
Tempat yang dikunjungi oleh Jani berikutnya adalah toko pembuatan senjata, Brad Magic Hand's. Tentu alasan Jani ke sini adalah karena permintaan adiknya yang ada di bumi yaitu Putri untuk membuatkannya senjata Hidden Blade. Saat Jani menuju ke lantai dua, dia mendengar sebuah pertengkaran dari dalam antara Brad dengan tamunya.
"Brad! Ini untuk kepentingan bangsa kurcaci, kenapa kau masih keras kepala seperti itu?" kata si tamu yang Bertanya kepada Brad dengan nada tinggi.
"terserah kau mau berkata apa! Yang jelas keputusanku sudah bulat untuk melayani pangeran ketiga dan aku tidak akan memberikan rancangan senjata miliknya kepada siapa pun!"
"sudah aku bilang! Ada seseorang yang menginginkan senjata itu dan jika kita memberikan kepadanya, maka kita akan di berikan sebuah tanah yang sangat luas untuk membangun kembali kerajaan kurcaci! Bukankah itu impian kita, kawan?"
"itu impianmu, bukan impianku. Sudahlah! Aku masih sibuk dengan banyak hal yang aku harus selesaikan dari pada mengurusi penggila tahta sepertimu."
"kau! LIHAT SAJA NANTI BRAD!! Saat kerajaan kurcaci berhasil aku bangun Kembali, maka akan aku pastikan kau akan menjadi budak pandai besiku!!" kata sang tamu yang mengancam Brad lalu pergi dengan perasaan marah.
Sesaat sebelum tamu itu pergi, Brad menjawabnya "ya…ya… terus bermimpi, penjilat!"
Tamu itu tentu saja mendengar perkataan Brad, tapi dia terlihat tidak memperdulikannya dan bergegas pergi dari bengkel pribadinya Brad.
…
Setelah sang tamu pergi, Brad berkata dengan tenang "yang mulia pangeran, kau bisa keluar sekarang."
Tepat di depan Brad, Jani muncul secara perlahan dari ketiadaan lalu langsung bertanya "sepertinya dia sangat mengenalmu ya?"
"semacam itulah, dia adalah sahabatku sekaligus mantan raja kerajaan bangsa Kurcaci dan memiliki ambisi mendirikan kerajaan sekali lagi dengan cara apa pun termasuk menjadi pesuruh kekaisaran."
"oh! Sepertinya aku harus menunda penelitian senjata ini. Takutnya dia nekat melakukan pencurian dan malah membahayakanmu."
Mendengar bahwa penelitiannya akan di tunda, Brad langsung menjawab "hei! Tidak perlu sampai harus menunda penelitian, aku bisa menjaga rahasia senjata api magis ini dengan sangat aman!"
"kau yakin, Brad? Ini bisa saja membahayakan dirimu dan juga anakmu?"
"tentu saja! Aku punya senjata rahasia untuk mengalahkan para penyusup yang akan datang nanti."
Jani terdiam sesaat lalu Ketika melihat mata Brad yang penuh dengan perasaan percaya diri, Jani pun pasrah dan berkata "baiklah, Brad! Aku mengizinkanmu. Tapi jangan coba kau membuat senjata api magis yang berukuran besar karena akan repot kalau sampai ayahku tahu bahwa aku menciptakan benda penghancur tersebut di tengah kota."
"ahh! Baiklah, aku juga tidak mau membayangkan kejadian kita berdua akan di hukum oleh raja karena hal tersebut."
"oke karena sudah beres, aku meminta bantuanmu untuk membuat senjata ini." Jani mengeluarkan rancangan senjata Hidden Blade yang telah dia tulis ulang menggunakan Bahasa benua Arca pada umumnya.
Brad pun mulai tertarik dengan senjata tersebut sambil berkata "meskipun ini hanyalah sebuah pisau, tapi mekanismenya terbilang sangat unik dan bentuk bilah pisaunya juga di buat agar tidak terhalang jari Ketika di gunakan."
"jadi, apa kau bisa membuatnya?"
"tentu saja! Jangan meremehkan kehebatanku dalam membuat senjata."
"oke! kalau begitu, aku minta dua pasang dengan bahan terbaik yang kau punya lalu sebanyak 50 pasang dengan bahan yang biasa saja."
Mendengar pesanan yang mencapai 50 pasang, Brad bertanya "apa ini senjata ini bersifat rahasia?"
