KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Menjadi putra mahkota


__ADS_3

Saat Jani bangun, dia di hadapi dengan perasaan bingung karena ada dua makhluk legendaris di depannya yang seharusnya tidak ada di sini.


Jani mencoba bertanya kepada salah satu dari mereka berdua "kenapa kalian berdua ada di sini?"


"Kenapa? Apa kau terkejut kami bisa mengikutimu kemari?" Jawab seekor ular hitam yang memiliki tanduk di kepalanya.


"Sedikit, tapi bisakah kalian menjelaskan alasan kalian mengikutiku?"


"Sebenarnya dunia asalmu itu sangat menarik, bocah. Tapi kami berdua tidak dapat bertambah kuat karena tidak ada monster sihir yang bisa kami makan." Jawab seekor harimau bersayap yang berbaring di samping ular bertanduk.


"Ya walaupun daging sapi di sana sangatlah lezat, benarkan Igris?"


"Kau benar, Tempest! Aku masih bisa merasakan kelembutan dagingnya sampai sekarang."


'Jelaslah itu enak! Yang kalian makan itu daging sapi jenis Wagyu! Dan kalau aku ingat, kalian menghabiskan 10 kilogram daging sapi tersebut!' kata Jani di dalam hatinya.


Dua makhluk legendaris yang berada di depan Jani tidak lain adalah perwujudan dari senjata milik Jani yaitu Naga petir, Tempest dan Harimau Lava, Igris.


"jadi, sekarang apa rencana kalian berdua?"


"Kami berencana akan pergi ke hutan untuk bersembunyi sambil memakan monster sihir kelas rendah dan memperkuat tubuh baru kami ini." Jawab Igris yang bersiap terbang dengan melebarkan sayapnya.


"baiklah, berhati-batilah dengan para tentara bayaran yang terkadang berada di sekitar hutan untuk berburu."


"oke! Kalau kau ingin kembali ke dunia asalmu kami pasti akan segera kembali." Jawab Tempest yang sudah melayang di udara lalu dua makhluk legendaris melesat pergi menuju hutan terdekat.


...


Setelah di tinggal pergi oleh Tempest dan Igris, Jani berkata "untung saja aku sempat memasukkan tongkat emas ke penyimpanan dimensional milik sistem, kalau tidak, aku bakal kesulitan karena tidak memiliki sebuah senjata mematikan untuk melindungi diriku."


Selesai mengatakan hal tersebut, Jani mengeluarkan tongkat emas lalu melakukan beberapa gerakkan dasar di teras kamarnya dengan bertelanjang dada. Hal itu membuat beberapa pembantu wanita berhenti sejenak untuk melihat Jani yang sedang berlatih.


Setelah melakukan latihan kecil tersebut, Jani pergi menemui ayahnya di kantornya yang saat ini sedang berdiskusi dengan beberapa bangsawan senior tentang revolusi yang di usulkan Jani.


Saat Raja Roman melihat anaknya sudah bangun, Dia langsung berkata dengan perasaan lega "ahh! Alex, akhirnya kau bangun. Biar aku perkenalkan kepadamu dengan para Duke yang membantuku mengurus kerajaan ini."


Raja roman mulai memperkenalkan  Jani kepada enam bangsawan yang memiliki gelar Duke "yang ini Barrox Flamehouse, dia dan keluarganya bertugas mengurusi para tentara bayaran lalu ada Jack Bluecrystal, dia adalah kakak dari Iris Bluecrystal dan tugas keluarga Bluecrystal adalah hubungan diplomatik antara seluruh bangsawan di negeri ini. Lalu di sampingnya adalah kepala sekolah akademi sihir kerajaan, Stain Rosswell. Lalu ada Marry Niskirenai, yang mengurus keuangan kerajaan. Dan yang terakhir kamu pasti sudah mengenalnya, dia kepala ksatria sekaligus menjadi kepala militer sementara saat ini, Hertez Bonavic."


"halo semuanya, aku pangeran ketiga, Alex Van Lester."


"baiklah, karena semuanya sudah saling mengenal, kita lanjutkan diskusi kita." Kata Raja yang mulai melanjutkan diskusi mereka semua.


Di mulai dengan Barrox yang berkata "Yang mulia, saya sampai sekarang masih belum bisa menerima usulan pangeran ketiga tentang pembentukan enam divisi pengurusan kerajaan yang baru!"

__ADS_1


Jani menanggapinya lalu bertanya "bisa anda beritahu saya alasan ada menolaknya, Duke Barrox?"


"semua orang yang anda tunjuk kemarin itu, menurut saya masih terlalu muda dan belum banyak pengalaman untuk mengurus permasalahan kerajaan yang sangat rumit seperti ini."


