KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Awal pertemuan


__ADS_3

Sesampainya Jani di sekolah, dia langsung masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran seperti murid lainnya. Saat jam istirahat, Jani yang ingin pergi ke kantin bersama Jali di hampiri oleh Ririn untuk bertemu dengan Devi.


Ririn menghampiri Jani dan berkata “Jani, ikut gua sebentar ke taman sekolah. Devi mau ngomong sesuatu sama lu.”


“oke, gua nanti ke sana.” Jawab Jani ke Ririn sambil melihat ke sahabatnya yang sedang sibuk dengan HP-nya dan berkata “Jal, gua tinggal sebentar ada urusan nih!. Lu kalau mau ke kantin duluan aja,”


“Iya, tinggal aja.” Jawab jali yang masih sibuk dengan Hp-nya tanpa melihat ke arah Jani.


Saat Jani keluar dari kelasnya, dia melihat Ririn berdiri di koridor sambil melihat ke arah taman sekolah yang bisa terlihat dari lantai dua. Jani berjalan menuju tangga dan saat dia melewati Ririn, dia mendengar Ririn mengatakan sesuatu tanpa melihat ke arahnya. “tolong beri dia sebuah kepastian.”


Jani tidak menjawabnya dan melewatinya begitu saja sambil berkata di dalam hatinya 'tentu saja, karena selama ini gua pura-pura tidak peduli, agar gua tidak membuat dia menangis karena dia itu calon adik ipar gua.’


Di taman sekolah, Devi duduk menunggu Jani datang sambil mengingat percakapan dengan kakaknya beberapa hari yang lalu.


Beberapa hari yang lalu di rumah Ayu dan Devi.


Ayu yang sedang bersantai sambil di ruang tamu sambil menonton Drakor kesukaannya di laptop, Di hampiri oleh Devi yang datang dari kamarnya.


Devi yang awalnya ragu mulai bertanya pada kakaknya “kak, apa nama pacar kakak itu Jani dan dia masih seorang pelajar di sekolah yang sama denganku?”


“betul, kamu kenal dengan pacar kakak?”


“bukan kenal lagi, aku sudah menyukainya selama satu tahun belakangan ini.”


“oh begitu.” Jawab Ayu dengan tidak peduli sambil terus menonton Drakor kesukaannya.


Melihat tanggapan kakaknya, Devi marah dan berteriak “KENAPA KAKAK HANYA BEREAKSI SEPERTI ITU!!? APA KAKAK KAGAK TAHU BAGAIMANA PERASAAN AKU SAAT TAHU COWOK YANG AKU SUKA SUDAH BERPACARAN DAN PACARNYA ITU ADALAH KAKAKKU SENDIRI.”


Merasa terganggu dengan teriakkan Devi, Ayu mematikan laptopnya dan menatap adiknya dengan serius sambil bertanya kembali “Devi, apa kau pernah menyatakan perasaanmu kepada Jani?”


“belum lah, harusnya itu cowok dulu yang nyatakan perasaannya ke cewek bukan sebaliknya.” Jawab Devi dengan bangga terhadap pemikirannya.


“kalau pemikiran kamu seperti itu. Mana mungkin Jani bakal melirik kamu.”


“kenapa memangnya?”


“dia itu tipe cowok yang lebih mengutamakan mencari uang dari pada memikirkan soal cinta masa mudanya. Kamu tahu gak? Apa yang di lakukan Jani saat berumur 16 tahun?”


Devi yang telah tenang duduk di samping kakaknya dan mendengarkan kakak menceritakan tentang pertemuan pertama dia dengan Jani.


Ayu kembali menceritakan pertemuan pertamanya dengan jani di bursa saham Indonesia.

__ADS_1


Tiga tahun lalu.


Ayu yang saat itu masih bekerja di perusahaan kecil sebagai staf keuangan mereka, melihat seorang anak SMP berjalan ke arah gedung bursa saham di temani oleh pria berbadan kekar yang tampak seperti seorang preman pasar dan mendengar sekilas percakapan mereka.


“eh Jani, elu yakni bisa gandakan uang di sini?” tanya si preman tersebut kepada anak SMP yang bernama Jani.


