
7 hari telah berlalu dengan cepat dan malam ini adalah malam peluncuran produk yang telah di nanti oleh sebagian masyarakat. Mereka bertanya-tanya produk seperti apa? Yang akan diluncurkan oleh pengusaha yang paling misterius ini.
Beberapa rumor juga tersebar di internet, yang menyatakan produk tersebut adalah sebuah konsol game yang cukup besar. Beberapa orang sudah mulai percaya dan menebak bahwa itu adalah mesin virtual realitas, tapi ada juga yang tidak percaya dan menebak kalau itu adalah alat medis.
Di tambah dengan sebuah pernyataan dari organisasi Hack-in(hacker Indonesia) yang menyatakan bahwa mereka juga ikut dalam proyek pembuatan produk ini dan membuat diskusi tentang produk ini semakin panas.
Sementara itu, orang penting yang menyebabkan kehebohan ini sedang dalam keadaan bimbang. bukan karena masalah cintanya dengan Ayu atau pun masalah perusahaan, tapi ini tentang fitur baru sistem yaitu 'toko'. Awalnya dia senang telah menyelesaikan misi ketiga sistem dan mencoba mempelajari teknik tinju api neraka di ruangan latihan dimensional.
Dia telah mempelajari 7 gerakan dan masih susah untuk mempelajari 3 gerakan terakhir yaitu: tinju letusan gunung berapi, tinju api hitam pemusnah, dan tinju api neraka. Walau pun dia tidak bisa melakukan 3 gerakan terakhir, tapi dia tidak frustrasi dan berniat mempelajarinya saat dia telah memahami unsur api lebih dalam.
Setelah selesai berlatih teknik tersebut, jani mencoba fitur sistem terbaru yaitu toko. Di dalam fitur tersebut, menu pembelian di bagi menjadi dua yaitu pembelian dengan uang rupiah dan pembelian dengan koin emas.
Pembelian dengan uang rupiah terdiri dari barang-barang yang di perlukan di benua arca, sedangkan pembelian dengan koin emas terdiri dari barang-barang yang di perlukan di Bumi. Saat Jani melihat barang yang di perlukan di benua arca, dia tertarik dengan buku yang menjelaskan tentang sihir hitam: penguasa bayangan.
Jani pernah melihat ingatan Alex yang sedang belajar tentang berbagai unsur sihir dan mengetahui kalau sihir hitam selalu berkaitan dengan mayat hidup dan kutukan.
Jani yang membenci bau busuk dari mayat dan berniat untuk tidak mempelajari sihir unsur hitam, senang karena dia menemukan jalan alternatif untuk mempelajari sihir hitam tanpa harus berurusan dengan mayat.
Saat dia melihat harga untuk buku tersebut, dia terkejut dan langsung memprotes Zein. "hei Zein!!! Apa kau ingin merampok atau menjual hah!? Harga 100 miliar ini tidak masuk akal sama sekali!!!"
"tidak, Menurutku itu harga yang sangat bersahabat. Karena suku yang menciptakan buku tersebut telah musnah dan tidak ada orang yang mewariskannya lagi."
Jani terdiam sebentar dan berkata"biarkan aku memikirkannya dulu."
Semenjak saat itu, Jani terus berpikir apakah dia harus membelinya atau tidak. Hingga 7 hari setelahnya, saat dia sedang bersiap untuk menuju acara peluncuran produk perusahaannya di kamar bersama dengan kekasihnya.
Jani bertanya "sayang, jika kau memiliki bakat dalam sihir hitam dan kamu dapat memilih untuk mempelajari antara sihir kematian atau sihir bayangan mana yang kau pilih?"
Ayu berpikir sejenak dan berkata"hmm, aku akan memilih sihir bayangan."
"alasannya?"
"karena aku bisa mengawasi seseorang. kalau-kalau dia selingkuh, aku bisa muncul di depannya untuk mencegah itu."
"siapa yang kau maksud?"
"kagak tahu."
Jani memeluknya dari belakang dan bertanya dengan lembut "sayang, kamu cemburu sama siapa?"
"seorang wanita dari Jepang."
"kan aku sudah bilang, aku enggak ada hubungan apa-apa dengan Hanami."
"bahkan sampai ingat namanya yaa?"
"begini saja, kamu tunggu saat kita akan berlibur ke Jepang. Aku bakal jelasin semuanya di sana, oke sayang?"
__ADS_1
"baiklah, untuk saat ini aku akan bersabar."
"kalau begitu, aku menunggu di bawah yaa." balas Jani sambil memberikan sebuah ciuman bibir kepada Ayu dan pergi ke ruang tamu.
Saat Jani menuruni tangga, dia melihat ibu dan adiknya masih di dalam kamar mereka masing-masing. Melihat tidak ada seorang pun di ruang tamu, Jani membuka layar menu sistem dan langsung membeli buku tentang sihir unsur hitam berjenis bayangan.
