KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Aku bukan Impostor


__ADS_3

Salah seorang dari pihak militer berkata "Pak Presiden! Apa video ini tidak di rekayasa?"


"sayangnya ini adalah video asli, Jendral. Para ahli yang aku suruh juga mengatakan hal yang sama. Jadi, bagaimana pendapatmu tentang hal ini, Jendral?"


"Jika ini benar terjadi, maka kita harus memantau lebih ketat terhadap pemerintahan Indonesia. Pak presiden, Aku menyarankan untuk menyiagakan satu batalion prajurit kita di Singapura untuk mengawasi pergerakan pemerintahan Indonesia."


Setelah mendengarkan pendapat sang Jendral, Presiden kembali berkata "untuk saat ini, aku minta pihak militer untuk tidak merespons terlalu berlebihan. Cukup kirim beberapa agen kita untuk memantau pergerakannya dari dekat."


"baik, pak presiden. Saya akan mengirim beberapa agen terbaik yang kita miliki."


Setelah itu, rapat dilanjutkan dengan CEO Google yang berkata "Pak Presiden. Aku mengerti tentang kewaspadaan mu terhadap tanggapan pemerintahan Indonesia kepada peristiwa ini, Tapi aku pikir kita tidak perlu terlalu mencemaskan tentang hal ini."


"apa yang kau maksud dengan ucapan mu itu, hah!? Negara kita sekarang ini adalah negara yang paling berkuasa di dunia!. Dan untuk menjaga hal itu, kita harus mewaspadai siapa pun yang memiliki potensi berbahaya seperti itu dan bila perlu kita harus menghabisinya untuk menjaga posisi kita." bentak sang Jendral kepadanya.


"Mr. Gold adalah salah satu pemegang saham terbesar di perusahaanku dan aku juga mengenalnya cukup lama. Jadi, menurutku dia tidak akan melakukan hal yang tidak menguntungkan baginya seperti yang kau khawatirkan, Jendral." Balas CEO Google.


"meskipun kau mengenalnya, itu bukan berarti kita harus menurunkan penjagaan kita terhadapnya!"


"memang aku juga sependapat denganmu tentang hal itu, Jendral. tapi menurut pengalamanku, dengan intuisi yang tajam miliknya, memata-matai-nya adalah tindakan yang mustahil dan malah membuat kita kehilangan agen yang lainnya."


Saat itu, kepala biro pemimpin FBI mulai berkata "Jika yang dikatakan CEO Google adalah benar, maka aku juga mendukung pendapatnya karena memang mustahil untuk memata-matai seorang yang memiliki intuisi yang tajam dan terlebih lagi menurut informasi yang kudapatkan, Green Elf saat ini bekerja di bawah Mr. Gold."


"aku juga sependapat dengan apa yang dikatakan CEO Google. Aku tidak ingin anak buah ku mati sia-sia karena aku telah mengambil keputusan yang gegabah." Sela ketua CIA.


Melihat dua ketua organisasi intelijen negara menolak gagasannya, Presiden pun melihat ke arah CEO Google lalu bertanya kepadanya "lalu apa kau punya ide bagus untuk masalah ini?"


"aku rasa ada dan rencana ini kemungkinan akan membuat kita menjadi negara kedua yang menjual mesin virtual setelah negara Indonesia." Jawabnya sambil mempersiapkan beberapa berkas digital foto untuk di tayangkan di layar besar ruang rapat.


Setelah semuanya siap dia berdiri dan mulai berkata "sebelumnya izinkan saya untuk memperlihatkan beberapa informasi yang aku miliki kepada kalian semua."


"tentu biarkan kami melihatnya!" jawab presiden dengan tenang dan kemudian lampu di ruangan ini di matikan untuk sementara waktu.


"pertama-tama aku akan membahas tentang orang yang paling kita perhatikan saat ini yaitu Mr.Gold. Sebelum dia mendirikan perusahaan bernama Arcadia Teknologi, ia adalah pemain bisnis saham tingkat internasional. Saham miliknya tersebar di berbagai perusahaan ternama seperti perusahaan Alphabet Inc milikku, Tencent Holdings di Cina, dan masih banyak lagi seperti yang tertera di layar saat ini."


"Jadi dia cukup kaya juga ya?" kata seorang menteri yang hadir dalam rapat.


"aku rasa dia tidak hanya cukup kaya pak menteri, tapi dia bisa di katakan sangat kaya." Jawab sang CEO lalu mengubah tampilan layar dan berkata "menurut informasi rahasia dari bank di Swiss jumlah kekayaan bersih yang di miliki atas nama Mr.Gold, itu sekitar 200 Bilion Dollar Amerika dan itu belum termasuk dengan nilai saham yang di milikinya saat ini."