"Tentu saja, jadi pilihlah beberapa murid yang bisa kau percaya untuk membuat senjata ini dan buatlah senjata ini secepat mungkin."
__ADS_1
"baiklah, kau bisa mempercayaiku."
Setelah selesai memesan senjata untuk adiknya, Jani melanjutkan pembicaraan mereka tentang pemindahan bengkel milik Brad menuju kota perbatasan timur laut. Jani memberitahu Brad tentang masalah penobatannya sebagai putra mahkota kerajaan.
Mendengar bahwa Jani menjadi putra mahkota, Brad bertanya "jadi, apa ada perubahan rencana tentang keberangkatan kita menuju ke kota mati itu?"
"sepertinya begitu dan aku rasa tidak perlu memindahkan bengkelmu untuk saat ini."
"jadi apa kau masih belum menyerah mengenai kota mati itu?"
"aku memiliki ide lain tentang kota itu." Setelah mengatakan hal tersebut, Jani bersiap meninggalkan bengkel Brad. Lalu tidak lupa dia menambahkan " Untuk saat ini tunggu saja kabar dariku." Dan jani meninggalkan bengkel Brad untuk pergi ke tempat berikutnya.
….
Setelah Jani keluar dari bengkel Brad, Jani pergi ke tempat riset batu kristal sihir dan Memberitahu Merlof bahwa mereka tidak jadi pindah dengan alasan yang sama. Dari awal memang Merlof sendiri juga ingin menolak gagasan untuk pindah, tapi karena yang menjadi pendukung penelitiannya adalah pangeran ketiga, dia hanya bisa menuruti semua keinginan sang pangeran lalu Ketika dia mendengar bahwa mereka tidak jadi pindah menuju kota perbatasan timur laut, Merlof pun merasa senang dan dia memberitahukan sebuah kabar baik kepada Jani.
"pangeran, sebenarnya aku sudah selesai membuat benda yang kau sebut ponsel, tapi benda ini baru bisa mengirim suara dan beberapa kata saja."
Jani melihat dua ponsel yang terbuat dari kristal sihir bekas dan mencoba menyalakannya dengan cara memasukkan Mana ke dalamnya. Layarnya memancarkan cahaya redup dan memunculkan simbol-simbol yang merupakan huruf dari Bahasa benua Arca.
Jani melakukan beberapa uji coba dan hasilnya benda ini hampir mirip dengan ponsel yang ada di bumi. Puas dengan ponsel tersebut, Jani berkata "ini sudah lebih dari cukup untuk merevolusi alat komunikasi kita, Merlof! dan untuk sekarang kau perlu melatih beberpa orang agar kita bisa memprodukisinya dalam jumlah yang sangat banyak."
"bukannya ini jauh dari kata sempurna dengan ponsel yang pernah kau tunjukkan sebelumnya, pangeran?"
"memang, tapi bagiku ini sudah sempurna untuk menjadi pruduk pertama kita."
Setelah berdiskusi cukup Panjang, akhirnya di putuskan bahwa Merlof akan membangun sebuah pabrik di Kawasan pemukiman kumuh dan merekrut karyawan untuk mulai membuat jalur produksi bagi posel pertama yang akan mereka jual. Sementara itu, Jani juga memerintah beberapa murid Merlof untuk membangun Menara sinyal untuk memperluas jarak penggunaan ponsel.
…
Di dalam toko
Jani melihat bahwa tempat ini masih sama seperti sebelumnya saat dia berkunjung beberapa waktu lalu dengan adiknya. Saat dia melihat barang-barang yang di jual di sana, terdengar seseorang berbicara dari arah meja kasir "kau Kembali lagi, bocah?"
"iya apa kau merindukanku, pak tua?"
Tanpa melihat ke arah Jani, Kakek tua itu menjawab "mungkin saja, jika kau membeli dengan harga yang wajar dan tidak menawar dengan potongan harga yang tidak masuk akal."
"baiklah, biarkan aku memilih beberapa benda yang bisa aku beli seperti sebelumnya."
"terserah." Jawab acuh Kakek tua tersebut lalu Kembali tertidur di kursinya.
Saat Jani sedang melihat barang-barang, terdegar suara pintu di dobrak dan seseorang yang tampak seperti tentara bayaran mulai memarahi Kakek tua yang sedang tertidur di kasir.
"WOY KAKEK TUA!! APA KAU BERUSAHA MENIPUKU!?"