Saat Jani ingin membeli buku tersebut sebuah pemberitahuan sistem muncul [apakah Anda yakin ingin membeli buku ini?]
Jani pun menekan layar sistem bagian pojok kanan bawah yang berkuliah 'YAKIN'. Setelah Jani menekannya sebuah pemberitahuan sistem muncul kembali [terima kasih, atas pembelian Anda! Uang pembayaran sudah langsung di potong dari rekening Anda dan barang anda akan segera kami kirimkan beberapa saat lagi.]
Setelah beberapa saat, sebuah cahaya putih muncul di depan Jani hingga membuat dia langsung menutup matanya. Saat cahaya itu menghilang sebuah buku sudah ada di meja dan Jani langsung mengambil buku tersebut lalu membacanya dengan santai sambil menunggu tiga wanita di keluarganya selesai merias wajah mereka.
Setelah membacanya beberapa halamannya, yang menceritakan tentang suku yang menguasai sihir ini telah di bantai tanpa ampun. Karena kesombongan mereka sendiri yang membuat suku di sekitar mereka tersinggung dan pada akhirnya mereka semua bersatu untuk membantai suku tersebut.
Saat Jani mendengar suara sepatu dari tangga, dia berhenti membaca dan menyimpan bukunya di dalam penyimpanan dimensional. Jani datang ke tangga untuk membantu seorang wanita yang mengenakan gaun berwarna biru langit yang tidak lain adalah kekasihnya Ayu.
Saat ayu telah turun dari tangga, Jani berkomentar "jika bukan karena malam ini adalah acara yang sangat penting, aku sudah mengendongmu kembali ke kamar dan memakan kamu."
"tapi sayang sekali kamu tidak bisa melakukannya."
Jani hanya bisa melakukan pernapasan perut untuk menenangkan hawa nafsunya dan saat Jani ingin membalas perkataan Ayu, terdengar suara dua orang turun dari tangga yang tidak lain adalah ibu dan adiknya.
Ibunya yang sudah mendengar perkataan Jani, berkata sambil turun dari tangga "kalau kamu sudah tidak bisa menahan nafsumu itu, maka segera lamar dia biar gak jadi dosa."
' 'terlambat 6 bulan untuk mengatakan hal itu, ma.' ' jawab Jani dan Ayu secara bersamaan di dalam hati mereka.
"terserah kamulah, mama Cuma ngasih saran doang." jawab ibunya dan setelah ibunya menuruni tangga, dia melihat anaknya yang sekarang mengenakan setelan jas rapih dan melanjutkan
"kamu bebar-benar sudah besar ya, nak."
Jani datang dan memeluk ibunya tanpa mengatakan apa pun. Ibunya juga menerima pelukan Jani dan kembali berkata "mama masih enggak nyangka kalau investor termuda yang di sebut Mr.Gold adalah anak mamah sendiri."
Putri menimpali perkataan ibunya "benar,ma. Aku juga kaget pas tahu kalau cowok yang aku kagumi selama ini adalah kakak."
Jani melepaskan pelukannya dan berkata dengan ibunya "kalau begitu, kami berangkat duluan dan mama dan Putri akan naik mobil di belakang kita lalu saat para wartawan tertuju kepada kami, mama akan turun di pintu VIP khusus dan di kawal ke kursi kalian."
"apakah ada masalah serius, jika mama dan aku turun bersama kakak?" tanya Putri yang penasaran dengan alasan kakaknya untuk tidak mempublikasi ibunya di depan media.
"orang yang kakak undang untuk peluncuran ada beberapa dari keluarga pebisnis terkenal, Yang di antaranya adalah keluarga Senopati. Emangnya kamu mau ketemu sama papa?"
"yaa enggaklah!! Lebih baik aku mengikuti aturan kakak." Jawab Putri yang sudah memasang wajah kesal setelah mendengar keluarga Senopati dan ayahnya di sebut.
"baiklah, sudah waktunya berangkat. Kalau tidak, kita semua bisa terlambat." Sela ibunya.
Jani dan Ayu langsung berpamitan lalu memasuki mobil mereka. Sebelum berangkat Jani menelepon Arman yang sekarang sedang berada di mobil yang membawa ibu dan adiknya "Arman, jaga baik-baik ibu dan adikku."
"siap, bos." Jawab Arman dengan sigap.
__ADS_1
Setelah mendapat konfirmasi dari Arman, Jani mematikan teleponnya dan berkata kepada pak Karyo. "pak, suruh rombongan untuk berangkat sekarang."
"baik, bos."
