui oleh kedua bocah tersebut, mereka telah diberi nama dan mendapatkan seorang kakak yang akan menjadi legenda di masa depan.


Setelah pembahasan tentang Shiro dan Kuro selesai, Bernard menghampiri raja dan berkata "yang mulia, ke empat anak yang telah di selamatkan oleh ratu Alice telah siap untuk bergabung dalam makam malam dengan keluarga kerajaan yang lain."


"biarkan mereka bergabung, Bernard."


"baik, yang mulia."


Kemudian 4 anak-anak yang terdiri dari 3 perempuan dan satu laki-laki memasuki ruang makan dengan cara yang berbeda. Dua anak perempuan dari ras High Elf memasuki ruangan dengan tenang dan berwibawa karena mereka sudah biasa melakukannya, sedangkan untuk Shiro dan Kuro mereka memasuki ruangan dengan waspada kepada seluruh orang yang berada di ruang makan.


Saat mereka duduk di tempat yang sudah di tentukan, Jani berkata kepada dua bocah yang ada di sampingnya "apa roti yang kuberikan rasanya enak?"


"mhm, itu adalah roti terenak pernah kumakan selama ini!" jawab Shiro dengan wajah yang sangat gembira.


"bagaimana denganmu? Apa itu sesuai dengan seleramu?" Tanya lagi Jani kepada Kuro.


Dengan wajah yang sedikit memerah dia menjawabnya "itu enak, terima kasih."


"karena kalian suka dengan hadiah dariku, aku akan memberikan kalian hadiah lagi."


Mereka berdua dengan antusias menunggu perkataan Jani tentang hadiah. Melihat betapa antusiasnya mereka, Jani melanjutkan "hadiahnya adalah sebuah nama untuk kalian berdua masing-masing. Kau adalah Kuro dan kau adalah Shiro. Bagaimana?" kata Jani sambil menunjuk ke arah mereka sesuai dengan nama baru mereka.


Mereka berdua tertegun sejenak lalu dengan perlahan mereka menyebut nama baru mereka lagi. Setelah diam sejenak, mereka secara perlahan meneteskan air mata lalu menangis dengan suara pelan.


Jani membiarkan mereka menangis sepuas hati agar menunjukkan bahwa mereka telah bebas sepenuhnya untuk menangis atau pun tertawa.


Setelah mereka berhenti menangis, Jani bertanya "apa kalian suka dengan nama baru kalian?"


""mhm, kami menyukainya!!"" jawab keduanya sambil menunjukkan wajah tersenyum.

__ADS_1


"dan juga dua hari lagi aku akan pergi ke perbatasan timur laut untuk melakukan sesuatu, apa kalian berdua ingin ikut denganku atau tetap disini untuk belajar dengan ibuku?"


Saat menawarkan mereka berdua untuk ikut dengan ke perbatasan timur laut, tiba-tiba Veronica berdiri dan berkata "kak, aku menolak usulan mu untuk membawa Shiro dan kuro ke perbatasan timur laut!"


"kenapa, bukannya kau juga akan ikut denganku?" tanya Jani kepada Veronica.


"setelah aku pikir kembali, aku tidak jadi ikut karena aku harus mengajari Shiro tentang sihir."


"benar Alex, aku pikir itu juga agak berbahaya membawa anak kecil ke sana." Tambah ratu Iris.


"hmm, baiklah aku tidak jadi membawa mereka berdua, tapi besok aku akan mengajari kalian latihan yang harus kalian lakukan selama aku pergi. Kalian tidak keberatan kan?"


""sama sekali tidak, pangeran!"" jawab mereka berdua secara bersamaan lagi.


"jangan panggil aku pangeran! Panggil aku kakak mulai dari sekarang, karena sekarang kita adalah keluarga!"


Mereka berdua terkejut dengan perkataan Jani. Kuro memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Jani "apa kami boleh memiliki keluarga ?"


Jani mengusap kepala Kuro sambil menjawab "tentu saja boleh, bodoh! Alasanku memberi kalian nama adalah untuk membuat kalian berdua menjadi adikku."


"kalau begitu, aku berterima kasih telah memberi kami sebuah nama dan juga keluarga baru, kak Alex."


"anak pintar."


Setelah Shiro dan Kuro secara resmi menjadi adik baru Jani, semua orang berdiri dan bertepuk tangan menyambut mereka berdua. Setelah semua orang kembali duduk, kepala pelayan Bernard datang bersama para pelayan untuk menaruh makanan di atas meja kemudian mereka memulai makan malam mereka.


Sesudah makan malam, ratu Alice berdiri dan memperkenalkan dua anak dari ras High Elf. "semuanya aku ingin memperkenalkan kepada kalian dua tuan putri dari kerajaan ras High Elf, Ellividen."


Kemudian tuan putri yang memiliki rambut hijau muda berdiri dan memperkenalkan dirinya "namaku Rhia Lumias, anak kedua dari ratu agung High Elf."


Setelah mereka berdua memperkenalkan diri mereka, ratu Alice berkata "aku menyelamatkan mereka berdua dari pemukiman kumuh dan setelah aku mendengar cerita mereka berdua, ternyata kerajaan Ellividen sedang mengalami kudeta yang dipimpin oleh suku ras Dark Elf."


Semua orang terkejut dengan berita ini. Saat semua orang terkejut ratu Agatha berkata " jika aku tidak salah ingat, suku ras Dark Elf telah di asing kan dari hutan kehidupan karena mereka memiliki bakat sihir unsur api yang sangat kuat dan dianggap membahayakan pohon kehidupan dengan sihir mereka."