"lalu aku kembali bertanya kepadamu Duke Barrox, apakah aku harus memilih orang-orang dewasa yang sudah memiliki hasrat untuk memperkaya dirinya sendiri atau keluarga mereka. Atau aku harus memilih para pemuda-pemudi kemarin yang belum memikirkan tentang diri mereka sendiri dan murni atas keinginan mereka membangun negara ini untuk jauh lebih baik?"


"itu..." Duke Barrox kesulitan menjawab pertanyaan Jani.


Saat itu Duchess Marry yang berkata "aku mengerti maksud dari rencanamu pangeran dan jika aku harus memilih, maka aku akan memilih mereka ketimbang para bangsawan senior seperti kita. Tetapi yang aku dan Duke Barrox khawatirkan adalah kami takut mereka akan mudah di pengaruhi oleh para orang dewasa seperti keluarga mereka untuk menguasai divisi tersebut."


"hehe.... Duchess Marry, memang benar, tapi aku sudah memikirkannya dan jika pun mereka berkhianat, aku sendiri yang akan memburu mereka semua. Lagi pula ini baru permulaan, Jadi, biarkan mereka bekerja untuk sementara waktu dan kemudian kita akan berkumpul lagi untuk mengevaluasi kinerja mereka."


Kepala sekolah pun ikut memberikan pendapatnya "aku juga sependapat dengan pangeran, jika kita masih meributkan hal ini, maka sampai kapan pun kerajaan ini tidak akan pernah maju."


Mengetahui sosok penyihir unsur angin tingkat 10 sudah memberi dukungannya kepada pangeran ketiga, Duke Barrox dan Duchess Marry pun dengan pasrah menyetujui rencana Jani tentang pembentukan 6 divisi.


Setelah masalah perizinan pembentukan divisi selesai, mereka pun mulai membahas satu demi satu alasan pembentukan 6 divisi tersebut. Untungnya Jani sudah menebak hal ini akan terjadi, Jadi dia bisa menjawab semua pertanyaan tersebut dengan lancar.


...


Di dalam ruang makan.


Jani yang baru saja selesai melakukan pertemuan dengan para petinggi kerajaan, saat ini sedang duduk lemas sambil menunggu sarapannya di hidangkan. Beberapa saat kemudian, Veronica memasuki ruang makan dan terkejut melihat Jani yang terkulai lemas di meja makan.


"aku baru saja melakukan presentasi rencana pembentukan divisi kepada para Duke kerajaan."


"presentasi? Apa itu?" tanya Veronica yang tidak mengerti maksud dari perkataan kakaknya.


Jani baru menyadari bahwa dia mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ada di dunia ini lalu segera menjawab "Ah.. itu aku Cuma salah ngomong. Yang jelas setelah di hujani pertanyaan oleh para bangsawan Duke, aku merasa seperti habis melawan monster sihir tingkat A sendirian."


"hehe... Jahat banget, kak! Menyebut para bangsawan Duke seperti monster Sihir. Oh iya! Kak! Apa kakak akan menjadi putra mahkota?"


"hah? Bukannya kak Julius sudah menjadi putra mahkota?" Tanya Jani yang bingung dengan pertanyaan adiknya.


Sesaat Veronica ingin menjawab, Ratu Iris memasuki ruang makan lalu dialah yang menjawab "Julius tadi malam sudah berbicara dengan ayahmu untuk berhenti menjadi putra mahkota dan menyarankanmu untuk menggantikannya. Oleh sebab itulah, ayahmu masih berdiskusi dengan bangsawan Duke untuk membicarakan hal ini."


"lalu bagaimana dengan kak Marcus?"


"memang sih dia pernah bersemangat ingin menjadi raja, namun pada hari pertama dia menjadi putra mahkota, ketika dia harus menghadapi tumpukkan laporan ekonomi, Dia langsung melarikan diri ke perbatasan barat dengan alasan 'perbatasan masih membutuhkan perhatianku' lalu tidak pernah kembali selama dua tahun."


"...." Jani tidak bisa berkata apa-apa mengenai kedua saudaranya yang mengingatkannya kepada dua sahabatnya di bumi.


Dai pun bertanya kepada ratu Iris " lalu, bagaimana dengan rencanaku untuk membangun kembali perbatasan timur laut?"

__ADS_1


"Mereka sedang membahasnya, tapi saranku jangan terlalu berharap banyak. setelah pengkhianatan keluarga Blackwolf, para Duke kerajaan sedang memikirkan cara untuk mengendalikan semua bangsawan dalam satu sistem."