Balai Sarbini
Tempat yang telah di sewa oleh Jani untuk mengadakan peluncuran produk perusahaannya. Acara ini di hadiri oleh banyak keluarga bisnis terkenal dan beberapa menteri pemerintah terkait seperti Menteri BUMN dan menteri BRIN yang telah di undang oleh Jani.
Beberapa menit sebelum Jani datang, dua mobil berhenti di depan pintu masuk balai Sarbini. Dua mobil tersebut terdiri dari mobil Jeep militer dan sebuah sedan berwarna hitam. Seorang pria tua turun dari mobil jeep, pria tersebut adalah jendral Karto kencana yang beberapa hari yang lalu berduel dengan Jani.
Semua wartawan terkejut dengan kedatangan jendral bintang 2, tapi mereka semua bingung karena setelah turun dari mobilnya, jendral Karto langsung menuju mobil di belakangnya dan membuka pintu belakang dan menunggu orang yang di dalamnya turun.
Saat orang yang di mobil tersebut turun, semua orang semakin terkejut karena dia adalah orang nomor 1 di Indonesia yaitu presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Awalnya para wartawan tidak berani mewawancarai jendral Karto karena dia di kenal tidak suka di wawancarai, tapi saat melihat adanya presiden bersama dengannya mereka menjadi berani untuk mendekati presiden tanpa peduli dengan jendral Karto yang berjalan di samping presiden.
Sayang sekali para wartawan lupa bahwa mereka telah di beri garis agar tidak mengganggu para tamu yang menghadiri acara malam ini. Agar tidak membuat kerusuhan, para wartawan hanya bisa memanggil presiden agar dia datang kemari.
Seperti biasa presiden mendekati wartawan terdekat dan akan menjawab beberapa pertanyaan mereka. Wartawan yang di dekati presiden langsung bersiap memberi pertanyaan kepada presiden.
"Pak, kenapa bapak secara mendadak datang ke acara ini?" tanya salah satu wartawan.
"saya sebelumnya kebetulan berada di acara yang sama dengan jendral Karto. Kemudian saya bertanya kepadanya 'habis ini pak jendral mau ke mana?' dia menjawab 'mau ke peluncuran perusahaan baru, pak. Kebetulan saya kenal dengan CEO-nya'. Karena itu saya di ajak juga untuk datang ke acara ini."
"terus, apa bapak mendapat bocoran tentang produk yang akan di luncurkan?"
"kita semua tahu, bahwa Mr. Gold itu paling suka membuat kejutan untuk kita semua. Jadi, kita tunggu saja biar kejutan tidak rusak."
Jendral Karto membisikan sesuatu ke presiden dan setelah mendengarnya, presiden melanjutkan perkataannya "Kalau begitu, saya mau masuk dulu. Takut tidak kebagian kursi."
Para wartawan tertawa mendengar candaan presiden dan mengalihkan perhatian mereka kepada para tamu berikutnya. Kebetulan saat presiden turun dari mobilnya, rombongan Jani tiba dan tidak tahu siapa yang membuat kehebohan di depan mereka.
Saat Jani bertanya kepada staf yang kebetulan lewat di samping mobilnya dan tahu kalau presiden Jokowi yang datang, Jani pun berkata kepada pak Karyo "pak Karyo, perubahan rencana. kita akan lewat pintu samping buat menghindari wartawan dan bapak berhenti sebentar di depan terus langsung pergi ya."
"oke, bos." Jawab pak Karyo sambil tersenyum dan tahu kalau bosnya ingin mengerjai para wartawan.
Jani meminta pak Karyo untuk mengeluarkan kertas, spidol dan lakban dari dasbor mobil lalu dengan cepat Jani menulis sesuatu dan menempelkannya di kaca mobil. Setelah itu Jani menyuruh Ayu, ibu dan adiknya turun dan pergi bersamanya lewat pintu yang di gunakan oleh para staf.
Jani pergi ke pintu samping dan melirik ke arah para wartawan lalu berkata "sekali-sekali gua kerjain lu semua."
Ayu yang berada disamping-nya berkata "bisa-bisa kamu iseng di acara seperti ini."
"hahaha." Jani hanya tertawa setelah mendengar perkataan kekasihnya dan memasuki gedung.
Para wartawan yang menunggu tamu berikutnya, saat mereka melihat bahwa mobil berikutnya adalah mobil milik tuan rumah acara malam ini. mereka mempersiapkan kamera mereka untuk mewawancarainya, tapi saat mobil berhenti dan tidak ada tanda orang yang akan turun, hanya ada sebuah kertas tertempel di kaca mobil yang bertuliskan.
'MAAF SAYA SUDAH TURUN DULUAN LEWAT PINTU SAMPING. TERTANDA MR.GOLD.'
__ADS_1
Para wartawan hanya bisa menyesal karena terlalu fokus kepada presiden dan tidak tahu bahwa sang tuan rumah sudah masuk duluan.