“tenang aja bang, yang penting Abang pinjami duit 10 juta dulu. Kalau duit Abang kagak balik motor aku buat Abang deh.”


“oke , kalau jaminannya motor lu. Nih duitnya.” Jawab si preman sambil memberikan uang pecahan seratus ribu senilai 10 juta.


“oke, Abang tunggu di sini aja sebentar.”


Anak SMP yang bernama jani memasuki gedung dan Ayu juga mengikutinya masuk ke dalam gedung. Setelah memasuki gedung, Ayu melihat anak SMP tersebut sedang kebingungan. Dia pun menghampiri anak SMP tersebut dan mencoba bertanya “dek, kamu lagi cari apa?”


“ini kak, aku lagi cari tempat buat beli saham.”


“sini kakak tunjukkan tempatnya”


Mereka pun berjalan bersama ke tempat pembelian saham sambil berkenalan dengan satu sama lain dan sesampainya di sana, mereka berpisah karena Ayu memiliki urusan yang harus dia selesaikan.


Setelah berpisah, Jani membeli saham milik PT.THUNDER INDRUSTY INDONESIA seharga 10 juta yang bernilai hanya 0,1 persen saja. Ayu yang telah menyelesaikan urusannya, datang mencari Jani untuk mengetahui bagaimana dia bisa melipat gandakan uangnya di sini.


Ayu berhasil menemukan Jani di dekat sebuah TV yang sedang menayangkan berita siang hari.


Tentu saja berita itu mempengaruhi nilai saham perusahaan tersebut dan naik enam poin. Ayu yang mengetahui bahwa Jani telah membeli saham perusahaan tersebut senilai 10 juta dan sekarang setelah berita itu terdengar, nilai saham Jani meningkat menjadi 610 juta dalam beberapa menit.


Setelah kehebohan tersebut, Ayu mendekati Jani dan berkata “kamu hebat ya, bisa menebak mana saham yang akan naik dengan cepat?”


“oh kak Ayu, apa kakak sudah selesai dengan urusan kakak?”


“sudah, memang kenapa menanyakan hal itu?”


“bukan apa-apa kok, kalau begitu aku langsung tinggal. Mau beli saham lagi, kayaknya ada saham yang menarik untuk di beli lagi.”


Jani langsung pergi meninggalkan Ayu sendirian untuk kembali membeli saham lagi dan meminta uang hasil keuntungan saham yang tadi di kirim ke rekening bank miliknya. Setelah itu dia membeli 3 saham lagi masing-masing senilai 100 juta di perusahaan yang hampir mendekati kebangkrutan, dia lalu pergi keluar dari gedung bursa saham ini.


Ayu yang di tinggalkan sendirian terkejut dengan sikap Jani dan berpikir 'gua di tinggal begitu aja!? Biasanya kalau gua ajak cowok buat mengobrol sama gua itu pasti di lama-lama in, tapi bocah SMP ini langsung pergi begitu aja!? Apa dia normal atau enggak sih!?’


Ayu yang masih penasaran dengan Jani, pergi mengejarnya sebelum dia meninggalkan gedung ini dan berhasil bertukar nomor dengannya.


Malam harinya, Ayu mencoba melakukan chat dengan Jani via WhatsApp. Jani membalasnya seolah-olah dia tidak tertarik dengannya, tapi saat ayu membahas soal saham bisnis Jani sangat tertarik dengan hal ini.

__ADS_1


Dari chat yang dia lakukan semalam, ayu tahu Jani akan kembali ke gedung bursa saham Minggu depan. Ayu memohon kepada bosnya untuk mengambil cuti di waktu itu agar dia bisa jalan berdua dengan Jani.


Seminggu kemudian


Di tempat bursa saham ayu datang ke sini dengan pakaian santai dan di perhatikan oleh banyak orang, tapi dia tidak peduli dan menunggu kedatangan Jani. Setelah menunggu cukup lama, ayu melihat seorang pria mengenakan sebuah topeng emas dan menyebut dirinya Mr. Gold. Ayu tidak tertarik dengan pria tersebut tapi saat dia melihat HP-nya, dia terkejut melihat Jani membalas chat-nya mengatakan bahwa pria bertopeng emas itu adalah Jani.


