KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Lisa marah


__ADS_3

Ketika Lisa duduk di samping Jani, wajahnya memerah dan dia ingin mengatakan sesuatu tetapi karena masih meras canggung, Lisa hanya bisa menundukkan kepalanya dan tidak berani melirik ke arah Jani.


Melihat wajah Lisa yang memerah, Jani hanya tersenyum lalu dengan santai mengambil teh di atas meja dan menawarkannya kepada Lisa "Lisa, minumlah teh ini dulu."


"aku tidak haus! Alex." jawabnya yang menolak tawaran Jani.


""minumlah dulu, mungkin kamu akan bisa lebih tenang." Kata jani yang masih memegang gelas untuk Lisa minum.


"baiklah, aku akan meminumnya." Lisa dengan pasrah meminum tehnya lalu seolah dia telah meminum ramuan ajaib, Lisa terkejut karena setelah meminum teh tersebut Lisa merasa hatinya kini lebih tenang dan dia juga merasa bisa mengatakan sesuatu yang ingin dia sampaikan kepada Jani.


"apa kamu sudah merasa lebih tenang?"


"su-sudah! Aku sekarang merasa lebih baik!" Jawab Lisa dengan bibirnya yang tersenyum.


"lalu bisakah kamu jelaskan tujuanmu datang hari ini?"


"sebenarnya…. Aku saat ini sedang marah dengan kamu!!"


"marah? Tapi kenapa muka kamu memerah seperti itu?"


"siapa yang wajahnya memerah karena malu!?"


"aku tidak bicara seperti itu."


masih dalam keadaan wajahnya yang memerah, Lisa segera berdiri lalu berjalan menuju pintu sambil berkata "sudahlah! Aku malas berbicara denganmu!"


Jani sudah mengetahui bahwa Lisa ingin pergi dan dia dengan cepat memeluknya dari belakang lalu berkata "baiklah, aku akan berhenti menggodamu. Jadi, jangan marah lagi, oke!?"


"Hmph! Siapa yang berani marah dengan calon putra mahkota kerajaan yang dengan bebas pergi ke tempat berbahaya tanpa memikirkan orang yang sedang mengkhawatirkannya!?


"tentu saja orang itu adalah tunangan ku yang akan menjadi ratu masa depan nanti!"


Wajah Lisa sekali lagi memerah tapi kini dia tidak terlihat marah lagi.


Merasakan bahwa Lisa menjadi lebih tenang, Jani perlahan membuatnya duduk kembali, tapi kini mereka berdua duduk saling berdekatan dengan Jani yang melingkarkan tangan di pinggang Lisa.


Meskipun Lisa menikmati kehangatan ini, dia berusaha menolaknya dengan berkata "Alex!! Aku masih belum memaafkanmu!"


"lalu apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkan ku?"


"aku hanya ingin satu hal yaitu; Jika kamu ingin pergi ke satu tempat, kamu harus memberitahuku terlebih dahulu, Paham!?"


"aku mengerti, Sayang."


"Hmph, itu lebih baik!" setelah merasa puas dengan janji yang di ucapkan kekasihnya, Lisa mendekatkan dirinya ke pelukan Jani dan kembali menikmati kehangatan berada di pelukannya.


Saat mereka berdua sedang menikmati suasana ini, tiba-tiba pintu kamar Jani di ketuk oleh seorang pelayan yang berkata "pangeran! Kepala keluarga pedagang Karolina ingin bertemu dengan anda!"


Mendengar nama keluarga Karolina, Jani langsung mengetahui bahwa orang itu pasti ingin membicarakan tentang kuil itu dan Jani membalas dengan tenang "baiklah, aku akan segera ke sana!"


Mendengar Jani akan pergi menemui seorang tamu, Lisa segera berdiri dan berkata "kalau begitu aku pergi dulu!"


"apa kamu tidak ikut bersamaku?"

__ADS_1


"tidak perlu, itu urusan politik dan aku agak enggan untuk mengetahuinya."


"kalau begitu, sebelum kamu pergi, bisakah aku meminta sebuah ciuman?"


Mendengar permintaan Jani, wajaha Lisa langsung memerah karena malu "apaan sih, dasar mesum!!" tapi setelah itu, Lisa segera mencium Jani lalu kabur melalui jendela menggunakan sihir unsur anginnya.


Melihat tunangannya di dunia ini melarikan diri, Jani hanya tertawa lalu berkata "jadi dia itu tipe pemalu ya?"


Setelah itu, Jani mengambil sebuah dokumen yang berada di atas mejanya lalu pergi menemui kepala keluarga Karolina yang saat ini menunggu di ruang tamu Istana.


Ruang tamu.


