
Saat Jani tersadar, dia melihat tongkat di depannya telah berubah warna yang sebelumnya berwarna abu-abu semen sekarang berwarna emas berkilau dengan ukiran naga di seluruh tongkatnya.
Melihat hal itu, Jani langsung berkata "ini baru namanya kompensasi yang sesuai."
Setelah berkata seperti itu, Jani kemudian memegang tongkat tersebut. Saat Jani memegangnya tiba-tiba seberkas cahaya emas keluar dari tongkat lalu menembus langit ruangan hingga sampai ke langit dan sesaat cahaya itu mewujudkan seekor naga emas lalu menghilang begitu saja.
Tentu saja Jani tidak menyadari hal tersebut karena dia sedang fokus pada layar sistem yang menunjukkan status tongkat ini.
[SELAMAT KEPADA MASTER KARENA TELAH MENDAPATKAN SENJATA BARU..
MULAI MENUNJUKKAN STATUS SENJATA
Nama senjata: Tongkat Emas, Ryu-Jin-Bang(peninggalan siluman kera emas yang berhasil menghancurkan setengah dunia Khayangan menggunakan tongkat ini).
Status yang diberikan: Kekuatan +50, kecepatan +70, Refleks +90.
Peringkat: Legendaris.
EFEK KHUSUS: tongkat ini dapat merubah panjang, besar ukurannya sesuai keinginan master, Memperkuat aura master dari unsur manapun sebesar 100%.
TITLE BARU TELAH DDAPATKAN!!
(Baru) KHARISMA RAJA KERA(Efek khusus yang di berikan: Mampu menjinakkan hewan atau monster berjenis primata di bawah tingkat SS.]
Setelah melihat status dari tongkat Ryu-Jin-Bang, Jani memberi perintah "Ryu-Jin, mengecil!"
Setelah itu, tongkat tersebut mulai mengecil hingga seukuran tusuk gigi dan Jani menaruhnya di atas daun telinganya. Setelah memastikan bahwa tongkat itu tidak akan jatuh, Jani keluar dari ruangan penempaan lalu pergi untuk menemui Jaka dan David.
...
Sementara itu, jauh di luar sana tepatnya di sebuah tempat terpencil di antara pegunungan Cina, ada sebuah rumah bergaya cina kuno yang masih terawat dengan rapi. Tempat ini belum lama di temukan oleh para pencinta alam lalu menjadi viral di media sosial dan akibatnya banyak yang ingin berkunjung ke tempat ini.
Meskipun sudah menjadi tempat yang terkenal, tempat ini sudah di jaga oleh beberapa keluarga bela diri dan mereka hanya mengizinkan 10 orang per hari untuk datang ke tempat ini dengan alasan agar tidak mengganggu pemilik asli tempat ini.
Kebetulan saat ini, ada satu grup film yang mengambil adegan di tempat ini dan tentu saja mereka harus membayar mahal kepada penjaga rumah lalu menaati semua peraturan yang ada.
Saat mereka sedang fokus mengambil rekaman, tiba-tiba sebuah ledakan terdengar dari tebing yang menjadi tembok alami rumah tersebut.
*Boomm!!*
Saat ledakan dan semua debu menghilang, tiba-tiba seorang gadis muda berpakaian cina kuno muncul dari dalam ledakan. Semua orang memandang gadis tersebut, lalu tanpa di sadari seseorang berkata "cantik sekali!"
Semua orang juga mengakui bahwa gadis itu memiliki kecantikan alami yang sempurna. saat semua orang sedang mengaguminya, para penjaga rumah tiba-tiba berlari ke depan lalu bersujud di depan gadis tersebut.
Salah seorang penjaga mulai berkata "Selamat telah menyelesaikan meditasi anda, yang mulia Celestia!!"
Semua penjaga juga mulai mengatakan hal yang sama kepada wanita yang di sebut sebagai Celestia.
Untuk pertama kalinya gadis melihat ke bawah lalu bertanya "siapa kau ini?"
Penjaga itu mulai menjawab "nama saya adalah Bao Feng! Keturunan ke-10 dari pengurus Bao, yang mulia!!"
__ADS_1
"kau keturunan si gendut Bao yang kesepuluh!? Sudah berapa lama aku bermeditasi?"
"menurut kakek saya, anda telah bermeditasi selama lebih dari 500 tahun."
"itu cukup lama.... pasti jaman telah berubah."
"itu benar, yang mulia! Banyak yang telah berubah selama 500 tahun ini."