Jani dan ayu mengobrol sebentar dan sejam kemudian, Jani meminta izin untuk meninggalkannya sebentar untuk melakukan pertemuan dengan tiga petinggi perusahaan yang berbeda.


Di saat Jani pergi, Ayu mendengar desas-desus bahwa tiga perusahaan yang Minggu lalu Jani beli sahamnya seharga 100 juta masing-masing tersebut. Akan di beli oleh pihak asing dengan harga tinggi dan berniat membeli kembali semua saham yang ada di tangan para investor Indonesia.


Tentu saja Ayu akhirnya mengerti, kalau pertemuan yang sedang di lakukan oleh Jani sekarang adalah tentang pembelian tersebut.


Setelah lebih dari setengah jam pertemuan yang di lakukan oleh Jani akhirnya selesai dan Jani kembali ke tempat Ayu sambil berkata dengan suara yang masih dalam keadaan di samarkan oleh topeng emasnya “maaf, sudah tunggu lama ya, kak?”


“enggak lama kok. Tapi suara kamu belum di rubah kagak apa-apa?


“biarkan saja, biar semakin banyak orang yang penasaran dengan identitas aku.”


“terserah kamu sajalah. ngomong-ngomong kamu berhasil menjualnya senilai berapa?”


“awalnya aku minta 5 sih, tapi mereka menolak keras harga tersebut. Akhirnya aku Cuma bisa menjualnya dengan harga 3 doang.”


“kalau totalnya Cuma 300 juta doang, sama aja balik modal doang. kagak ada untungnya sama sekali.”


“siapa bilang aku jualnya total 300 juta. Yang aku maksud 3 itu ya, 3 miliar bukannya 300 juta.”


“wow, jadi kamu menjualnya masing-masing 1miliar ya.”


“kamu salah lagi kak, 3 miliar bukan harga total tapi harga masing-masing. Jadi totalnya itu adalah 9 miliar.”


Ayu akhirnya tidak bisa membalas kembali karena terkejut dengan pernyataan Jani. Dia pun berkata dalam hatinya '9 miliar!!? Yang bener aja!! Bukannya dia terlalu pintar dalam bernegosiasi karena dengan bermodalkan 300 juta, dia berhasil mendapatkan 9 miliar. Itu sama saja dia untung 300 kali lipatnya dengan modalnya.’


Bukan Ayu saja yang terkejut, beberapa orang di sekitar mereka yang menguping pembicaraan mereka juga ikut terkejut dengan apa yang mereka dengar. Mulai dari kejadian inilah nama Mr. Gold menjadi di kenal di kalangan investor yang lainnya.


2tahun 5bulan setelah kejadian itu.


Jani yang lebih sering di kenal sebagai Mr. Gold sudah sangat terkenal di Indonesia investor muda yang sangat menginspirasi kaum pemuda untuk menanam kekayaan mereka dalam bentuk saham, juga sering di undang di acara TV sebagai seorang pemuda yang menginspirasi dan juga berbagai acara-acara tidak resmi sebagai motivator. Tapi dia menolaknya karena menurutnya itu terlalu merepotkan.


Tentu saja selama 2 tahun lebih, hubungan Ayu dan Jani juga semakin dekat dan Ayu adalah satu-satunya wanita yang dekat dengan Jani kecuali ibu dan adik perempuannya. Perasaan Ayu yang tadinya cuma rasa penasaran terhadap Jani kini telah berubah menjadi rasa cinta.


Awalnya Ayu tidak percaya bahwa dia telah jatuh cinta dengan Jani, tapi setelah dia kejadian yang terjadi beberapa Minggu yang lalu, yang hampir membuat dia kehilangan keperawanannya secara paksa. dia akhirnya percaya bahwa dia benar-benar jatuh cinta terhadap Jani, mungkin sekarang perasaannya tidak bisa di sebut sebagai cinta biasa.

__ADS_1


seharusnya sekarang perasaannya bisa di sebut 'CINTA MATI' di mana dia tak akan mau menikah kecuali dengan Jani.


__ADS_2