Ada tiga orang yang datang dari keluarga Karolina yaitu satu seorang pengawal dan dua orang kakak beradik yang saat ini menjadi petinggi keluarga Karolina. Meskipun keluarga Karolina bukan keluarga bangsawan, tapi mereka adalah keluarga pedagang yang terkenal sejak lama dan masih bertahan sampai sekarang.


Jani yang sudah sampai di ruang tamu langsung di sambut oleh dua orang dari keluarga Karolina  dan ketika dia duduk di kursi, Jani langsung bertanya "kita langsung ke intinya saja, Ada perlu apa kalian dengan pangeran ini?"


"sebelumnya saya sebagai Ayah dari Marry berterima kasih kepada pangeran karena telah memberikan kepercayaan kepada Putri saya dengan jabatan yang begitu penting."


"heh! Kakak, itu hanya sebuah departemen sementara saja dan paling lambat dalam setahun itu akan di bubarkan karena tidak berguna!" jawab dengan angkuh saudara dari Ayah Marry.


"Barney! Jaga ucapan mu di hadapan pangeran!"


"Untuk apa! bahkan Raja saja harus menunjukkan rasa hormatnya kepada kita! Untuk kerajaan kecil seperti ini, mereka masih bergantung kepada kita untuk meningkatkan ekonomi dan perdagangan mereka."


"oh! Jadi begitu ya! Aku mengerti sekarang!"


Apa yang kau mengerti, pangeran?" tanya Barney merespon perkataan tiba-tiba fari Jani.


"itu benar."


"hmm, ini sangat di sayangkan aku harus segera mengambil kembali kendali perdagangan dan segera membuat karavan perdagangan sendiri. Lalu setelah itu, aku bisa menerapkan pajak impor dan ekspor berdasarkan satuan dan nilai barang itu sendiri."


Mendengar rencana di utarakan Jani, membuat Barney mulai berkeringat dingin dan dalam hatinya dia berkata 'Ini gawat! Jika pajak itu di terapkan, maka mau tidak mau kita harus menaikkan harga jualnya dan para pedagang lainnya pasti akan berhenti mengambil barang dari karavan milikku dengan alasan kenaikan harga ini!'


Barney mencoba menenangkan suasana hati Jani dengan berkata "Pangeran, tidak perlu terburu-buru membuat keputusan tersebut. karena kami karavan Karolina masih bisa menjadi pemasok terbaik negara ini."


Melihat wajah Barney yang sudah mulai berkeringat dingin, Jani tertawa dan berkata "haha… kau benar! Sepertinya aku terlalu terburu-buru. Baiklah, kita kembali ke topik utama kita."


Ayah Marry tahu bahwa sebelumnya Pangeran hanya menggertak adiknya saja agar dia menyadari bahwa tempat ini adalah istana kerajaan dan dia juga bisa merasakan aura pembunuh yang tersembunyi dengan baik di ruangan ini.


Agar Barney tidak lagi mengacau, Ayah Marry berinisiatif untuk berbicara dengan sang Pangeran yang menurutnya masih memiliki siasat lain yang belum ditunjukkan.


"Pangeran, kedatangan kami berdua ke sini untuk bertanya tentang leluhur kami."


Jani dengan tenang berkata "ketika aku menyusuri kuil tersebut, aku menemukan sebuah kamar dengan kerangka manusia yang tergeletak di meja dengan posisi sedang menulis sesuatu. Saat aku membaca tulisan tersebut, akhirnya aku menyadari bahwa kerangka itu adalah leluhur kalian."


"lalu apakah di tulisan itu menyebutkan tentang keluarganya atau harta warisan yang di tinggalkannya untuk keturunannya!?" tanya Barney dengan penuh semangat.


Ayah Marry yang melihat kelakuan adiknya, hanya bisa menepuk jidatnya sambil berkata di dalam hatinya 'harusnya dari awal aku tidak mengajaknya ke sini!'


"sayangnya tidak, tapi aku menemukan buku ini di samping mayatnya." Jawab Jani yang kemudian mengeluarkan buku dengan sampul yang bertuliskan 'Untuk keluargaku, Karolina!"


Ayah Marry mengambil buku itu lalu berdiri untuk mengucapkan perpisahan, tapi Jani malah berkata "kenapa terburu-buru? Masih banyak hal yang ingin aku ceritakan dengan kalian terutama dengan tuan Barney!"

__ADS_1


"Huh! Aku!?" Barney terkejut bahwa sang Pangeran tertarik kepadanya dan bukan kepada kakaknya yang seorang kepala keluarga saat ini.


"tentu, ini terkait dengan perusahaan pembuatan rumah bangsawan yang kamu jalani."


Barney yang mendengar hal itu, langsung merasa senang karena usaha miliknya di lirik oleh orang penting kerajaan ini, tapi itu berbeda dengan pandangan Ayah Marry yang merasakan curiga dengan ketertarikan Jani kepada usaha milik adiknya.