"tidak mungkin! Kekayaannya bahkan melebihi orang terkaya di dunia saat ini!." Jawab menteri yang sebelumnya dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya.


Presiden juga agak terkejut melihat data tersebut. Setelah itu dia mencoba bertanya kepada kepala staf gedung pentagon "Tuan tom, apa tim anda belum bisa melihat dari mana sumber kekayaan milik Mr.Gold ini?"

__ADS_1


"kami sudah mencoba bernegosiasi dengan pihak pemerintahan negara Swiss, tetapi mereka menolak memberikan data tersebut dengan alasan demi menjaga kenyamanan nasabah mereka." Jawab Tuan Tom yang menjabat sebagai kepala gedung Pentagon.


"baiklah, biarkan masalah itu untuk saat ini. Sekarang tuan CEO tolong lanjutkan."


"baik pak presiden. Kalau begitu seperti yang kita semua tahu, perusahaan milik Mr.Gold ini baru di dirikan tiga minggu yang lalu dan dia seminggu yang lalu dia juga meluncurkan sebuah produk teknologi yang paling banyak di impikan semua orang yaitu CAPSUL VIRTUAL REALITY. Sampai sekarang dari mana dia mendapatkan teknologi itu tidak ada yang tahu dan sepertinya dia juga memiliki sebuah teknologi rahasia yang menjamin kuatnya sinyal untuk menjamin keamanan para pengguna mesin tersebut."


"lalu apa kau sudah bisa menebak teknologi rahasia miliknya?"


Sesaat sebelum CEO Google menjawab, Profesor tiba-tiba menyela "PAK PRESIDEN!! ITU PASTI MENARA YANG DIA BANGUN DI DEPAN PERUSAHAANNYA!!"


"apa kau bisa membuktikan perkataanmu itu, Profesor?" tanya Presiden yang melihat ke arah Profesor.


"tentu aku sudah memiliki bukti yang kuat, Pak Presiden. Jika kita melihat frekuensi jaringan internet melalui satelit, maka kita akan melihat bahwa sekarang kota Jakarta memiliki jaringan internet terkuat di dunia! Dan pusat dari kekuatan sinyal itu berasal menara yang mereka bangun dengan alasan sebagai ikon perusahaan mereka."


"jadi begitu ya. Mengelabui semua orang dengan menyebutnya sebagai ikon perusahaan, tapi yang sebenarnya itu adalah sebuah teknologi untuk memperkuat sinyal secara luas." Kata seorang menteri.


"Jadi tuan CEO, apa kau mempunyai rencana untuk mendapatkan teknologi itu?" tanya Presiden.


"sebelum itu aku berterima kasih atas informasinya, Profesor! Dengan begini aku bisa langsung bernegosiasi dengannya mengenai teknologi itu. Pak Presiden, aku memiliki saran bagaimana kita menggunakan beberapa artefak yang baru-baru ini kita sita untuk di jadikan sebagai pertukaran nantinya."


"itu tidak bisa di lakukan, Tuan CEO! Karena sebelumnya kita sudah berjanji kepada pihak museum cina untuk mengembalikannya sebagai simbol perdamaian antara dua negara." Jawab menteri luar negeri.


"hei kau pikir mana yang lebih menguntungkan? Bertukar dengan cina dan tidak mendapatkan apa-apa, atau bertukar dengan Mr.Gold dan mendapatkan teknologi yang memperkuat sinyal di kota kita?" sela ketua FBI yang selalu mendukung CEO Google.


"saya juga."


Banyak menteri yang menyetujui rencana dari CEO Google dan Presiden pun akhirnya membuat keputusan "baiklah, kita semua akan mengikuti rencananya dan menteri luar negeri, kau bekerja sama dengan FBI untuk membuat skema kalau 'barang telah di curi' dan kita pun memiliki alasan untuk menolak janji tersebut."


"dan untuk CEO Google, aku memberimu waktu satu minggu untuk membuat kesepakatan tersebut dengannya. Itu saja untuk rapat kali ini, kalian bisa pulang sekarang."


Setelah Presiden berkata seperti itu semua orang segera meninggalkan ruang rapat.


...


Sementara itu di kantor Arcadia Teknologi.


Jani masih memandangi tongkat emas dari balik kaca kantor dan beberapa saat kemudian tiba-tiba sebuah benda yang sangat cepat menghantam kaca di depan Jani dan menimbulkan suara yang keras.