"hmm... kalau begitu kalian semua segera pergi untuk mengumpulkan informasi tentang perubahan dunia selama 500 tahun ini dan juga suruh mereka yang berpakaian aneh di sana untuk pergi dari rumahku sekarang." Kata sang Celestia yang kemudian berjalan menuju ke dalam rumahnya
"Baik, yang mulia!!" semua penjaga mulai bersiap mengusir para kru film, tetapi seorang wanita yang menjadi pemeran utama wanita memberanikan dirinya untuk mendekati sang Celestia lalu berlutut sambil bertanya "yang mulia, Celestia! Bisakah hamba bertanya mengapa anda terbangun dari meditasi anda!?"
Semua orang terkejut dengan tindakan dari wanita itu. Sang Celestia juga berbalik menghadap wanita yang bertanya kepadanya lalu menjawab pertanyaannya "alasanku adalah karena beberapa waktu yang lalu, aku merasakan bahwa segel yang ada pada tongkat emas, Ryu-Jin-Bang telah di lepaskan oleh seseorang."
Hanya mereka yang menjadi penjaga rumah yang paham dan terkejut maksud dari perkataan Celestia, Sementara kru film dan pemeran utama wanita itu sama sekali tidak paham maksudnya.
Celestia juga mengetahui bahwa gadis di depannya atau orang yang berpakaian aneh tidak mengetahui tentang tongkat emas.
Salah satu penjaga rumah dengan panik bertanya "Yang mulia Celestia! Bagaimana kita menanggapi hal ini?"
"tidak perlu panik seperti itu, karena menurut firasatku yang menjadi pengguna tongkat emas adalah orang yang sangat sibuk." Jawabnya sambil melihat langit yang berawan di siang hari.
Setelah terdiam beberapa saat, Celestia bertanya kepada pemeran utama wanita tersebut "gadis kecil, sebelumnya aku ingin bertanya, siapa namamu?"
"namaku adalah Ling Ran, tapi yang mulia Celestia bisa memanggilku dengan sebutan Xiao Ling!" Jawab Wanita yang menyebut dirinya sendiri sebagai Xiao Ling.
"baiklah, Xiao Ling! Kau ikut aku masuk ke dalam untuk menjadi teman bicaraku. Dan untuk para pengurus, Bukankah aku sudah memberikan perintah kepada kalian?!"
Mendengar perkataan Celestia, para penjaga rumah dengan panik membawa pergi para kru film keluar dari halaman rumah tersebut. Tentu saja para kru protes karena aktris mereka masih berada di dalam rumah tersebut, tapi setelah di beritahu bahwa dia akan baik-baik saja para kru film dengan engga membubarkan diri mereka dan menunggu di lokasi perkemahan mereka.
Tidak butuh watu lama berita itu menyebar dengan cepat di seluruh daratan Cina dan akhirnya sampai keluar negeri.
...
Sementara itu, di Indonesia.
Jani yang terbangun dari tidurnya, melihat ke arah Ayu dan memikirkan kejadian tadi malam lalu mencium keningnya sambil berkata "pagi, sayang!"
Ayu dengan enggan membuka matanya lalu berkata "biarkan aku tidur lima menit lagi! Masih capek banget!"
"kita punya banyak pekerjaan hari ini! Jadi, ayo cepat bangun!" kata Jani yang sudah menarik selimutnya.
Setelah di bujuk beberapa kali, Ayu bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap pergi ke kantor. Jani turun lebih dahulu untuk memulai sarapannya sambil menonton berita pagi. Saat dia melihat berita, jani terkejut dengan topik utama beritanya yaitu:
[ETNIS TIONGKOK BERDEMO DI DEPAN KANTOR ARCADIA TEKNOLOGI, MENUNTUT PUSAKA SUCI NEGARA MEREKA DI KEMBALIKAN KE DARATAN CINA!]
Jani pun fokus mendengarkan isi berita tersebut dan setelah mendengarkannya, dia berkata "menarik, Celestia kah? Aku penasaran apa dia mengetahui tentang pusaka delapan mata angin?"
Saat dia sedang memikirkannya, tiba-tiba Ayu yang sudah siap berangkat ke kantor berdiri di belakang Jani dan berkata "kamu lagi memikirkan apa? Kayaknya serius banget?"
"AHH!!" Jani terkejut karena kedatangan Ayu yang tiba-tiba lalu berkata "kamu bikin aku kaget setengah mati tahu!"
__ADS_1
"iya maaf. Jadi, apa yang kamu pikirkan dari tadi?"
"ini tentang seorang wanita petapa yang baru bangun dari meditasi-nya dan mengatakan aku memiliki pusaka milik cina yaitu Tongkat Emas, Ryu-Jin-Bang."
Ayu tahu salah satu sifat Jani yang tidak akan memedulikan tuduhan tidak berdasar yang di targetkan kepadanya meskipun itu merusak nama baiknya. Oleh karena itu, melihat kekasihnya berpikir tentang masalah ini, membuat Ayu paham bahwa tuduhan wanita petapa itu adalah kebenaran dan setelah memastikan hal itu, Ayu bertanya kembali "Lalu apa kamu memiliki benda itu?"
