
Kembali ke Arena petarungan Westeria
Pada awal pertandingan di mulai, para penonton yang bersorak untuk pangeran masih bersemangat, tapi setelah pertarungan berlangsung cukup lama mereka terdiam karena jendral Dom telah memimpin dengan satu kali menjatuhkan Jani.
Jani sejak awal pertandingan memang terus bertahan dan tidak menyerang karena dia terus memperhatikan empat penyihir yang berdiri di atas tembok arena pertarungan.
Empat penyihir tersebut memang selalu ada di sana untuk membuat pelindung sihir agar tidak ada gangguan dalam pertarungan yang dilakukan di dalam arena. Untuk membuat pelindung sihir tersebut, empat penyihir harus berdiri di empat arah mata angin berada dan mereka juga harus menghadap ke arah luar arena.
Saat sedang membuat rencana sebelum petarungan tiba, Jani membaca buku tentang arena ini dan menemukan fungsi lain dari pelindung sihir tersebut.
Fungsi lainnya adalah jika empat penyihir tersebut menghadap ke dalam arena dan mengaktifkan mantra sihir pelindung, maka fungsi dari pelindung sihir akan terbalik dari melindungi menjadi menahan mereka yang di dalam arena agar tidak bisa keluar. Ini juga yang menjadi kunci dari rencana penyerang hari ini. jika semua penyihir sudah menghadap ke dalam arena, maka semua tempat yang menjadi pusat penyimpanan harta dari keluarga Blackwolf sudah di kuasai oleh keluarganya.
Ketika semua penyihir sudah menghadap ke dalam, saat itulah Jani lengah dan membuatnya di banting oleh jendral dom. Randy yang melihat Jani jatuh mulai tertawa menghina "haha, ternyata dia hanya omong besar saja! Bahwa dia akan mengalahkan Ayahku, haha!!"
"kau benar anakku, dengan begini hanya sedikit lagi kita akan menjadi penerus keluarga kerajaan ini!!" kata sang istri jendral Dom yang membayangkan bahwa mereka akan menjadi keluarga kerajaan ini.
Jani berdiri dan menyeka darah di pinggiran mulut dan berkata "sepertinya kau tidak menahan diri sama sekali yaa, jendral Dom?"
"oh! maafkan aku pangeran. Aku terlalu bersemangat tentang hadiah yang akan kudapatkan setelah memenangkan pertarungan ini." Jawab jendral dom dengan santai.
"begitukah? Yah aku sudah cukup bertahan dan menunggu. Jadi, sudah saatnya aku serius kali ini!" kata yang melakukan sedikit pemanasan.
Saat ronde kedua di mulai, Jani mulai menerjang ke arah jendral dom dan memukulnya secara terus menerus. Jendral dom tidak punya kesempatan untuk membalas Jani dan terus bertahan dari serangan Jani.
Saat jendral dom berusaha untuk menghindar ke samping, Jani menjepit kakinya sehingga dia kehilangan keseimbangan dan jatuh dengan tersungkur. Sang kepala kesatria yang menjadi wasit langsung berdiri di antara keduanya dan berkata "jendral dom terjatuh, dengan ini ronde kedua di menangkan oleh pangeran ketiga, Alex!!"
Setelah pernyataan dari wasit, para penonton mulai kembali bersorak mendukung pangeran mereka. Saat ronde ketiga di mulai, Jani kembali menerjang ke arah jendral dengan lebih cepat dari yang sebelumnya. Jendral juga mulai kembali bertahan dari serangan bertubi-tubi dari Jani sambil berkata dalam hatinya 'sial! Bagaimana dia semakin kuat dan cepat dari sebelumnya!? Apa benar, dia semenjak awal pertarungan memang sengaja menahan kekuatannya?'
"hei jendral dom, kenapa kau tidak menyerang seperti sebelumnya? Apa kau sudah kehabisan tenaga setelah menjatuhkanku sekali?" kata Jani yang mengejek jendral dom.
"DIAM KAU!!" teriak marah dari jendral dom yang mulai membalaskan serangannya, tapi semua serangan itu selalu bisa di hindari oleh Jani.
Melihat serangannya tidak ada yang mengenai Jani, jendral dom mulai berkata dengan marah "kenapa keluarga liar seperti kalian bisa menjadi keluarga kerajaan ini!? Padahal akulah yang seharusnya menjadi raja di kerajaan ini karena nenek moyangku lah yang pertama kali menciptakan kerajaan ini!!"
Mendengar perkataan jendral dom, Jani langsung menendang dadanya hingga membuat dia terlempar cukup jauh.