*TANG!!*


Benda tersebut adalah sebuah peluru penembak jitu yang di tunjukkan terhadap Jani, tapi seperti yang dikatakan Jani sebelumnya bahwa kaca di lantai sepuluh sudah di perkuat sehingga peluru mana pun tidak bisa menembus kaca ini. Ayu yang merasa terganggu dengan suara itu coba bertanya kepada Jani "sayang! suara apa itu?"

__ADS_1


"peluru yang menabrak kaca."


"bisakah kamu membuatnya berhenti, aku sedang sibuk nonton DRAKOR nih!"


"oke, akan kucoba." Jawab Jani sambil mengeluarkan salah satu pistol Double Blaster dan membuar beberapa pengaturan lalu bersiap menembak sambil berkata di dalam hatinya 'peluru angin, TEMBAK!!'


Setelah Jani berkata seperti itu, sebuah bola angin muncul di luar kaca kantor lalu langsung melesat menuju penembak jitu itu berada. Tembakan yang sama cepatnya peluru langsung menghantam sang penembak jitu dan membuatnya terpental ke belakang lalu pingsan seketika.


Setelah memastikan penembak jitu telah pingsan menggunakan teropong, Jani segera menelepon polisi dan setelah terhubung dia mulai berkata "Halo selamat siang! Iya, Saya ingin melaporkan bahwa ketika saya melihat pemandangan kota menggunakan teropong, saya melihat seorang yang mencurigakan pingsan di sebuah atap gedung perkantoran dan lokasinya sekitar lima bangunan dari kantor Arcadia Teknologi, mohon tolong di periksa!"


Setelah Jani selesai membuat laporan ke polisi, Ayu langsung berkata sambil menahan tawanya "seorang pelaku melaporkan tindakan yang dia perbuat dan menyebut dirinya sebagai saksi. Hehe.. Kamu sama persis kayak penjahat di game yang lagi tren itu."


"AKU BUKAN IMPOSTOR!!... sudah jangan bercanda dulu, ada telepon penting." kata Jani yang meniru teriakan khas di salah satu game lalu mengangkat telepon tersebut.


"begitu ya.... oke kalau ada berita yang penting kabari lagi." Dan langsung menutup teleponnya.


"siapa itu?"


"Mata dan telingaku di gedung Pentagon. Sepertinya mereka semua sudah tahu tentang menara ini dan kayaknya mereka juga mau barter dengan artefak kuno milik cina dengan cetak biru menara ini." Kata Jani dengan nada santainya.


"lalu kamu mau barter dengan artefak itu?" tanya Ayu dengan tatapan tajam menandakan dia tidak setuju degan barter tersebut.


"tentu saja tidak untuk saat ini, sayang! Jangan pasang wajah seperti itu." Kata Jani yang memeluk Ayu dari belakang.


Ayu membalas dengan ancaman "Awas kalau kamu barter dengan barang tua seperti itu tanpa ngomong dulu sama aku!"


"oke-oke, sayang!" setelah meredakan amarah Ayu, Jani berpindah ruangan menuju ruangan rapatnya untuk memulai rapat mereka.


Saat Jani masuk ke ruangan rapat, dia langsung berkat kepada Annisa "Annisa, nanti kamu gunakan rekening kita di Swiss untuk pengeluaran perusahaan kalau kamu merasa kurang, kamu lapor sama Ayu biar nanti dia kirim lagi ke akun perusahaan kita."


"baik, Bos Gold!"


"baiklah, kalau begitu Rasti, Irina. Tunda dulu presentasi kalian untuk besok hari dan aku ingin kalian merancang ulang taktik pemasaran dan iklannya. Kali ini buatlah rencana yang paling ampuh meskipun itu mengeluarkan biaya besar!."


Mendengar perintah Jani, keduanya agak bingung karena tidak biasanya bos mereka yang selalu memperhatikan biaya pengeluaran, sekarang malah menyuruh mereka membuat strategis yang menelan biaya besar.


Ayu yang juga penasaran mulai bertanya kepadanya "Bos, apa tidak apa-apa mengeluarkan biaya begitu besar seperti ini?"


"tidak apa-apa. Karena aku akan benar-benar penghabisan kali ini dengan menggunakan semua tabunganku yang ada di Swiss."


"ngomong-ngomong aku belum sempat melihat isi tabungan yang anda berikan ini kemarin. Kira-kira isinya berapa, Bos?"

__ADS_1


"tenang saja itu cukup untuk memperluas Tower Virtual kita ke seluruh Indonesia." Jawab Jani yang masih ingin menyembunyikan isi tabungannya.


__ADS_2