"jika benar mereka melakukan kudeta, maka ini menjadi serangan fatal bagi ras High Elf." Kata sang raja yang memikirkan dampak dari kudeta tersebut.


"seperti yang di katakan raja Roman, kudeta ini mengakibatkan kerusakan parah bagi kerajaan kami. Hutan kehidupan bagian Utara telah rusak cukup parah akibat serangan sihir unsur api milik ras Dark Elf dan prajurit kami tidak bisa berbuat banyak karena mayoritas dari mereka memiliki kecocokan dengan unsur angin." Sela Putri Rhea yang menanggapi perkataan raja Roman.


"saat ini, kami masih bisa bertahan karena bantuan dari suku Ice Elf. Tapi itu hanya bisa menahan mereka dan tidak memukul mundur mereka. Jika ini terus berlanjut, hanya masalah waktu sampai benteng ibu kota di tembus." Kata Putri Rhia yang melanjutkan penjelasan kakaknya.


"maka dari itu kami di sini untuk minta bantuan keluarga Lester untuk mengusir para penjajah dari tanah kami!!" Kata Putri Rhea yang menundukkan kepalanya bersama dengan adiknya.


"tuan putri sekalian, kalian tidak perlu menundukkan kepala kalian seperti itu. Karena kami pasti akan membantu kerajaan sahabat kami. Bukankah begitu, Ayah?" kata Marcus yang menenangkan kedua tuan putri.


"itu benar seperti yang dikatakan, Marcus." Jawab sang raja.


"kalau begitu izinkan aku dan pasukanku untuk membantu kerajaan Ellividen.."

__ADS_1


"tidak! Kau tetap akan kembali ke perbatasan tenggara untuk terus mengawasi pergerakan kekaisaran Rhoden." Kata raja yang menolak permintaan Marcus.


"baik, ayah.". jawab singkat Marcus.


" kalau begitu, ayah. Bagaimana kita akan mengirim bantuan?"


Raja diam sesaat lalu melirik ke arah ratu Alice dan berkata " Alice, bagaimana kalau kau yang memimpin pasukan ke kerajaan Ellividen?"


"jika kamu ingin aku yang memimpin maka aku siap kapan pun. Kebetulan aku sudah lama tidak bertemu dengan Vina."


"kalau begitu sudah di putuskan! Ratu Alice akan memimpin 100 ksatria dan juga 20 penyihir unsur air untuk mengatasi kudeta di kerajaan Ellividen!"


Setelah di putuskan bahwa ratu Alice yang akan memimpin pasukan, semua orang kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.


Saat Jani akan pergi, dia di panggil oleh sang raja untuk ikut dengannya ke kantor milik sang raja. Setelah sampai di dalam kantor dan raja duduk di kursinya, dia berkata kepada Jani "nak, bisakah kamu menjelaskan rencanamu yang sebelumnya ?"


"bisa, tapi apa ayah yakin ingin serius menjalankan rencana ini dan bukannya hanya untuk menenangkan para bangsawan?"


"benar, aku ingin serius menjalankan rencana ini dan mulai sekarang aku akan menyebut rencana ini sebagai 'Revolusi Kerajaan'!"


Saat nama rencana ini di putuskan, pengumuman misi dari sistem muncul.


[Misi kelima telah muncul dengan tema: *INI REVOLUSI KERAJAAN!!*


Penjelasan: Setelah mendengar ide dari master, raja Roman memutuskan untuk melakukan revolusi untuk kerajaan Westeria menuju jalan yang lebih baik.


Tujuan misi: membantu dalam revolusi kerajaan dengan memilih keluarga bangsawan yang pantas di promosikan oleh sang raja. (dalam misi ini sistem akan meminjamkan kemampuan khusus 'Mata Bakat'. Setelah misi selesai, sistem akan mengambil kemampuan ini lagi.)


Hadiah misi: Blue print pembuatan tangan dan kaki buatan dan Spesial box misterius.


Kegagalan misi: denda 100 triliun dari akun bank pribadi master di Swiss.


Catatan: disarankan agar tidak meninggalkan ibu kota kerajaan selama menjalankan misi ini.]


"Baiklah aku akan menjelaskan semuanya tentang rencana 'REVOLUSI KERAJAAN' " kata Jani kepada ayahnya.


Mereka pun mulai membahas rencana ini Sampai larut malam hingga mereka lupa waktu tidur mereka.


Ratu Alice yang malam ini menemani raja tidur, bingung karena sudah lewat jam tidur tapi sang raja belum kembali dari kantornya. Dia pun memutuskan untuk pergi mengeceknya dan saat dia memasuki kantor, dia melihat anaknya dan sang raja masih berbicara tentang sesuatu.


Ratu Alice mengetuk pintu yang sudah terbuka dan berkata "Raja, Alex, lini sudah hampir tengah malam. Bukankah sudah waktunya kalian untuk berhenti dan pergi tidur?"


seolah mengingat sesuatu mereka berdua berkata "ah.."


"baiklah sepertinya kita sudahi dulu hari ini, nak" kata sang raja sambil berdiri dari kursinya.


"ayah, sebenarnya aku ingin meminta izin untuk darimu untuk menunda keberangkatanku menuju perbatasan timur laut." Kata Jani kepada sang raja.

__ADS_1


"oke, tapi aku hanya memberimu maksimal satu Minggu untuk menunda keberangkatan mu. Bagaimana?"


" Satu Minggu sudah cukup bagiku untuk melakukan persiapan yang lainnya. Kalau begitu aku akan kembali ke kamarku, Selamat malam ayah, ibu." Jawab jani lalu pergi ke kamarnya.


__ADS_2