__ADS_1
Melihat jendral dom yang terlempar, sang wasit mengakhiri ronde ini dan berkata " jendral dom terjatuh, dengan ini ronde kali ini di menangkan oleh pangeran!! Dan pangeran memimpin dengan skor 2-1!!"
Jendral dom berusaha menahan rasa sakit yang dia terima dari tendangan itu dan berdiri sambil berkata kepada wasit " wasit!! Sang pangeran pasti berbuat curang!!"
Wasit hanya menggelengkan kepalanya dan menjawabnya "jendral Dom, apa kau lupa dengan julukanku di kerajaan?"
"tentu saja aku tahu!, kau terkenal dengan kemampuanmu untuk membatalkan semua sihir yang di bawah tingkatmu dan semua orang memberimu julukan Anti-Mage kerajaan Westeria."
"karena kau sudah tahu, apa kau masih meragukan kemampuanku untuk melihat dan membatalkan sihir?"
"baiklah, aku tidak meragukanmu. Tapi kenapa pangeran bisa menendang ku sekuat itu?"
"kenapa kau tidak bertanya sendiri pada sang pangeran!?" jawab sang wasit dengan kesal kepada jendral dom.
Setelah dia di suruh untuk bertanya sendiri, jendral dom membuang mukanya dan berkata "baiklah, kita lanjutkan pertandingannya!"
Sang wasit sudah menebak bahwa jendral dom akan berkata seperti itu. Setelah itu, dia kembali berdiri di antara keduanya lalu memulai ronde ke empat.
Saat ronde ke empat dimulai, Jani tidak lagi langsung menyerang dan malah berjalan santai ke arah jendral dom. melihat bahwa sang pangeran tidak menyerang, jendral tersenyum lalu di mulai berlari menyerang sang pangeran.
Setelah memukul wajahnya, Jani terus melanjutkan serangannya dari tendangan dan pukulan yang hanya menargetkan kepala jendral Dom. Walaupun beberapa kali jendral Dom hampir terjatuh, tapi Jani tidak membiarkannya terjatuh dan tetap membuatnya berdiri sambil melanjutkan serangannya.
Jendral Dom tidak bisa melawan karena serangan yang di arahkan kepalanya membuat dia tidak bisa berpikir jernih dan hanya bisa menahan rasa sakit yang dia terima.
Setelah puas menghajarnya, Jani menarik rambutnya dan mendekatkan wajah lalu berkata "Dengar ini baik-baik! Jendral Dom Blackwolf! Aku tidak pernah peduli dengan ambisimu untuk menjadi raja, tapi saat kau menyebut keluargaku 'Liar' apa kau siap menghadapi amarah dari orang liar ini!?"
Saat itu, jendral Dom baru menyadari bahwa dia telah melakukan hal yang membuat keluarga Lester lepas kendali, yaitu menghina keluarga Lester secara langsung. Hal ini juga yang dia gunakan untuk membuat pangeran pertama dan kedua masuk jebakannya.
Setelah menyadari kesalahan fatal yang dia lakukan, jendral berusaha meminta maaf kepada Jani. Namun karena Jani telah membuat wajahnya babak belur, dia sulit untuk mengucapkannya.
Saat Jani melirik sang raja yang menganggukkan kepala untuk mengakhiri duel ini, dia melepaskan tangannya dari rambut jendral Dom lalu untuk terakhir kalinya dia meninju wajahnya dengan sekuat tenaga. Pukulan itu membuat jendral Dom terlempar hingga menghantam dinding arena pertarungan dan membuatnya pingsan.
Setelah itu, sang wasit mengakhiri duel ini dengan berkata "Jendral dom pingsan dan tidak bisa melanjutkan duel ini, maka dia dinyatakan kalah dalam ronde kali ini! Dengan ini pangeran ketiga dinyatakan sebagai pemenang dengan skor 3-1 !!"
Setelah pengumuman itu, seluruh penonton bersorak gembira menyambut kemenangan pangeran ketiga mereka. Saat semua orang merayakan kemenangan pangeran, istri jendral Dom mendapat kabar dari bawahannya tentang apa yang terjadi selama mereka di dalam arena.
__ADS_1
Jani yang melihat kepanikan dari istri jendral Dom, memberi tanda kepada empat penyihir untuk mengaktifkan mantra pelindung sihir. Saat mantra di aktifkan langit-langit arena langsung di lapisi kubah yang berwarna biru. Para penonton yang menyadari bahwa mereka telah dikurung di dalam arena mulai bingung dan panik.