Jani dan Barney mengobrol banyak hal tentang usaha yang di jalankan oleh Barney karena konsep usaha itu sendiri mirip dengan konsep usaha kontraktor yang ada di bumi. Tanpa di sadari oleh kedua saudara keluarga Karolina, sebenarnya tempat ini telah di kepung oleh ksatria kerajaan dan bahkan para pengawal mereka telah di tangkap secara diam-diam.


Setelah mereka berdua mengobrol cukup Banyak, Jani berdiri dan berkata "aku tidak menyangka bahwa kau mampu menemukan peluang bisnis di antara para bangsawan dengan mudah!"


"itu tidak mudah, Pangeran! butuh keahlian menguping yang cukup bagus dalam mencari peluang bisnis!"


"haha! Kau benar…kau benar! Ngomong-ngomong sepertinya kita harus akhiri pembicaraan kita dan untuk kepala keluarga Karolina silahkan pergi duluan karena Tuan Barney masih harus ada di sini."


melihat tatapan Jani yang mulai berubah serius, membuat Ayah Marry terpaksa meninggalkan ruangan ini sendirian sambil berkata "Pangeran, tolong biarkan adikku hidup meskipun aku tahu bahwa kejahatannya selama ini membuatnya pantas untuk di hukum mati, tapi setidaknya beri dia pengampunan atas jasa keluarga saya pada kerajaan ini."


Jani menjawabnya dengan tenang "aku akan mempertimbangkannya."


Setelah kakaknya meninggalkan ruangan barulah Barney menyadari bahwa pangeran ingin sesuatu darinya lalu dia kemudian bertanya "pangeran, apa yang kau inginkan dariku?"


"informasi.... dan denah lengkap rumah bangsawan yang pernah menjadi pelanggan mu."


"tapi itu adalah rahasia pelanggan ku dan aku tidak bisa menyebarkannya begitu saja!"


"oh! kalau begitu, berarti kita akan semakin lama di sini karena aku ingin bertanya tentang pembangunan jalan untuk kota Wind Eye yang tidak berjalan dengan baik, meskipun kami pihak kerajaan sudah melakukan pembayaran penuh dengan total 10.000 keping emas?"


Saat Jani bertanya tentang pembangunan jalan untuk kota Wind Eye, wajah Barney mulai berkeringat dingin dan membuat alasan tentang hal itu.


"itu karena masalah monster di sana yang sulit di kalahkan!"


melihat dari reaksinya, Jani tahu bahwa Barney pasti berbohong karena meskipun ada monster kuat di hutan dekat kota Wind Eye, tetapi mereka tidak akan menggangu manusia kecuali mereka di ganggu terlebih dahulu.


Dan dari tebakan Jani, alasan kenapa jalan tersebut belum selesai karena pemimpin kota Wind Eye tidak mau berkerja sama atau dana pembangunan telah di salah gunakan. Meskipun itu hanya sebuah tebakan, tetapi hari ini sangatlah beruntung karena tebakan Jani tepat sasaran.


"jika memang ada Monster kuat di sana, bukankah berita itu sudah menyebar di ibukota? Atau tuan Barney, apa kau sedang menipuku?"


"tidak! Yang mulia! Aku tidak berani, tapi itu memang benar ada monster kuat yang membuat sarang di dekat kota dan alasan berita itu tidak menyebar mungkin karena bangsawan di kota itu telah merahasiakan hal tersebut dari penduduk biasa."


Jani juga berpikir hal yang sama, lalu dia berkata kepada Barney "baiklah, aku percaya kepadamu, tapi aku tetap ingin melihat semua bangsawan yang pernah berkerja sama denganmu."


"aku mengerti pangeran. Aku akan segera menyiapkan daftarnya segera." Jawab Barney yang perlahan berdiri lalu berencana untuk pergi dari ruangan tersebut.


Sebelum Barney pergi dari ruangan Jani berkata dengan nada serius kepadanya "Tuan Barney! Apa yang aku katakan sebelumnya adalah sebuah rencana di masa yang akan datang dan jika kau masih bersedia mungkin kita bisa berkerja sama dalam banyak hal."


Mendengar perkataan Jani, Barney tersenyum lalu menjawab "aku tunggu kabar baiknya, Pangeran!"


Setelah Barney pergi, Jani berkata pada dirinya sendiri "haizz…. Kenapa di dunia ini banyak sekali bangsawan korup yang berkeliaran? Itu menambah kerjaan ku saja!"


Ketika Jani mengeluh tiba-tiba panel sistem muncul dan memberikan misi kepada Jani.


 


 

__ADS_1


__ADS_2