"memang aku memilikinya dan baru tadi malam aku berhasil membuka segelnya!" jawab Jani sambil mengeluarkan tongkat kecil dari sela daun telinganya lalu kembali berkata "Ryu-Jin! Bersiap!"
Setelah Jani berkata seperti itu, tongkat kecil itu berubah ukurannya menjadi berukuran sekitar dua meter dengan warna emasnya yang berkilau dan ukiran naga-nya yang membuat orang merasakan kehebatan dari tongkat ini.
Ayu terpukau dengan tongkat emas tersebut, lalu sesekali dia melihat isi berita sebelumnya yang masih tayang dan menyadari bahwa kantor perusahaan mereka sedang di demo oleh puluhan orang etnis Tiongkok. Setelah melihat hal itu, Ayu berkata "sayang sekali sebentar lagi kita harus berpisah dengan benda yang hebat ini."
"siapa bilang aku mau menyerahkan tongkat ini kepada mereka!?"
"lalu? Bagaimana kamu mengatasi puluhan orang cina tersebut?"
Jani kemudian kembali menatap TV dan setelah beberapa saat dia tersenyum lalu berkata "hehe, sepertinya aku sudah dapat ide yang sangat hebat!"
"apa itu?"
"sini aku bisikan...." Jawab Jani yang menyuruh Ayu mendekatkan telinganya untuk membisikan sesuatu.
Setelah mendengar ide tersebut, Ayu langsung duduk di pangkuan Jani dan kemudian menciumnya sangat dalam. Jani tentu tidak menolak serangan dari Ayu dan mengikuti arus tanpa kehilangan kendali atas hawa nafsunya.
Setelah mereka berdua kehabisan nafas, Ayu berhenti lalu berkata "kamu pria paling cerdas yang pernah aku temui!"
"tentu saja! Mereka pikir dengan mengerahkan massa seperti itu akan membuatku ketakutan?" jawab yang berdiri sambil menggendong Ayu lalu berjalan menuju mobilnya.
Setelah sampai mobil, Jani berkata kepada pak Karyo "pak! Segera kita pergi ke kantor, tapi sebelum itu mampir ke tukang bubur ayam langganan-ku! Aku agak lapar."
"siap, bos!" jawab singkat pak Karyo dan mereka pun berangkat menuju kantor mereka.
...
Sesampainya di kantor, Jani di sambut dengan puluhan orang Etnis Tiongkok yang masih bersemangat berdemo di depan kantornya.
Setelah melihat hal ini, Jani memberikan perintah kepada Arman untuk membukakan jalan baginya untuk masuk ke dalam kantor.
Setelah beberapa saat kemudian, Arman berhasil membukakan jalannya untuk memasuki kantor. Di tengah jalan Jani berhenti dan dengan sengaja mengeluarkan tongkat Emasnya lalu dengan nada sedikit mengejek Jani berkata "IRI BILANG, BOS!" lalu langsung menambahkan "nanti siang akan ada konversi pers mengenai masalah ini dan pengumuman penting tentang Game virtual!"
Setelah mengatakan hal tersebut, Jani memasuki kantor tanpa peduli dengan rentetan pertanyaan dari wartawan atau teriakan dari pedemo yang kesal dengan tindakan Jani yang sebelumnya.
....
Di lobi perusahaan.
Jani yang telah memasuki tertawa puas dan berkata "haha!! aku hampir tidak bisa menahan tawa melihat ekspresi orang cina tersebut saat mereka terkejut aku dengan santai memainkan tongkat emas ini."
Beberapa penjaga yang sebelumnya berdiri dekat dengan Jani juga tersenyum menyetujui pendapat bos mereka. Saat Jani kembali menyimpan tongkatnya, salah satu resepsionis mendekatinya dan berkata "bos, Gold! Ada beberapa tamu penting yang telah menunggu anda di ruang rapat utama di lantai 10."
Jani menggunakan kekuatan sihirnya untuk melihat ke lantai 10 dan melihat ada beberapa orang yang berasal dari kedutaan cina sedang menunggu di ruang rapat utama, tapi saat dia hendak menarik kekuatan sihirnya ada sebuah suara yang masuk kepalanya dan berkata "bocah! Aku tunggu kau di teras perusahaan ini."
__ADS_1
Setelah mendengar suara itu, Jani dengan tenang langsung menjawab resepsionisnya " biarkan mereka sedikit menunggu, aku harus menemui tamu yang lebih penting dan Ayu tolong siapkan segelas teh Da Hong Pao di teras bersamaku." Dan Jani berjalan menuju lift bersama dengan Ayu.
Semua orang yang mendengar perintah Jani, terkejut karena mereka semua tahu seberapa mahalnya teh tersebut di pasar internasional.