"apa maksudmu?" kata si kakek tua yang perlahan membuka matanya.
Saat tentara bayaran itu melihat mata si Kakek tua tersebut, untuk sesaat dia merinding ketakutan lalu dengan berani berkata "barang yang kau jual kepadaku membawa sial!"
__ADS_1
Jani tertarik dengan cerita tentara tersebut lalu mendekatinya dan bertanya kepadanya "hei kawan! Coba ceritakan kepadaku mengenai benda pembawa sial itu, mungkin aku bisa membantumu."
Tantara bayaran itu mulai menceritakan bahwa apa yang dia beli adalah alat penunjuk arah yang akan membawa mereka melawati sebuah labirin kuno, tapi bukannya memberikan mereka jalan yang aman, malah sebaliknya benda tersebut membuat mereka memilih jalan yang di penuhi monster berbahaya dan akibatnya saat ini mereka pulang tanpa membawa harta sedikit pun.
Setelah Jani mendengarkan cerita tantara bayaran tersebut, dia semakin tertarik dengan benda itu dan juga hal baru untuknya yaitu sebuah labirin kuno. Jani akhirnya memberikan tanggapannya "hmm aku juga merasakan bahwa benda itu adalah pembawa sial."
"kau juga berpikiran sama denganku kan! Maka dari itu hari ini aku ingin meminta uangku Kembali!" jawab tantara bayaran tersebut dan coba mendekati si kakek tua yang sudah Kembali tertidur di kursinya.
Takut akan ada adegan berdarah, Jani segera menghentikan tantara bayaran tersebut lalu berkata "hei tahan dulu! Apa kau tidak merasakan bahwa kakek itu dapat membunuhmu dalam sekali serangannya?"
"aku tahu itu, tapi kalau aku tidak mendapatkan uangku Kembali, maka teman-temanku akan sangat marah kepadaku!"
"berapa yang kau keluarkan untuk membeli benda itu?"
"5 koin emas."
"oke, kalau begitu aku akan membeli benda itu." Kata Jani yang memberikan 5 koin emas kepadanya lalu setelah mendapatkan uangnya Kembali, tantara bayaran itu langsung bergegas pergi setelah memberikan benda terkutuk itu kepada Jani.
Saat Jani melihat benda itu, dia langsung berseru "hei bukankah ini hanya sebuah kompas?"
"kompas? Apa itu nama dari benda aneh itu?" tanya si kakek tua yang sudah terbangun dari tidurnya.
"yah semacam itu, oh iya ngomong-ngomong apa kau tahu tentang labirin kuno itu, pak tua?"
"aku mengetahuinya, tapi aku tidak mau berbagi cerita denganmu karena aku mau melanjutkan tidurku."
Dan setelah itu, si kakek Kembali tidur tanpa memedulikan Jani lagi.
Setelah melihat si kakek tua itu Kembali tertidur, Jani Kembali berkeliling toko untuk mencari barang yang menurutnya adalah barang bagus. Beberpa saat kemudian, Jani berjalan menuju si kakek tua lalu berkata "hei pak tua! Aku ingin membeli 3 benda ini."
"total 12 keping emas."
"enggak 10 aja?"
"kali ini aku sedang malas berurusan denganmu bocah! Cepat bayar!"
"oke-oke." Jani membayar kakek tua itu lalu dia pergi dari toko kakek tua tersebut.
….
Di perjalanan pulang Jani meminta zein untuk memerikasa status dari kompas tersebut. Tidak lama kemudian pemeriksaan pun selesai dan status dari kompas pun terwujud di depan Jani.
[MEMPERLIHATKAN STATUS ARTEFAK…
Nama Artefak: KOMPAS PENCARI HARTA (Sebuah kompas biasa yang dulu pernah di gunakan oleh pemburu harta karun terkenal sampai akhir hayatnya. Sebelum kematiannya, sang pemburu harta karun menanamkan kenhendak terakhirnya kepada kompas tersebut sehingga membuat kompas tersebut berubah menjadi kompas penunjuk harta karun.)
Kelas Artefak: Legendaris
Status yang di berikan: Kecerdasaan +50
__ADS_1
Efek khusus: pesona pemburu harta karun (membuat kompas hanya akan menunjukkan tempat harta karun berada.)
Melihat statusnya Jani dengan santai berkata "Artefak legendaris ya? Aku penasaran harta karun seperti apa yang akan aku temukan di masa depan?"