Saat Jani sedang berpikir, pintu ruang makan terbuka dengan beberapa pelayan membawa makanan yang di pimpin oleh kepala pelayan, Bernard. Menu sarapannya lai ini adalah makanan khas abad pertengahan yaitu roti gandum dan juga sup daging monster sihir yang sejenis dengan seekor sapi.


Bernard pun berkata sambil membungkukkan bandannya untuk memberi hormat kepada seluruh keluarga kerajaan "Selamat pagi semuanya, hidangan sarapan telah selesai di buat dan silahkan dinikmati."


Veronica mencium aroma sup yang berbeda dari biasanya mencoba bertanya kepada Bernard "hm... Bernard! Ada apa dengan sup ini? aromanya begitu menggoda sekali!"


Ratu Iris mencoba mencicipi sup tersebut dan setelah itu, dia kemudian berkata "rasanya sangat seimbang dan dagingnya juga mudah untuk di makan."


 Bernard pun segera menjawab kembali "terima kasih, yang mulia ratu dan putri Veronica! Sup ini sebenarnya adalah sup yang biasa kami hidangkan, tapi beberapa hari yang lalu, pangeran Alex datang menuju dapur lalu memberikan para koki istana sedikit pengetahuan tentang rempah-rempah. Setelah hari itu, para koki istana mulai menciptakan rasa baru dari beberapa masakan yang ada di istana termasuk dengan sup ini, yang mulia."


"Hee.. tidak hanya ahli membuat rencana politik sekarang kamu pandai membuat masakan ?" komentar ratu Iris yang melirik ke arah Jai yang sedang menikmati sarapannya.


Jani menjawab "aku hanya memberikan beberapa saran." Lalu melanjutkan sarapannya.


Setelah semua orang selesai sarapan, Bernard datang kembali ke sini lalu berdiri di dekat Jani untuk memberikan sebuah perintah dari sang Raja. "pangeran Alex, anda diperintahkan untuk bertemu raja di ruang takhta."


"oke!" Jani segera pergi ke ruang takhta.


 ....


Di dalam ruang takhta.


semua Duke/Duchess yang sebelumnya bertemu dengan Jani, kini hadir di ruang takhta. Bahkan ada beberapa yang sepertinya adalah tokoh berpengaruh juga hadir saat ini dan yang paling mencolok adalah seorang paus yang memiliki tatapan penuh kebencian terhadap Jani.


Jani pun hanya melirik sesaat lalu segera berjalan menuju singgasana dan berlutut di depan Ayahnya yaitu sang raja.


"pangeran ketiga, Alex Van Lester. Menghadap raja Roman Van Lester." Kata Jani yang berlutut di hadapan Ayahnya.


"berdirilah, anakku! Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepadamu."


Jani pun berdiri dan kemudian sang Raja melanjutkan "yang pertama adalah masalah pertaruhan kita tentang kota perbatasan timur laut, semua pertaruhan kita akan di batalkan dan koin emas yang sebelumnya aku berikan padamu, anggap saja itu adalah uang sakumu. Apa kau menerimanya?"


 "aku menerimanya." Jawab Jani dengan setenang mungkin.


"lalu berikutnya adalah mengenai gelar putera Mahkota atau bisa di sebut juga penerus kerajaanku. Seperti yang kamu ketahui, bahwa kedua kakak tidak mampu menjadi putra mahkota dan memilih menjadi penguasa wilayah mereka masing-masing dan aku hanya memiliki satu orang putra lainnya yaitu kamu. Nak, aku bertanya kepadamu, maukah kau menjadi penerusku?"


"tentu! Aku dengan senang hati menerimanya. lagi pula aku merasa kasihan kepada adik perempuan jika dia harus menanggung beban yang besar ini sendirian."


Raja pun merasa lega melihat anaknya dengan tenang menerimanya tanpa harus ada pemaksaan yang sudah dia rencanakan sebelumnya. setelah itu, raja pun melirik ke seluruh para bangsawan Duke/Duchess yang hadir lalu bertanya kepada mereka "apa ada yang keberatan dengan keputusanku kali ini?"


Beberapa bangsawan yang sebelumnya bertemu dengan Jani, tidak mengatakan apa yang menunjukkan bahwa mereka menerima Jani untuk di angkat menjadi seorang putra mahkota.

__ADS_1


Saat itu, satu orang Duke senior berkata dengan lantang "aku Lundberg Von Ester! Mewakili fraksi raja pendukung terdahulu dengan ini menyatakan menolak pangeran ketiga, Alex Van Lester sebagai putra mahkota berikutnya!!"


__ADS_2