Melihat para penonton mulai panik, raja Roman berdiri dari singgasananya lalu memusatkan mana nya di telapak tangannya lalu bertepuk tangan untuk membuat semua penonton tenang. Setelah semua orang tenang, raja berkata "wahai pendudukku, hari ini adalah hari yang benar-benar membuatku sangat kecewa!"
"sudah tiga tahun berlalu saat aku memberikan perintah untuk melarang memiliki atau memperdagangkan budak di kerajaanku ini. Waktu itu, semua keluarga bangsawan menentang perintahku ini dan bahkan beberapa di antara mereka berencana melakukan pemberontakan kepadaku. Walau pun tiga tahun adalah waktu yang pendek tetapi aku senang bahwa kalian semua bisa beradaptasi dengan hidup tanpa budak dan ini membuktikan bahwa kita semua ingin memiliki kebebasan lebih dari apa pun! Entah itu untuk kita sendiri atau pun orang lain."
"dan hari ini apa yang membuatku sangat kecewa adalah bahwa kami telah menemukan masih adanya orang yang melakukan perdagangan budak secara diam-diam dan itu di sembunyikan tepat di mana orang yang membenci perdagangan budak tinggal yaitu pemukiman kumuh."
Para penonton yang mendengarkan terkejut dan bertanya-tanya siapa di balik perdagangan budak ini. Mereka semua tahu bahwa raja mereka dengan tegas melarang perdagangan budak dan mengancam bagi siapa pun yang masih melakukannya akan di hukum mati.
Jani langsung melanjutkan pidato ayahnya "sebelum duel ini di mulai, aku mendapat sebuah informasi yang mengatakan bahwa keluarga Blackwolf telah melakukan perdagangan budak di ibu kota. Untuk memastikan informasi ini, aku dan seluruh keluarga kerajaan membuat rencana untuk memeriksa empat tempat yang di miliki oleh keluarga Blackwolf. Dan duel ini aku gunakan sebagai umpan untuk jendral dom "
Setelah selesai memberikan penjelasannya kepada para penonton, Jani mengambil salah satu senjata Double Blast dari penyimpanan sistem dan berjalan ke arah jendral Dom yang sudah sadar setelah di berikan sihir penyembuhan oleh petugas medis arena.
Jendral Dom yang baru sadar di beritahu oleh istrinya tentang apa yang terjadi selama dia bertarung dengan pangeran ketiga. Jendral Dom terkejut dan marah mengetahui bahwa dia telah masuk ke dalam jebakan keluarga kerajaan.
Saat dia bingung, dia melihat sang pangeran berjalan mendekat ke arahnya dengan sebuah benda aneh di tangannya. Jani berjalan mendekat ke arah jendral dom sambil berkata "aku tidak tahu apa yang mereka dapat dari ke empat tempat tersebut, tapi yang jelas untuk saat ini aku menyatakan 'JENDRAL DOM BLACKWOLF AKU MENAHANMU KARENA TUDUHUN MELAKUKAN PERDAGANGAN BUDAK!!" kata Jani sambil mengarahkan senjatanya ke arah jendral Dom.
Saat dia akan di tangkap tiba-tiba dua orang berjubah hitam mendarat di antara keduanya lalu melemparkan sebuah kristal berwarna ungu kepada Jendral Dom sambil berkata "Dom! Cepat gunakan kristal teleportasi ini untuk melarikan diri! Kami akan mengulur waktu, CEPAT!!"
"terima kasih!" kata jendral Dom kepada mereka berdua.
Sebelum jendral Dom mengaktifkan kristal tersebut, Jani menembak tepat mengenai tangannya lalu dalam kemudian dia langsung memperkuat tembakan berikutnya dan kemudian menembak kedua orang berjubah hitam.
DOR!
DOR!
DOR!
Tiga kali bunyi keras terdengar di arena dan setelah bunyi tersebut, terdengar suara teriakan dari jendral Dom yang salah satu tangannya mengeluarkan banyak darah. Saat jendral Dom berteriak dia melihat kedua orang yang ingin menyelamatkannya terjatuh tak sadarkan diri.
Saat jendral dom mencoba membangunkan mereka berdua, dia sadar bahwa mereka berdua sudah mati dengan sebuah lubang di tengah kening mereka berdua.
Jani yang berhasil menghentikan rencana mereka bertiga untuk melarikan diri berkata dengan santai "Ingin melarikan diri? TIDAK SECEPAT ITU, FERGUSO!!"
__ADS_1